KONI Nunukan Pastikan Dukungan Cabor, Andil Penuh di Porwada II Kaltara

NUNUKAN – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nunukan memastikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) II Kalimantan Utara (Kaltara) di Nunukan. Even tiga tahunan Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) PWI itu, dijadwalkan berlangsung bulan Juli 2026 mendatang.

Dukungan KONI Nunukan tercermin ketika memfasilitasi pertemuan antara pengurus Cabang Olahraga (Cabor) dengan Siwo PWI Nunukan, di KONI Center, baru-baru ini.

“Kami pastikan dukungan penuh melalui cabor-cabor yang akan dipertandingkan dalam Porwada II nanti. Sesuai arahan Ketua KONI Nunukan, adil penuh akan kita berikan. Apalagi Nunukan ditunjuk sebagai tuan rumah,” tegas Sekretaris Umum (Sekum) KONI Nunukan, M. Yacub.

Lanjut dikatakan Yacub, Siwo PWI Nunukan merupakan konsituen resmi sebagai badan fungsional olahraga dibawah KONI Nunukan. Program pembinaan prestasi olahraga wartawan, menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam tugas-tugas pembinaan olahraga di Kabupaten Nunukan.

“KONI akan mendukung sesuai kewenangan organisasi. Kami yakin kawan-kawan di Siwo PWI mampu mempersiapkan tahapan Porwada II secara maksimal,” tegas M. Yacub.

Sementara itu, Ketua Sub PB Porwada II Kaltara, Hasanuddin mengatakan, keterlibatan KONI Nunukan dalam suksesi Porwada II sangat strategis. Peran tersebut secara bertahap ditunjukkan KONI Nunukan dengan mendukung koordinasi terukur antara jajaran PB dengan cabor-cabor yang akan di pertandingkan.

“Ketua dan jajaran KONI Nunukan cukup optimal dalam mendukung persiapan Porwada II. Tentu akan banyak hal yang melibatkan KONI secara langsung pada saat pelaksanaan Porwada nanti,” ucap Hasanuddin.

Porwada II Kaltara dijadwalkan berlangsung bulan Juli mendatang. Ada 8 cabor yang akan di pertandingkan. Yakni, Bulutangkis, Tenis Meja, Catur, Atletik, Biliard, Futsal, e-Sport dan Domino.

(*)

Melek Informasi, PWI Nunukan Bekali Warga Desa Kemampuan Jurnalis Dasar dan Public Speaking

TULIN ONSOI – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nunukan kembali menggelar Pelatihan Literasi dan Jurnalis Desa (PLJD) 2026, Sabtu (18/4/2026). Kali ini, lokasi yang dipilih yakni di Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan. Program ini merupakan lanjutan dari Pelatihan Literasi dan Wartawan Desa (PLWD) yang digelar di Pulau Sebatik, tahun 2024 lalu.

Meski dipusatkan di Kecamatan Tulin Onsoi, antusiasme peserta juga datang dari Kecamatan Sebuku, Sembakung Atulai dan desa-desa terdekat di tiga kecamatan tersebut. Puluhan peserta dibekali 6 materi beragam oleh 6 narasumber berbeda.

Ketua Panitia PLJD 2026 Adharsyah mengatakan, PWI Nunukan secara khusus memprogramkan PLJD sebagai upaya pembekalan dan pendekatan aktif kepada masyarakat di tingkat kecamatan maupun desa. Masyarakat diharapkan melek informasi dan bijak dalam memilah informasi.

“Penting untuk PWI Nunukan berperan aktif mengajak masyarakat menghindari informasi-informasi bohong atau hoax. Apalagi sejak beberapa tahun belakangan, fenomena disinformasi, fitnah dan ujaran kebencian berseliweran di berbagai platform media sosial,” ungkap Adharsyah.

Tidak hanya itu, warga desa juga diberi pelatihan singkat tentang dasar-dasar jurnalistik, teknik penulisan berita, pembuatan konten sosial media, pemahaman literasi dasar, public speaking hingga kiat-kiat dasar menjadi seorang Master of Ceremony (MC).

“Materi pelatihan yang dibawakan narasumber kita sesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. PWI coba memadukan pelatihan dasar-dasar jurnalistik, pengayaan tata bahasa dan melatih masyarakat desa menjadi seorang MC yang memandu sebuah acara,” imbuh Adharsyah.

Sementara itu, Camat Tulin Onsoi Kritoforus Belake SE mengatakan, kegiatan PLJD yang digelar PWI Nunukan sangat diperlukan masyarakat. Hal itu disebabkan maraknya beragam informasi di sosial media dengan muatan-muatan tertentu.

“Melalui pelatihan ini, masyarakat kita yang cukup aktif di sosial media, bisa membedakan antara berita bohong dengan informasi yang benar. Selain itu, masyarakat dapat di bimbing agar mampu menyampaikan sebuah informasi secara benar ke hadapan publik,” aku Kritoforus.

Terpisah, Ketua PWI Nunukan Taslee menyampaikan, PLJD 2026 dapat dijadikan pintu masuk generasi muda di tingkat desa untuk mengakses profesi wartawan. Selain itu, penggiat sosial media, konten kreator dan pembawa acara seremoni, dapat berlatih bersama di PLJD.

Menurut Taslee, PWI Nunukan secara khusus melibatkan unsur wartawan bersertifikasi, konten kreator, MC profesional hingga fotografer aktif, membawakan materi dalam PLJD kali ini. Dengan demikian, peserta pelatihan mendapatkan bimbingan literasi secara lengkap dan beragam.

“PLJD 2026 adalah implementasi pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan literasi dan pengelolaan informasi melalui PWI Nunukan. PWI melalui perannya sebagai organisasi pers, bersama-sama pemerintah daerah menyentuh masyarakat di tingkat desa maupun kecamatan,” tutup Taslee.

(*)

Dewan Pers Uji Publik Rancangan Dana Jurnalisme, SMSI Dorong Pengelolaan oleh Lembaga Independen

JAKARTA – Dewan Pers menggelar uji publik Rancangan Peraturan Dewan Pers tentang Dana Jurnalisme sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem pers nasional yang merdeka, profesional, dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menegaskan pentingnya pengelolaan dana dilakukan oleh lembaga independen dan profesional, bukan oleh Dewan Pers secara langsung.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyampaikan bahwa penyusunan rancangan peraturan ini telah dimulai sejak 25 Juli 2025 melalui serangkaian rapat dan diskusi kelompok terarah (FGD) bersama konstituen Dewan Pers serta berbagai pemangku kepentingan.
“Rancangan ini merupakan respons atas tantangan besar yang dihadapi industri media, terutama disrupsi digital dan tekanan ekonomi yang berdampak pada keberlanjutan jurnalisme berkualitas,” ujar Komaruddin.

Uji publik berlangsung pada Senin, 30 Maret 2026, di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, dengan melibatkan anggota Dewan Pers, tenaga ahli, kelompok kerja, akademisi, organisasi pers, serta tokoh pers nasional. Forum ini bertujuan menjaring masukan publik sebelum peraturan ditetapkan secara resmi.

Sejumlah perwakilan perguruan tinggi hadir dalam kegiatan ini, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Mataram, dan Universitas Diponegoro. Hadir pula organisasi pers seperti AJI, PFI, IJTI, PWI, ATVLI, ATVSI, AMSI, JMSI, SMSI, PRSSNI, dan SPS.

Tokoh pers nasional yang turut memberikan pandangan di antaranya Prof. Bagir Manan, Bambang Harymurti, Suryopratomo, Hendry Ch Bangun, Kemal Gani, Eduard Depari, Nina Mutmainah, Ninuk Pambudy, hingga Benny Butarbutar. Forum ini juga dihadiri Koalisi untuk Kebebasan Pers (KTP2JB), LBH Pers, serta didukung PR2Media.

Menjawab Krisis Ekosistem Media
Rancangan Peraturan tentang Dana Jurnalisme disusun sebagai instrumen untuk menjamin keberlangsungan jurnalisme yang melayani kepentingan publik.

Dalam dokumen tersebut ditegaskan bahwa perubahan model bisnis media dan tekanan ekonomi telah mengancam eksistensi jurnalisme berkualitas.

Dana Jurnalisme direncanakan dihimpun dari berbagai sumber yang sah dan tidak mengikat, dengan prinsip pengelolaan yang independen, transparan, dan akuntabel. Beberapa prinsip utama yang diusung meliputi:
Independensi redaksional tanpa intervensi pemberi dana
Transparansi dan akuntabilitas melalui audit keuangan berkala
Keadilan dan inklusivitas dalam distribusi dana
Keberlanjutan untuk mendukung ekosistem pers jangka panjang

Selain itu, mekanisme pengelolaan dana dirancang dengan sistem checks and balances guna mencegah penyalahgunaan dan memastikan tata kelola yang baik.

Dana tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan strategis, seperti peliputan investigasi, produksi karya jurnalistik berkualitas, perlindungan hukum wartawan, peningkatan kapasitas insan pers, inovasi bisnis media, serta advokasi terhadap kekerasan terhadap jurnalis.

Penerima manfaat mencakup wartawan individu, perusahaan pers, organisasi pers, hingga lembaga independen yang berkontribusi pada kemerdekaan pers.

*SMSI: Harus Dikelola Lembaga Independen*

Usai uji publik yang berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB, Dewan Pers melanjutkan rapat bersama tim perumus pada pukul 14.00–17.00 WIB yang dipimpin Abdul Manan dan Dahlan Dahi. Tim perumus terdiri utusan Dewan Pers dan perwakilan konstituen Dewan Pers, termasuk dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang diwakili Sekretaris Jenderal, Makali Kumar, SH.

Dalam forum tersebut, Makali Kumar menyampaikan sikap SMSI yang menekankan pentingnya independensi dalam pengelolaan Dana Jurnalisme. Ia juga mengungkapkan bahwa SMSI telah menyampaikan surat resmi kepada Ketua Dewan Pers terkait sikap organisasi tersebut.

Dalam surat bernomor 096/SMSI-Pusat/III/2026 tertanggal 26 Maret 2026, SMSI pada prinsipnya mendukung pembentukan regulasi Dana Jurnalisme Indonesia sebagai upaya memperkuat ekosistem pers nasional. Namun, SMSI memberikan sejumlah catatan penting.

Pertama, perumusan kebijakan harus didasarkan pada kajian komprehensif secara akademik dan hukum agar tidak menimbulkan risiko di kemudian hari. Kedua, jika Dana Jurnalisme dibentuk, pengelolaannya tidak boleh melibatkan Dewan Pers secara langsung guna menghindari konflik kepentingan.
“Pengelolaan dana sebaiknya dilakukan oleh lembaga independen yang dibentuk oleh konstituen Dewan Pers, misalnya dalam bentuk yayasan atau badan hukum lain sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Makali.

Selain itu, SMSI mengusulkan agar Dana Jurnalisme juga diarahkan untuk mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan pers, khususnya media siber rintisan (startup), termasuk kebutuhan infrastruktur seperti server serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Terkait pendanaan Dewan Pers, SMSI menegaskan tetap harus mengacu pada Pasal 15 ayat (7) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menyebutkan sumber pendanaan berasal dari organisasi pers, perusahaan pers, serta bantuan negara dan bantuan lain yang tidak mengikat.

*Menuju Regulasi yang Legitimate*

Melalui uji publik ini, Dewan Pers berharap dapat merumuskan kebijakan yang legitimate, akuntabel, dan mampu menjawab tantangan industri media di era digital. Masukan dari berbagai pihak menjadi bahan penting dalam penyempurnaan rancangan sebelum ditetapkan sebagai peraturan resmi.

Dengan adanya Dana Jurnalisme yang dikelola secara independen dan profesional, diharapkan kualitas jurnalisme di Indonesia dapat terus terjaga serta mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara optimal di tengah dinamika perubahan zaman.

(***)

Peringatan HUT ke-9 SMSI di Jakarta Berlangsung Khidmat, Prosesi Pemotongan Tumpeng Jadi Momentum Kebersamaan

JAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) berlangsung khidmat di Millennium Hotel Jakarta, Jumat (6/3/2026). Acara yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SMSI ini dihadiri sejumlah tokoh pers nasional, pimpinan organisasi media, serta pengurus SMSI dari berbagai daerah di Indonesia.

Momentum syukuran organisasi media siber terbesar di Indonesia ini mencapai puncaknya pada prosesi pemotongan tumpeng, yang menjadi simbol rasa syukur sekaligus kebersamaan keluarga besar SMSI.

Prosesi Pemotongan Tumpeng Jadi Puncak Acara

Suasana khidmat terasa saat rangkaian syukuran dimulai dengan pembacaan doa oleh Wakil Ketua Dewan Pertimbangan SMSI Pusat, Drs. KH. M. Ma’shum Hidayatullah, M.Si. Doa tersebut menjadi ungkapan syukur atas perjalanan sembilan tahun SMSI dalam membangun ekosistem media siber yang profesional dan berintegritas di Indonesia.

Setelah doa dipanjatkan, Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, memimpin prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol perayaan HUT ke-9 SMSI. Potongan tumpeng pertama kemudian diserahkan kepada Ketua Dewan Pembina SMSI, Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, SH., MH., CREL, sebagai bentuk penghormatan kepada jajaran pembina organisasi.

Prosesi ini disaksikan langsung oleh seluruh Ketua SMSI Provinsi se-Indonesia yang hadir dalam Rapimnas, menciptakan suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan di antara para pengurus dan anggota SMSI dari berbagai daerah.

Pemotongan tumpeng tersebut juga dimaknai sebagai simbol harapan agar SMSI terus berkembang, semakin solid, dan mampu memperkuat peran media siber dalam mendukung demokrasi serta penyebaran informasi yang berkualitas.

Penguatan Profesionalisme Media Siber

Sebelumnya, acara dibuka dengan sambutan Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, yang menegaskan bahwa usia ke-9 harus menjadi momentum bagi SMSI untuk memperkuat profesionalisme dan solidaritas di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Menurutnya, media siber memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di era digital yang bergerak sangat cepat.

“Media siber di Indonesia harus mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi dan dinamika informasi yang sangat cepat di era digital saat ini,” tegas Firdaus.

Dukungan Dewan Pers dan Tokoh Pers Nasional

Peringatan HUT ke-9 SMSI juga mendapat dukungan penuh dari Dewan Pers. Ketua Dewan Pers, Prof. Komarudin Hidayat, hadir sebagai keynote speaker sekaligus memberikan apresiasi terhadap peran SMSI dalam membangun ekosistem pers digital nasional.

Ia hadir didampingi sejumlah anggota Dewan Pers, antara lain:

– Yogi Hadi Ismanto, SH., MH. (Ketua Komisi Penelitian Pendataan dan Ratifikasi Pers)

– Rosarita Niken Widiastuti (Ketua Komisi Kemitraan Hubungan Antar Lembaga dan Infrastruktur Organisasi)

– Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital dan Sustainability)

Acara ini juga menjadi ajang silaturahmi berbagai organisasi pers konstituen Dewan Pers. Sejumlah pimpinan organisasi yang hadir di antaranya:

– Bambang Santoso (Ketua Umum ATVLI)
– Ahmad Munir (Ketua Umum PWI)
– Elin Y. Kristanti (Direktur Eksekutif AMSI)
– Sopian (Koordinator PFI Pusat)
– Wilson Lumi (Wakil Ketua Bidang Organisasi SPS)

Dari internal SMSI, hadir pula Wakil Ketua Dewan Pembina Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip., serta jajaran Dewan Pakar seperti Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, SE., ME. dan Prof. Dr. Drs. H. Henri Subiakto, SH., M.Si.

Peringatan HUT ke-9 SMSI ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dan komitmen seluruh anggota dalam memajukan industri media siber Indonesia yang profesional, kredibel, dan berintegritas.
(*)

PWI Nunukan Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

NUNUKAN – Pengurus dan anggota (PWI, SMSI dan JMSI Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekaligus buka puasa bersama pada momen bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial serta mempererat kebersamaan antarwartawan dan masyarakat.

Pembagian takjil dilakukan di sejumlah depan Sekretariat PWI Nunukan menjelang waktu berbuka puasa.

Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, seperti pengendara motor, sopir, serta masyarakat yang melintas.

Ketua PWI Nunukan, Hendra mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda PWI di Bulan Suci Ramadhan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara insan pers dan warga,” ujarnya.

Setelah kegiatan berbagi takjil, para pengurus dan anggota PWI Nunukan, SMSI dan JMSI melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas serta kekompakan di antara para jurnalis yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan diharapkan dapat terus dilaksanakan pada setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kontribusi sosial insan pers di Kabupaten Nunukan.(***)