DUA CAMAT DIPULAU SEBATIK KERJASAMA DENGAN PENGUSAHA BANTU WARGA TERKENA ISOLASI MANDIRI.

Sebatik – Nunukan – Pemerintah daerah kabupaten Nunukan melalui camat untuk kegiatan Satgas covid kecamatan sebatik Timur dan sebatik Utara serta desa pancang hari ini kita penyaluran bantuan sembako Bantuan dari salah satu pengusaha di Sebatik yaitu Bapak H. Nuwardi atau H.Momo.

Secara kebetulan kemarin Beliau menyerahkan ke pihak kecamatan dan diterima oleh Camat Sebatik Utara dan Camat Sebatik Timur.

Bantuan ini dari H.Nuwardi alias H Momo, beliau karena dari bantuan itu kita dapat laporan terakhir dari satgas covid itu ada 35 yang masih Isolasi Mandiri (isoman) dari kemarin kita dapat bantuan dari H.Nuwardi Toko Masyarakat sekaligus Pengusaha Sebatijk.

Rencana hari ini kita turun ke lapangan dua satgas Kecamatan desa didampingi juga oleh RT nya, Kemudian dari Babinsa dari babinposmar kemudian dari pihak Puskesmas yang melakukan tracing mudah-mudahan bantuan ini tepat dan bermanfaat bagi warga kita mengalami Isolasi Mandiri ujar Camat Sebatik Utara.

Memang mereka yang terkena covid atau lagi isoman dilarang keluar dilarang bekerja dilarang untuk bertemu orang jadi sepatutnya harus disupport untuk kebutuhan makannya atau kebutuhan pokok.

Alhamdulillah ada warga atau tokoh kita yang tergerak membantu jadi kita memfasilitasi untuk menyalurkan itu, jadi kegiatan itu mudah-mudahan bisa selesai dan Semoga dilancarkan.

Warga warga kita ini variatif karena dari hari ke hari ada yang bertambah dan ada yang sehat, olehnya itu Tim Covid Sebatik Compak kerjasama masyarakat bahu membahu dalam pencegahan Pandami Covid-19

Jadi terhitung kemarin itu ada 35 Paket Sembako dan juga orang, bukan KK dan ada 35 paket yang disalurkan yang berbentuk paket yang berisikan 1 karung beras ukuran 10 kilo, 1 piring telor, satu karton Mie instan, Susu, Gula dan Vitamin C dan beberapa Bantuan lainya.ujar Xulkifli Camat Sebatik Utara kepada Wartawan.

saya selaku pemerintah daerah Camat Sebatik Utara mengharapkan Kepada Pengusaha Yang lainya dapat membantu Saudara kita yang terpapar Covid-19 dan yang dalam Isolasi Mandiri bisa membantu, selama ini disebatik Hanya H.NuwardiH.Ali karim dan H.Herman Baco atau lasim dipanggil Warga Sebatik H.Andeng Semoga Pengusaha yang lain bisa terduga hatinya mengambil bagian dalam membantu saudara – saudara kita yang mengalami Isolasi Mandiri.

(Yuspal)

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN NUNUKAN MELALUI DESA BALANSIKU TERUS MELAKUKAN EDUKASI AGAR MASYARAKAT TAAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN.

SEBATIK – NUNUKAN – Menurut H.Firman Kepala Desa Dua periode ini mendukung sepenuhnya program.pemerintah pusat dan provinsi serta kabupaten dalam hal Pencegahan Waba Covid-19 yang tidak saja melanda Indonesia tetapi melanda Dunia Internasional.

H.Firman Kelahiran Bone 50 tahun yang lalu telah mengabdikan dirinya dipulau sebatik kurang lebih 40 tahun dan akhirnya pemilihan kepala desa saya terpilih sudah dua periode.

Selama adanya Pandami Civid-19 tak henti hentinya Pihak Kepala Desa Balansiku sebatik induk tak putus putusnya melakukan Sosialisasi.

Pemerintah desa kegiatan yang kami laksanakan ada beberapa hal;

Yang pertama sesuai dari Kementerian Desa bahwa kami melakukan edukasi – Edukasi ke masyarakat terkait untuk mengikuti protokol kesehatan.

Kedua kami juga melaksanakan dan membangun posko untuk melakukan edukasi ke masyarakat pengguna jalan yang lewat untuk tetap juga mengikuti protokol kesehatan.

Ketiga kami sudah membagikan setiap rumah satu kotak masker untuk 300 rumah dan yang terakhir kami semua membagikan tempat cuci tangan di sebagai fasilitas umum yang tidak perlu disentuh oleh tangan hanya menggunakan kaki supaya setiap orang yang datang tidak perlu menyentuh dan itu dilakukan oleh Desa Balansiku.

Sampai saat ini terutama untuk mengedukasi masyarakat jadi saya mengharap kepada Pemerintah Kabupaten nunukan dalam hal ini dinas Pol PP untuk menegakkan Perda Nomor 2 Tahun 2021 supaya masyarakat tidak hanya diberikan tindakan Seperti nyanyi Indonesia Raya, push uap itu tidak ada apa-apanya untuk masyarakat hanya tidak baik dilihat apalagi ada di media sosial cara mengedukasi yang tidak sopan ujar Firman Menegaskan.

Coba sesuai dengan Perda saja pasti mereka akan hati-hati ketika keluar tidak menaati protokol kesehatan.

Saya sempat Zoom dengan pihak Satgas dan ibu Bupati menyampaikan langsung melalui meeting Zoom bahwa Perda yang dibuat jangan tidak dilaksanakan efek jera seperti push up dan menyanyi Indonesia Raya itu tidak bermoral.

Kedes Balansiku sebatik induk, Memon agar perda ditinjau ulang atau di Revisi karena tidak bermartabat, ujar H.Firman Menegaskan.

(Yuspal)

Bagikan Buku, Persit KCK Kodim 0911/Nunukan Ingin Tingkatkan Literasi Generasi Muda Perbatasan

NUNUKAN – Sambil menyelam minum air, adalah peribahasa yang pas untuk menggambarkan kegiatan siang ini, Jumat (23/7) yang tengah digelar oleh Kodim 0911/Nunukan. Jumat Peduli merupakan kegiatan yang secara rutin dan serentak dilaksanakan oleh Kodim dan jajaran koramil untuk memberikan bantuan berupa sembako kepada panti asuhan, yayasan dan warga masyarakat pra sejahtera di wilayah.

Kegiatan yang sudah berjalan bahkan sebelum adanya pandemi covid-19 di Kabupaten Nunukan itu memang menjadi program andalan Kodim dalam membantu kesulitan warga dengan berbagi bersama.

Sementara itu, pada kesempatan ini Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LVIII Kodim 0911/Nunukan Ny. Lendha Eko Pur Indriyanto menginisiasi dengan membagikan buku tulis dan buku bacaan untuk anak-anak di panti asuhan atau yayasan.

Di era yang serba digital ini, literatur generasi muda mengalami penurunan. Meski teknologi berkembang begitu pesat, literasi anak-anak sejak usia dini juga wajib terus diasah dan dikembangkan guna mendampingi dalam meraih cita-citanya kelak.

Walaupun dihadapkan keadaan sulit akibat pandemi covid-19, Kodim 0911/Nunukan berharap bisa terus membantu warga masayarakat pra sejahtera dengan membagikan sembako serta bisa sekaligus memberikan pengertian terkait kebijakan PPKM Mikro dan protokol kesehatan serta meningkatakan minat baca atau literasi generasi muda khususnya di perbatasan Indonesia Malaysia.

(Pendim 0911/Nunukan)

900 Dosis Vaksin Ludes Diserbu Masyarakat

NUNUKAN – Vaksinasi covid – 19 massal yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan di Islamic Center Nunukan, Kamis (22/7), disambut dengan antusias oleh masyarakat. Kuota sebanyak 900 dosis vaksin yanag disiapkan habis disuntikkan kepada masyarakat sejak pukul 08. 00 hingga 16.30 Wita.

Dari 900 vaksin tersebut, 500 dosis diantaranya diperuntukkan bagi para pelayan publik, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), karyawan perbankan, dan pegawai di instansi – instansi vertikal. Sementara 400 dosis sisanya diperuntukkan bagi masyarakat umum.

Sebelum memulai vaksinasi, Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah memberikan pengarahan kepada seluruh tim yang terlibat dalam vaksinasi massal tersebut.

Dalam pengarahannya Wabup Hanafiah berharap agar para vaksinator melakukan tugasnya dengan baik sebagai bagian dalam melayani masyarakat.

H. Hanafiah juga menghimbau agar seluruh masyarakat dapat sadar dan mendisiplinkan diri masing – masing.

” Mari kita seluruh masyarakat untuk sama-sama sadar dengan mendisiplinkan diri masing-masing, sebab biar bagaimanapun imbauan pemerintah tanpa diikuti oleh masyarakat, saya kira itu akan sia-sia,” ujar H. Hanafiah.

Dalam keterangannya Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Kabupaten Nunukan Hasan Basri menyampaikan, vaksinasi covid – 19 massal tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang meminta agar segera menghabiskan stok vaksin yang masih ada.

“Sesuai arahan dari presiden tidak boleh ada stok vaksin di gudang, harus segera dihabiskan, kalau nanti datang lagi segera habiskan lagi sehingga mempercepat tercapainya kekebalan bersama (herd immunity) seperti yang kita harapkan bersama,” kata Hasan Basri.

Melihat antusiasme masyarakat mengikuti vaksinasi massal tersebut, Hasan Basri menyampaikan terima kasih dan apresiasinya. Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa semakin sedikit masyarakat yang menolak untuk divaksinasi covid – 19.

“Saya rasa semakin sedikit (yang menolak divaksin), buktinya ramai sekali tadi. Masyarakat sekarang semakin paham bahwa yang ramai – ramai di media sosial itu kebanyakan hoax saja,” ujarnya.

(Humas)

Dilaksanakan Secara Virtual, Aco Lundayeh 2 Tetap Berjalan Elegan dan Meriah

NUNUKAN – Itulah sepenggal pantun yang disampaikan oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura hafid dalam sambutannya saat pembukaan Virtual Festival Aco Lundayeh 2 sebagai ungkapan rasa antusiasnya atas terselenggaranya acara yang berjalan elegan dan meriah tersebut.

Festival Aco Lundayeh yang ke 2 kali ini memang berbeda dengan sebelumnya, mulai dari pembukaan acara, lalu persembahan lagu, paduan suara, parsembahan tari tarian, penampilan artis ibukota Maribeth Sonia serta dialog dan seminar dilaksanakan semuanya secara virtual. Di venue acara yang dipusatkan di Kantor Bupati Nunukan sendiri, pada Sabtu (17/07) tampak dihadiri oleh beberapa orang saja, seperti Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid yang didampingi Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah bersama Forkopimda.

Krayan indah panoramanya udara sejuk ramah warganya selamat dan sukses Aco Lundayeh ke dua lestarikan budaya untuk masa depan bangsa

Lebih lanjut dalam sambutannya, Bupati Laura menyampaikan meskipun hanya dilakukan secara virtual, pelaksanaan Aco Lundayeh ke 2 ini membawa kegembiraan serta tidak mengurangi semangat dari kebahagiaan warga Lundayeh menyambut acara ini, terlihat dari banyaknya peserta zoom yang tergabung, bukan hanya yang berada di kaltara juga banyak dari Jakarta, dan juga Papua.

” Meskipun dilaksanakan secara virtual karena situasi pandemi Covid 19, saya percaya bahwa tidak mengurangi nilai budaya dan semangat para warga Lundayeh untuk merayakan acara Festival Aco Lundayeh yang ke 2 ini, terlihat dari banyaknya peserta zoom dari beberapa provinsi bahkan dari luar Negeri,” ungkap Laura.

Menurut Laura sudah sejak berpuluh puluh tahun Dayak Lundayeh telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan negara kesatuan republik Indonesia. Putra putri Dayak Lundayeh telah tersebar di hampir seluruh pelosok negeri dan memberikan prestasi dan pengabdian terbaiknya di berbagai bidang.

Menurutnya kemampuan Dayak Lundayeh tetap eksis di tengah pergaulan sosial selama ini adalah buah komitmen dan konsistensinya dalam menjaga dan memelihara nilai nilai kearifan lokal dan norma yang dilandasi semangat Leh rasa persaudaraan dan gotong royong dan semangat untuk menjaga keseimbangan alam.

“Inilah yang menjadi guidance, panduan bagi masyarakat Dayak Lundayeh dalam menjalani kehidupan. Nilai nilai luhur ini selalu diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya sehingga terjadi sambung rasa secara terus menerus secara berkesinambungan. Kesinambungan inilah yang menjadi salah satu kata kunci dari gagasan untuk menggelar Festival Aco Lundayeh pada tahun ini”, ujar Laura.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus yang juga selaku Ketua panitia penyelenggara Aco Lundayeh ke 2 pada kesempatan ini juga mengatakan bahwa Aco Lundayeh dapat dimaknai sebagai hari semua komunitas Lundayeh dan Long Bawan di seluruh penjuru dunia, dimana Aco Lundayeh sebagai tempat untuk mengenal kembali budaya Lundayeh yang syarat akan pertunjukan budaya sebagai tatanan nilai budaya.

“Aco Lundayeh tidak dimaknai sebagai hari lahir atau hari memperingati hari komunitas Lundayeh, tetapi lebih pada memaknai sebagai ekstensi siapa Lundayeh itu sendiri. Oleh sebab itulah Aco Lundayeh syarat akan pertunjukan budaya sebagai upaya pencarian dan rekonstruksi kembali budaya Lundayeh sebagai tatanan nilai budaya, kearifan lokal, kebiasaan sosial ekonomi masyarakat Lundayeh itu sendiri”, ujar Serfianus.

Menurut Serfianus, sejak ditetapkan kabupaten Nunukan selaku penyelenggara Aco Lundayeh ke 2 pada pelaksanaan Aco Lundayeh 1 yang dilaksanakan di Malinau 3 tahun yang lalu, panitia sudah berusaha sekuat tenaga merancang agar pelaksanaan yang tepatnya hari ini berlangsung lebih meriah, tetapi karena pandemi Covid 19, sehingga dilaksanakan hanya secara virtual.

” Sebagian kesimpulan rapat yang dilakukan bersama ketua persekutuan Lundayeh, bahwa pelaksanaan Aco Lundayeh ke 2 kali ini hanya diisi oleh webinar, kemudian kegiatan budaya ditiadakan untuk menghindari kerumunan. Diharapkan dalam virtual ini, semua Lundayeh dapat mengemukakan pendapatnya sesuai dengan 3 topik yang ditentukan panitia, dan rangkuman tersebut nantinya akan dirumuskan oleh panitia menjadi sebuah buku bunga rampai, yang memuat mimpi atau harapan warga Lundayeh tentang masa depan dirinya sendiri dan komunitas Lundayeh di bidang Budaya, SDM, Politik, Sosial dan Ekonomi”, tambah Serfianus.

Seusai mendengar sambutan Wakil Gubernur Kalimantan Utara sekaligus Ketua Umum Persekutuan Dayak Lundayeh Yansen Tipa Padan dan pembukaan oleh Gubernur Kalimantan Utara Zainal A Paliwang, acara dilanjutkan dengan dialog interaktif bersama peserta zoom dengan 3 topik yang sudah disiapkan oleh panitia dengan dipandu oleh Helmi Pudaaslikar dan Gat Khaleb.

(Humas)