Pansus DPRD Gelar Rapat Penyusunan Rekomendasi dan Pendalaman Hasil Monitoring LKPJ Gubernur Kaltara Tahun 2025

TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2025 menggelar rapat strategis dalam rangka penyusunan rekomendasi serta pendalaman hasil monitoring dan evaluasi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Rapat yang berlangsung selama dua hari, 29-30 April 2026, di Ruang Rapat Badan Penghubung Provinsi Kalimantan Utara di Tarakan ini dipimpin langsung oleh Ketua Pansus LKPj, Dino Andrian, SH., serta dihadiri unsur pimpinan DPRD, anggota Pansus LKPj, dan jajaran OPD teknis.

Pada hari pertama, agenda difokuskan pada penyusunan rekomendasi Pansus LKPj Tahun 2025 dengan melibatkan tenaga ahli dan tim pakar. Pembahasan dilakukan secara mendalam guna memastikan rekomendasi yang dihasilkan bersifat komprehensif dan tepat sasaran.

Memasuki hari kedua, rapat dilanjutkan dengan agenda konfirmasi dan klarifikasi data hasil monitoring Pansus LKPj bersama OPD terkait. Pembahasan mencakup evaluasi pelaksanaan program di sejumlah daerah, di antaranya Kota Tarakan, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Nunukan.

Ketua Pansus LKPj, Dino Andrian mengatakan bahwa Pansus LKPj berkomitmen untuk menghasilkan rekomendasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu mendorong peningkatan kinerja OPD serta pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pelaksanaan rapat ini, DPRD Kalimantan Utara melalui Pansus LKPj diharapkan dapat menyusun rekomendasi yang dapat menjadi acuan penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tahun-tahun mendatang.

(Humas DPRD Kaltara)

Pansus IV DPRD Kaltara Lakukan Kunjungan Kerja Ke Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan

TARAKAN – DPRD Provinsi Kalimantan Utara melalui Panitia Khusus (Pansus) IV terus mengakselerasi penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Literasi dan Perbukuan. Upaya ini diwujudkan melalui kunjungan kerja ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan, Kamis (30/04/26).

Kunjungan tersebut dipimpin oleh Anggota Pansus IV, Hj. Siti Laela, bersama Supaad Hadianto, SE., dan Muhammad Hatta, ST., yang disambut langsung oleh jajaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan.

Dalam pertemuan tersebut, Pansus IV melakukan pendalaman terhadap berbagai kebijakan, program, hingga implementasi pengembangan literasi dan perbukuan. Kota Tarakan dinilai memiliki sejumlah inovasi yang dapat menjadi rujukan, khususnya dalam meningkatkan minat baca masyarakat dan pengelolaan perpustakaan yang adaptif.

Hj. Siti Laela menegaskan bahwa Ranperda Literasi dan Perbukuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara. Karena itu, proses penyusunannya harus berbasis data, pengalaman empiris, serta selaras dengan kebutuhan riil masyarakat.

“Melalui kunjungan ini, kami ingin menggali langsung strategi pemerintah kota dalam meningkatkan minat baca, pengelolaan perpustakaan, serta dukungan terhadap ekosistem perbukuan. Ini menjadi bahan penting agar Ranperda yang disusun benar-benar aplikatif dan implementatif,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tarakan memaparkan sejumlah program unggulan, di antaranya pengembangan perpustakaan berbasis inklusi sosial, layanan perpustakaan keliling, serta kolaborasi aktif dengan sekolah dan komunitas literasi.

Namun demikian, mereka juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi, seperti keterbatasan sumber daya, akses wilayah yang belum merata, serta kebutuhan peningkatan koleksi buku yang relevan dengan perkembangan zaman.

Pertemuan berlangsung dinamis, mencakup berbagai aspek penting mulai dari regulasi, skema pembiayaan, peran pemerintah daerah, hingga partisipasi masyarakat dalam membangun budaya literasi. Pansus IV juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta pemangku kepentingan lainnya.

Melalui kunjungan ini, DPRD Kaltara berharap Ranperda tentang Literasi dan Perbukuan dapat menjadi payung hukum yang kuat dan komprehensif, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara konkret.

Tak hanya itu, regulasi ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan minat baca, memperkuat industri perbukuan lokal, serta memperluas akses literasi secara merata di seluruh wilayah Kalimantan Utara.

(Humas DPRD Kaltara)

Penantian Panjang Berbuah Haru, Kakak Beradik Asal Nunukan Tunaikan Haji di Tengah Duka Mendalam

NUNUKAN – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan calon jemaah haji asal Kabupaten Nunukan yang digelar di Aula Serbaguna lantai 5 Kantor Bupati Nunukan, Kamis (30 April 2026). Kegiatan tersebut dilepas langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Di antara para jemaah, terselip kisah menggetarkan hati dari kakak beradik, Andi Yakub dan Andi Nur Syafariyanti. Keduanya berangkat ke Tanah Suci bukan hanya untuk menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga membawa amanah besar—mewujudkan impian kedua orang tua mereka.

Duka mendalam masih membayangi langkah keduanya. Sang ibu telah lebih dahulu berpulang, sementara ayah mereka kini tengah berjuang melawan penyakit demensia dini (young-onset dementia). Di tengah ujian tersebut, harapan orang tua untuk menunaikan ibadah haji tetap hidup, dan kini dilanjutkan oleh anak-anaknya dengan penuh keikhlasan.

Dengan mata berkaca-kaca, sang adik, Andi Nur Syafariyanti—yang juga tercatat sebagai salah satu calon jemaah haji termuda asal Nunukan tahun ini—mengungkapkan isi hatinya dengan suara bergetar.

“Sesampainya kami di Tanah Suci nanti, kami ingin mendoakan ibu, semoga segala amal ibadahnya diterima dan diampuni dosa-dosanya semasa hidup. Dan untuk ayah, kami akan terus memohon kepada Allah agar diberikan kesembuhan dan kesehatan kembali,” ucapnya lirih menahan tangis.

Ia menegaskan bahwa perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga bentuk bakti dan cinta yang tak terhingga kepada orang tua. Bersama sang kakak, ia bertekad menjalani setiap rangkaian ibadah dengan niat tulus, menghadiahkan doa terbaik bagi kedua orang tua mereka.

Isak tangis keluarga pecah saat momen perpisahan. Pelukan hangat dan doa-doa yang dipanjatkan mengiringi langkah kakak beradik tersebut menuju perjalanan suci yang sarat makna. Di balik keberangkatan mereka, tersimpan kisah tentang kehilangan, kesabaran, dan keteguhan hati dalam menjaga amanah.

Dalam sambutannya, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE menyampaikan apresiasi dan doa bagi seluruh jemaah haji, khususnya bagi mereka yang membawa kisah penuh perjuangan dan ketulusan.

“Ini adalah bentuk bakti yang luar biasa. Semoga seluruh jemaah diberikan kesehatan, kemudahan dalam menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.

Kisah Andi Yakub dan Andi Nur Syafariyanti menjadi pengingat bahwa perjalanan haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan hati. Di dalamnya ada doa yang tak sempat terucap, harapan yang tertunda, dan cinta yang terus hidup dititipkan dalam setiap langkah menuju Tanah Suci.

(PROKOMPIM)

Bupati Nunukan Lepas 222 Calon Jemaah Haji

NUNUKAN – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Aula Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan saat Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE, secara resmi melepas 222 Calon Jemaah Haji (CJH) Kabupaten Nunukan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kamis (30/4/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan suci dari Allah Subhanahu wa Ta’ala yang tidak semua orang berkesempatan untuk menunaikannya. Oleh karena itu, kesempatan yang diterima para jemaah tahun ini adalah anugerah besar yang patut disyukuri sekaligus amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan selamat kepada seluruh jemaah haji. Semoga keberangkatan ini senantiasa diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan, serta kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah hingga kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur dan mabruroh,” ujar Bupati.

Bupati juga menitipkan sejumlah pesan penuh makna kepada para jemaah agar senantiasa meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT, menjaga kesehatan di tengah perbedaan kondisi cuaca dan aktivitas di Tanah Suci, serta memelihara kebersamaan dan saling tolong-menolong antar sesama jemaah.

Selain itu, jemaah diimbau untuk disiplin mengikuti arahan petugas haji, menjaga ketertiban, serta menampilkan sikap santun dan penuh kesabaran sebagai cerminan jati diri masyarakat Nunukan dan bangsa Indonesia.

Sebanyak 222 CJH Kabupaten Nunukan dijadwalkan diberangkatkan dalam dua gelombang menuju embarkasi Balikpapan. Gelombang pertama sebanyak 138 jemaah asal Nunukan daratan akan berangkat pada 4 Mei 2026, disusul 84 jemaah asal Pulau Sebatik pada 5 Mei 2026. Seluruh jemaah akan tergabung dalam kloter 7 dan 8.

Prosesi pelepasan ditandai dengan penyematan syal identitas secara simbolis kepada perwakilan jemaah, yakni calon jemaah haji tertua dan termuda. Penyematan tersebut turut melibatkan perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Nunukan, Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, serta Kepala Dinas Pendidikan yang juga merupakan salah satu calon jemaah haji asal Kabupaten Nunukan.

Sebagai bagian dari kesiapan, koper jemaah telah didistribusikan lebih awal, dan seluruh jemaah juga telah mengikuti rangkaian bimbingan manasik serta memenuhi persyaratan administrasi dan kesehatan (istito’ah).

Pemerintah Kabupaten Nunukan turut memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran penyelenggaraan Ibadah Haji tahun ini, termasuk melalui alokasi anggaran hibah sebesar Rp1,72 miliar yang digunakan untuk mendukung transportasi, akomodasi, serta operasional Panitia selama kegiatan PPIH berlangsung.

Acara pelepasan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, jajaran perangkat daerah, serta keluarga jemaah yang dengan penuh harap dan doa mengiringi langkah para tamu Allah menuju Tanah Suci.

Dengan penuh harapan, seluruh jemaah diharapkan dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, kembali ke tanah air dalam keadaan sehat, serta membawa pulang predikat haji yang mabrur, menjadi cahaya kebaikan bagi keluarga, masyarakat, dan daerah.

(PROKOMPIM)

Rakornis Perhubungan 2026, Gubernur Tekankan Pentingnya Sistem Transportasi Terpadu

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Perhubungan se-Kaltara Tahun 2026 di Ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (30/4).

Kegiatan bertema “Konektivitas Tanpa Batas: Menyongsong Kaltara Terkoneksi Penuh, Tangguh, dan Berdaya Saing” ini menjadi komitmen Pemerintah Provinsi Kaltara dalam memperkuat pembangunan sektor perhubungan di daerah.

Zainal menegaskan bahwa pembangunan sektor transportasi menjadi faktor penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah, pemerataan pembangunan, serta peningkatan pelayanan publik.

“Sistem transportasi harus efektif, efisien, aman, dan terintegrasi agar mobilitas orang dan barang berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Kaltara memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan negara dan etalase Indonesia bagian utara, sehingga membutuhkan perencanaan transportasi yang matang dan berkelanjutan.

Menurutnya, Rakornis ini juga menjadi sarana menyelaraskan target kinerja, program prioritas, serta kegiatan pembangunan sektor perhubungan ke depan.

Zainal berharap kegiatan ini mampu membangun komitmen bersama dalam menciptakan sistem transportasi yang terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan pembangunan di Kaltara.

“Hasil Rakornis harus berdampak pada peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, ia juga menyampaikan harapan terkait pengembangan moda transportasi di Kaltara, termasuk rencana kehadiran kereta api.

“Insyaallah beberapa tahun ke depan Kaltara sudah memiliki kereta api agar konektivitas antarwilayah hingga ke negara tetangga semakin baik,” pungkasnya.

(dkisp)