Bupati Nunukan Serahkan 35 Ribu Buku untuk Tingkatkan Literasi di Perbatasan

NUNUKAN – Dalam upaya mendorong peningkatan literasi di wilayah perbatasan, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E. menyerahkan secara simbolis bantuan Bahan Bacaan Bermutu dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) kepada sejumlah perpustakaan desa dan taman baca di Kabupaten Nunukan. Penyerahan dilakukan saat kunjungan kerja di Aula Kantor Camat Sebuku, Sabtu (5/7/2025).

Dalam sambutannya, Bupati Irwan menyampaikan harapan besar terhadap bantuan tersebut sebagai langkah strategis untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia di perbatasan.

“Hari ini kita menyaksikan sebuah langkah penting dalam upaya meningkatkan minat baca dan kualitas pendidikan di Kabupaten Nunukan. Pemberian buku-buku berkualitas ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya generasi penerus kita,” ujar Irwan.

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga desa untuk bersama-sama memerangi buta huruf.

“Kolaborasi lintas tingkat pemerintahan menjadi ujung tombak pengentasan buta huruf. Saya berharap buku-buku ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama siswa dan guru. Mari jadikan membaca sebagai gaya hidup menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Kepada masyarakat penerima bantuan, khususnya taman baca dan perpustakaan desa di Kecamatan Sebuku, Sembakung, dan Lumbis, Bupati berpesan agar bantuan dijaga dan dimanfaatkan dengan baik.

“Ini milik kita bersama. Kita jaga dan manfaatkan sebaik-baiknya, agar ilmu dari buku-buku ini dapat diwariskan kepada generasi mendatang. Sebab sebanyak apa pun warisan, tidak akan berarti tanpa ilmu yang bermanfaat untuk anak dan cucu kita.”

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Nunukan, Hj. Erlina, ST., menyampaikan bahwa total bantuan mencapai 35 ribu eksemplar buku. Buku-buku tersebut akan disalurkan ke 35 perpustakaan di berbagai kecamatan, termasuk perpustakaan desa, rumah ibadah, dan taman baca masyarakat. Masing-masing penerima akan mendapatkan 1.000 buku.

“Bantuan ini merupakan hasil fasilitasi Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan yang mengajukan permohonan ke Perpusnas RI. Ini bentuk komitmen kami dalam membangun budaya literasi hingga ke pelosok desa dan wilayah perbatasan,” jelas Hj. Herlina.

Adapun rincian penerima bantuan di Kecamatan Sebuku dan sekitarnya meliputi:

10 Perpustakaan Desa di Kecamatan Sebuku

1 Taman Baca di Sebuku

1 Taman Baca Masyarakat di RSU Pratama Sebuku

1 Perpustakaan Desa di Kecamatan Tulin Onsoi

1 Perpustakaan Desa di Kecamatan Sembakung

2 Perpustakaan Desa di Kecamatan Lumbis

Penyerahan bantuan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan kerja Bupati Nunukan ke wilayah Sebuku, Sembakung, dan sekitarnya yang berlangsung pada 4–5 Juli 2025.

(PROKOMPIM)

Polsek Tempe Laksanakan Patroli Biru untuk Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Malam Hari

WAJO – Guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Polsek Tempe Polres Wajo Polda Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan Patroli Biru (Blue Light Patrol) pada Rabu malam, 5 Juli 2025, mulai pukul 21.00 WITA.

Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh AIPTU Ridwan Nur bersama personel Polsek Tempe. Patroli ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek Tempe, khususnya pada malam hari.

Kapolsek Tempe, AKP Candra Said Nur, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan patroli mobiling dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan sebagai bagian dari program prioritas Polres Wajo. Tujuannya adalah menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Tempe serta menekan angka kriminalitas, terutama pada jam-jam rawan.

Adapun sasaran dalam patroli tersebut antara lain:

• Pasar malam di Terminal Sengkang

• Rumah bernyanyi

• Pertokoan dan rumah toko

• Obyek vital seperti Bank BUMN, SPBU, dan minimarket (Alfamart) di wilayah Kecamatan Tempe

Selain patroli pengamanan, personel Polsek Tempe juga menjalin silaturahmi dengan tokoh masyarakat serta memberikan imbauan kamtibmas kepada warga. Masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan segera melaporkan jika menemukan potensi gangguan keamanan atau hal-hal yang meresahkan melalui Polsek Tempe atau layanan pengaduan Polri di nomor 110.

Hingga saat ini, situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tempe terpantau dalam keadaan aman dan kondusif.

**Kasi Humas Polres Wajo** / Vetty Rilla

Polres Wajo Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas Saat Kedatangan Jemaah Haji

WAJO – Dalam rangka menyambut kedatangan Jemaah Haji asal Kabupaten Wajo pada Selasa, 8 Juli 2025 mendatang, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Wajo akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik strategis di wilayah Kota Sengkang dan sekitarnya, khususnya di kawasan Islamic Centre.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Wajo Polda Sulawesi Selatan, AKP Ryanda Putra, S.I.K., menjelaskan bahwa langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi kemacetan serta memastikan kelancaran dan keselamatan arus kendaraan, baik bagi rombongan jemaah haji maupun masyarakat umum.

Berikut rincian titik dan skema rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan:

1. Pos Eks Puskesmas Lempa

Kendaraan dari arah Kabupaten Bone yang akan menuju ke Kota Sengkang dan Islamic Centre diarahkan belok kanan ke arah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

2. Pos Wage

Kendaraan dari arah Makassar dan Kabupaten Soppeng yang hendak menuju ke Kota Sengkang dan Islamic Centre diarahkan belok kiri melalui jalur Wage.

3. Arah Keluar Kota Sengkang

Kendaraan dari arah Kota Sengkang yang akan menuju ke Kabupaten Bone dan Kabupaten Soppeng tetap diperbolehkan lurus melewati depan Islamic Centre.

4. Arah Ulugalung ke Kota Sengkang

Kendaraan dari arah Ulugalung yang menuju Kota Sengkang tidak diperbolehkan melintas di depan Islamic Centre karena adanya penerapan sistem satu arah (one way) di jalur tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan demi keamanan dan kenyamanan bersama. Petugas kami akan disiagakan di setiap titik untuk memberikan arahan dan pengamanan,” ungkap AKP Ryanda. Sabtu (5/7/2025).

Polres Wajo juga mengajak masyarakat untuk tetap tertib dan disiplin dalam berlalu lintas, serta mendukung kelancaran penyambutan jemaah haji yang telah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci.

**Kasi Humas Polres Wajo** / Vetty Rilla

Gubenur Bahas Potensi Pengembangan Olahraga Bersama Menpora

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., beserta rombongan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta disambut langsung Menpora Ario Bimo Nandito Ariotedjo atau yang akrab disapa Dito Ariotedjo di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jum’at (4/7).

Pertemuan tersebut secara khusus membahas potensi pengembangan dan pembinaan olahraga di Kaltara, termasuk di dalamnya ialah pembangunan ataupun peningkatan kualitas fasilitas olahraga yang memadai.

Dihadapan Menpora Dito, Gubernur Zainal menyampaikan keinginan masyarakat Kaltara untuk memiliki fasilitas sarana prasarana olahraga yang memadai, sehingga mendorong atlet asal Kaltara bisa lebih berprestasi baik dikancah nasional maupun internasional.

“Kalau potensi olahraga kita yang ada sekarang ini renang, gulat, panahan, menembak, panjat tebing, barongsai, sepakbola, dan futsal. Potensi atlet kita juga cukup membanggakan dan hanya perlu pembinaan dari pelatih yang berkualitas. Untuk pembinaan olahraga kami ada anggaran tapi sangat terbatas,” beber Gubernur Zainal.

Berkaca dari kesuksesan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) perdana di Kaltara, Gubernur Zainal optimis melalui Porprov dapat menjadi ajang strategis dalam mencetak atlet Kaltara yang berprestasi.

“Kami harap Pak Menteri nanti bisa memberi support agar anak-anak muda kita lebih semangat meraih prestasi,” ucapnya.

Ungkapnya, dalam waktu dekat di Provinsi Kaltara akan segera digelar Liga Desa se-Kaltara, menurutnya ini menjadi komitmen serius Pemprov Kaltara serta unsur terkait untuk menjaring bakat atlet sepak bola hingga penjuru desa.

“Bulan depan akan diadakan pertandingan sepak bola antar desa se Kaltara. Namun, karena minimnya sarana prasarana, kami harap agar pak Menteri memberikan support kita untuk membangun sarana prasarana olahraga,” terangnya.

Gubernur juga mengingatkan bahwa provinsi Kaltara merupakan salah satu provinsi yang berusia masih sangat muda di Indonesia, karena itu bantuan dari pemerintah pusat khususnya dari Kemenpora akan sangat dibutuhkan.

“Terlebih kami adalah provinsi baru, kemudian akan ada Porprov kedua di Kaltara. Terkait lahan yang diperlukan kami siapkan semua yang dibutuhkan kecuali anggarannya,” tambahnya.

Bak gayung bersambut, Menpora Dito menyampaikan akan siap membantu Kaltara, namun dengan beberapa catatan khusus terkait yang akan menjadi prioritas serta perlu segera direalisasikan.

“Kemenpora nantinya akan memberikan rekomendasi terkait untuk PUPR melakukan pembangunan sarana prasarana olahraga di Kaltara,” ucap Menteri Dito.

Menteri Dito berpesan kepada setiap daerah termasuk Kaltara untuk fokus ke sarana prasarana olahraga yang ada pemanfaatannya agar terpakai secara maksimal.

“Kita sedang tekankan ke daerah itu yakni multifungsi stadion indoor, karena kita kekurangan sekali itu dan semoga per provinsi nanti ada satu yang besar, satu titik dengan banyak lapangan untuk bisa pembinaan sekaligus kompetisinya,” jelasnya.

Selain itu, Menpora Dito meminta segera dibuat roadmap secara menyeluruh yang mencakup sarana prasarana berkaitan dengan cabang olahraganya. “Roadmap itu juga harus memenuhi cabornya, prasarananya, sarananya dan pembinaan hingga peningkatan mutu SDM. Untuk itu nanti tolong dilengkapi roadmapnya,” pungkasnya.

Hadir mendampingi Gubernur, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kaltara, Saiful Bachry, S.E., dan Plt. Kepala Badan Penghubung Kaltara, H. Teddy Kusuma, S.Hut., M.AP.

(dkisp)

Gubernur Harapkan Pengalihan PI 10 Persen Dapat Memperkuat Kemandirian Ekonomi Daerah

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara, Dr H Zainal A Paliwang, SH., M.Hum berharap pengalihan Participating Interest (PI) 10 persen kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Migas Kaltara Jaya dapat memperkuat kemandirian ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Zainal saat menyaksikan bersama Walikota Tarakan dr. Khairul, M.Kes., penandatanganan perjanjian pengalihan PI 10 persen pada wilayah kerja Tarakan antara Direktur PT Migas Kaltara Jaya Tarakan Onshore Darmawansyah, dan Direktur PT Medco E&P Tarakan Amri Siahaan, di Kantor Pusat PT Medco Energi Internasional, Senayan, Jakarta Selatan, Jum’at (4/7).

Turut menyaksikan momen bersejarah tersebut, Sekretaris SKK Migas Luky Yusgiantoro, Inspektur Migas Kementerian ESDM Asep Herman, Deputi Eksplorasi Pengembangan dan Manajemen Wilayah Kerja Rikky Rahmat Firdaus, Deputi Keuangan dan Komersialisasi Kurnia Chairi, dan Dirut PP Migas Kaltara Jaya Poniti.

Gubernur Zainal dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi semua pihak dalam mendukung peningkatan kapasitas daerah di sektor energi.

“Penandatanganan ini merupakan langkah penting untuk memperkuat peran daerah dalam pengelolaan sumber daya alam. Kami meyakini kolaborasi ini akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Utara lewat peningkatan pendapatan daerah,’’ kata Gubernur Zainal.

“Bagi provinsi Kaltara, khsususnya kota Tarakan sebagai salah satu daerah penghasil migas, kehadiran PI 10 persen ini menjadi sebuah tonggak penting dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” sambungnya.

Lebih lanjut, Gubernur Zainal mengingatkan BUMD sebagai penerima PI harus mampu menunjukkan profesionalitasnya dalam mengelola hak PI ini secara akuntabel, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Tentunya dari hasil PI 10 persen ini, diharapkan mampu menghasilkan lapangan kerja, dukungan pada program-program pemberdayaan masyarakat, kemitraan dengan UMKM lokal, dan yang terpenting juga kontribusi nyata terhadap PAD,” ucapnya.

Menurut orang nomor satu di Kaltara tersebut, ia beserta masyarakat Kaltara memiliki harapan besar bahwa program ini dapat mewujudkan peningkatan ekonomi daerah yang kelak berdampak nyata terhadap pembangunan di provinsi ke-34.

Gubernur Zainal menegaskan komitmen ini direalisasikan melalui bentuk kerjasama antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta dalam pengelolaan sumber daya migas, seperti yang ada di Tarakan.

“Ini merupakan amanat dari peraturan menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016, yang bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif pemda dalam industri hulu migas, meningkatkan kapasitas ekonomi daerah, serta memperkuat prinsip pemerataan hasil pembangunan nasional,” jelasnya.

Perlu diketahui, PI dalam migas, khususnya PI 10 persen adalah bagian kepemilikan dalam pengelolaan kegiatan usaha hulu migas yang wajib ditawarkan oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sementara, itu, Sekretaris SKK Migas Luky A. Yusgiantoro menegaskan bahwa pengalihan PI 10% ini adalah bagian dari komitmen nasional untuk memperluas manfaat kegiatan usaha hulu migas bagi daerah penghasil, dengan tetap menjaga efisiensi dan akuntabilitas operasi.

“Ini merupakan wujud komitmen SKK Migas dalam mendorong partisipasi aktif daerah dalam industri hulu migas. Kami mengapresiasi langkah kolaboratif ini untuk mewujudkan tata kelola migas yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Inspektur Migas Kementerian ESDM, Asep Herman mengatakan, Kementerian ESDM mendukung penuh inisiatif yang mendorong tata kelola sektor migas yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.
“Dengan pelibatan aktif daerah, kami berharap industri hulu migas dapat memberikan kontribusi yang lebih merata terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.”terangnya.

Senada disampaikan Gubernur Zainal, Walikota Tarakan, Khairul dalam sambutannya menyambut baik kerjasama ini, menyatakan bahwa “Penandatanganan ini bermanfaat bagi seluruh pihak, terutama dalam hal pendapatan daerah. Begitu pula dengan peningkatan kompetensi dari BUMD Kalimantan Utara maupun Kota Tarakan”.

Direktur Medco E&P Tarakan, Amri Siahaan menyampaikan bahwa penandatanganan ini menjadi bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha dalam mewujudkan tata kelola migas yang berkelanjutan dan inklusif.

“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen Medco E&P dalam menjalankan ketentuan PSC, serta berkolaborasi untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal dan ketahanan energi nasional,” bebernya.

Turut hadir mendampingi Gubernur Zainal, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda Setdaprov Kaltara Dr. Taufik Hidayat, S.TP., M.Si., Plt. Kepala Badan Penghubung Kaltara, H. Teddy Kusuma, S.Hut., M.AP., dan Kepala Bidang Geologi Dinas ESDM, Kaltara Trimulbar, S.T.

(dkisp).