Sekprov Apresiasi Back to School Run 5K, Perkuat Ekosistem Olahraga

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas inovasi Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tanjung Selor yang menggelar Back to School Run 5K dalam rangka peringatan hari jadi ke-47, Minggu (12/4) pagi.

Sebanyak 590 pelari dilepas langsung di garis start. Sekprov Denny menegaskan kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga prestasi di Bumi Benuanta.

Denny menjelaskan kegiatan tersebut lahir dari ide bersama para alumni yang ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Pelaksanaannya juga melibatkan komunitas Begimpor Malam yang didominasi alumni.

“Kegiatan ini merupakan hasil aspirasi alumni yang ingin membuat sesuatu yang baru. Kami berupaya menyiapkan kegiatan ini dengan baik sebagai langkah awal,” ujar Denny.

Ia menambahkan, kegiatan Back to School Run 5K ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Kaltara Begimpor 2026 dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan.

Denny menyebut, kegiatan ini menjadi bagian dari perjalanan menuju Kaltara Begimpor 2026, sekaligus membuka peluang untuk menjadikannya agenda rutin tahunan.

“Targetnya kegiatan ini menjadi kalender rutin tahunan yang ditunggu-tunggu oleh para runners di Kaltara. Selama kondisi memungkinkan dan dikelola dengan baik, kita akan terus tingkatkan kualitasnya,” tambahnya.

Selain itu, Denny berharap ajang ini dapat menjadi wadah menjaring bibit-bit atlet potensial, khususnya dari kalangan pelajar untuk dipersiapkan menuju ajang nasional.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara berkomitmen memberikan dukungan penuh agar kegiatan ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

“Ajang ini adalah tempat bagi para pelari untuk mengasah hasil latihan mereka. Diharapkan dari lintasan ini akan lahir atlet-atlet yang mampu membawa nama harum Kaltara di tingkat nasional,” pungkasnya.

(dksip)

Kunker Pansus IV DPRD Kaltara Ke Perpustakaan RI

JAKARTA – Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia di Jakarta, Kamis (9/4/26), dalam rangka penguatan substansi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi.

Kunjungan ini merupakan bagian dari tahapan pembahasan dan finalisasi Ranperda yang tengah disusun, sekaligus upaya memperkaya materi regulasi melalui konsultasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Perpusnas dan mitra strategis di bidang literasi.

Rombongan Pansus IV dipimpin oleh Dr. Syamsuddin Arfah bersama Anggota Pansus IV lainnya, Tamara Moriska, SH., MH., Muhammad Hatta, Listiani, Rahman, S.K.M., dan Dino Andrian, SH., serta perwakilan dari perangkat daerah seperti Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Utara. Turut hadir pula mitra pembangunan seperti INOVASI Kaltara dan Badan Standar Kurikulum dan Asesment Pendidikan.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan strategis disampaikan terkait arah kebijakan pengembangan literasi di daerah. Pihak INOVASI Kaltara menekankan pentingnya penguatan literasi dasar, tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga pemahaman terhadap isi bacaan.

Program pelatihan guru yang telah berjalan sejak 2017 dinilai berhasil meningkatkan capaian literasi dan numerasi di tingkat sekolah dasar, sehingga perlu terus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Ketua Pansus IV, Dr. Syamsuddin Arfah, menyampaikan bahwa Ranperda yang tengah disusun tidak hanya berfokus pada aspek perbukuan, tetapi juga mendorong tumbuhnya budaya literasi di tengah masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya peran aktif lembaga seperti Bunda Literasi agar tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan minat baca.

Sementara itu, pihak Perpusnas RI melalui Kepala Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan (Deputi II), Dr. Adin Bondar, S.Sos., M.Si.., memberikan sejumlah catatan penting. Salah satunya terkait perlunya keselarasan antara Ranperda dengan regulasi nasional, serta tantangan perkembangan teknologi informasi, termasuk kehadiran kecerdasan buatan (AI) yang turut mengubah pola akses informasi masyarakat saat ini.⁣

Perpusnas juga mendorong agar pemerintah daerah lebih menitikberatkan pada penguatan kelembagaan perpustakaan dan ekosistem literasi, dibandingkan hanya berfokus pada aspek perbukuan. Hal ini dinilai penting mengingat perpustakaan merupakan layanan dasar yang wajib disediakan oleh pemerintah daerah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.⁣

Selain itu, dibahas pula pentingnya membangun ekosistem literasi yang komprehensif, mulai dari penyediaan buku dalam bentuk cetak maupun digital, penguatan distribusi hingga menjangkau masyarakat luas, hingga pemberdayaan penulis lokal dan pengembangan industri penerbitan di daerah.⁣

Dari hasil kunjungan tersebut, Pansus IV DPRD Kalimantan Utara merumuskan sejumlah poin penting, di antaranya pemetaan pengaturan buku cetak dan digital, penguatan distribusi bahan bacaan hingga tingkat keluarga, sekolah dan masyarakat, serta penegasan peran institusi literasi seperti Bunda Literasi dan Duta Baca Daerah.⁣

Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat Ranperda yang tengah disusun agar lebih komprehensif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Utara melalui penguatan budaya literasi yang berkelanjutan.

(Humas DPRD Kaltara)

Pansus IV DPRD Kaltara Matangkan Ranperda Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi Sebagai Landasan Penguatan Literasi di Kalimantan Utara.

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Utara melalui Panitia Khusus (Pansus) IV terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pengembangan Perbukuan dan Budaya Literasi melalui kunjungan kerja ke Pusat Perbukuan (Pusbuk), Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kamis (09/4/26).

Rombongan Pansus IV yang dipimpin oleh Dr. Syamsuddin Arfah bersama Anggota Pansus IV lainnya, Tamara Moriska, SH., MH., Muhammad Hatta, Listiani, Rahman, S.K.M., dan Dino Andrian, SH., diterima langsung oleh Kepala Pusat Perbukuan Supriyanto, S.Pd., M.A.

Ketua Pansus IV, Dr. Syamsuddin Arfah, menyampaikan bahwa pembahasan ranperda telah memasuki tahap substansi dan akan segera dirampungkan. Ia menekankan pentingnya regulasi ini sebagai landasan penguatan literasi di Kalimantan Utara.

“Pembahasan sudah sampai pada batang tubuh. Kami berharap perda ini bisa menjadi pilot project dan menjadi rujukan bagi daerah lain,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Pusat Perbukuan, mengapresiasi inisiatif DPRD Kaltara yang dinilai sebagai langkah progresif. Kalimantan Utara bahkan disebut sebagai provinsi pertama yang menginisiasi regulasi perbukuan secara komprehensif di tingkat daerah.

Ia menjelaskan bahwa regulasi ini penting untuk mendukung tata kelola perbukuan yang bertujuan menghadirkan buku yang bermutu, terjangkau, dan merata.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama rendahnya daya baca siswa meskipun minat baca tergolong tinggi. Berdasarkan temuan, sekitar 98 persen siswa sekolah dasar menyukai membaca, namun kemampuan memahami bacaan masih rendah.

Anggota Pansus, Dino Andrianto, menyoroti fenomena rendahnya daya baca generasi muda sebagai latar belakang utama penyusunan ranperda ini.

“Kami melihat ada kesenjangan antara minat dan kemampuan membaca. Ini yang ingin kami jawab melalui regulasi,” katanya.

“Masalah utamanya bukan minat, tetapi kualitas dan kesesuaian buku dengan usia anak,” ungkap Supriyanto.

Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang mampu memastikan ketersediaan buku yang berkualitas, terjangkau, dan sesuai dengan jenjang usia.⁣

Ranperda ini juga diarahkan untuk memperkuat literasi dasar, mendukung pengembangan penulis lokal, serta meningkatkan pemerataan akses buku di daerah. DPRD Kaltara optimistis regulasi ini dapat menjadi percontohan nasional dalam pengembangan perbukuan dan literasi berbasis daerah.⁣

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kaltara akan melanjutkan pembahasan secara intensif, termasuk melakukan harmonisasi regulasi serta melibatkan pendampingan dari Kejaksaan.⁣

Ranperda ini diharapkan dapat memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong kemandirian daerah dalam pengelolaan perbukuan tanpa bertentangan dengan kebijakan nasional.

(Humas DPRD Kaltara)

Gubernur Serap Aspirasi Mahasiswa BEM se-Kaltara

TARAKAN – Suasana hangat terasa di sebuah pertemuan sederhana namun penuh makna, saat Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., duduk bersama mahasiswa dalam diskusi santai di Rumah Makan B21 Tarakan, Jumat (10/4) malam.

Di tengah jamuan makan malam, percakapan mengalir tanpa sekat. Mahasiswa yang tergabung dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Wilayah Kaltara menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan mereka terhadap pembangunan daerah.

Gubernur Zainal tampak serius mendengarkan setiap masukan yang disampaikan. Baginya, mahasiswa bukan hanya peserta diskusi, tetapi bagian penting dari masa depan Kaltara.

“Saya selalu terbuka menerima masukan, gagaasan dan ide dari mahasiswa, karena kalian adalah generasi penerus pembangunan Kaltara kedepan,” kata Zainal.

Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyoroti kebutuhan akan sekretariat BEM yang representatif, serta persoalan beasiswa yang dinilai mengalami penurunan.

Menanggapi hal itu, Zainal langsung merespons dengan pendekatan solutif.

“Untuk sekretariat, akan kita upayakan, termasuk opsi menyewa tempat,” ujarnya.

Zainal juga mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tekanan akibat berkurangnya pendapatan. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan akses pendidikan bagi mahasiswa.

“Kita cari jalan supaya tidak ada mahasiswa yang berhenti kuliah. Data yang terkendala UKT akan kita kumpulkan untuk dicarikan solusi,” tambahnya.

Menutup pertemuan, Zainal menyampaikan aspirasi dan harapannya agar Muswil BEM ini dapat melahirkan ide-ide segar yang mampu mendorong kemajuan Kaltara.

Turut mendampingi dalam kegiatan ini, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Kaltara, Jaini, S.Hut., M.P., serta Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Saiful Bachry, S.E.

(dkisp)

Sekprov Pimpin Evaluasi Kinerja JPT Pratama Dukung Penerapan WFA

TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., melaksanakan rapat Evaluasi Kinerja Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara Tahun 2026 secara virtual daring dari kediamannya, Jumat (10/4).

Rapat ini turut diikuti oleh Tim Evaluasi Kinerja, di antaranya Inspektur Inspektorat Daerah Kaltara Yuniar Aspiati, S.E., M.AP dan Prof. Dr.-Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T.

Sekprov Denny menyampaikan bahwa evaluasi ini bertujuan memastikan seluruh perangkat birokrasi bekerja selaras untuk mendukung pencapaian pembangunan daerah.

“Evaluasi ini untuk memastikan semua perangkat daerah bekerja sejalan agar tujuan pembangunan bisa tercapai,” kata Denny.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus menjaga birokrasi tetap adaptif, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Selain itu, Denny menegaskan bahwa pelaksanaan rapat secara daring merupakan bagian dari penerapan Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Pemprov Kaltara.

“Kebijakan ini tetap memastikan pelayanan publik berjalan normal, terutama bagi perangkat daerah yang melayani masyarakat langsung,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan WFA dinilai sebagai langkah efisiensi yang relevan di tengah dinamika global, tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pemprov Kaltara berkomitmen untuk terus membangun sistem manajemen ASN yang profesional, transparan dan berkelanjutan.

(dkisp)