Ketimpangan Digital di Perbatasan: Jaringan Internet di Desa Kebudaya Nunukan Sering Putus-Putus

NUNUKAN – Warga Desa Kebudaya, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, mengeluhkan buruknya kualitas salah satu jaringan internet dalam beberapa waktu terakhir. Padahal, hampir seluruh warga di desa tersebut menggunakan operator yang sama.

Menurut warga, sinyal sering hilang, panggilan telepon putus-putus, dan internet berjalan lambat atau tidak stabil. Kondisi ini mengganggu komunikasi keluarga, aktivitas pekerjaan, hingga akses informasi penting.

“Sembilan puluh delapan persen warga di sini pakai jaringan internet seluler. Tapi jaringannya sering banget putus-putus, susah sekali untuk komunikasi,” ujar Asbar, salah satu warga Desa Kebudaya.

Desa Kebudaya memang minim pilihan operator seluler. Akibatnya, warga tidak memiliki alternatif lain dan terpaksa tetap menggunakan jaringan yang tersedia meski layanan dinilai kurang maksimal.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Nunukan segera berkoordinasi dengan operator jaringan tersebut untuk memperbaiki infrastruktur telekomunikasi di wilayah mereka. Akses komunikasi yang stabil dinilai penting untuk mendukung pembangunan dan aktivitas ekonomi di wilayah perbatasan.

(*)

Gubernur Dorong HIPMI Ambil Peluang Investasi dan Pembangunan Strategis

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., mendorong para pengusaha muda yang tergabung dalam Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kaltara untuk mengambil peran aktif dalam memanfaatkan peluang investasi dan pembangunan strategis yang tengah berkembang di daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menghadiri kegiatan Sambung Rasa BPD HIPMI Kaltara bersama Calon Ketua Umum BPP HIPMI, Ade Jona Prasetyo, di Gedung Sri Tower, Tarakan, Kamis (14/5).

Dalam sambutannya, Zainal mengatakan HIPMI memiliki peran penting sebagai wadah lahirnya pengusaha muda yang inovatif dan mampu menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

“HIPMI menjadi wadah bagi anak muda yang berani mengambil peluang, berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Zainal.

Ia menjelaskan, Kaltara saat ini tengah memasuki fase percepatan pembangunan melalui berbagai proyek strategis nasional yang membuka peluang besar di berbagai sektor usaha.

Menurutnya, keberadaan Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) di Tanah Kuning-Mangkupadi, pembangunan PLTA, hingga posisi Kaltara sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi peluang besar yang harus dimanfaatkan pengusaha muda daerah.

“Potensi usaha di Kaltara sangat besar, mulai dari sektor energi, logistik, pangan hingga jasa konstruksi,” katanya.

Karena itu, Zainal mengajak HIPMI Kaltara memperkuat sinergi dengan pemerintah dan investor agar peluang pembangunan tersebut dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan HIPMI dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Zainal bersama jajaran HIPMI Kaltara menyambut kedatangan Ade Jona dan rombongan di VIP Room Bandara Juwata Tarakan. Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan cendera mata dari Gubernur kepada Ade Jona.

(dkisp)

Gubernur Zainal Beri Dukungan Pemulihan bagi Mahasiswi Asal Kaltara di Makassar

MAKASSAR – Di tengah agenda kerjanya di Kota Makassar, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara),Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menyempatkan diri mengunjungi seorang mahasiswi asal Kaltara yang tengah menjalani masa pemulihan pascakejadian yang dialaminya.

Kunjungan tersebut dilakukan di asrama putri, Jumat (15/5), didampingi Kanit Reskrim Polsek Tamalate. Kehadiran Gubernur Zainal menjadi bentuk perhatian dan dukungan moril bagi korban maupun rekan-rekannya.

Dalam pertemuan itu, Zainal menekankan pentingnya menjaga kondisi psikologis korban agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan tenang.

Ia mengajak semua pihak, termasuk masyarakat dan media, untuk bersama-sama menjaga privasi korban serta tidak menyebarluaskan informasi yang dapat berdampak pada kondisi mental korban.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana korban mendapatkan pendampingan dan dukungan untuk pemulihan,” kata Zainal.

Selain itu, Zainal berharap proses penanganan yang dilakukan aparat dapat berjalan lancar dan memberikan rasa aman bagi korban.

Menurutnya, dukungan bersama dari berbagai pihak akan sangat membantu proses pemulihan dan penguatan mental korban ke depan.

“Semoga korban segera pulih dan dapat kembali menjalani aktivitas dengan baik,” tutupnya.

(dkisp)

SMK Kesehatan Putra Borneo Wisudakan Lulusan Angkatan ke-12, Penuhi Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Perbatasan

NUNUKAN – Sebanyak 43 siswa-siswi Angkatan ke-12 SMK Kesehatan Putra Borneo resmi dilantik dan diambil sumpahnya dalam acara pelantikan dan wisuda yang digelar dengan penuh khidmat, di lantai V Kantor Bupati Nunukan, Jumat (15/5/2026).

Lulusan jurusan Pelayanan Kesehatan dan Teknologi Farmasi ini diharapkan menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Joko Santosa, SH Staf Ahli Bidang Kesra dan SDM atas nama Bupati Nunukan, H.Irwan Sabri, S.E.disampaikan bahwa momen ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengukuhan jati diri para lulusan sebagai tenaga kesehatan yang memikul tanggung jawab moral yang besar.

“Nunukan membutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki loyalitas tinggi dan kompetensi mumpuni. Jadikan ilmu yang didapat sebagai bekal melayani dengan hati, terutama di daerah pelosok dan perbatasan,” tegasnya.

Bupati H.Irwan Sabri, S.E. juga mengingatkan agar para lulusan senantiasa menjaga integritas, kejujuran, dan disiplin tinggi, karena kepercayaan pasien adalah dasar kesembuhan. Selain keterampilan teknis, rasa kasih sayang dan kepedulian disebut sebagai “obat paling mujarab” bagi setiap pasien. Pemerintah daerah pun berharap sinergi yang terjalin dapat terus diperkuat demi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Utara Mahufuz A.S.ag dalam sambutannya menelusuri perjalanan panjang SMK Kesehatan Putra Borneo yang berdiri sejak tahun 2012. Ia yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah pertamanya mengapresiasi perjuangan sekolah ini yang terus bertahan dan berkembang hingga memiliki gedung megah di Jalan Baru. Sebagai satu-satunya SMK kesehatan di wilayah ini, sekolah dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam mencetak sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Ia juga menekankan peran tak tergantikan orang tua di balik keberhasilan para wisudawan.

“Keberhasilan kalian bukan hanya karena guru atau sekolah, melainkan berkat perjuangan orang tua yang rela berutang demi membiayai pendidikan. Ingatlah, keridhaan Allah tergantung pada keridhaan orang tua,” pesannya menggetarkan hati seluruh hadirin.

Diharapkan kehadiran lulusan terampil sebagai asisten perawat dan tenaga farmasi klinis ini dapat menjawab kebutuhan layanan kesehatan di Nunukan, membawa pelayanan yang lebih manusiawi, profesional, dan berkualitas hingga ke pelosok perbatasan.

(Padli)

Ramsah Ajak Pemuda Sebatik Jadi Garda Depan Perangi Narkoba

NUNUKAN – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Ramsah, mengajak pemuda di Pulau Sebatik menjadi garda depan dalam perang melawan penyalahgunaan narkotika.

Ajakan itu disampaikan saat menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Penanggulangan Penyalahgunaan Narkotika di Pulau Sebatik, Rabu (13/5/2026).

Ramsah menegaskan, peredaran narkoba di wilayah perbatasan negara seperti Sebatik sudah masuk kategori ancaman serius dan krusial.

“Jalur darat Pulau Sebatik sering dijadikan lalu lintas pengiriman sabu-sabu. Begitu pula jalur lautnya, bahkan penyelundupan seringkali melibatkan jaringan internasional,” ujarnya.

Menurut Ramsah, jalur perbatasan memang rawan menjadi “jalur sutra” narkoba. Para bandar memilih jalur tikus untuk menghindari pemeriksaan, baik lewat darat maupun perairan.

Bahkan Pulau Sebatik yang ditetapkan sebagai Kota Santri di perbatasan RI-Malaysia masih sering terjadi penyelundupan narkoba.

Ia menyebutkan kondisi di Nunukan dan Sebatik sudah darurat. Data menunjukkan 75% narapidana di Lapas Nunukan merupakan kasus narkotika.

“Pemberantasan narkoba butuh komitmen bersama. Seluruh elemen dan masyarakat, tua, muda, harus kompak untuk menyatakan perang terhadap narkoba,” kata Ramsah.

Banyaknya jalur tikus di perbatasan dimanfaatkan bandar karena tidak selalu terpantau aparat. Mereka biasanya beraksi pada waktu tertentu dengan berbagai modus, seperti melewati jalan setapak di perkebunan atau menggunakan speed boat pada malam hari untuk berlabuh di pesisir sepi.

“Kuncinya adalah sinergitas dan kepedulian masyarakat, aparat keamanan, dan semua mitra. Masyarakat dengan semua elemennya harus terlibat,” jelasnya.

Pemerintah telah memperkuat patroli TNI-Polri dan instansi vertikal, termasuk penggunaan alat deteksi otomatis oleh Bea Cukai di pintu lintas batas. BNN juga membentuk Kampung Tangguh Anti Narkoba sebagai upaya pengamanan berbasis masyarakat.

Meski begitu, Ramsah menekankan pemberantasan narkoba belum bisa berjalan optimal tanpa keterlibatan warga.

“Kita semua memang harus “zero tolerance”terhadap penyelundupan narkoba di perbatasan negara. Narkoba hanya merusak generasi dan merugikan negara,” tutup Ramsah.

(*)