Sambut Idulfitri, TP PKK dan Baznas Kaltara Berbagi Kebahagiaan dengan Anak Yatim

TANJUNG SELOR – Menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kalimantan Utara (Kaltara) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltara berbagi kebahagiaan dengan 30 anak yatim piatu melalui kegiatan belanja bersama, yang berlangsung di Toko Jakarta di Jalan Katamso, Selasa (3/3) sore.

Ketua TP PKK Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., didampingi Wakil Ketua TP PKK Kaltara, Kornie Serliany Ingkong Ala, ST., secara langsung mendampingi anak-anak memilih pakaian dan perlengkapan Hari Raya. Setiap anak mendapatkan alokasi dana sebesar Rp500.000.

Suasana penuh keceriaan terlihat saat anak-anak didampingi anggota TP PKK dan Baznas memilih baju Lebaran sesuai keinginan mereka.

Rahmawati Zainal yang akrab disapa Bunda Kaltara mengatakan, kegiatan ini bertujuan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim menjelang Hari Raya.

“Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa menginspirasi masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk ikut berbagi. Tidak perlu besar, yang penting bermanfaat dan membuat anak-anak bahagia,” kata Rahmawati.

Ketua Baznas Kaltara, H. Ubid Hadruni, SH., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam menyalurkan zakat kepada para mustahik secara tepat sasaran.

“Kami berkolaborasi dengan PKK Kaltara untuk menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak. Terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa lebih besar lagi,” ujarnya.

Kegiatan penuh kebersamaan itu kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama di Kantor Gubernur Kaltara, mempererat silaturahmi sekaligus menegaskan semangat berbagi di bulan yang penuh berkah.

(dkisp)


Gubernur Dorong Optimalisasi Zakat ASN untuk Pemerataan Ekonomi

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum menegaskan bahwa gerakan zakat di lingkungan pemerintahan bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, tetapi menjadi mesin penggerak ekonomi bagi masyarakat kelas bawah.

Penegasan tersebut disampaikannya usai menyetorkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kaltara dalam kegiatan “Kaltara Berzakat Tahun 1447 Hijriah /2026 Masehi”, di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara pada Selasa (3/3).

Gubernur Zainal menjelaskan bahwa zakat harus bertransformasi dari sekadar bantuan sosial menjadi solusi nyata untuk pemerataan ekonomi di Bumi Benuanta.

Ia menginstruksikan Baznas agar melakukan pemetaan yang lebih akurat, sehingga distribusi dana zakat, infak dan sedekah (ZIS) tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat paling rentan.

“Zakat yang terkumpul, terutama dari ASN, harus menjadi penopang bagi masyarakat yang kurang mampu. Fokusnya jelas, mereka yang benar-benar membutuhkan untuk bertahan hidup,” tegas Zainal.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menaruh harapan besar pada peningkatan partisipasi Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini. Zainal memberikan perhatian khusus agar capaian ZIS dapat melampaui realisasi tahun sebelumnya.

Ia juga menjamin bahwa dana yang dikelola Baznas akan disalurkan secara transparan dan akuntabel.

Zainal berharap gerakan pembayaran zakat massal ini dapat menjadi contoh bagi sektor swasta dan masyarakat umum di Kaltara.

“Target minimal sama dengan tahun lalu, tapi saya berharap ada peningkatan signifikan. Ini bentuk gotong royong ASN untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” pungkasnya.

(dkisp)

Sekprov Dorong Pemanfaatan Dashboard Eksekutif untuk Pengawasan Pembangunan Daerah

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., menegaskan pentingnya pemanfaatan Dashboard Eksekutif sebagai alat kendali dalam memantau program, anggaran dan kualitas layanan publik secara real time.

Penegasan tersebut disampaikan dalam rapat “Paparan Awal Dashboard Eksekutif” yang digelar di Ruang Sekda Lantai 3 Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (3/3).

Sekprov Denny menyampaikan, sesuai arahan Gubernur Kaltara, birokrasi harus bergerak lebih lincah dan cerdas, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan responsivitas pelayanan publik.

“Dashboard ini bukan sekadar tampilan grafik. Ini adalah alat kendali pimpinan untuk melihat capaian program, anggaran, dan layanan dasar secara langsung,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dashboard Eksekutif akan menampilkan data makro dan mikro secara lengkap. Data makro mencakup pertumbuhan ekonomi daerah, inflasi, neraca perdagangan, realisasi APBD, serta nilai investasi.

Sementara data mikro meliputi kesejahteraan sosial, perkembangan pembangunan, kesehatan, pendidikan, sumber daya manusia hingga pelayanan publik.

Mewakili Gubernur dan Wakil Gubernur, Denny menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan dashboard ini karena dinilai mampu mendorong kemajuan birokrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berbasis data.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi Pemprov Kaltara bersama Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar) dalam mendukung percepatan transformasi digital daerah.

Denny menginstruksikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., untuk segera menggelar rapat internal bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) guna memastikan pemenuhan dan kualitas data.

“Semua OPD sebagai produsen data harus bekerja sama dengan baik agar data yang disajikan akurat dan berkualitas,” pungkasnya.

(dkisp)

Pemprov Luncurkan “Kaltara Berzakat” 1447 H, Perkuat Solidaritas dan Pengentasan Kemiskinan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) resmi meluncurkan kegiatan “Kaltara Berzakat Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi” sebagai upaya memperkuat solidaritas sosial dan mendukung pengentasan kemiskinan. Kegiatan tersebut digelar di ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (3/3).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengatakan bahwa zakat memiliki dua dimensi penting, yaitu dimensi ibadah dan dimensi sosial ekonomi.

Dalam dimensi ibadah, zakat merupakan kewajiban setiap muslim yang telah memenuhi syarat untuk menyisihkan sebagian hartanya kepada yang berhak menerima. Zakat bertujuan menyucikan jiwa dan harta.

Sementara dalam dimensi sosial, zakat berperan memperkuat solidaritas masyarakat, membantu pengentasan kemiskinan, mendukung pembiayaan pendidikan, serta menolong warga yang kurang mampu.

“Zakat menjadi pilar untuk memperkuat solidaritas sosial dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Denny.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2024, pemerintah mendorong optimalisasi pengumpulan zakat, infak dan sedekah (ZIS), termasuk peran aktif Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Denny juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas kaltara yang terus berupaya memaksimalkan penerimaan dan penyaluran ZIS melalui berbagai program, salah satunya “Kaltara Berzakat”.

Ia mengajak seluruh ASN dan pelaku usaha untuk menjadikan zakat sebagai bagian dari gaya hidup guna memperkuat ukhuwah Islamiyah di Kaltara.

“Semoga penerimaan dan penyaluran zakat, infak dan sedekah tahun ini bisa mencapai target yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan berita acara serah terima Zakat Profesi dari PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (BPD Kaltimtara) periode Januari–Desember 2025 sebesar Rp633.414.080.

Selain itu, diserahkan berbagai bantuan kepada para mustahiq, di antaranya Zakat Fitrah sebanyak 14 ton 65 kg beras untuk 2.813 penerima di seluruh Kaltara dengan total nilai Rp222.227.000.

Program lain yang disalurkan meliputi paket “Ramadan Bahagia” dan paket iftar, bantuan kursi roda serta sanitasi masjid melalui program Kaltara Sehat, beasiswa penuh dan belanja gratis untuk anak yatim dan dhuafa dalam program Kaltara Cerdas & Taqwa.

(dkisp)

Pemprov Dorong Perdagangan Karbon dari Mangrove dan Gambut untuk Tingkatkan PAD

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menegaskan komitmennya mengoptimalkan potensi kawasan mangrove dan gambut melalui skema perdagangan karbon guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen itu disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam rapat pembahasan “Optimalisasi Kontribusi Kawasan Mangrove dan Gambut Terhadap Peningkatan PAD Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kaltara”, di Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (3/3).

“Kaltara memiliki sumber daya alam yang besar, khususnya mangrove dan gambut. Selain berfungsi menjaga lingkungan dan mengendalikan perubahan iklim, kawasan ini juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikelola secara berkelanjutan,” kata Gubernur.

Zainal menilai mangrove dan gambut merupakan aset strategis daerah. Potensi tersebut dapat dikembangkan melalui perdagangan karbon, jasa lingkungan, ekowisata, serta pengelolaan berbasis masyarakat yang berdampak langsung pada peningkatan PAD.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

“Kita perlu membangun kesepahaman terkait kewenangan, mekanisme bagi hasil, tata kelola penerimaan daerah serta memperkuat regulasi daerah agar potensi tersebut dapat dioptimalkan secara adil dan proporsional,” ujarnya.

Zainal juga menegaskan bahwa peningkatan PAD tidak boleh mengorbankan fungsi ekologis kawasan.

“Kita harus buktikan bahwa menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan bersama,” jelasnya.

Melalui rapat ini, diharapkan dapat diidentifikasi potensi ekonomi yang realistis, disusun skema koordinasi lintas daerah, ditetapkan langkah konkret, serta disepakati rencana aksi bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

Rapat tersebut turut dihadiri Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si, Bupati Malinau Wempi W. Mawa, S.E., M.H., Wakil Bupati Nunukan Hermanus, Wakil Bupati Tana Tidung Sabri, S.Pd., Wakil Wali Kota Tarakan Ibnu Saud IS, Direktur PT. Global Eco Rescue Lestari (GERL) Dr. Drs. Marthin Billa, M.M., COO GER PTE LTD Andrew Partridge dan Direktur Utama PT. Enggang Kaltara Lestari (EKL) Tajuddin Tuwo.

Pemprov Kaltara bersama pemerintah kabupaten/kota berharap dapat menjadi pelopor pengelolaan perdagangan karbon berbasis mangrove dan gambut yang berkelanjutan, sekaligus berkontribusi dalam pengendalian perubahan iklim dari daerah.

(dkisp)