Fahira Idris Adakan Donor Darah dan Bakti Sosial Untuk Negeri

JAKARTA – Dalam rangka menyerap aspirasi warga, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia daerah pemilihan Provinsi DKI Jakarta, Hj. Fahira Idris menggelar acara donor darah dan bakti sosial pada Minggu (17/01/2021) di Kantor Walikota Jakarta Timur.

“Hal ini dilaksanakan untuk mendukung PMI DKI Jakarta dalam memenuhi kebutuhan darah bagi masyarakat yang membutuhkan, hari ini kami targetkan terkumpul 500 kantong darah, Insha Allah kegiatan ini kami laksanakan setiap bulan selama tahun 2021,” ungkap Fahira Idris saat acara donor darah untuk negeri di Kantor Walikota Jakarta Timur, Minggu, (17/01/2021).

Hari ini, kata Fahira, saya ingin mengajak untuk seluruh warga DKI Jakarta mendonorkan darahnya tanpa rasa takut karena pandemi.

Lebih lanjut, Dia menegaskan, PMI DKI Jakarta memastikan bahwa berdonor darah di masa pandemi tetap aman, karena PMI senantiasa menerapkan protokol kesehatan Covid secara ketat.

“Pada kesempatan ini, sekali lagi saya mengajak warga untuk berbagi kehidupan dengan beramal melalui donor darah,” imbuhnya.

Selain donor darah, Fahira juga mengajak agar warga DKI Jakarta berpartisipasi dalam aksi amal dengan berdonasi kemanusiaan Bulan Dana PMI DKI Jakarta tahun 2021 yang berlangsung hingga akhir Desember 2021 ini.

“Nah! Bagi yang memiliki kelebihan rezeki untuk membantu operasional PMI dalam kegiatan kemanusiaan dengan berdonasi pada Bulan Dana PMI,” pungkasnya.

( Fri )

BMKG: Waspada Peningkatan Multi Risiko Bencana

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi multi risiko baik dari aspek cuaca, iklim, gempa atau tsunami yang semakin meningkat terutama memasuki Januari, Februari hingga Maret 2021.

“Sampai Maret masih ada potensi multirisiko, tapi untuk hidrometeorologi puncaknya pada Januari-Februari. Tapi seiring dengan itu, potensi kegempaan juga meningkat, mohon kewaspadaan masyarakat,” kata kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Jumat.

Sejak Oktober 2020, BMKG telah mengeluarkan informasi potensi bencana bersamaan dengan prakiraan musim hujan. Bahkan sejak awal Januari 2021, sejumlah daerah mengalami bencana banjir dan tanah longsor akibat peningkatan curah hujan.

Begitu pula dengan potensi kegempaan, gempa dengan kekuatan signifikan terjadi disejumlah daerah, yang terbaru gempa dengan magnitudo 5,9 yang mengguncang Majene Provinsi Sulawesi Barat pada Kamis (14/1/2021) pukul 13.35.49 WIB.

Kemudian gempa tektonik dengan kekuatan yang lebih besar M6,2 terjadi pada Jumat (15/1/2021) dinihari pukul 01.28 WIB yang lebih mengguncang dan merusak.

“Episenter gempa kurang lebih sama terletak 6 kilometer arah timur laut Majene dengan pusat gempa 10 kilometer. Ini gempa dangkal yang tentunya karena magnitudonya sangat besar, guncangannya juga sangat dirasakan di permukaan,” ujar Dwikorita.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar Mamuju. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). 

Guncangan gempa bumi dirasakan di daerah Majene, Mamuju dengan skala  intensitas V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk, dan bersifat merusak), Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara dan Mamasa III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Dari skala intensitas guncangan tersebut dapat diperkirakan bahwa kerusakan terbesar terjadi di wilayah Mamuju.

Hingga pukul 23.00 WITA, BMKG mencatat terjadi 31 kali gempa bumi terdiri dari dua gempa signifikan dan 29 gempa susulan.

“Berdasarkan data kegempaan yang kami rekam dan historis gempa, kami menganalisis masih memungkinkan adanya gempa susulan yang cukup kuat seperti dinihari yang lalu atau bahkan lebih. Karena itu kami mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan dan gedung-gedung tinggi karena dikhawatirkan masih berpotensi gempa susulan,” katanya.

Karena masih adanya potensi gempa susulan yang cukup kuat, BMKG menurunkan tim di lapangan dan memasang alat untuk memonitor gempa-gempa susulan agar dapat memberikan estimasi kapan gempa-gempa susulan tersebut berakhir, serta untuk memetakan dampak kerusakan, sekaligus untuk menenangkan masyarakat melalui sosialisasi/literasi terkait kejadian gempabumi ini, perkembangannya dan langkah kewaspadaan yang harus dilakukan.

Ia juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan potensi tsunami apabila terjadi gempa susulan yang  dapat memicu longsor di bawah laut, mengingat pelamparan sesar naik Mamuju yang menjadi sumber gempa
berada di dasar laut sebelah barat Pantai Mamuju.

“Mengingat dalam beberapa hari/minggu ke depan masih berpotensi terjadi gempa-gempa susulan,  kami imbau masyarakat di daerah terdampak agar menjauhi atau tidak tinggal di  bangunan yang rentan atau sudah retak/miring akibat gempa sebelumnya, juga apabila kebetulan masyarakat yang berada di wilayah pantai merasakan guncangan gempa lagi, agar segera menjauhi pantai menuju ke tempat yang lebih tinggi, tidak perlu menunggu peringatan dini,” tegasnya.

Hal ini untuk mengantisipasi potensi tsunami seperti yang terjadi di Palu pada 2018,  dimana kejadian tsunami sangat cepat hanya dua hingga tiga menit setelah gempa terjadi.

Ia juga mengingatkan masyarakat disekitar pantai untuk segera menyiapkan jalur evakuasi dan membuat tempat evakuasi sementara di tempat yang lebih aman.

Gempa Berulang

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, episenter Gempa Majene 14-15 Januari 2021 sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 23 Februari 1969 dengan kekuatan 6,9 pada kedalaman 13 km.

“Sebelumnya pernah terjadi gempa pada 1969 yang menimbulkan tsunami empat meter. Saat itu gempa menyebabkan 64 orang meninggal, 97 luka-luka dan 1.287 rumah serta masjid rusak,” jelas Bambang.

Hal senada diungkapkan Koordinator Bidang Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono, bahwa gempa yang terjadi di Majene merupakan perulangan gempa pada 1969 karena dibangkitkan oleh sumber yang sama yaitu Sesar Naik Mamuju (Mamuju thrust). Namun saat itu pusat gempa berada di laut sehingga menimbulkan tsunami.

“Sesar Naik Mamuju ini sangat aktif. Dari sebaran gempa utama dan susulan yang terjadi sejak 14-15 Januari, ada tiga yang bisa kita kenali sumbernya dan memiliki kesamaan dengan gempa masa lalu,” tambah Daryono.

Berdasarkan data dan historis, telah terjadi tiga gempa dan tsunami merusak di sekitar Majene yaitu pada 11 April 1967 dengan magnitudo 6,3 di Polewali Mandar yang menimbulkan tsunami dan menyebabkan 13 orang meninggal.

Kemudian pad 23 Februari 1969 di Majene dengan magnitudo 6,9 menyebabkan 64 orang meninggal, 97 luka dan 1.287 rumah rusak di empat desa. Serta pada 8 Januari 1984 dengan magnitudo 6,7 di Mamuju namun tidak ada catatan korban jiwa tapi banyak rumah yang rusak.

Waspada Banjir

Selain peningkatan potensi kegempaan, saat ini juga sudah memasuki puncak musim hujan sehingga patut diwaspadai peningkatan potensi bencana hidrometeorologi kata Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim Dodo Gunawan.

“Januari-Februari memasuki puncak musim hujan karena itu perlu ditingkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi,” kata Dodo.

Berdasarkan data BMKG pada Dasarian III Januari 2021 terdapat daerah dengan potensi banjir menengah yaitu Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi tenggara, Maluku dan Papua.

“Perlu diwaspadai potensi bencana banjir yang dalam waktu dekat kemungkinan terjadi,” kata Kepala Pusat Layanan Iklim Terapan Ardhasena Sopaheluwakan.

Deputi bidang Meteorologi Guswanto mengatakan, saat ini ada beberapa fenomena cuaca yang harus diwaspadai yaitu MJO (Madden Julian Oscillation) serta fenomena lokal, regional dan global.

MJO saat ini teramati sedang aktif di wilayah Samudra Hindia sebelah barat Sumatera. Fenomena gelombang asmosfer (Kelvin Wave) diprakirakan cukup aktif di sebagian wilayah Indonesia bagian timur periode 14-17 Januari 2021.

Sedangkan Angin Monsun Asia mengalami penurunan intensitas dalam sepekan terakhir dan diperkirakan akan meningkat kembali dalam sepekan ke depan. Sementara suhu muka laut masih relatif hangat.

BMKG memprakirakan pada periode 16-21 Januari 2021 potensi hujan lebat dengan intensitas sedang-lebat terdapat di wilayah, Aceh, Sumatera Utara, Jami, Sumatera Selatan, anten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Malukua, Papua Barat dan Papua.

Pada tujuh hari ke depan juga terdapat prospek pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) bercampur dengan awan konvektif lainya dengan tingkat kerapatan Occasional (OCNL) sekitar 50-75 persen di atas wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, Sumatera Selatan, Lampung, sebagian besar Pulau Jawa, perairan selatan Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara dan Laut Jawa. Perairan Selat Makassar, sebagian besar Sulawesi, Laut Sulawesi, Kepulauan Halmahera dan Kepulauan Maluku.

Serta potensi pertumbuhan awan CB dengan tingkat kerapatan Frequent (FRQ) diatas 75 persen terjadi di atas wilayah Riau, Kepulauan Riau, perairan Natuna, Bangka Belitung, perairan utara Kepulauan Halmahera.

Prakiraan potensi pertumbuhan awan konvektif periode Desember 2020-Januari 2021 yang menghasilkan gangguan penerbangan berpotensi pada sebagian besar wilayah Indonesia bagian tengah hingga bagian timur.

Wilayah paling berpotensi pertumbuhan awan konvektif terbesar terjadi di sekitar wilayah NTB hingga NTT pada periode tersebut.

BMKG juga memprakirakan potensi gelombang tinggi periode 15 – 24 Januari 2021 yaitu dengan ketinggian 2.5 – 4.0 meter (Rough Sea) berpeluang terjadi di Perairan barat Lampung, Selat Sunda bag.barat dan selatan, Perairan selatan Pulau Jawa, Samudra Hindia barat Lampung hingga selatan NTB, Laut Natuna, Perairan Kep. Anambas, Perairan timur Kep. Bintan – Kep. Lingga, Laut Jawa bagian Timur, Selat Makassar bagian selatan, Laut Sulawesi, Perairan Kep. Sangihe – Kep. Talaud,Samudra Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Selanjutnya tinggi Gelombang 4.0 – 6.0 meter (Very Rough Sea) berpeluang terjadi di Perairan utara Kepulauan Natuna dan tinggi Gelombang lebih dari 6.0 meter (Extrem Sea) berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara.

Jadi untuk saat ini di dalam periode puncak musim hujan ini, masyarakat dihimbau utk tetap terus mewaspadai potensi multi-bencana hydrometeorologi, gempabumi dan tsunami.

Sumber : Biro Hukum dan Organisasi Bagian Hubungan Masyarakat

Instagram : @infoBMKG
Twitter : @infoBMKG @InfoHumasBMKG
Facebook : InfoBMKG
Youtube : infoBMKG

Batalyon C Pelopor bersama Tim Pemulasaran Jenazah Covid-19 kawal Ketat Proses Pemakaman Dua Pasien Corona

Bone,Berandankrinews.com 2 pasien terkonfirmasi positif Covid 19 meninggal dunia di RS. Muhammad Yasin Kabupaten Bone. MT (62) warga Kelurahan Walannae Kecamatan Tanete Riattang dan NM (62) warga Desa Cinennung Kecamatan Cina terkonfirmasi positif Covid 19 setelah menjadi tes swab pada 11 Januari 2021. 2 warga Kabupaten Bone ini meninggal pagi tadi tepatnya pada pukul 08.30 WITA. Selasa,12-01-2021

Kedua Jenazah terkonfirmasi positif Covid 19 ini dikebumikan dengan protokol pemakaman Covid 19 di Desa Tirong Kecamatan Palakka Kabupaten Bone. Dalam proses pemakaman ini, tampak personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel dengan menggunakan perlengkapan pengamanan lengkap mengawal jalannya proses pemakaman jenazah Covid 19.

Selain personel Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, tampak pula personel dari Kodim 1407 Bone, Denpom XIV/1 Bone, Polres Bone dan Satpol-PP Kabupaten Bone yang juga tergabung dalam Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 ( PPC 19) Bone ikut dalam pengamanan proses pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid 19.

Saat ditemui oleh awak media, Komandan Batalyon ( Danyon ) C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos. membenarkan jika personel Batalyon C Pelopor turut serta dalam pengawalan pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid 19.

” Benar ada 1 regu personel kami yang ikut mengawal proses pemakaman jenazah pasien terkonfirmasi positif Covid 19 di Desa Tirong pagi tadi, sebagai bagian dari tim pemulasaran jenazah Covid 19 Kabupaten Bone, tugas kami disini ialah mengamankan jalannya proses pemakaman jenazah Covid 19 ini agar berjalan dengan lancar sebagai wujud dari Bhakti Brimob Untuk Indonesia,” ungkap Kompol Nur Ichsan.

” Setelah melaksanakan pengawalan para personel yang telah ditujuk ini akan kami arahkan untuk melakukan isolasi mandiri demi keamanan bersama,” tambah Danyon C Pelopor.

Sementara itu di tempat terpisah, Komandan Satuan ( Dansat ) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol. Muhammad Anis, P.S.,S.I.K.,M.Si. menjelaskan perihal turunnya personel Satbrimob Polda Sulsel dalam pengamanan proses pemakaman jenazah terkonfirmasi positif Covid 19.

” Meskipun memiliki resiko yang tinggi tertular virus corona, demi mewujudkan Bhakti Brimob Untuk Indonesia dan untuk kebaikan bersama kami Satbrimob Polda Sulsel akan terus melakukan pengawalan ketat terhadap proses pemakaman jenazah positif Covid 19.

Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengambil paksa jenazah terkonfirmasi positif Covid 19 agar penyebaran virus ini dapat kita tekan bersama,” pungkas Kombes Pol. Muhammad Anis.

Ril(Muhammad Ishak Hammer)

dr Alimahsun Atmo ,Dikau Orang Baik dan Punya Cita Cita Besar Mulia, Selamat Jalan dan Selalu Mulia Adinda Terbaikku

jakarta-Berandankrinews.com

MULYADI P. TAMSIR
KETUA UMUM PB HMI 2015-2017
PENDIRI ORMAS POROS KEADILAN RAKYAT KECIL – PKR INDONESIA

CITA-CITA BESAR DAN MULIAMU TERUS TERKUMANDANGKAN TAKKAN PERNAH PADAM TERWUJUDKAN SEPANJANG JALAN BANGSA DAN NEGERI INI, AL FATIHAH KUN FAYAKUN AMIN YRA

InsyaAllah Alm. Almaghfirullah Mulyadi P Tamsir _ Ketua Umum PB HMI 2015-2017 dan Pendiri Ormas Poros Keadilan Rakyat Kecil – PKR Indonesia mulia disisi Allah SWT dan yang ditinggalkan bermanfaat bagi kehidupan al fatihah kun fayakun amin yra.

“Selamat jalan dan selalu mulia disisi Allah SWT Adinda Terbaikku, Mulyadi P. Tamsir. Dikau orang baik dan aku jadi saksinya. Dikau punya cita-cita besar dan mulia, insyaAllah terus terkumandangkan dan takkan pernah padam terwujudkan sepanjang jalan ke depan bangsa dan negeri ini, SELAMAT JALAN ADINDA TERBAIKKU MULYADI P. TAMSIR SELALU MULIA DISISI ALLAH SWT, amin yra”.

Doaku selalu sertaimu,

dr. ALI MAHSUN ATMO, M.BIOMED.
KETUA UMUM BAKORNAS LKMI PBHMI 1995-1998
KETUA UMUM DPP APKLI
PRESIDEN PKR INDONESIA
PRESIDEN GUMREGAH BAKTI NUSANTARA
FOUNDER YAYASAN PALAPA7 NUSANTARA

Dalam manifes penumpang Sriwijaya SJ 182 yang dinyatakan jatuh kemarin siang diatas kepulauan Seribu.

Korem 141/ Tp,Karya bakti dalam Rangka HUTnya ke 64 Tahun , bersihkan Rumah ibadah

Watampone-Berandankrinews.com Personel Korem 141/Tp,Balakrem dan Kodim 1407/Bone melaksanakan kegiatan Karya Bakti TNI dalam Rangka HUT Ke 64 Korem 141/Tp Tahun 2021 bertempat di Mesjid Al Ansar Asrama Bone III Jalan Gatot Subroto Kab. Bone.(7/1)

Kegiatan diawali dengan Apel pengecekan Oleh Pasi Bin Wanwil Ter Korem 141/Tp Mayor czi Muhammad Ilyas guna mengecek Kesiapan Personel yang akan melaksanakan karya bakti.

Kegiatan karya bakti dengan sasaran pembersihan halaman sekitar Masjid Al-Anshar dan lapangan serta perumahan itu, merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut HUT Korem yang ke 64, Kegiatan seperti ini juga dimaksudkan untuk menjaga kebersihan rumah ibadah.

Kegiatan seperti ini juga dimaksudkan untuk menjaga kebersihan rumah ibadah dan fasilitasnya guna mewujudkan keindahan dan kebersihan tempat tersebut”Ujar Pasi Wanwil.

Penrem 141/Toddopuli