TANJUNG SELOR – Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRD Provinsi Kalimantan Utara melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap
TANJUNG SELOR– Menyikapi meningkatnya laporan tindak kriminalitas dengan kekerasan, atau ancaman serta gangguan keamanan dan ketertiban Masyarakat yang belakangan meresahkan
TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E, M.Si., melakukan audiensi bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)
SURABAYA — Wakil Gubernur (wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, menghadiri pelantikan pengurus Kerukunan Keluarga Kalimantan (K3) Provinsi Jawa Timur
JATINANGOR – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara) H. Denny Harianto, S.E., M.M., mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan SIWO PWI Provinsi Kalimantan Utara terkait pelaksanaan Pekan Olahraga
PALU – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Achmad Djufrie, SE., MM., menghadiri kegiatan Haul ke-58 Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Aljufri, yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Alkhairaat di Kompleks Alkhairaat, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (01/04/26).
Kegiatan haul ini merupakan agenda tahunan yang dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai daerah di Indonesia. Rangkaian acara meliputi pembacaan Yasin dan tahlil, manaqib Guru Tua, sambutan tokoh-tokoh penting, hingga ceramah agama dan doa bersama.
Kehadiran Ketua DPRD Kaltara menjadi bentuk penghormatan sekaligus dukungan terhadap nilai-nilai perjuangan dan dakwah yang diwariskan oleh Guru Tua, pendiri Alkhairaat yang dikenal luas sebagai tokoh pendidikan dan ulama besar di kawasan Indonesia Timur.
Kegiatan Haul Guru Tua bukan hanya sekadar mengenang jasa seorang ulama, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meneladani semangat perjuangan dalam membangun pendidikan dan moral generasi bangsa.
Acara berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan, diikuti oleh tokoh agama, pejabat daerah, serta masyarakat dari berbagai kalangan.
TARAKAN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Utara, H. Muhammad Nasir, SE.,MM.,CSL., menghadiri kegiatan penyerahan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2025 oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang dilaksanakan di Ruang Rapat Perwakilan BPK Provinsi Kalimantan Utara, Selasa (31/03/26).
Kegiatan ini merupakan bagian dari kewajiban pemerintah daerah dalam menyampaikan laporan keuangan kepada BPK untuk dilakukan pemeriksaan, sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Penyerahan LKPD ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan prinsip akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. DPRD tentu akan terus melakukan fungsi pengawasan agar pengelolaan anggaran berjalan sesuai aturan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan dihadiri oleh Gubernur Kaltara, Sekda Kaltara, jajaran Pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, dan perwakilan BPK.
PALU – Ribuan bahkan puluhan ribu jamaah memadati Kompleks Pengurus Besar Alkhairaat, Kota Palu. Di tengah lautan manusia itu, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., tampak berbaur, larut dalam suasana khidmat peringatan Haul ke-58 Habib Sayid Idrus Bin Salim Al-Jufri atau Guru Tua, Rabu (1/4).
Langkah Gubernur Zainal disambut hangat oleh Gubernur Sulawesi Tengah Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., dan Ketua Utama Alkhairaat HS. Alwi Bin Saggaf Al-Jufri, menandai eratnya hubungan emosional yang terjalin.
“Alhamdulillah, luar biasa saya bersyukur bisa kembali hadir dalam Haul Guru Tua,” kata Zainal singkat.
Suasana semakin hening saat lantunan tahlil dan yasin menggema yang dipimpin oleh Habib Ali Bin Muhammad Al-Jufri, dilanjutkan kisah hidup (manaqib) Guru Tua yang menginspirasi ribuan jamaah yang hadir.
Puncak acara diisi tausiyah dari Menteri Agama RI dan Menteri ATR/BPN. Pesan yang disampaikan sederhana namun kuat yakni meneladani Guru Tua dalam menyatukan umat melalui pendidikan dan dakwah yang damai.
Bagi Zainal, sosok Guru Tua bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi cahaya yang terus menerangi perjalanan bangsa.
“Banyak hal baik dari Guru Tua yang patut kita teladani dan amalkan sebagai penunjang tumbuhnya peradaban di masa sekarang dan masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga semangat moderasi beragama yang menjadi ciri khas dakwah Alkhairaat. Menurutnya nilai moderat yang diajarkan harus terus jaga dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Gerakan moderat yang dibawa dan dipertahankan oleh para habaib serta pendahulu kita harus terus menjadi spirit bagi generasi saat ini. Perjuangan mereka harus kita warisi dan aktualisasikan dalam peran kita masing-masing,” tegasnya.
Di sela kegiatan, Zainal menyapa warga Kaltara yang datang dari jauh. Di tengah keramaian, momen itu terasa hangat sebuah silaturahmi yang mempertemukan jarak dan kerinduan.
Habib Sayid Idrus Bin Salim Al-Jufri sendiri dikenal sebagai pelopor pendidikan Islam di kawasan timur Indonesia. Melalui Alkhairaat, ia membangun warisan besar berupa pendidikan yang terbuka dan membawa kesejukan bagi umat.
TARAKAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan evaluasi terhadap penerimaan retribusi jasa kepelabuhanan di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Tengkayu I Tarakan sebagai upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Evaluasi ini dipimpin Asisten Bidang Administrasi Publik Setdaprov Kaltara Pollymaart Sijabat, SKM., M.AP., bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Kaltara Dr. Bustan, SE., M.Si., dengan melibatkan Inspektorat Kaltara, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara, Selasa (31/3).
Rapat yang digelar di ruang pertemuan UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan ini bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala yang menyebabkan penerimaan retribusi belum optimal.
Pollymaart menyampaikan bahwa rapat ini dilakukan untuk menyamakan pemahaman sekaligus mencari solusi bersama.
“Kita ingin tahu kendala di lapangan dan menyatukan langkah agar penarikan retribusi bisa lebih maksimal,” ujar Pollymaart.
Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam meningkatkan PAD.
“Harus satu semangat untuk memperbaiki kendala agar penerimaan retribusi bisa optimal,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, pihak UPTD Pelabuhan Tengkayu I Tarakan mengungkapkan bahwa belum optimalnya penerimaan retribusi salah satunya disebabkan belum diterapkannya retribusi parkir berlangganan dan parkir menginap.
Kondisi ini dipicu keterbatasan sumber daya manusia (SDM), khususnya tenaga pengamanan.
Inspektorat Kaltara turut menguatkan hal tersebut dengan membandingkan potensi retribusi di pelabuhan lain.
“Di Pelabuhan Kayan Tanjung Selor, kendaraan yang menginap bisa ratusan unit. Potensinya sangat besar untuk PAD,” ungkap Fauzan.
Menanggapi hal tersebut, Bustan meminta agar segera dilakukan analisis kebutuhan tenaga kerja.
“Silakan buat analisa kebutuhan, terutama tenaga pengamanan yang memiliki keterampilan sesuai,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas layanan pelabuhan.
“Selain pendapatan, kita juga harus memastikan pelabuhan bersih dan nyaman agar masyarakat puas,” katanya.
Sementara itu, Bapenda Kaltara memaparkan jenis retribusi yang dipungut di pelabuhan, meliputi parkir kendaraan, tambat kapal, pas penumpang, bongkar muat, serta pemanfaatan aset.
Selain itu, Pemprov Kaltara juga telah mulai menerapkan pajak kendaraan di atas air yang menjadi inovasi pertama di Indonesia.
Dalam pembahasan lain, terungkap masih adanya penyewa aset yang belum memenuhi kewajiban pembayaran. Hal ini disebabkan keberatan terhadap tarif yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Pollymaart menyampaikan bahwa penyewa dapat mengajukan permohonan penyesuaian tarif.
“Silakan ajukan jika keberatan, nanti akan dipertimbangkan kebijakan yang sesuai,” jelasnya.
Namun, apabila tetap tidak membayar, maka tim optimalisasi PAD akan mengambil langkah tegas.
Menutup rapat, Pollymaart mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan komitmen dalam mengoptimalkan PAD.
“Kita harus tetap semangat untuk meningkatkan PAD demi kemajuan Kalimantan Utara,” pungkasnya.
TARAKAN – Dukungan terhadap keamanan daerah dan pelestarian budaya kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui langkah konkret yang menyentuh langsung kebutuhan di lapangan.
Di VIP Room Bandara Internasional Juwata Tarakan, Selasa (31/3), Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., didampingi Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kaltara, H. Denny Harianto, S.E., M.M., menyerahkan hibah kendaraan operasional kepada sejumlah instansi dan lembaga adat.
Bagi Pemprov Kaltara, bantuan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi bagian dari upaya memperkuat peran mitra strategis dalam menjaga ketertiban serta merawat nilai-nilai budaya lokal.
“Ini bentuk dukungan kami agar tugas dan pelayanan bisa berjalan lebih baik,” kata Zainal.
Adapun kendaraan yang diserahkan meliputi 1 unit Mitsubishi Pajero untuk Pengadilan Tinggi Kaltara, 1 unit Toyota Hi Ace Commuter untuk Pangkalan TNI AU Anang Busra Tarakan, 1 unit Toyota Kijang Innova 2.4 G M/T Diesel untuk Satuan Brimob Polda Kaltara, serta 1 unit Toyota Kijang Innova 2.4 G M/T Diesel untuk Lembaga Adat Tidung Ulun Pagun Kota Tarakan.
Zainal menegaskan bahwa penyaluran hibah ini juga mencerminkan pengelolaan aset daerah yang dilakukan secara tertib, transparan dan akuntabel.
“Kami berharap kendaraan ini dapat dijaga dan dipelihara dengan sebaik-baiknya agar memiliki nilai guna jangka panjang,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, instansi vertikal, dan lembaga adat dalam menjaga keamanan serta mendukung pembangunan berkelanjutan di Kaltara.