TP PKK Kaltara Dorong Terwujudnya Rumah Sehat Layak Huni untuk Kesejahteraan Keluarga

NUNUKAN – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pemenuhan hunian yang sehat dan layak huni. Upaya tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Rumah Sehat Layak Huni yang digelar di Kantor Bupati Nunukan, Kamis (4/6).

Kegiatan yang dibuka langsung Ketua TP PKK Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya rumah yang memenuhi standar kesehatan, keamana, dan kenyamanan sebagai fondasi kesejahteraan keluarga.

Dalam sambutannya, Rahmawati menegaskan bahwa rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi lingkungan utama yang memengaruhi kualitas hidup seluruh anggota keluarga.

“Rumah yang sehat dan layak huni memiliki peran penting dalam mendukung kesehatan, kenyamanan, keamanan, serta kualitas hidup seluruh anggota keluarga,” kata Rahamawati.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan memperoleh pengetahuan mengenai cara menciptakan lingkungan hunian yang bersih, sehat, aman dan nyaman sehingga dapat mendukung kehidupan keluarga yang lebih produktif dan sejahtera.

Rahmawati juga menegaskan komitmen TP PKK Kaltara untuk terus mendukung berbagai program peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi, pembinaan, dan pendampingan yang berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa keluarga yang tinggal di lingkungan yang sehat akan lebih mampu mewujudkan keluarga yang berkualitas,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi langkah awal dalam mewujudkan kawasan permukiman yang lebih sehat dan layak huni di Kabupaten Nunukan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, organisasi perempuan, serta berbagai unsur masyarakat setempat.

(dkisp)

Pemprov Fasilitasi Pemulangan Warga Terlantar Asal Sulawesi

BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara memfasilitasi pemulangan seorang warga terlantar berinisial Rusmiati (54) asal Sulawesi yang ditemukan tinggal di salah satu rumah warga di Kelurahan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kamis (4/6).

Mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinsos Kaltara Dr. Obed Daniel L.T., S.Hut., M.M., mengikuti proses evakuasi Rusmiati yang diketahui telah lama menderita sakit dan hidup dalam kondisi memprihatinkan.

Datu Iqro mengatakan penanganan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kurang mampu dan kelompok rentan yang membutuhkan bantuan sosial.

“Ini merupakan kebijakan Bapak Gubernur untuk membantu masyarakat yang kurang mampu, sakit, tidak memiliki keluarga, termasuk orang dengan gangguan jiwa yang membutuhkan penanganan,” kata Datu Iqro.

Ia menjelaskan, pemulangan Rusmiati merupakan bagian dari upaya penanganan dan pemulihan penyandang masalah kesejahteraan sosial lintas daerah yang dilakukan melalui koordinasi berbagai instansi terkait agar yang bersangkutan dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Menurutnya, seluruh kebutuhan pemulangan ditanggung pemerintah, mulai dari transportasi darat, speedboat hingga tiket pesawat menuju daerah asal.

“Semua biaya akomodasi dan transportasi ditanggung pemerintah sampai yang bersangkutan tiba di rumah keluarganya. Proses ini juga didampingi petugas dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Biro Kesra,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Rusmiati hidup seorang diri setelah suaminya meninggal dunia. Penanganan dilakukan setelah adanya laporan warga yang kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah atas arahan Gubernur Kaltara.

Datu Iqro mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pemerintah apabila menemukan warga yang mengalami keterlantaran akibat persoalan ekonomi, kesehatan, maupun sosial.

“Kami berharap masyarakat dapat melapor melalui lurah atau pemerintah setempat agar persoalan sosial seperti ini bisa segera ditangani dan dicarikan solusinya,” pungkasnya.

(dkisp)

Gubernur Zainal Apresiasi FKUB, Kaltara Pertahankan Predikat Daerah Rukun

TANJUNG SELOR – Kalimantan Utara (Kaltara) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerukunan umat beragama terbaik di Indonesia.

Capaian tersebut menjadi perhatian dalam audiensi antara Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dan jajaran pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Kaltara di Ruang Rapat Kerja Gubernur, Kamis (4/6).

Pertemuan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh lintas agama dalam menjaga stabilitas sosial serta keharmonisan masyarakat di Bumi Benuanta.

Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua FKUB Kaltara Wiyono Adie melaporkan bahwa Indeks Kerukunan Umat Beragama Kaltara secara konsisten berada di jajaran teratas nasional dan menjadi yang tertinggi di Pulau Kalimantan.

“Untuk Indeks Kerukunan Beragama Kaltara, kita selalu berada di posisi atas secara nasional. Yang membanggakan, di tingkat Kalimantan kita selalu menjadi yang tertinggi,” ujar Wiyono.

Menanggapi laporan tersebut, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran FKUB yang selama ini aktif menjaga hubungan harmonis antarumat beragama melalui berbagai kegiatan sosial dan pendekatan dialogis.

“Saya berterima kasih atas kekompakan bapak ibu menjalankan kegiatan sosial ini dengan capaian yang luar biasa. Ini prestasi membanggakan yang membawa harum nama Kaltara,” kata Zainal.

Menurutnya, kerukunan yang terjaga dengan baik merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga stabilitas masyarakat yang majemuk.

Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan melalui berbagai inovasi serta penguatan komunikasi antarumat beragama.

Selain itu, Zainal menginstruksikan FKUB untuk terus mengedepankan deteksi dini dan koordinasi cepat terhadap berbagai potensi persoalan sosial guna menjaga kondusivitas daerah.

Audiensi diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat kolaborasi dan program kerja lapangan agar Kaltara tetap menjadi daerah yang aman, damai dan harmonis bagi seluruh masyarakat.

(dkisp)

Pemprov Bangun 13 PLTS Komunal untuk Percepat Pemerataan Listrik Perbatasan

NUNUKAN – Sebanyak 13 titik Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal akan dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) pada 2026 untuk memperluas akses listrik di wilayah perbatasan dan pedalaman. Salah satu lokasi prioritas berada di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Kabupaten Nunukan, yang akan melayani ratusan warga dan fasilitas umum di kawasan perbatasan.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., yang diwakili Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ir. Yosua Batara Payangan, S.T., M.Si., pada kegiatan Sosialisasi Konservasi Energi dan Penyediaan Kelistrikan di Wilayah Perbatasan dan Prioritas Pedalaman di Kecamatan Lumbis Pansiangan, Jumat (29/5).

Dalam sambutan gubernur yang dibacakannya, Yosua menegaskan bahwa wilayah perbatasan memiliki posisi strategis sebagai beranda terdepan negara sehingga harus memperoleh perhatian pembangunan yang setara dengan wilayah lainnya.

“Wilayah perbatasan bukan halaman belakang, melainkan beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang harus mendapatkan perhatian dan pelayanan pembangunan secara maksimal,” kata Yosua.

Untuk mendukung peningkatan akses energi, Pemprov Kaltara telah menyiapkan roadmap ketenagalistrikan lima tahun ke depan. Pada tahun 2026, pemerintah merencanakan pembangunan PLTS komunal di 13 titik yang tersebar di Kaltara.

Salah satu lokasi yang menjadi prioritas berada di Kelompok Desa Panas, Kecamatan Lumbis Pansiangan. Infrastruktur tersebut direncanakan melayani sekitar 109 rumah, 15 fasilitas umum, serta memberikan manfaat bagi 658 jiwa atau sekitar 150 kepala keluarga.

Selain pembangunan infrastruktur kelistrikan, pemerintah juga mengajak masyarakat menerapkan pola penggunaan energi yang hemat dan efisien sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan energi.

Pemprov Kaltara menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, PLN, dan seluruh pemangku kepentingan guna mempercepat pemerataan akses listrik serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan dan pedalaman.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Komisi VII, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., yang membuka ruang dialog bersama masyarakat dan para kepala desa di Kecamatan Lumbis Pansiangan.

Dalam diskusi tersebut, masyarakat juga menyampaikan berbagai aspirasi terkait akses transportasi, layanan kesehatan, dan kebutuhan air bersih yang masih memerlukan perhatian bersama.

(dkisp)

Gubernur Dukung Nobar Piala Dunia 2026, UMKM Siap Kecipratan Dampak Ekonomi

TANJUNG SELOR – Demam Piala Dunia 2026 mulai terasa jauh sebelum peluit pertama dibunyikan. Di Kalimantan Utara (Kaltara), semangat menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia itu tidak hanya berbicara soal pertandingan, tetapi juga peluang ekonomi dan kebersamaan masyarakat.

Hal tersebut mengemuka saat Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., menerima audiensi jajaran Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Televisi Republik Indonesia (TVRI) Stasiun Kaltara di Ruang Rapat Kerja Gubernur, Kamis (4/6).

Dalam pertemuan itu dibahas berbagai persiapan TVRI Kaltara sebagai pemegang hak siar resmi, termasuk rencana menggelar nonton bareng (nobar) yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal.

Bagi Gubernur Zainal, Piala Dunia bukan sekadar tontonan olahraga. Di balik euforia yang akan menyatukan jutaan penggemar sepak bola, terdapat peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.

“Dampak yang paling terasa nantinya tentu pergerakan ekonomi, terutama bagi UMKM. Selain itu, saya yakin kerukunan, keakraban, dan keharmonisan masyarakat juga akan semakin meningkat,” kata Zainal.

Ia menilai kegiatan nobar dapat menjadi ruang berkumpul yang positif bagi masyarakat sekaligus membuka kesempatan usaha bagi pedagang dan pelaku ekonomi kreatif di daerah.

Karena itu, Zainal mengajak masyarakat menikmati kemeriahan Piala Dunia dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Kita nikmati bersama siaran Piala Dunia dari TVRI dan tetap menjaga keamanan saat melaksanakan kegiatan menonton bersama,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi langkah TVRI Kaltara yang tidak hanya menghadirkan tayangan pertandingan, tetapi turut menggandeng UMKM lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Terima kasih kepada TVRI. Dengan hak siar yang dimiliki, tentu akan memberikan dampak yang luar biasa karena penggemar sepak bola sangat banyak, termasuk di Kaltara,” katanya.

Menjelang turnamen bergulir, Zainal pun mengajak seluruh pencinta sepak bola di Bumi Benuanta untuk bersiap menyambut kemeriahan laga pembukaan dan menikmati setiap momen pertandingan bersama-sama.

“Penggemar sepak bola di Kaltara ini sangat luar biasa. Mari kita ramai-ramai untuk menonton siaran langsung pembukaan,” pungkasnya.

Hadir dalam audiensi tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) Kaltara, Dr. H. Iskandar, S.IP., M.Si., serta jajaran pimpinan TVRI Kaltara.

(dkisp)