Sambut HANI, BNNK Nunukan Gelar Lomba Mewarnai Tingkat PAUD/TK/RA Sederajat

NUNUKAN – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) nunukan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan kab. Nunukan bersama Kementrian Agama kab.Nunukan menggelar kegiatan lomba mewarnai tingkat PAUD/TK/RA dalam rangka menyambut Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di Kantor BNNK Nunukan, Sabtu (15/06/2024) pagi.

Diketahui Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) setiap tahunnya diperingati pada tanggal 26 Juni.

Selaku Humas BNNK Nunukan dan Ketua Panitia lomba, Zainal menyampaikan bahwa tujuan lomba yakni untuk menanamkan hidup sehat tanpa narkoba dimulai dari sejak usia dini.

“Ingin menanamkan bahwa hidup sehat tanpa narkoba harus dimulai sejak dini, sejak sekecil mungkin, sejak sebelum sekolah dasar, dimana harus menjauhi narkoba,” ujar Zainal.

Lebih lanjut, Ia menuturkan terdapat 107 peserta dari PAUD/TK/RA se-pulau Nunukan.

“Antusias peserta luar biasa karena awalnya pendaftaran 100 tapi karena banyak yang mau jadi kami maksimalkan di 107 peserta dan itupun kami banyak menolak dari beberapa sekolah karena kuotanya sudah terpenuhi,” tuturnya.

Kemudian, Zainal menjelaskan bahwa peserta tidak dipungut biaya apapun dan perlengkapan sudah disiapkan oleh BNNK serta terdapat beberapa hadiah yang diberikan.

“Tentu para peserta kita tidak pungut biaya apapun, dan juga perlengkapan sudah kita siapkan mulai dari pensil warna dan lain-lain, itu juga bisa mereka bawa pulang,” terang Zainal.

“Kita juga berterima kasih kepada para sponsor yakni Travel Haji dan Umrah PT.Annur Kaltara Arafah, Bank Kaltimtara, Bank BRI dan Bank BSI atas terselenggaranya kegiatan dan juga hadiah uang tunai dan souvenir para pemenang dari juara 1 hingga harapan 3,” sambungnya.

Pesan masyarakat juga disampaikan oleh Zainal, dimana tetap hidup sehat tanpa narkoba dan wujudkan Indonesia bersih narkoba.

“Pesan kita kepada masyarakat tetap hidup sehat tanpa narkoba dan wujudkan Indonesia bersih narkoba dimulai dari diri kita, keluarga kita dan lingkungan sekitar kita,” pesan Zainal.

Bersama dengan itu, salah satu guru  peserta dari SPS PAUD Manusela kab.Nunukan, Intani berharap agar kegiatan selalu digelar oleh BNNK.

“Kita berharap agar kegiatan seperti ini selalu berkelanjutan, dan juga BNNK Nunukan selalu bergandengan tangan dengan kami PAUD-PAUD dengan tidak hanya dalam lomba mewarnai tapi juga lomba-lomba yang lain, dimana dengan tujuan mengembangkan kreatifitas anak,” harap Intani.

Intani juga berpesan kepada orang tua anak usia dini agar menjauhkan hal-hal yang berbau narkoba sejak anak usia dini.

“Pesan saya jauhi narkoba sejauh-jauhnya, dan komunikasi anak ke orang tua lebih diintenskan, lebih perhatian ke anak, baik dari teman pergaulan dan lingkungan, dan itu semua harus dimulai dari anak usia dini,” tutup Intani.

(meri,neni/nam)

Naik 94,4 Persen dari Tahun Sebelumnya, Penegakan Hukum Keimigrasian Meningkat Dalam Lima Bulan Pertama 2024

NUNUKAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, melalui Direktorat Jenderal Imigrasi mencatatkan kenaikan signifikan dalam penegakan hukum keimigrasian Indonesia.

Dalam kurun waktu Januari hingga Mei 2024, jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia telah memberlakukan tindakan administratif keimigrasian (TAK) terhadap 1.761 Warga Negara Asing (WNA), dengan rata-rata 352 orang asing dikenakan TAK setiap bulannya.

Jumlah ini meningkat 94,4% dibandingkan rata-rata jumlah TAK tahun sebelumnya, yakni sekitar 181 TAK per bulan atau sebanyak 2.174 deportasi sepanjang tahun 2023..

“Imigrasi harus balance, di satu sisi kita upayakan bagaimana tugas-fungsi fasilitator pembangunan ekonominya jalan dengan banyak mendatangkan orang asing berkualitas, di sisi lain kita tetap waspada, tidak boleh lengah, kita giatkan operasi, turun pengawasan, baik itu pengawasan darat ataupun laut, di bandara maupun pelabuhan,” jelas Direktur Jenderal Imigrasi, Silmy Karim, Kamis (13/6/2024).

Hingga Mei 2024, Imigrasi juga telah melakukan 52 penyidikan tindak pidana keimigrasian terhadap orang asing yang dilakukan oleh penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) keimigrasian.

Sementara itu, pada periode yang sama Imigrasi juga telah melakukan penangkalan atau pelarangan masuk terhadap 3.626 orang asing.

Bersama dengan itu Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan, Adrian Soetrisno, menyatakan bahwa dinamika geopolitik negara-negara di dunia yang saat ini tengah berlangsung juga berdampak secara tidak langsung terhadap keamanan di Indonesia dengan tingginya lalu lintas orang asing.

“Di Nunukan, dari Januari hingga Mei 2024, kami telah melakukan 16 detensi, 5 deportasi, dan 2 penegakan hukum keimigrasian (pro justitia) terhadap WNA, kami juga merencanakan untuk menggiatkan operasi pengawasan orang asing di masa mendatang, baik dalam skala lokal seperti ‘Bali Becik’ maupun skala nasional,” tutur Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.

“Adapun ini juga untuk membantu menjaga stabilitas keamanan nasional, memberikan efek cegah agar tidak terjadi pelanggaran, serta menjaga kepercayaan publik terhadap imigrasi,”tutup Adrian Soetrisno.

(*)

Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Angkatan XV Kelas Kabupaten Nunukan Tahun 2024 Resmi Dibuka

NUNUKAN- Sekretaris Daerah Kab. Nunukan Serfianus, mewakili Bupati Nunukan menghadiri kegiatan Pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawasan Angkatan XV Kelas Kab. Nunukan, Kamis (13/5).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Diklat BKPSDM Nunukan ini juga di hadiri Kepala BKPSDM Prov. Kalimantan Utara Muhammad Ishak mewakili Gubernur Kaltara sekaligus membuka secara resmi kegiatan tersebut. Selain itu turut hadir, Kepala BKPSDM Kab. Nunukan, Camat Nunukan, Camat Nunukan Selatan, Camat Sebatik Tengah, Para Widyaiswara Prov. Kaltara.

Jumlah peserta yang mengikuti Diklat ini 40 orang, yang terdiri dari 22 peserta laki-laki dan 18 peserta perempuan yang merupakan para pejabat pengawas di Lingkungan Pemerintah Kab. Nunukan.

Sebelum membuka kegiatan secara resmi, Kepala BKPSDM Prov. Kalimantan Utara Muhamamad Ishak menyampaikan sambutan Gubernur Kalimantan Utara.

Dalam sambutannya, Gubernur Kalimantan Utara menyampaikan bahwa melalui pengembangan Sumber Daya Manusia, para Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Prov. Kaltara diharapkan dapat meningkatkan kompetensinya untuk menghasilkan berbagai inovasi pelayanan publik guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara.

“Khusus untuk pejabat pimpinan tinggi, pejabat administrator dan pejabat pengawas, perlu saya ingatkan bahwa saudara-saudara sekalian memegang peran penting dalam memimpin bawahan masing-masing. Sehingga, diperlukan kompetensi kepemimpinan dalam memberikan pelayanan publik,” ungkapnya.

Selain itu, dalam sambutannya Gubernur Kalimantan Utara juga menyampaikan bahwa pada tanggal 27 Juli 2021, Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo telah meluncurkan Core Value ASN Berakhlak yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Serta Presiden juga telah mencanangkan “Employer Branding” ASN Bangga Melayani Bangsa.

“Oleh Karena itu, saya berpesan untuk selalu menanamkan Vore Value dan Employer Branding ASN ini dalam diri kita semua. Pahami dan praktikkan dalam setiap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi saudara-saudara sekalian.” ungkapnya.

Pada kesempatan itu pula,Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan membacakan sambutan tertulis Bupati Nunukan.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa melalui kegiatan ini agar semua peserta yang saat ini sudah menduduki jabatan struktural di Pemerintahan bisa semakin memahami fungsi, kedudukan, dan tanggung jawab yang harus di emban.

“Karena begitu vitalnya keberadaan birokrasi, maka seluruh jajaran di dalamnya harus benar-benar mengerti dan memahami apa saja yang manjadi tanggung jawabnya, sesuai dengan posisi dan kedudukannya masing-masing,” ujarnya.

Terakhir Bupati berharap agar pelatihan kepemimpinan ini benar-benar dimanfaatkan untuk menambah wawasan, meningkatkan skill, serta mendongkrak mental dan semangat dari Bapak-ibu sekalian,” tegasnya.

(PROKOMPIM)

KPU RI Laksanakan Kegiatan Sosialisasi Keterwakilan Perempuan Pasca Pemilu 2024 di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) bersama dengan KPU Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih pasca pemungutan suara kepada kelompok pemilih strategis dan rentan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) segmentasi pemilih perempuan di Ballroom Hotel Laura, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Jumat (14/06/2024) siang.

Sebelumnya Pemilihan Umum (Pemilu) untuk memilih anggota legislatif kabupaten/kota, provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah dilakukan pada 14 Februari 2024.

Selaku Fungsional Muda Humas dan Pustaka pada Sekretariat Jenderal KPU RI, Asep Hasan menyampaikan bahwa kegiatan bertujuan meningkatkan kualitas partisipatif pemilih.

“Acara sosialisasi dan pendidikan dapat terus berkelanjutan maka KPU perlu melakukan terobosan dalam upaya meningkatkan partisipatif memilih lewat kegiatan ini untuk daerah 3T,” tutur Asep Hasan.

Kemudian, Ia juga mengatakan bahwa jumlah peserta sebanyak 100 orang.

“Kegiatan ini mengundang peserta sebanyak 100 orang yang berasal dari segmen perempuan dan perwakilan dari pengurus partai politik,” terangnya.

Terdapat beberapa tujuan utama KPU dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan pendidikan, dimana diantaranya meningkatkan literasi masyarakat terkait pemilu dan demokrasi terkhusus pada daerah 3T, lalu memberikan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran masyarakat untuk aktif pada tahapan pasca Pemilu, terakhir, meningkatkan kesadaran masyarakat partisipasi pemilih secara berkelanjutan menyongsong Pilkada 2024.

Bersama dengan itu, Ketua KPU Nunukan, Riko Ardiansyah menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tahun ini untuk Kabupaten Nunukan digelar dengan segmentasi keterwakilan perempuan.

“KPU selalu mencoba menggelar kegiatan sosialisasi dan pendidikan seperti ini, dan kegiatan ini juga dilakukan di beberapa wilayah Indonesia tapi dengan segmen yang berbeda, khusus di Kabupaten Nunukan itu terfokus pada keterwakilan perempuan pada pasca Pemilu 2024,” kata Riko Ardiansyah.

Lalu, Ketua KPU Nunukan juga mengatakan bahwa keterwakilan perempuan untuk pemilih di Kabupaten Nunukan berdasarkan data sebanyak 47 persen dari jumlah keseluruhan.

“Berdasarkan data DPO4, cuman kita belum bisa merilis data terbaru dikarenakan belum masuk tahapan coklit, tetapi berdasarkan data yang sudah ada itu sebanyak 47 persen keterwakilan pemilih perempuan di kab. Nunukan,” ujar Ketua KPU Nunukan.

Terlihat kegiatan sosialisasi dan pendidikan dari KPU RI, menghadirkan 3 narasumber diantaranya Komisioner KPU kab. Nunukan, Muhammad Rusli, Ketua Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) provinsi Kaltara, Yohanes dan Akademisi kab.Nunukan, Hasna, S.Pd., M.Pd.

(neni,meri/nam)

Gubernur Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi, Presiden Ingatkan Tantangan Perubahan Iklim

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) DR. (HC.) H. Zainal A. Paliwang, M.Hum. hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi yang langsung dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan RI pada hari Jumat (14/6).

Presiden memberikan apresiasi kepada seluruh tim pengendalian inflasi baik pusat maupun daerah yang telah bekerja keras mengendalikan inflasi hingga pada Mei 2024 inflasi Indonesia berada pada angka 2,84 persen.

“Ini merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Kalau kita ingat di 9-10 tahun lalu tingkat inflasi kita berada di angka 9,6%. Dan atas usaha kita berada di angka 2,84 persen,”terang Presiden Jokowi.

Melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri), rapat pengendalian inflasi terus dilaksanakan setiap minggu agar inflasi semua daerah di Indonesia terpantau dan terkendali dengan baik.

“Setiap ke daerah sekarang saya tanyakan berapa inflasi daerahnya, berapa pertumbuhan ekonominya, supaya kita peduli terhadap hal yang sangat penting,” lanjut Presiden.

Namun kendati demikian, Presiden juga mengingatkan akan tantangan ke depan bahwa dunia menuju pada neraka iklim yang dapat mengganggu stabilitas pangan dan ketersediaan air disebabkan kenaikan suhu di beberapa wilayah penjuru dunia.

“Urusan pangan, hati-hati. FAO telah mengatakan bahwa jika didiamkan (perubahan iklim), 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat. Ini yang harus diantisipasi sejak mulai sekarang karena diperkirakan 50 juta petani akan kekurangan air,” tegas Jokowi.

Presiden menerangkan bila ketersediaan air tidak diantisipasi, maka produksi petani akan menurun dan berdampak pada berkurangnya ketersediaan barang sehingga ketika permintaan naik dan tidak ada barang, maka akan terjadi inflasi besar-besaran.

“Bila terjadi (inflasi), yang menjadi korban adalah rakyat. Oleh sebab itu dalam 3 bulan ini, Kementerian Pertanian, Kementerian PU, bekerjasama dengan TNI untuk secepatnya membangun pompa-pompa, mungkin 20an ribu pompa akan kita pasang di daerah yang memiliki produksi utamanya beras untuk mengairi sawah,” lanjut Jokowi.

Sebelum menutup Rakornas, Jokowi berpesan kepada semua tingkatan untuk memanfaatkan teknologi pada bidang pertanian, mendatangkan investasi untuk pengelolaan produk daerah, dan mengelola distribusi produk dengan baik.

“Silakan riset, cukup setiap daerah memiliki 1 produk unggulan,” tutup Presiden Jokowi.

(dkisp)