Gubernur Harapkan Pengalihan PI 10 Persen Dapat Memperkuat Kemandirian Ekonomi Daerah

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara, Dr H Zainal A Paliwang, SH., M.Hum berharap pengalihan Participating Interest (PI) 10 persen kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Kaltara Jaya dapat memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menyaksikan bersama Walikota Tarakan dr. Khairul, M.Kes., penandatanganan perjanjian pengalihan PI 10 persen pada wilayah kerja Tarakan antara Direktur PT Migas Kaltara Jaya Tarakan Onshore Darmawansyah, dan Direktur PT Medco E&P Tarakan Amri Siahaan, di Kantor Pusat PT Medco Energi Internasional, Senayan, Jakarta Selatan, Jum’at (4/7).

Turut menyaksikan momen bersejarah tersebut, Sekretaris SKK Migas Luky Yusgiantoro, Inspektur Migas Kementerian ESDM Asep Herman, Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Keuangan dan Komersialisasi Kurnia Chairi, dan Dirut PP Migas Kaltara Jaya Poniti.

Gubernur Zainal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak dalam mendukung peningkatan kapasitas daerah di sektor energi.

“Penandatanganan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat peran daerah dalam pengelolaan sumber daya alam. Kami meyakini kolaborasi ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara lewat peningkatan pendapatan daerah,’’ kata Gubernur Zainal.

“Bagi provinsi Kaltara, khsususnya kota Tarakan sebagai salah satu daerah penghasil migas, kehadiran PI 10 persen ini menjadi sebuah tonggak penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gubernur Zainal mengingatkan BUMD sebagai penerima PI harus mampu menunjukkan profesionalitasnya dalam mengelola hak PI ini secara akuntabel, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Tentunya dari hasil PI 10 persen ini, diharapkan mampu menghasilkan lapangan kerja, dukungan pada program-program pemberdayaan masyarakat, kemitraan dengan UMKM lokal, dan yang terpenting juga kontribusi nyata terhadap PAD,” ucapnya.

Menurut orang nomor satu di Kaltara tersebut, ia beserta masyarakat Kaltara memiliki harapan besar bahwa program ini dapat mewujudkan peningkatan ekonomi daerah yang kelak berdampak nyata terhadap pembangunan di provinsi ke-34.

Gubernur Zainal menegaskan komitmen ini direalisasikan melalui bentuk kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta dalam pengelolaan sumber daya migas, seperti yang ada di Tarakan.

“Ini merupakan amanat dari peraturan menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016, yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif pemda dalam industri hulu migas, meningkatkan kapasitas ekonomi daerah, serta memperkuat prinsip pemerataan hasil pembangunan nasional,” jelasnya.

Perlu diketahui, PI dalam migas, khususnya PI 10 persen adalah bagian kepemilikan dalam pengelolaan kegiatan usaha hulu migas yang wajib ditawarkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sementara, itu, Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro menegaskan bahwa pengalihan PI 10% ini adalah bagian dari komitmen nasional untuk memperluas manfaat kegiatan usaha hulu migas bagi daerah penghasil, dengan tetap menjaga efisiensi dan akuntabilitas operasi.

“Ini merupakan wujud komitmen SKK Migas dalam mendorong partisipasi aktif daerah dalam industri hulu migas. Kami mengapresiasi langkah kolaboratif ini untuk mewujudkan tata kelola migas yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Inspektur Migas Kementerian ESDM, Asep Herman mengatakan, Kementerian ESDM mendukung penuh inisiatif yang mendorong tata kelola sektor migas yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan pelibatan aktif daerah, kami berharap industri hulu migas dapat memberikan kontribusi yang lebih merata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”terangnya.

Senada disampaikan Gubernur Zainal, Walikota Tarakan, Khairul dalam sambutannya menyambut baik kerjasama ini, menyatakan bahwa “Penandatanganan ini bermanfaat bagi seluruh pihak, terutama dalam hal pendapatan daerah. Begitu pula dengan peningkatan kompetensi dari BUMD Kalimantan Utara maupun Kota Tarakan”.

Direktur Medco E&P Tarakan, Amri Siahaan menyampaikan bahwa penandatanganan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan tata kelola migas yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen Medco E&P dalam menjalankan ketentuan PSC, serta berkolaborasi untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal dan ketahanan energi nasional,” bebernya.

Turut hadir mendampingi Gubernur Zainal, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setdaprov Kaltara Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si., Plt. Kepala Badan Penghubung Kaltara, H. Teddy Kusuma, S.Hut., M.AP., dan Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM, Kaltara Trimulbar, S.T.

(dkisp).

Aksi Peduli Sampah Plastik di Pantai Mamolo, Salah Satu Upaya Bupati Nunukan Tingkatkan Kualitas Rumput Laut

NUNUKAN – Bupati Nunukan menghadiri kegiatan kerja bakti Aksi Peduli penanganan sampah plastik rumput laut di kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan Jumat(4/7/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Forkopimda yang ada di lingkungan pemeritah kabupaten Nunukan, Camat Nunukan Selatan, Danramil Nunukan Selatan, Kapolsek Nunukan serta jajaran pemerintah yang ada di kecamatan Nunukan Selatan.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa kerja bakti yang melibatkan semua unsur tersebut merupakan hal yang baik, karena urusan sampah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya dari pemerintah, namun juga tanggung jawab masyarakat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

” Sampah Plastik termasuk yang berasal dari budidaya rumput laut, memiliki dampak merusak yang sangat luas terhadap ekosistem laut dan pengaruh juga terhadap kesehatan manusia dan berdampak negatif pada hasil panen”. Ungkap H. Irwan.

Menjaga kebersihan, menurut H. Irwan juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

” Maka, sebagai bentuk tanggung jawab dan kepedulian kita terhadap lingkungan, hari ini kita melaksanakan kerja bakti membersihkan sampah di area pesisir pantai di wilayah mamolo ini. Oleh karena itu,mari kita jaga lingkungan dan laut dari sampah plastik”. Tutup H.Irwan.

Dalam sambutannya, Camat Nunukan Selatan Hj. Ramsidah menyampaikan ucapan terimakasih kepada Forkopimda dan kepala OPD yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan yang telah hadir khususnya Bupati Nunukan dalam dengan aksi peduli penanganan sampah plastik dan rumput laut di sekitar pesisir dan pemukiman warga Mamolo.

Disampaikan juga terimakasih kepada TNI dan Polri yang mengikuti kegiatan ini bersama masyarakat dalam melaksanakan penanganan sampah.

” Latar belakang kegiatan ini adalah karena banyaknya sampah plastik rumput laut yang berada di Mamolo hal ini sangat serius dan perlu ditangani, sampah plastik ini dapat mengakibatkan rumput laut dan biota laut tercemar, juga berdampak pada penurunan harga rumput laut itu sendiri. Ujar Hj. Ramsidah.

(PROKOMPIM)

Peringati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Wajo Lestarikan Budaya Lewat Wayang Kulit

WAJO – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79, Polres Wajo menggelar Nonton Bareng (NOBAR) pagelaran seni wayang kulit dengan lakon “Anartha Binangun” pada Kamis malam (4/7/2025), bertempat di Aula Wirapratama Mapolres Wajo.

Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WITA tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Rosid Ridho, S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol H. Andi Syamsulifu, S.Sos. Turut hadir pula para pejabat utama Polres Wajo, termasuk Kabag SDM, Kasat Lantas, Kasat Intelkam, serta para KBO dari masing-masing satuan fungsi.

Tidak hanya dihadiri internal kepolisian, acara ini juga mendapat antusiasme dari masyarakat. Sebanyak 12 orang perwakilan Kerukunan Keluarga Jawa (KKJ) Kabupaten Wajo hadir dan ikut menyaksikan pertunjukan budaya tersebut.

Kapolres AKBP Rosid menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, sekaligus melestarikan budaya bangsa.

“Wayang kulit bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya sangat relevan dengan semangat pengabdian Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Rosid.

Dengan mengangkat lakon Anartha Binangun, Polres Wajo ingin menyampaikan pesan moral penting: membangun masyarakat yang penuh kejujuran, kebaikan, dan keteladanan.

Melalui kegiatan ini, Polres Wajo berharap dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan budaya Indonesia.

**Kasi Humas Polres Wajo**/Vetty Rilla

Bupati H. Irwan Sabri Menghadiri Malam Ramah Tamah Bersama Danrem 092/Maharajalila

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri beserta Ketua TP PKK Nunukan Andi Annisa Muthia Irwan menghadiri acara Ramah Tamah bersama Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Muh Sjahroni , SE, M. Han dan rombongan di Cafe Sayn, Kamis (3/07/2025). Tanpak turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Nunukan dan pimpinan instansi vertikal di Kabupaten Nunukan. 

Dalam sambutannya Bupati H. Irwan Sabri mengucapkan selamat datang di kabupaten Nunukan kepada Danrem 092/Maharajalila beserta rombongan.

Dalam kesempatan ini Bupati berharap kedepannya agar kolaborasi dan sinergitas pemerintah daerah kabupaten Nunukan dan TNI dapat terus ditingkatkan sehingga dapat tercipta situasi yang kondusif dan aman bagi seluruh masyarakat kabupaten Nunukan.

“Kami selalu percaya bahwa dalam setiap pertemuan akan selalu menumbuhkan harapan dan kerjasama yang lebih baik di masa depan”, ujar Bupati.

Kedatangan Danrem ini, menurut Bupati akan memberikan makna tersendiri bagi pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam upaya terus memelihara dan mengembangkan hubungan yang harmonis dan kondusif sebagaimana yang selama ini berjalan dengan baik.

Di kesempatan yang sama pula, Bupati H. Irwan Sabri menyisipkan pesan terkait permasalahan tanah dan lahan yang ada di daerah pasar Jamaker yg sudah ditempati oleh masyarakat kurang lebih 30 tahun, yg saat ini sudah dibongkar atas rujukan surat kepemilikan tanah yang sah dari Yayasan Pengembangan Sumber Daya Pertahanan (YPSDP) yang berdomisili di Jakarta Bupati berharap ada jalan keluar dan solusi yang terbaik bagi masyarakat yang terdampak dari pembongkaran lahan tersebut.

Pada kesempatan ini Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Muh Sjahroni , SE M. Han dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas sambutan dan pelayanan luar biasa yang diberikan kepadanya beserta rombongan dimana ini adalah kunjungan pertama kalinya sebagai Danrem 092 Maharajalila di kabupaten Nunukan.

Dalam kunjungannya kali ini, sehari sebelumnya Danrem dan rombongan telah disambut langsung oleh Bupati Nunukan dan Forkopimda dengan tradisi tepung tawar dan siang harinya melanjutkan kunjungan kerjanya di pulau Sebatik dalam kegiatan penanaman mangrove .

Menanggapi permasalahan lahan di lahan eks Jamaker yg sempat disampaikan oleh Bupati Nunukan, Danrem mengatakan akan berkordinasi terlebih dahulu dengan pusat dan yayasan yang dimaksud sehingga benar-benar masalah lahan tanah ini dapat menghasilkan kesepakatan yg tidak merugikan pihak manapun.

(PROKOMPIM)

Hadiri Munas Aswakada, Hermanus Mengaku Merasakan Ada Semangat Membangun Harmonisasi Yang Lebih Baik Antara Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus menghadiri Musyawarah Nasional Transformaai Forum Wakil Kepala Daerah (Forwakada) menjadi Asosiasi Wakil Kepala Daerah (Aswakada) Ke – I di Kota Yogyakarta, Kamis (3/7).

Sebanyak kurang lebih 250 wakil kepala daerah, yang terdiri dari wakil bupati dan wakil walikota menghadiri Munas tersebut.

Selain melakukan transformasi dari Forwakada menjadi Aswakada, Munas kali ini juga menggendakan pemilihan ketua dan jajaran pengurus Aswakada untuk lima tahun mendatang.

Ketua Forwakada Robby Nahliyansyah yang sebelumnya juga menjabat sebagai Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Jambi menyampaikan bahwa Munas Aswakada bertujuan untuk menjadikan Aswakada sebagai rumah besar bagi wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.

Aswakada, kata Robby, diharapkan menjadi wadah komunikasi dan silaturahmi bagi para wakil  kepala daerah dalam mengharmonisasikan hubungan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Anwar Harun Damanik dalam arahannya sebelum pembukaan Munas menyampaikan harapannya agar Munas Aswakada bisa makin memperjelas pembagian tugas antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.

Menurut Anwar, agar muncul harmoni antara kepala daerah dan wakil kepala daerah, maka harus dibangun komunikasi yang efektif, pembagian tugas yang jelas, serta komitmen menjaga etika dan loyalitas.

“Kepala daerah dan wakil kepala daerah bukan hanya pasangan politis, tetapi mitra strategis untuk melaksanakan pemerintahan, sehingga harapanya mereka bisa bersinergi dengan baik,” kata Anwar.

Harapan senada juga disampaikan oleh Wabup Hermanus. Menurut Hermanus, fokus Munas Aswakada harus diarahkan untuk membangun sistem yang memungkin terbangunnya sinergi dan harmonisasi yang lebih baik antara kepala daerah dan wakil kepala daerah.

(PROKOMPIM)