Malam Ramah Tamah Bupati Nunukan dengan Masyarakat Lumbis Hulu

NUNUKAN – Setelah tiba di siang hari, Bupati Nunukan , H. Irwan Sabri, SE menghadiri malam ramah tamah bersama Masyarakat Hulu di Balai Adat Tau Lumbis, Sabtu (7/2).

Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk pertunjukan seni dan budaya, serta sesi dialog antara Bupati dengan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan hangat dari masyarakat hulu. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat.

“Kehadiran saya di kecamatan Lumbis Hulu ini adalah untuk bersilaturahmi secara langsung, bertemu dan menyapa masyarakat, sekaligus mendengar secara dekat apa yang menjadi harapan dan kebutuhan masyarakat. Bagi kami, pemerintah hadir bukan hanya untuk menjalankan tugas, tetapi juga untuk mendengarkan dan melayani,” ujar Bupati.

Masyarakat hulu menyambut baik kehadiran Bupati dan menyampaikan aspirasi serta kebutuhannya. Bupati mendengarkan dengan sabar dan memberikan tanggapan.

Malam ramah tamah ini diakhiri dengan foto bersama dilanjutkan dengan bersemajau bersama, berbaur dengan masyarakat tanpa ada pemisah.

Dalam kunjungannya. Bupati berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

(PROKOMPIM)

Gereja Baru Diresmikan, Simbol Kebersamaan dan Ibadah

NUNUKAN – Salah satu agenda Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri SE pada kunjungan kerjanya di Lumbis Hulu meresmikan gedung Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Tau Lumbis, Sabtu (7/2).

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Bupati. Gereja yang baru dibangun ini merupakan simbol kebersamaan dan ibadah bagi masyarakat kristen di Lumbis Hulu.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan rasa bangganya atas pembangunan gereja ini dan berharap gereja ini dapat menjadi tempat ibadah yang nyaman dan damai bagi jemaat.

“Gereja ini bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga simbol kebersamaan dan toleransi antar umat beragama, Kami berharap gereja ini dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial bagi masyarakat,” kata Bupati.

Rasa haru dan bangga juga disampaikan oleh Pendeta Nelson mewakili para jemaat.

“Ucapan terimakasih kami ucapkan kepada Bupati dan Pemerintah Daerah yang telah membantu kami dalam pembangunan Gereja, kami juga bersyukur dapat bantuan kipas angin 8 buah,” ujarnya.

Penandatanganan prasasti dilakukan oleh Bupati dan disaksikan oleh Pendeta Nelson, tokoh agama, tokoh M
Masyarakat dan Kepala OPD yang mendampingi.

Pembangunan gereja ini merupakan hasil kerja sama antara jemaat dan Pemerintah Daerah. Dengan diresmikannya gereja ini, diharapkan dapat meningkatkan kegiatan keagamaan dan sosial.

(PROKOMPIM)

Kalawam Saraton, Gelar Adat yang Diterima Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dari Masyarakat Adat di Lumbis Hulu

NUNUKAN – Dalam sebuah upacara adat yang penuh dengan prosesi dan makna, Bupati Nunukan, H Irwan Sabri SE menerima gelar adat dari masyarakat adat Dayak Tahol dengan Gelar Bupati “Kalawon Saraton”.

Pemberian atau Penyematan Gelar Adat tersebut diberikan langsung oleh Kepala Lembaga Adat Dayak Tahol Nasional, AKP (Purn) Kalvianus Kilip Ukung, S Pd M Pd, saat tiba di Lumbis Hulu, Sabtu (7/2)

Kalawon sendiri berarti “Pahlawan” dan Saraton yang artinya “Matahari Pagi Yang Bersinar”, artinya : ” Pahlawan yang baru terpilih untuk memimpin Kabupaten Nunukan yang harapannya dapat memajukan Kabupaten Nunukan lebih baik, khususnya warga Lumbis Hulu”.

Gelar Adat ” Kalawon Saraton ” yang telah disematkan memiliki makna yang mendalam sebagai simbol Kepemimpinan yang bijaksana dan Berwibawa.

Upacara adat ini dihadiri oleh para tokoh adat, masyarakat adat, dan pejabat Pemerintah Daerah. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa terima kasih dan hormatnya atas gelar adat yang diberikan. Ia berjanji untuk terus mendukung dan melestarikan budaya dan kehidupan masyarakat adat.

“Gelar adat ini bukan hanya merupakan penghargaan bagi saya, tetapi juga merupakan tanggung jawab bagi saya untuk terus bekerja keras dalam membangun dan melestarikan budaya dan kehidupan masyarakat adat,” kata Bupati

Pemberian gelar adat ini merupakan bukti dari hubungan yang harmonis antara Pemerintah Daerah dan Masyarakat Adat. Bupati Nunukan diharapkan dapat terus menjadi pemimpin yang peduli dan berkomitmen dalam membangun dan melestarikan kehidupan masyarakat adat.

Upacara adat ini diakhiri dengan prosesi pemberian gelar adat dan penyerahan simbol-simbol adat kepada Bupati (Nama Bupati). Dengan diterimanya gelar adat ini, Bupati, diharapkan dapat terus menjadi pemimpin yang bijak dan peduli terhadap kehidupan masyarakat adat.

(PROKOMPIM)

Bupati Menaklukkan Arus Jeram, Membawa Harapan untuk Masyarakat Hulu

NUNUKAN – Dalam sebuah perjalanan yang penuh tantangan, Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE kembali melakukan Kunker ke Lumbis Hulu, pada Sabtu (07/02), menaklukkan arus jeram Sungai Sadalir untuk mengunjungi masyarakat hulu. Perjalanan ini bukan hanya tentang menaklukkan arus sungai yang deras, tetapi juga tentang menunjukkan komitmen Bupati untuk mendengarkan aspirasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan perlengkapan keselamatan, Bupati dan rombongan memulai perjalanan mereka menyusuri sungai yang terkenal dengan arus jeramnya. Mereka harus berhadapan dengan gelombang air yang besar dan batu-batu yang tersembunyi di dasar sungai. Namun, Bupati tidak gentar dan terus memimpin rombongan dengan percaya diri.

Setelah beberapa jam berjuang melawan arus jeram, Bupati dan rombongan akhirnya tiba di lokasi yang dituju. Mereka disambut dengan hangat oleh masyarakat setempat dengan persembahan tari – tarian, ber-semajau bersama hingga pemberian gelar Adat ke Bupati Nunukan yaitu “Kalawon Saraton”

“Perjalanan ini bukanlah tentang saya, tetapi tentang masyarakat hulu yang membutuhkan perhatian dan pelayanan yang lebih baik,” kata Bupati setelah tiba di lokasi.

Dalam kunjungannya, Bupati mendengarkan langsung aspirasi masyarakat dan memberikan bantuan yang dibutuhkan. Ia juga berjanji untuk meningkatkan Infrastruktur dan pelayanan publik di wilayah tersebut.

Perjalanan Bupati menaklukkan arus jeram ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat tentang pentingnya ketekunan dan keberanian dalam menghadapi tantangan. Bagi Bupati perjalanan ini adalah tentang menunjukkan komitmen untuk melayani masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

(PROKOMPIM)

Polsek Nunukan Optimalkan Lahan Produktif untuk Program Ketahanan Pangan

NUNUKAN – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta meningkatkan sinergi antara Polri dan masyarakat di bidang pertanian, Polsek Nunukan melalui personel Polsubsektor Sei Menggaris melaksanakan kegiatan pengecekan dan pembersihan lahan dalam rangka persiapan penanaman jagung pipil kuartal I tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (7/2) mulai pukul 09.35 Wita hingga selesai, bertempat di Desa Sri Nanti, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

Kegiatan ini dilaksanakan langsung oleh personel Polsubsektor Sei Menggaris, yakni Bripda Firman. Adapun lahan yang dipersiapkan merupakan lahan milik Polsubsektor Sei Menggaris yang dikelola bersama Kelompok Tani/BUMDes Sinar Jaya dengan luas sekitar ±0,096 hektar. Lahan tersebut berlokasi di Jl. J. Sudirman RT 01 Desa Sri Nanti dan direncanakan menjadi salah satu lahan produktif untuk penanaman jagung pipil pada periode tanam kuartal pertama tahun 2026.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan pengecekan kondisi lahan secara menyeluruh guna memastikan kesiapan area tanam. Selain itu, dilakukan pula pembersihan lahan dari rumput liar dan semak belukar yang berpotensi mengganggu proses penanaman. Tahapan selanjutnya berupa penggemburan tanah juga mulai dilakukan agar struktur tanah menjadi lebih baik dan siap untuk proses penanaman bibit jagung pipil.

Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap program pemerintah di sektor ketahanan pangan, khususnya dalam pemanfaatan lahan produktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu meningkatkan produksi pangan lokal serta memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.

Kapolsek Nunukan IPTU D. Barasa, S.H., M.H. selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam kegiatan pertanian dan ketahanan pangan merupakan bentuk kepedulian serta dukungan nyata terhadap program pemerintah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan kemitraan antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mendorong pemanfaatan lahan yang ada agar lebih produktif serta memberi contoh positif kepada masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar Kapolsek. (*)