Pemkab Nunukan Dukung Penuh Rakerda KORMI 2026,Lahirkan Kebijakan Kemajuan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menegaskan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-2 KORMI Tahun 2026. Kegiatan ini dinilai momen strategis evaluasi kinerja dan penyusunan arah kebijakan agar organisasi makin berperan bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesra, H. Muhammad Amin, S.H. dalam wawancaranya, Senin (01/06) . Menurutnya, meski tergolong baru, KORMI diharapkan berkembang pesat menjadi pusat kegiatan warga.

“Pemkab mendukung penuh seluruh langkah KORMI maupun organisasi olahraga lain. Rakerda ini wadah evaluasi, semoga lahir kebijakan yang mengangkat kualitas organisasi ke depan,” ujarnya.

Ia menekankan peran KORMI sebagai induk organisasi rekreasi sangat vital mewujudkan masyarakat sehat, bugar, dan kuat sesuai jargonnya. Kegiatannya yang mudah dilaksanakan membuat antusiasme warga, muda maupun tua, sangat tinggi, sekaligus menjadi sarana menjaga budaya lokal.

“Seluruh program kerja KORMI, baik penguatan organisasi maupun upaya menggerakkan masyarakat berolahraga, akan kami dukung sepenuhnya,” tambahnya.

Ia berharap Rakerda berjalan)sukses dan melahirkan keputusan konstruktif demi kemajuan olahraga rekreasi Nunukan.

(Padli/admin)

KORMI Nunukan Gelar Rakerda Ke-2: Dorong Olahraga Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045

NUNUKAN – Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Nunukan resmi menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-2 tahun 2026,Senin (01/06/2026).

Kegiatan strategis ini menjadi wadah evaluasi, penyusunan kebijakan, dan penguatan sinergi demi menjadikan olahraga sebagai budaya hidup sehat bagi seluruh warga, sejalan semangat Gerakan Indonesia Aktif menuju Indonesia Emas 2045. Acara dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Nunukan H. Muhammad Amin, S.H mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E.

Ketua KORMI Kabupaten Nunukan, H. Akbar Ali, S.H. dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dalam keadaan sehat dan lancar. Ia menegaskan Rakerda bukan sekadar agenda rutin, melainkan ruang vital untuk menyatukan langkah seluruh pengurus dan Organisasi Induk (Inorga) dalam mencapai tujuan organisasi.

Menurut Akbar, tantangan zaman saat ini makin nyata. Perubahan gaya hidup dan kemajuan teknologi membuat banyak masyarakat minim bergerak dan menjauh dari pola hidup sehat. Di sinilah letak relevansi besar keberadaan KORMI.

“KORMI hadir untuk menyadarkan kita bahwa olahraga bukan hanya soal prestasi. Olahraga adalah tentang kebahagiaan, kesehatan, kebugaran, kebersamaan, dan kualitas hidup. Olahraga harus hadir di keluarga, sekolah, tempat kerja, hingga ruang publik, dilakukan dengan senang hati dan tanpa batas usia. Semangat kita tetap sama: Memasyarakatkan Olahraga dan Mengolahragakan Masyarakat,” ujar Akbar Ali.

Ia menyoroti potensi besar Nunukan yang kaya keberagaman budaya dan komunitas, mulai dari olahraga tradisional, petualangan, seni gerak, hingga kebugaran. Keberagaman ini bukan pemisah, melainkan kekuatan besar yang harus disatukan.

“Keberhasilan KORMI tidak diukur dari banyaknya organisasi yang bergabung, tapi seberapa besar manfaat nyata yang dirasakan warga. Apakah kita berhasil mengajak mereka bergerak aktif? Apakah generasi muda makin cinta olahraga? Itu tolok ukur utama kita,” tegasnya.

Akbar menginstruksikan seluruh peserta menyusun program kerja yang realistis, terukur, dan berpedoman pada semangat Indonesia Aktif – Bergerak Bersama Menuju Indonesia Emas. Ia mengingatkan, Indonesia Emas 2045 tidak hanya dibangun lewat pembangunan fisik, melainkan lewat manusia yang sehat jasmani, rohani, dan punya semangat kebersamaan tinggi.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen menghilangkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, serta pemangku kepentingan lain. “Keberhasilan satu Inorga adalah keberhasilan kita semua, dan itu adalah kebanggaan masyarakat Nunukan,” tambahnya seraya menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras seluruh panitia pelaksana.

Pemerintah Dukung Penuh Pengembangan Olahraga Nunukan

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra, H. Muhammad Amin, S.H. dalam sambutannya mewakili Bupati sekaligus membuka acara, menyambut baik Rakerda ke-2 ini yang digelar di bawah kepemimpinan baru H. Akbar Ali. Ia berharap kegiatan ini melahirkan ide brilian dan terobosan yang mengangkat nama KORMI Nunukan.

Pemerintah menilai peran KORMI sangat strategis untuk membumikan olahraga, membentuk budaya hidup sehat, mempererat ikatan sosial, serta melestarikan budaya asli daerah.

“Saya harapkan Rakerda ini jadi ajang evaluasi kekurangan dan penyusunan langkah strategis ke depan. Perkuat sinergi lintas pihak, jadikan momen ini sarana konsolidasi agar KORMI makin kompak, profesional, dan berprestasi,” ujar Amin.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Nunukan memberikan dukungan penuh bagi dunia olahraga, baik di bawah naungan KORMI maupun KONI. Dukungan ini diberikan agar nama Nunukan makin bersinar dan menggema di berbagai ajang olahraga tingkat regional hingga nasional.

(Padli/admin)

Perkuat Ketahanan Pangan, Polsek Sembakung Pantau Pertumbuhan Jagung Hibrida F1 Bhayangkara

NUNUKAN – Kapolsek Sembakung Polres Nunukan AKP Supriadi bersama personel Bhabinkamtibmas melaksanakan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil varietas Hibrida F1 Bhayangkara di lahan binaan Polsek Sembakung yang berlokasi di Desa Katul, Kecamatan Sembakung Atulai, Kabupaten Nunukan.

Kegiatan monitoring dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan pertumbuhan tanaman yang menjadi bagian dari pemanfaatan lahan produktif masyarakat berjalan dengan baik.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Sembakung didampingi Brigpol Eko Saputro, S.H., selaku Bhabinkamtibmas, serta pemilik lahan binaan, Ibu Kalilu. Lahan seluas 0,5 hektare tersebut ditanami jagung pipil varietas Hibrida F1 Bhayangkara yang merupakan bantuan dari Karo SDM Polda Kalimantan Utara.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi tanaman jagung menunjukkan pertumbuhan yang baik dan normal. Seluruh tanaman telah memasuki fase berbuah dengan umur tanaman mencapai 95 hari. Dari hasil pengamatan, panen diperkirakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Kapolsek Sembakung menyampaikan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan guna memastikan program ketahanan pangan yang dijalankan bersama masyarakat dapat memberikan hasil yang optimal dan mendukung peningkatan kesejahteraan warga.

Melalui sinergi antara Polri dan masyarakat, diharapkan program ketahanan pangan dapat berjalan berkelanjutan serta menjadi salah satu upaya dalam menjaga ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Nunukan.

(*)

Ada Apa Mendag Bela Ritel Modern? Ketua Umum APKLI-P: Tak Berpihak Ke Warung Kelontong dan Usaha Mikro Rakyat Kecil

JAKARTA – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso diberbagai kesempatan selalu membela ritel modern, dan seakan abai terhadap warung kelontong dan usaha mikro rakyat kecil.

Bahkan di gedung terhormat di negeri ini, dihadapan Komisi VI DPR RI, Selasa, 26 Mei 2026, Busan panggilan akrabnya mencolek Pemkab Lombok Tengah NTB, menyayangkan adanya penutupan 25 gerai ritel modern.

Seketika, ruh Pembukaan UUD 1945 bahwa negara wajib hadir berikan jaminan dan perlindungan mata pencaharian rakyat kecil meredup. Padahal, sudah 2,2 juta warung kelontong gulung tikar digerus ritel modern sejak terbitnya Perpres 112/2007 yang mengatur Toko Modern, Pasar Tradisional dan Pusat Perbelanjaan.

Lebih dari itu, warung kelontong rakyat yang saat ini tersisa 3,9 juta unit usaha, serta puluhan juta usaha mikro rakyat kecil itu hidupi puluhan hingga ratusan juta penduduk Indonesia. Bahkan warung kelontong rakyat adalah warisan leluhur bangsa yang harus di uri-uri dan dikembangkan, bukan di bumi hanguskan. Lantas ada apa dengan Mendag RI membela ritel modern?, tegas Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun ATMO, M. Biomed., Jakarta, pada Minggu, 31 Mei 2026.

Lebih lanjut Pembantu Rektor Undar Jombang Jatim 2010-2012 ini menuturkan, bahwa 25 ritel modern di Lombok Tengah NTB ditutup tidak ada kaitan sama sekali dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) program Presiden Prabowo Subianto.

Melainkan murni pelanggaran Perda Lombok Tengah 7/2021. Murni pelanggaran Perpres 112/2007 yang mengatur Toko Modern, Pasar Tradisional, dan Pusat Perbelanjaan. Lebih dari itu, langkah ini harus dicontoh dan dilakukan kepala daerah lain karena pelanggaran ini ada diseluruh Indonesia.

Adalah kasat mata, menyandingkan ritel modern dengan warung kelontong dan usaha mikro rakyat kecil adalah unfairness, tidak apel to apel. Bukan persaingan melainkan penggerusan bahkan pembunuhan mata pencaharian puluhan juta rakyat kecil Indonesia. Praktik ini jelas dan tegas juga melanggar UU Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Selama lebih 15 tahun sejak 2011, APKLI-P sekuat tenaga berjuang melindungi dan mendampingi warung kelontong dan usaha mikro rakyat kecil dari gempuran menjamurnya ritel modern hingga pelosok kampung dan gang-gang perkotaan dampak perpes 112/2007 dan paket kebijakan September 2015 yang memperlonggar ijin ritel modern dan diperbolehkan ke seluruh wilayah Republik Indonesia.

Untuk kesekian kalinya, kami mendesak Pemerintah Kabinet Merah Putih Presiden Prabowo Subianto, pertama, segera merevisi Perpres 112/2007 dan mencabut paket kebijakan September 2015. Kedua, menindak tegas dan menutup permanen ritel modern yang melanggar Perpres 112/2007 dan UU No 5/1999.

Ketiga, tidak mengeluarkan kembali ijin ritel modern di pedesaan dan gang-gang perkotaan. Empat, bersama DPR RI segera hadirkan UU RI yang mengatur ritel modern hanya boleh ada di kota dan maksimal di wilayah kecamatan, imbuh dokter ahli kekebalan tubuh lulusan FK Unibraw Malang dan FKUI Jakarta.

Keberadaan ritel modern tidak cukup di atur melalui perpres dan perda, kenapa? Kasat mata selama 19 tahun sejak terbitnya Perpres 112/2007 kerap terjadi “kong kalingkong” dan menjadi komoditas politik jelang pemilu. Untuk itu, APKLI-P mendorong pemerintah bersama DPR RI segera hadirkan UU yang mengatur keberadaan ritel modern, pasar tradisional dan pusat perbelanjaan.

Kami juga menuntut segenap pejabat di negeri ini kembali ke khittah Pembukaan UUD 1945, pungkas Ketua Umum Bakornas LKMI PBHMI 1995-1998.
(*)

Di Balik Gelap Goa Berlapis, Tersimpan Harapan Baru Pariwisata Kaltara

TANJUNG SELOR – Hutan Gunung Seriang masih menyimpan embun ketika rombongan mulai melangkah menyusuri jalan setapak pada Sabtu (30/5) pagi. Jejak hujan yang turun semalam membuat tanah terasa lembap, sementara rimbunnya pepohonan menaungi perjalanan menuju sebuah tempat yang selama ini lebih banyak dikenal oleh masyarakat sekitar “Goa Berlapis”.

Perjalanan itu bukan tanpa tantangan. Jalur yang menurun, akar-akar pohon yang menjulur dan bebatuan licin mengharuskan setiap langkah dilakukan dengan hati-hati. Namun rasa lelah seolah terbayar ketika mulut goa mulai terlihat di balik hijaunya hutan.

Di antara rombongan yang datang pagi itu tampak Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Mereka datang bukan sekadar menikmati keindahan alam, tetapi ingin melihat langsung potensi wisata yang tersimpan di dalam perut bumi Gunung Seriang.

Memasuki goa, suasana seketika berubah. Cahaya matahari perlahan menghilang, berganti dengan udara sejuk yang memenuhi setiap sudut lorong. Dinding-dinding batu yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun menghadirkan pemandangan yang memukau.

Sesekali Zainal dan Ingkong menghentikan langkah. Pandangan mereka tertuju ke langit-langit goa yang dihiasi ornamen batu alami dengan bentuk yang unik dan beragam. Di tengah kekaguman itu, rombongan menemukan satu keunikan yang tak biasa.

Sebuah tumpukan batu menghasilkan bunyi-bunyian merdu saat diketuk perlahan pada bagian tepinya. Nada yang muncul terdengar seperti alat musik alam yang dimainkan oleh tangan tak kasat mata.

“Yang menarik di sini ada batu berbunyi. Kita sudah mencobanya dan suaranya cukup bagus,” ujar Zainal sambil tersenyum.

Keunikan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Goa Berlapis dinilai memiliki daya tarik yang berbeda dibanding destinasi wisata alam lainnya. Di mata Zainal, potensi itu layak dikembangkan agar dapat dinikmati lebih banyak orang.

“Insyaallah ke depan gua ini akan kita jadikan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bulungan. Karena itu kami ingin melihat langsung apa yang perlu dipersiapkan,” katanya.

Goa Berlapis sendiri bukanlah satu-satunya kawasan yang pernah dijelajahi Zainal. Sebelumnya, ia telah mengunjungi Goa Batu Benau yang dihuni Suku Punan Batu, kawasan Goa Karst Batu Putih, hingga Batu Tumpuk di Desa Panca Agung.

Namun Goa Berlapis memiliki keistimewaan tersendiri karena menjadi bagian dari sekitar 22 goa yang saling terhubung dalam satu kawasan.

Bagi Kaltara yang terus berupaya memperluas sektor pariwisata, keberadaan Goa Berlapis menjadi aset yang berharga. Tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman petualangan yang berbeda bagi para pencinta wisata goa.

Menjelang siang, perjalanan penelusuran pun berakhir. Satu per satu anggota rombongan kembali menuju pintu keluar. Cahaya matahari yang menerobos sela-sela pepohonan seakan menjadi penanda berakhirnya eksplorasi hari itu.

Sebelum meninggalkan lokasi, Zainal menyampaikan pesan sederhana namun penting. Menurutnya, keindahan alam yang diwariskan Tuhan harus dijaga bersama agar tetap lestari dan dapat dinikmati generasi mendatang.

“Kita harap masyarakat yang datang ke sini jangan merusak, jangan mencoret-coret dinding, dan jangan mengotori tempat ini,” pesannya.

Goa Berlapis mungkin masih tersembunyi di balik rimbunnya hutan Gunung Seriang. Namun dari lorong-lorong batu yang sunyi itu, tersimpan harapan besar. Harapan bahwa suatu hari nanti, tempat ini tidak hanya dikenal masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang membanggakan Kaltara.

Di balik gelapnya goa, tersimpan cahaya masa depan pariwisata Bumi Benuanta.

(dkisp)