Diknas Usulkan Penerimaan Guru Honorer Dan Formasi Umum Ke BKN Pusat

Nunukan Kalimantan Utara pada hari Selasa 23/06/2021 H.Junaidi. SH Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan didampingi Ridwan AS, S.Sos Jabatan Kepala Bidang Pembinaan dan Ketenagaan dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara.

Bahwa sesuai dengan surat keputusan Mentri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reparasi Birokrasi Tentang Penetapan kebutuhan pegawai aparatur sipil negara dilingkungan pemerintah kabupaten nunukan tahun anggaran 2021.

khususnya Penerimaan PNS Guru bahwa Kualifikasih Pendidikan bagi jabatan guru pada intansi pemerintah daerah merujuk surat edaran direktur jenderal guru dan tenaga kependidikan, Kementrian pendidikan dan kebudayaan No: 1460/B.B1/GT.02.01/2021, tanggal 15 maret 2021 tentang kualifikasi akademik dan sertifikasi pendidik dalam pendaftaran pengadaan guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja tahun 2021.

Menurut Ridwan.As.S.Sos bahwa kebutuhan guru khususnya di Kabupaten Nunukan ini banyak sekali guru yang kita butuhkan karena memang terutama di wilayah sangat terpencil daerah pedalaman ini sangat minim sekali .

Jadi tahun 2020 berdasarkan hasil rakor antara Kementerian Pendidikan Kemudian dari Kemenkes, BKN, Menkeu, Mendagri mengundang seluruh dinas pendidikan provinsi kabupaten kota se Indonesia terkait tentang penerimaan P3K untuk guru, bahwa kalau kita berbicara di Nunukan kebutuhan guru kita untuk Sekolah Dasar (SD) itu sebanyak 581 orang.

Kalau guru SD itu terbagi menjadi guru kelas dan guru mata pelajaran seperti Penjas agama untuk guru agama ini tergantung dari agama yang dianut oleh siswa di sekolah masing-masing.

Kemudian kalau untuk SMP guru mata pelajaran juga kita masih kekurangan 288 orang dari berapa mata pelajaran, maka kebutuhan guru total semuanya itu masih berjumlah sekitar 869 orang yang kita butuhkan.

Namun demikian kalau kita mengajukan sebanyak itu juga harus mengacu pada pada kemampuan keuangan daerah karena ini saja kita masih dilema apakah benar kalau kita berbicara kemarin di rakor memang dari Kementerian Keuangan menyatakan bahwa gaji untuk P3K guru itu itu dibayarkan pusat transfer melalui
amun demikian ini belum ada kejelasan di surat edaran yang disampaikan oleh Kementerian Apakah itu sudah sesuai atau tidak pernah kedua kita juga menghitung angka besaran tunjangan tambahan penghasilan nya guru P3K itu artinya itu dibayarkan oleh daerah melalui maka kita menghitung berapa kemampuan daerah itu untuk pengajian Guru ya atau PNS secara keseluruhan nanti kita bekerja sama dengan badan Badan Kepegawaian dan sumber daya pengelolaan sumber daya manusia BKP SDM itu .

kita sudah mengusulkan kemarin berdasarkan formasi kebutuhan kita sebanyak 525 orang Guru Namun demikian yang sudah disetujui oleh Menpan itu sebanyak 475 itulah yang di tahun 2021 ini dilaksanakan seleksi namun belum ada kejelasan kapan untuk pelaksanaan seleksi. Ujar Ridwan Mantan Staf Humas protokol Pemkab nunukan pada Jaman kepemimpinan H.Abful Hafid AHmad bersama Kasmir Foret MM

Berdasarkan informasi yang kita baca di YouTube media massa mungkin ada penundaan jadwal seleksi P3K karena mungkin masih ada teknis yang perlu dibahas terkait pelaksanaan seleksonya, ini yang kita tunggu informasi lebih lanjut.

Saat ditanya bahwa Kabupaten Nunukan masih Kekurangan Guru?

Menurut Ridwan AS.S.Sos bahwa berbicara mencukupi kan sudah saya sebutkan tadi angka kebutuhan kita itu 869 sementara formasi yang kita diberikan hanya 475 yang disetujui oleh Menpan Ini kan baru dikatakan separuhnya.

Perlu diketahui bahwa kebutuhan guru ini banyak juga yang tidak bisa terakomodir terkait ijazah dari guru yang ada, salah satunya kalau kita lihat di data Dapodik itu guru honor itu hanya sekitar 11 atau 15-an orang yang memiliki ijazah Bimbingan Konseling (KB).

Sementara formasi kita itu kan 38 orang artinya banyak yang dari luar yang kemudian guru-guru Tik sedikit saja dan masih banyak yang guru yang belum memiliki sarjana komputer padahal syarat menjadi guru tik harus memiliki sertifikat komputer.

Kemudian guru prakarya, guru prakarya ini kita memang sangat butuh hanya saja sedikit yang memiliki ijazah termasuk guru mata pelajaran seni budaya kita juga banyak butuh hanya saja yang memiliki jasa itu minim sekali.

Oleh sebab itu dari total Guru yang Rencana Kita terima itu kurang lebih 869 orang ini memang secara bertahap kita akan lakukan sesuai kemampuan keuangan daerah, kalau daerah mampu pasti juga banyak nyak menyediakan mengusulkan formasi.

Dengan Terbatasnya keuangan daerah apalagi keuangan daerah kurang Stabil maka kita juga berhitung itu jangan sampai nanti kita belanja pegawainya lebih tinggi dibandingkan dengan belanja kebutuhan lain.

Termasuk juga masalah infrastruktur, sosial, kesehatan Oleh sebab itu perlu kita berhati-hati terhadap usulan formasi ini kenapa, kita mengusulkan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah.

lanjud Ridwan bahwa kalau kita berbicara persyaratan dari pada P3K itu sendiri PTK guru ini kan dari usia 21 tahun sampai usia 59 tahun artinya kan P3K di khusus untuk semua guru honor ya karena di sana gitu kan 3.

Pertama adalah guru honor di sekolah baik negeri maupun swasta yang terdaftar di Dapodik dan data di Dapodik kemudian yang terdapat di BKN atau guru K2.

Kedua kita sudah melakukan pendataan ( database) yang PKN itu bisa mengikuti.

Ketiga guru yang baru lulus tetapi harus memiliki sertifikat pendidik Jadi kalau tidak memiliki tidak bisa walaupun dia honor tidak terdata di data Dapodik Tetapi dia memiliki sertifikat pendidik dia boleh mengikuti.

Jadi ada tiga (3) kategori kemudian usia-usia dari 21 tahun sampai usia 59 Tahun artinya satu tahun begitu juga diangkat tahun berikutnya dia Sudah memasuki Masa pensiun di usia 60 tahun.

Jadi itulah pemerintah memberikan keluasan atau membantu para guru honor ini agar mereka bisa masuk menjadi P3K, adapun yang masalah usia yang mengabdi maupun masa pengabdiannya puluhan tahun sudah di atas 40-an misalnya itu mungkin ada pada ketentuan-ketentuan tersendiri yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan terutama dari penambahan nilai poin.

Misalnya dia ada poin 1 poin 2 dan sebagainya ada penambahan walaupun itu nilainya sama dilihat dari masa kerja dan usia sudah sekian mungkin ada penambahan poin

(YUSPAL)

Dorong Berkembangnya Literasi, Dinas Perpustakaan Nunukan Luncurkan POCADI dan iNunukan

Nunukan – Di tengah perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi, budaya atau kebiasaan membaca semakin mengalami kemunduran. Tanpa membaca, tidak akan ada budaya atau peradaban yang bisa dibangun oleh manusia”. 

Hal itu disampaikan oleh Bupati Nunukan yang diwakili oleh Asisten Administrasi Setda H. Asmar saat meluncurkan POCADI (Pojok Baca Digital) yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan di Ruang Pertemuan VIP lt. IV Kantor Bupati Nunukan, Selasa (20/04).

Kegiatan yang bertema “Tingkatkan Kemampuan Literasi, Inovasi, dan Kreativitas, Di Era Globalisasi dan Revolusi Industri 4.0″ ini juga dihadiri oleh  Direktur Aksaramaya, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Nunukan dan 500 siswa-siswi SD, SMP, dan SMA yang mengikuti secara virtual.

Lebih lanjut H. Asmar menyampaikan bahwa di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi seperti saat ini, budaya atau kebiasaan membaca di masyarakat justru terlihat mengalami kemunduran. 

Budaya membaca, utamanya membaca buku mulai tidak menarik lagi untuk dilakukan. Kalaupun membaca sesuatu, sering kali tidak utuh atau sepotong-sepotong.

Tambahnya lagi, di era digitalisasi ini, masyarakat menginginkan sesuatu yang serba cepat, serba praktis, serta murah, dan menarik, termasuk soal buku. 

Bukan saatnya lagi orang menenteng buku tebal kemana-mana dan membacanya saat waktu senggang. Masyarakat sekarang ingin buku-buku yang bisa diakses dari perangkat HP, sehingga membaca bisa dilakukan secara praktis dimanapun.

“Saya bersyukur, perpustakaan Kabupaten Nunukan akhirnya mampu menjawab tantangan itu dengan baik. Pada hari ini, kita bersama-sama akan melakukan Launching Layanan Perpustakaan Digital oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Nunukan. Melalui aplikasi iNunukan,

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Nunukan telah menyusun program-program untuk pengoptimalisasi layanan perpustakaan yang berbasis TIK. Saya berharap, fasilitas perpustakaan digital ini mampu meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat di Nunukan”, ujarnya. 

Dalam laporannya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Nunukan Drs. H. Moh. Arsyad  menyampaikan bahwa iNunukan merupakan hibah dari Aksaramaya yang berkedudukan di Jakarta. Perpustakaan Digital adalah perpustakaan yang mempunyai koleksi buku sebagian besar dalam format digital yang bisa diakses melalui komputer, gawai, atau smartphone, jenis perpustakaan ini berbeda dengan jenis perpustakaan konvensional yang merupakan kumpulan buku tercetak.

“Saat ini iNunukan memiliki koleksi buku digital sebanyak 1307 buku. Yang pertama hibah dari Aksaramaya buku SD sebanyak 350 buku, SMP sebanyak 227 buku, dan SMA sebanyak 111 buku. Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Nunukan berjumlah 619 buku, yang terdiri dari APBD tahun 2019 sebanyak 85 buku, DAK tahun 2020 sebanyak 534 buku, jadi jumlah eksemplar sebanyak 1715 buku”, ujar H. Arsyad. 

Selain itu H. Arsyad juga mengatakan bahwa Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kab. Nunukan juga melaksanakan kegiatan nasional yaitu tranformasi berbasis inklusif  sosial yaitu suatu pendekatan pelayanan perpustakaan yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat pengguna perpustakaan.

“Transformasi tersebut dapat diwujudkan dalam 4 peran yaitu perpustakaan sebagai pusat ilmu pengetahuan, pusat kegiatan masyarakat, dan pusat kebudayaan, perpustakaan merancang lebih berdaya guna bagi masyarakat, perpustakaan menjadi modal untuk menemukan solusi permasalahan masyarakat, yang terakhir perpustakaan memfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki”, tambah H. Arsya. ( ADV* )

Yayasan Izzatul Qur’an Akan Bangun Pondok Pesantren Modern di Nunukan

Nunukan – Generasi muda adalah pewaris dari sebuah peradaban. Akan bagaimana warna sebuah bangsa kedepan, dapat dilihat dari peran generasi mudanya saat ini.

Begitupun dalam persaingan global kwalitas generasi mudanya juga teramat menentukan, apakah Indonesia akan jadi perserta atau malah hanya akan menjadi penonton. Jika Indonesia ingin maju setara dengan bangsa lain, tentu dibutuhkan sumber daya manusia unggul dan itu hanya dapat diwujudkan dari generasi muda yang berdaya saing

Demikian diungkapkan Direktur Pesantren Yayasan Izzatul Qur’an Nunukan, Ust Bambang Galih Setiawan disela – sela peletakan batu pertama pembangunan pesantren Al Izzah oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) di Jl. Cut Nyak Dhien, Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (9/4).

“Tapi berilmu pengetahuan dan berkemajuan dalam teknologi saja tak cukup. Harus dibarengi dengan terbinanya mental dan akhlak yg baik. Dan salah satu upaya pembinaan akhlak adalah pendidikan berbasis agama terutama pesantren,” ujarnya

Keterangan Foto: Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang menerima cindera mata dari Direktur Yayasan Izzatul Qur’an Ust Bambang Galih Setiawan , Sabtu (9/4)

Dan pesantren yang akan dibangun tersebut, ungkap Bambang, memang bertujuan terlibat dalam pembinaan akhlak generasi muda. Karena pendidikan akhlak, ungkapnya, akan akan melahirkan generasi rabbani, atau generasi yang bertaqwa, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Untuk itu, sebagai aktualisasi mencetak kader-kader bangsa yang religius, pesantren Al Izzah ini akan mengajarkan berbagai ilmu keagamaan terutama Tahfiz dan Bahasa Arab,” paparnya.

Namun tanpa mengesampingkan ilmu pengetahuan di bidang sains, teknologi dan ilmu pengetahuan lainnya, Bambang mengungkapkan bahwa Pondok Pesantren Al Izzah nantinya juga akan mengajarkan kurikulum yang tak beda dengan pendidikan formal.

“Sehingga dapat dikatakan, bahwa Pesantren Al Izzah ini nantinya akan menjadi Pondok Pesantren Modern sebagaimana Ponpes Gontor juga Ponpes Modern lainya,” ungkap Bambang.

Pondok Pesantren Al Izzah, ungkap Bambang, nantinya juga akan berdiri di atas semua golongan. Dengan hal tersebut maka tidak akan ada sekat pembeda antara satu siswa dengan lainya.

“Perlu diketahui, Ponpes Al Izzah ini berdiri di atas semua golongan. Untuk itu kita selalu berkomunikasi dengan tokoh – tokoh dari NU, Muhamadiyah, LDII dan ormas keagamaan Islam lain,” tandasnya.

Pada kesempatan sebelumnya, usai melakukan peletakan batu pertama, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang mengapresiasi upaya Yayasan Izzatul Qur’an dalam mencetak kader bangsa yang nasionalis dan religius.

Menurut Zainal, pembentukan karakter anak bangsa salah satunya memang ditempa lewat pendidikan moral keagamaan dan salah satunya adalah Pesantren.

“Saya mengapresiasi dan bangga dengan upaya Yayasan Al Izzatul Qur’an ini. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, saya mengawali pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren ini. Semoga Pesantren ini nantinya akan menjadi salah satu motor penggerak pendidikan di Perbatasan,” kata Zainal.(Eddy Santry)

Gubernur Erzaldi Tagih Kesiapan Atlet Babel Hadapi PON XX di Papua


BerandaNKRInews.com|PANGKALPINANG||Gubernur Erzaldi kumpulkan pengurus provinsi (pengprov) dan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), guna mencari solusi terkait belum dikucurkannya dana hibah untuk operasional dan persiapan atlet Babel untuk bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan diselenggarakan di Papua pada 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Orang nomor satu di Babel ini sangat menyayangkan kurangnya koordinasi sehingga dana hibah belum dapat dikucurkan. Dirinya mengakui bahwa, pandemi Covid-19 membuat konsentrasi anggaran difokuskan untuk menanggulangi penyebaran Virus Corona di Babel, sehingga banyak anggaran yang di refocusing.

“Dana hibah tahun ini memang tidak dapat disamakan jumlahnya dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun kami berupaya agar, atlet Babel bisa ikut pada PON XX nanti. Karenanya kami minta KONI menyusun pengajuan anggaran program, sesuai dengan prioritas atlet yang akan bertanding. Kebutuhan tersebut menjadi acuan kami dalam menentukan jumlah dana hibah tersebut,” ujarnya dalam Rapat Pembahasan Dana Hibah kepada KONI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Ruang Rapat Pasir Padi, Senin (5/4/2021).

Dirinya prihatin karena, beberapa atlet Babel mengeluhkan minimnya fasilitasi dari KONI Babel. Untuk itu, Bang ER demikian dia disapa, tidak ingin masalah ini berlarut-larut karena PON sebentar lagi akan dilaksanakan namun persiapan atlet belum maksimal.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Babel, Elfandi mengakui kurangnya koordinasi dalam pengajuan anggaran dari masing-masing cabang olahraga (cabor).

“Sebelumnya KONI mengusulkan anggaran untuk tahun 2021 sebesar Rp15 miliar namun anggaran tersebut tidak dapat diakomodir karena pandemi dan rencananya direfocusing sehingga dirinya pun meminta setiap cabang olahraga (cabor) untuk menyesuaikan kembali usulan anggarannya. Untuk itu, kami akan melakukan upaya intensif bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Babel agar dana hibah ini dapat terealisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Suharto Kepala Dispora Babel mengatakan, pihaknya berupaya keras agar jumlah dana hibah ini sesuai.

“Namun upaya ini tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, diperlukan sinergi dengan KONI. Bergerak di bidang olahraga, sportivitas harus dikedepankan. Jadi mari kita kawal bersama agar atlet kita dapat berjuang di PON nanti,” tegasnya.

Gubernur Erzaldi pun meminta agar KONI Babel segera menyusun program dan usulan anggaran dan menyerahkan kepada Pemprov.Babel.

“Saya minta usulan ini selesai sebelum 20 April 2021. Karena atlet yang sudah latihan dengan keras, tidak akan bermakna apa-apa jika tidak ikut bertanding. Apalagi saat ini Babel menjadi salah satu destinasi sport tourism,” pungkasnya. (*)

Wartawan: Yogi Pranata, A.Md

Sarpras Pendidikan di Babel Salahsatu Terlengkap di Indonesia


BerandaNKRInews.com–PANGKALPINANG | Tidak banyak yang tahu informasi  bahwa, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) punya sarana dan prasana (sarpras) pendidikan yang memadai dan salah satu yang terlengkap di Indonesia.
     
Rupanya, provinsi ke-31 di Indonesia ini pelan-pelan menjelma menjadi provinsi yang fokus membangun sumber daya manusia melalui bidang pendidikan.
     
Karena bidang yang strategis untuk meningkatkan SDM adalah bidang pendidikan. Nah, dalam pemenuhan Standar Nasional Pendidikan (SNP), provinsi yang dipimpin oleh Erzaldi Rosman ini, dianggap telah memenuhi 8 standar SNP. Seperti yang diungkap oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemprov. Babel, M. Soleh, Kamis (25/3/2021).
     
“Ada delapan standar di SNP, di mana Gubernur Babel sangat komit untuk pemenuhan delapan standar nasional tersebut. Ini tidak terlepas dari upaya gubernur untuk memajukan pendidikan di Babel,” terang M. Soleh.
     
Kedelapan SNP yang menjadi konsentrasi Gubernur Erzaldi dan sekarang telah terpenuhi di Pemprov. Babel meliputi, standar isi, yang merupakan komponen materi dan tingkat kompetensi dalam rangka mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, beban belajar, KTSP, dan juga kalender akademik.
     
Kemudian kedua, standar proses, yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran di masing-masing satuan pendidikan. Pelaksanaan dan pencapaian standar proses diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, partisipatif dengan berdasarkan pada standar kompetensi lulusan.
     
Ketiga, standar kompetensi lulusan, yang merupakan kriteria atau kualifikasi yang menyangkut kemampuan lulusan yang terbagi atas kemampuan sikap, pengetahuan dan keterampilan.
     
Keempat, standar pendidik dan tenaga kependidikan, di mana Babel juga telah mampu bertaraf nasional, yang merupakan kriteria pendidikan prajabatan, kelayakan fisik, dan mental, serta pendidikan dalam jabatan.
     
Kemudian, standar sarana dan prasarana.
Patokan ini mencakup tentang kriteria minimal sarana dan media yang menyokong pembelajaran, misalnya ruang belajar, tempat berolahraga, tempat melaksanakan ibadah, perpustakaan, laboratorium, sarana bermain, dan lain sebagainya.
    
Selanjutnya standar yang telah terpenuhi di Babel adalah standar pengelolaan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan pendidikan secara efektif dan efisien, pada tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi hingga pengelolaan tingkat nasional.
     
Ketujuh, standar pembiayaan. Di sini berapa standar biaya yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pendidikan perlu diatur berdasarkan standar tertentu. Standar pembiayaan merupakan aturan yang merinci komponen dan besarnya biaya operasi satuan pendidikan yang berlaku dalam kurun satu tahun. Standar biaya tersebut terbagi menjadi biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal.
     
Terakhir, standar penilaian pendidikan, di mana Babel juga telah mencapai standar ini, yang berkaitan dengan segala macam mekanisme, prosedur, instrumen penilaian untuk mengetahui hasil belajar peserta didik.
     
“Pemenuhan standar-standar ini adalah upaya pak gubernur untuk memajukan pendidikan di Babel. Ini terbukti dari beberapa prestasi dari kepemimpinannya,” terang Soleh.
     
Nah, prestasi itu antara lain, untuk bidang sarana prasarana, Babel termasuk peringkat 3 nasional. Untuk uji kompetensi guru, Babel masuk peringkat 5 nasional. Uji kompetensi kepala sekolah masuk peringkat 5 nasional. Uji kompetensi pengawasan masuk 4 nasional.
     
“Tentu prestasi yang kita raih ini tidak terlepas dari komitmen pak gubernur dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Babel,” sebutnya.
     
Menurut Soleh, agar prestasi ini tidak stagnan, sudah barang tentu provinsi yang lahir 21 November tahun 2000 ini ke depan tetap membutuhkan figur yang benar-benar mampu mengimbangi kemajuan bidang pendidikan yang telah dicapai saat ini.
     
“Mudah-mudahan pemimpin yang peduli terhadap pendidikan ini, dalam meningkatkan SDM yang berkualitas dapat terus kita pertahankan dan upayakan menjadi contoh ke depan,” harap Soleh.
     
Sementara di kesempatan yang berbeda, Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengakui bahwa di bawah kepemimpinannya, pembentukan karakter dan kualitas SDM memang menjadi konsentrasi agar provinsi yang tergolong muda ini bisa menyamai derap langkah provinsi lainnya dalam mengembangkan SDM.
     
“Seperti sarana prasarana SMA/SMK di Babel sudah memadai bahkan termasuk terlengkap di Indonesia. Saya selaku gubernur akan terus mensupport sesuai dengan kebutuhan di dunia kerja. Seperti support pemprov kepada SMKN 4 untuk fokus di dunia usaha khususnya perikanan agar kelak lulusannya menjadi entrepreneur yang berkarakter,” ujar Gubernur Erzaldi dalam pesan singkatnya. (*)

Wartawan: Agus Savar Muslim, S.H
Sumber: Diskominfo Prov. Babel