Klarifikasi Isu Debt Collector, Pimcab FIF Bone Gelar Silaturahmi dengan Media di Triple F

BONE – Pimpinan Cabang FIF Finance Bone, Herman, menggelar temu silaturahmi bersama awak media dan aktivis LSM di Triple F Cafe, Beringi, Kota Watampone, Senin (4/5/2026).

Pertemuan ini digelar untuk meluruskan kronologi pemberitaan terkait dugaan debt collector yang didampingi oknum preman saat penagihan ke konsumen, yang sempat merebak sejak Kamis (30/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Herman didampingi Fandi dari bagian Remedial FIF Finance Bone. Ia menjelaskan, saat isu itu muncul pihaknya sedang dalam perjalanan menuju Makassar untuk kegiatan di kantor pusat.

“Waktu itu kami sedang menuju Makassar ada kegiatan di kantor pusat. Jadi kedatangan teman media bersama salah satu customer kami atas nama Suriani yang ingin menemui pimpinan cabang tidak bisa bertemu,” jelas Herman di hadapan awak media.

Menurutnya, hal itulah yang memicu kemarahan Irwan N Raju, salah satu keluarga customer tersebut.

Tampak hadir dalam silaturahmi itu Andi Muh Ridwan yang akrab disapa Puang Iwan, Muh Azis, dan Lukman.

Suasana pertemuan berlangsung aman dan kondusif, diselingi tawa canda. Kedua pihak menganggap masalah telah selesai dan sepakat tetap mencarikan solusi terbaik terkait unit motor milik customer tersebut.

(Nn/*)

Deb Kolektor FIF Finance di Bone Diduga Libatkan Preman Saat Tagih Nasabah

BONE – Kenyamanan Suriani (48), warga Bone, terusik akibat ulah oknum debt collector FIF Finance yang diduga menagih angsuran dengan cara intimidatif dan didampingi preman. Dalam sepekan, ia mengaku didatangi hingga tiga kali, bahkan di waktu yang tidak wajar.

“Saya didatangi 3 kali dalam seminggu, dan terkadang tak mengenal waktu dan kondisi. Saya hendak dipermalukan dengan para tetangga. Hal ini bertentangan dengan Undang-Undang Hak Asasi Manusia dan Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Suriani, Kamis (30/4/2026).

Suriani menegaskan tidak berniat mangkir dari kewajiban membayar angsuran. Namun, ia menyayangkan cara penagihan yang dilakukan. Menurutnya, debt collector yang datang bergantian selalu mengancam akan menarik motor.

“Saya katakan, motor saya mau ambil? Itu bukan hakmu. Saya tanya apakah motor itu milik kamu sesuai nama di BPKB,” tegasnya.

Ia menjelaskan sempat menawarkan pembayaran satu bulan angsuran karena kondisi ekonomi sedang terhambat. Namun, tawaran itu ditolak.

“Tidak mau diterima, harus tiga bulan. Kalau tidak sanggup, motor saya mau diambil,” lanjutnya.

Mencari solusi, Suriani bersama kerabatnya Irwan N. Raju yang juga salah satu Kabiro media online di Sulawesi Selatan, mendatangi kantor FIF Finance Cabang Bone di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Namun, upaya tersebut terkendala. Pimpinan cabang hanya mengizinkan dua orang masuk dari empat orang yang datang.

“Kami datang ke sini untuk temui langsung pimpinannya semoga ada solusi terbaik. Tapi tidak sempat bertemu karena pimcab hanya mengizinkan dua orang masuk. Entah apa maksudnya tak mengizinkan kami berempat,” jelas Irwan.

Irwan menambahkan, kedatangan mereka untuk meminta penjelasan terkait pola dan cara penagihan yang diduga menyalahi aturan Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Fidusia.

“Kami ke sini hanya mau minta penjelasan terkait pola dan cara dalam penagihan konsumen yang kami duga menyalahi aturan,” tutup Irwan.

(Nn/*)

Apkli Perjuangan UMKM Bone: Harap PKL Tetap Bersatu

BONE – Keindahan Kota Watampone di malam hari, khususnya kawasan lapangan, menjadi ikon wisata kota. Hadirnya jejeran PKL dengan tenda warna-warni yang tersusun rapi menambah semarak suasana. Kurang lebih 100 PKL hadir setiap malam menjajakan dagangannya. Aneka jajanan kuliner seperti bakso, sosis, crepes, jagung bakar, hingga aneka kopi memanjakan pengunjung. Ditambah lagi, beragam wahana permainan anak-anak turut meramaikan kawasan ini.

Iwan Hammer, Ketua Asosiasi Pedagang Kaki Lima Perjuangan UMKM Kab. Bone, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah yang betul-betul sesuai dengan tagline “BERAMAL UNTUK BONE”.

“Apa yang dilakukan pasangan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman dan Wakilnya Andi Akmal Pasluddin adalah bentuk nyata pemberdayaan pedagang kaki lima, pelaku ekonomi kreatif, dan pelaku UMKM,” ujarnya.

Ia berharap sebagai wadah atau rumah para pelaku UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pedagang kaki lima, semua pihak tetap bersatu. “Jangan terpecah-pecah atau ada kubu-kubuan, karena jika ini terjadi maka tidak ada lagi kenyamanan dalam berjualan,” tegasnya.

“Kami dari Apkli Perjuangan UMKM sangat berterima kasih jika ada komunitas atau lembaga yang membantu memberdayakan PKL,” tambah Iwan.

Sementara itu, Andi Syamsidar, Ketua UMKM Sejahtera Mandiri, menuturkan lembaganya yang juga memberdayakan PKL akan tetap bersinergi dengan Apkli P.

“Apkli P merupakan organisasi besar yang mewadahi pelaku UKM, UMKM, pelaku ekonomi kreatif, dan pedagang kaki lima di Indonesia,” tutupnya.

(Nn/*)

Mudik Aman dengan Polres Bone: Layanan Penitipan Kendaraan dan Barang Berharga Gratis

BONE – Menjelang perayaan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun 2026, Polres Bone membuka layanan penitipan barang berharga dan kendaraan bagi masyarakat yang akan melaksanakan mudik ke luar daerah. Layanan ini disediakan sebagai bentuk pelayanan kepolisian untuk memberikan rasa aman kepada warga yang meninggalkan rumah selama masa mudik dan libur Lebaran.

Masyarakat dapat melakukan penitipan barang berharga maupun kendaraan di Kantor Polres Bone serta di seluruh Polsek jajaran yang berada di wilayah hukum Polres Bone. Dengan adanya fasilitas ini, masyarakat diharapkan tidak perlu khawatir terhadap keamanan barang maupun kendaraan yang ditinggalkan saat bepergian.

Program penitipan barang berharga dan kendaraan ini merupakan inisiatif Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi, S.I.K., M.Tr.Opsla sebagai langkah preventif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif selama periode mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah.

Kapolres Bone AKBP Sugeng Setio Budhi, S.I.K., M.Tr.Opsla mengungkapkan bahwa layanan ini disediakan untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi masyarakat yang hendak meninggalkan rumah untuk mudik ke kampung halaman.

“Kami menyiapkan kantong-kantong parkir bagi masyarakat yang akan mudik. Bagi yang ingin meninggalkan kendaraan, dapat dititipkan di Polres maupun di seluruh Polsek jajaran. Nantinya kendaraan tersebut akan dijaga oleh petugas sehingga masyarakat bisa mudik dengan tenang,” ujar Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa layanan penitipan barang berharga dan kendaraan ini diberikan secara gratis kepada masyarakat. Layanan tersebut berlaku mulai H-7 hingga H+7 perayaan Idul Fitri, sehingga masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menitipkan kendaraan maupun barang berharga selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

“Layanan penitipan ini kami sediakan secara gratis dan berlaku mulai H-7 sampai dengan H+7 Idul Fitri, sehingga masyarakat dapat mudik dengan lebih tenang karena kendaraan dan barang berharganya berada di tempat yang aman,” jelasnya.

Selain itu, Kapolres juga menyampaikan bahwa Polres Bone telah membuka layanan Call Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat apabila mengalami situasi darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian selama perjalanan mudik.

“Call Center Polri 110 siap melayani masyarakat selama 24 jam. Jika terjadi keadaan darurat atau membutuhkan bantuan kepolisian, masyarakat dapat segera menghubungi layanan tersebut,” tambahnya.

Tidak hanya menyediakan tempat penitipan kendaraan dan layanan informasi melalui Call Center Polri 110, Polres Bone juga akan meningkatkan kegiatan patroli di wilayah perumahan guna mencegah terjadinya tindak kejahatan selama rumah warga ditinggalkan mudik.

Dengan berbagai langkah tersebut, Polres Bone berharap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah tetap aman, nyaman, dan kondusif.

(*)

Jelang Idulfitri 1447 H, Pemprov dan Polda Kaltara Perkuat Sinergi Pengamanan Lebaran

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) mengikuti Rapat Teknis Pengamanan Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Gedung Rupatama Bhara Daksa, Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Kaltara, Selasa (10/3).

Rapat koordinasi yang dipimpin Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., ini membahas kesiapan pengamanan menjelang, saat, hingga setelah momentum Lebaran agar situasi tetap aman dan kondusif.

Hadir mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Pollymaart Sijabat, SKM., M.A.P., menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polda Kaltara atas inisiatif penyelenggaraan rapat teknis tersebut sebagai upaya memperkuat koordinasi antarinstansi.

“Forum ini penting untuk memperkuat koordinasi lintas instansi agar seluruh rangkaian kegiatan Idulfitri dapat berjalan aman dan lancar,” kata Pollymaart.

Ia menjelaskan, setiap momen Idulfitri biasanya diiringi peningkatan mobilitas masyarakat. Aktivitas mudik, arus balik, kegiatan perdagangan hingga ibadah membuat berbagai sektor harus siap mengantisipasi potensi kerawanan.

Pollymaart berharap seluruh instansi yang hadir dapat menyampaikan kesiapan di bidang masing-masing, baik terkait pengamanan, transportasi, kesiapsiagaan bencana, hingga pelayanan publik.

Ia menambahkan peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri sangat penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dukungan juga datang dari Basarnas, Satgaswil Densus 88, serta Kanwil Kementerian Agama dalam mendukung kelancaran kegiatan ibadah.

Di sektor transportasi, kesiapan Bandara Juwata Tarakan, pelabuhan di bawah pengawasan KSOP Tarakan, serta dukungan informasi cuaca dari BMKG di Bulungan dan Tarakan menjadi faktor krusial untuk memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman dan nyaman.

Selain itu, kesiapan sektor transportasi juga menjadi perhatian, termasuk Bandara Internasional Juwata Tarakan, pelabuhan di bawah pengawasan KSOP Tarakan, serta informasi cuaca dari BMKG di Bulungan dan Tarakan.

Pollymaart juga meminta perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kaltara ikut mendukung melalui layanan kesehatan, kesiapan infrastruktur jalan, pengendalian harga bahan pokok, serta penyiapan posko pelayanan bagi masyarakat.

“Sinergi dan kolaborasi semua pihak sangat penting agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” pungkasnya.

(dkisp)