Awali Pembangunan Museum Media Siber, Ketua SMSI Banten Apresiasi Bantuan Rp 10 Juta dari Wagub Dimyati

SERANG – Pembangunan Museum Media Siber Indonesia di Karundang, Kota Serang, mendapat dukungan nyata sejak peletakan batu pertama dilakukan. Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Banten, Lesman Bangun, secara khusus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan dana awal senilai Rp 10.000.000 yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah, Minggu (8/2/2026).

Bantuan yang diberikan secara pribadi oleh Wagub Dimyati tersebut dinilai sebagai bentuk kepedulian tinggi terhadap sejarah dan masa depan literasi digital di Tanah Jawara.

Dukungan Personal Wagub Dimyati
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah menyatakan bahwa bantuan ini adalah langkah awal untuk memancing dukungan yang lebih besar bagi organisasi pers. Dengan gayanya yang humoris namun lugas, ia menekankan pentingnya sikap “berbagi” bagi para pemangku kebijakan.

“Kalau pengacara rumusnya kali-kalian, kalau pengusaha tambah-kurang, maka kalau pejabat itu harus pintar bagi-bagian (berbagi). Ini saya bantu awal Rp 10 juta untuk pembangunan museum ini. Saya ingin menunjukkan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap niat baik kawan-kawan SMSI dalam mendirikan museum siber pertama di Indonesia ini,” ujar Dimyati Natakusumah.

Ia juga mendorong agar SMSI segera menindaklanjuti rencana pembangunan ini melalui jalur formal agar mendapatkan dukungan yang lebih masif dari APBD di masa mendatang.

Ketua SMSI Banten, Lesman Bangun, menyambut baik bantuan tersebut dan menyebutnya sebagai “energi pertama” dalam mewujudkan gedung berlantai dua yang akan berfungsi sebagai museum sekaligus Balai Wartawan tersebut.

“Kami keluarga besar SMSI Banten sangat berterima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Dimyati Natakusumah. Beliau adalah tokoh yang sangat responsif. Bantuan Rp 10 juta ini bukan hanya soal nominalnya, tapi soal simbol dukungan moral yang luar biasa bagi kami. Ini adalah bantuan pertama yang masuk untuk pembangunan Museum Media Siber Indonesia, dan kami akan menjaga amanah ini sebaik-baiknya,” tegas Lesman Bangun.

Lesman menambahkan bahwa kecepatan respons dari duet kepemimpinan Banten dalam memfasilitasi lahan di Karundang hingga memberikan dukungan dana pribadi menunjukkan bahwa Banten sangat menghargai peran strategis pers nasional.

Peletakan batu pertama ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang dipusatkan di Banten. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketum SMSI Pusat Firdaus dan jajaran Dewan Pers turut menjadi saksi dimulainya pembangunan infrastruktur yang akan menjadi pusat literasi digital nasional tersebut. (*)

Apresiasi Kinerja Pers, HPN Jadi Momentum Peningkatan Profesionalisme Wartawan

PANDEGLANG – Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, mengaku merasa bangga dan mengapresiasi Panitia Pelaksana Hari Nasional (HPN) 2026, yang menjadikan Kabupaten Pandeglang sebagai salah satu daerah yang disinggahi dalam rangkaian ekspedisi budaya dan sejarah HPN ini.

Hal itu disampaikannya, saat menggelar Tasyakuran HPN 2026 sekaligus menyambut rombongan jajaran Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Se-Indonesia, di Pendopo Bupati Pandeglang, Jumat (6/2/2026).

Kata Dewi, pers atau wartawan merupakan mitra strategis pemerintah daerah yang selama ini membangun sinergitas melalui penyebaran informasi pembangunan daerah.

“Kami berharap, sinergitas ini terus ditingkatkan. Dan semoga wartawan tetap menjaga profesionalisme dan independensi nya,” kata Bupati Dewi, Jumat (6/2/2026).

Katanya, kehadiran rombongan pengurus SMSI Pusat, Provinsi Banten, dan jajaran pengurus SMSI Se-Indonesia di Pandeglang, diharapkan menjadi momentum untuk terus mempererat hubungan kerjasama yang baik antara wartawan dengan pemerintah daerah.

Wakil Gubernur (Wagub) Banten Achmad Dimyati Natakusumah, dalam kesempatannya pula menyatakan apresiasinya terhadap kinerja pers selama ini.

“Pers atau wartawan, selalu hadir dalam setiap kesempatan. Ada jembatan roboh, wartawan hadir. Ada rumah kumuh, media cepat naikkan berita, ada huru – hara media juga cepat naikkan, dan yang lainnya,” ujar Dimyati.

Ia juga berharap, rekan-rekan media tetap menjadi kontrol sosial, agar proses demokratisasi di bangsa ini tetap berjalan sesuai harapan.

Di HPN kali ini, Dimyati juga berharap kepada SMSI terus melakukan pendataan terhadap wartawannya. Karena, pengakuan seorang wartawan dari karya tulisan yang dibuatnya.

“Wartawan harus terus berinovasi dan berkreasi, melalui karya tulisannya (berita). Karena, tidak sedikit juga oknum di lapangan,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Jendral (Sekjend) SMSI Pusat, Makali Kumar menegaskan, kegiatan HPN 2026 yang dilaksanakan di Provinsi Banten ini merupakan napak tilas sejarah dan kebudayaan.

“Cikal bakal pembentukan SMSI, dari Banten tepatnya dari Kota Cilegon tahun 2017 lalu,” ungkapnya.

Lalu Panitia Pelaksana HPN 2026 yang juga Ketua SMSI Provinsi Banten, Lesman Bangun menyatakan, sebelum ke Pandeglang. Rombongan juga menyempatkan mendatangi kawasan Banten Lama, lalu ke Museum Multatuli.

“Besok (Sabtu, 7/2/2026). Kami juga akan meresmikan tugu siber Indonesia di Alun-alun Kota Cilegon, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama Museum Siber di Kota Serang, serta kegiatan – kegiatan lainnya,” pungkasnya.

Diketahui, dalam acara Tasyakuran HPN 2026 di Kabupaten Pandeglang, hadir Sekjend SMSI Pusat Makali Kumar dan jajaran pengurus SMSI Pusat, Ketua SMSI Provinsi Banten Lesman Bangun dan jajarannya, serta Perwakilan pengurus SMSI Provinsi Se-Indonesia.

Kemudian, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah beserta jajaran pejabat Pemprov Banten, Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, para Asda, jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemkab Pandeglang, serta unsur pejabat Muspida Kabupaten Pandeglang.

Suasana penyambutan rombongan HPN 2026 semakin meriah, dengan adanya penampilan Rampak Bedug, Tarian Selamat Datang, kesenian tradisional Kabupaten Pandeglang, serta musik akustik mengiringi makan siang seluruh tamu undangan. (*)

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Buka Dialog Nasional SMSI: Media Baru Harus Mengarah pada Pers Sehat

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Pusat kembali menunjukkan perannya dalam penguatan ekosistem pers nasional dengan menggelar Dialog Nasional Refleksi Akhir Tahun 2025 bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Kegiatan ini berlangsung di Hall Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/12/2025).

Dialog nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator, akademisi, praktisi media, pejabat negara, hingga tokoh pers nasional.

Hampir seluruh anggota Dewan Pers tampak hadir dalam forum strategis tersebut. Di antaranya Komaruddin Hidayat (Ketua), Totok Suryanto (Wakil Ketua), Muhammad Jazuli (Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers), Rosarita Niken Widiastuti (Ketua Komisi Kemitraan, Hubungan Antar Lembaga, dan Infrastruktur Organisasi), serta Dahlan Dahi (Ketua Komisi Digital dan Sustainability).

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus, dalam sambutannya menekankan pentingnya kompetisi yang sehat dan peran strategis informasi dalam peradaban modern. Ia menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki waktu yang sama, yakni 24 jam, namun kreativitas dan respons terhadap situasi menjadi faktor pembeda.

“Perbedaan terletak pada bagaimana kita merespons keadaan dan bergerak dari sekadar hidup menuju solusi,” ujarnya.

Firdaus juga mengungkapkan pandangannya tentang tiga kekuatan utama yang menggerakkan dunia saat ini, yakni informasi, uang, dan energi. Menurutnya, pers nasional harus berorientasi pada peningkatan kualitas serta demokratisasi ilmu pengetahuan melalui penyampaian informasi yang benar dan bertanggung jawab.

Setelah sambutan Ketua Umum SMSI, acara dilanjutkan dengan pengarahan dari Dewan Pembina SMSI Pusat, Mayjen (Purn) Joko Warsito, S.Ip.

Memasuki agenda utama, Ketua Dewan Pers Prof. Dr. Komaruddin Hidayat menyampaikan sambutan pembukaan yang menekankan pentingnya ide, tulisan, dan etika dalam membangun peradaban. Ia menegaskan bahwa setiap perubahan besar selalu berawal dari kekuatan gagasan.

“Semua gerakan besar dimulai dari the power of ideas. Ketika ide dituangkan menjadi informasi, lalu ditulis dan didiskusikan, itulah yang menjadi panduan bagi masyarakat pers yang maju,” tutur Komaruddin.

Ia juga mengajak insan pers untuk tidak sekadar terbawa arus persoalan, melainkan mampu mengendalikan dan menyelesaikan masalah dengan metodologi yang tepat serta berpegang teguh pada nilai-nilai dasar, seperti kebenaran, kebaikan, keindahan, kedamaian, dan kemerdekaan.

Usai pembukaan, dialog nasional dilanjutkan dengan sesi diskusi bertema “Media Baru Menuju Pers Sehat”. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membahas tantangan dan peluang pers digital, termasuk adaptasi teknologi serta penegakan etika jurnalistik di tengah derasnya arus informasi.

Diskusi dipandu oleh Prof. Dr. Taufiqurachman, A.Ks., Sos., M.Si, dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Prof. Dr. H. Yuddy Crisnandi, S.E., M.E (Ketua Dewan Pakar SMSI Pusat), Nuzula Anggerain (Direktur Ideologi, Kebangsaan, Politik, dan Demokrasi Kementerian PPN/Bappenas), Hersubeno Arief (praktisi media baru), Wahyu Dhyatmika (Ketua Umum AMSI), Ilona Juwita (Wakil Ketua Umum SMSI), Aiman Witjaksono (wartawan senior), serta Dr. Ariawan, S.AP., MH., MA (Koordinator Wartawan Parlemen).

Fokus diskusi diarahkan pada upaya menjaga kualitas dan kredibilitas media, sekaligus meneguhkan peran pers sebagai pilar keempat demokrasi di era media baru.
(*)

Tingkatkan Digitalisasi Marketing Bagi Usaha Mikro Gen-Z dan Milenial Pemkab Nunukan Adakan Pelatihan

NUNUKAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan Melalui Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan mengadakan Pelatihan DIgitalisasi Marketing Bagi Usaha Mikro Gen-Z dan Milenial. Selasa (25/11/2025).

Sebelum membuka acara, Asisten Administrasi Umum Sirajudin mewakili Bupati Nunukan menyampaikan bahwa generasi Gen-Z dan MIlenial adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi, generasi yang kreatif, adaptif, dan penuh gagasan segar.

“Oleh karena itu, Pemerintah Daerah memandang penting untuk menyediakan ruang, fasilitas, dan pelatihan seperti ini agar potensi besar para pemuda dapat berkembang dan memberi dampak langsung bagi kemajuan daerah,”ungkapnya.

Sirajudin juga mengatakan bahwa UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah, dengan jumlah yang besar dan potensi yang luar biasa, UMKM memiliki peran syrategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menggerakkan roda ekonomi lokal.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nunukan Andi Annisa Muthia Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada DKUMPP Kabupaten Nunukan, yang terus berupaya memberikan fasilitas peningkatan kapasitas bagi pelaku usaha mikro dengan menggandeng Bank Indonesia, dan Pusat Layanan Usaha Terpadu Bulungan, serta TP PKK sebagai usaha pendampingan bagi pelaku usaha muda di Kabupaten Nunukan.

“Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat dibutuhkan demi mewujudkan masyarakat Nunukan yang produktif dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ujarnya.

(PROKOMPIM)

Dari Data ke Narasi: Pemkab Nunukan Perkuat Kemampuan Menulis Aparatur

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) menggelar Workshop Penulisan Jurnalistik dan Naskah Pidato Pimpinan pada Senin (17/11) di Lantai IV Kantor Bupati Nunukan. Kegiatan selama dua hari ini bekerja sama dengan Pascasarjana Universitas Fajar Makassar dan menghadirkan sejumlah narasumber dari akademisi dan pemerintah daerah.

Wakil Bupati Nunukan, Hermanus, membuka kegiatan sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya workshop. Ia menegaskan bahwa penguatan kemampuan komunikasi aparatur sangat penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan modern.

“Kualitas pesan pemerintah menentukan bagaimana masyarakat memahami arah pembangunan daerah. Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan teknis menulis, tetapi bagaimana membangun komunikasi yang efektif,” tegasnya.

Wabup juga menekankan bahwa narasi pemerintah harus selaras dengan visi, misi, dan program prioritas kepala daerah serta disesuaikan dengan karakter sosial tiap wilayah.

“Sebatik, Nunukan, dan Krayan memiliki kondisi dan permasalahan berbeda, sehingga narasi tidak bisa disamaratakan. Pesan yang tepat akan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan publik,” ujarnya.

Selain itu, Hermanus mengingatkan bahwa masyarakat saat ini semakin kritis sehingga SDM kehumasan harus adaptif, responsif, dan mampu menyusun pesan yang informatif sekaligus berkesan.

Sementara itu, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan sekaligus penanggung jawab kegiatan, Joned, mengatakan bahwa peningkatan kapasitas aparatur menjadi kebutuhan penting seiring tingginya aktivitas pemerintahan dan tuntutan keterbukaan informasi publik.

“Aparatur harus mampu menulis berita, memahami data, dan menerjemahkan kebijakan pemerintah menjadi pesan yang jelas dan mudah dipahami masyarakat,” katanya.

Menurut Joned, kemampuan mengelola informasi tidak cukup hanya menyampaikan fakta, tetapi juga menjelaskan alasan kebijakan dibuat, dampaknya, serta manfaat bagi masyarakat. Dengan narasi yang kuat dan data yang akurat, pemerintah dapat membangun kepercayaan publik secara berkelanjutan.

Dekan Pascasarjana Universitas Fajar, Dr. Ir. Mujahid, MM, M.I.Kom, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Nunukan untuk menjalin kerja sama dalam peningkatan SDM.

“Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan langsung dan membantu memperkuat kualitas komunikasi pemerintah,” ujarnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari Universitas Fajar Makassar, yakni Dr. Nur Alim Djalil (teknik wawancara dan indepth reporting), Dr. Muhammad Yusuf A.R. (penulisan feature dan opini), dan Dr. A. Vita Sukmarini (penulisan naskah pidato). kepala Bappeda Litbang Drs. Raden Iwan Kurniawan (perencanaan pembangunan daerah) dan Kepala BPS Dr. Iskandar Ahmaddien (membaca data statistik Kabupaten Nunukan).

(PROKOMPIM)