Tim Puslitbang Polri Kuker Ke Polres Nunukan, Uji Tingkat Kepercayaan Masyarakat Terhadap Polres Nunukan

Nunukan, Berandankrinews.com–Tim Puslitbang Polri lakukan kunjunga kerja Ke Polres Nunukan. Kedatangan Tim Puslitbang Polri dalam rangka melakukan penelitian tentang tingkat kepercayaan Masyarakat terhadap kinerja Polri di Polres Nunukan, Kamis (11/4/19) kemarin.

Tim Puslitbang Polri yang dipimpin Kombes Pol Drs Burdin Hambali bersama A. P. U Prof Dr Dwi Purwoko, M.Si dari Akademis tiba di Mako Polres yang di dampingi Waka Polres Nunukan, Kompol Imam Muhadi, S.Sos, SH,MH dan Para Kasat dan perwira Polres Nunukan.

Di ruang Endra Dharmalaksana, Tim Puslitbang langsung melakukan Pengarahan dan pendalaman terhadap masing-masing Para Kepala satuan di polres Nunukan terkait kinerja yang telah di lakukan Polres Nunukan khususnya di bidang operasional maupun pembinaan kepada Masyarakat Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro SIK, MH menuturkan kedatangan Tim Puslitbang Polri ke Polres Nunukan, dalam rangka melakukan penelitian tentang tingkat kinerja Polres Nunukan, selain itu memberikan motivasi kepada Jajaran dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Seluruh tugas-tugas kepolisian baik pelayanan, pembinaan dan operasional untuk terus di tingkatkan kepada publik,” Ujar Kapolres.

Polres Nunukan merupakan bagian dari kepolisian Republik Indonesia yang di beri Anggaran Negara dalam melaksanakan tugas-tugas Kepolisian di bidang Harkamtibmas, Perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat dan penegakan Hukum.

Sehingga diharapkan tugas Kepolisian yang telah di dukung dengan Anggaran Negara, dapat memberikan dampak outkam di masyarakat berupa, Kepercayaan Masyarakat kepada polres Nunukan.

Tim juga mendalami kepada masing- masing Kasat polres Nunukan tentang kegiatan pelayanan dan giat operasional kepolisian yang telah dilakukan, apakah memberikan tingkat kepuasan kepada masyarakat dan berdampak penilaian positif dan mendapatkan kepercayaan publik terhadap polres Nunukan. (Humas)

Sempat Kabur, Pelaku Curanmor Berhasil di Gulung Polisi

Nunukan, Berandankrinews. com–Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Nunukan bersama Polsek KSKP berhasil mengamankan pelaku pencurian sepeda motor (Curanmor).

Pelaku bernama Akbar (19) Warga Jalan Cut Nyak Dien (Persemaian) Kelurahan Nunukan Tengah, diamankan di Kostnya Jalan Persemaian Kelurahan Nunukan Tengah pada Kamis (11/4/19) Malam.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Muhammad Karyadi mengungkapkan, Pelaku melakukan pencurian Sepeda motor Jupiter Z bernopol KT 5098 SG, nosin 202793022, noka MH32P20048K701416, milik warga Jalan Suka Damai Desa Binusan Kecamatan Nunukan, pada bulan Oktober 2018 lalu.

Pada saat itu, Sepeda motor korban di parkir di halaman rumahnya yang tidak memilik pagar, pelaku langsung membongkar kunci dan menyambungkan kabel agar mesin motor menyala dan membawa kabur motor korban, ungkap Iptu Karyadi, Jumat (12/4/19).

“Setelah kejadian itu, korban langsung memposting ke akun medsos Peduli Nunukan dan melaporkan ke Polsek kota Nunukan,”Jelasnya

Dijelaskan Iptu Karyadi, dari hasil penyelidikan saat itu, pelaku bersama barang bukti telah terdeteksi, namun pelaku berhasil kabur ke Kota Balikpapan, Kaltim, sedangkan barang bukti disembunyikan oleh pelaku.

Setelah dua minggu yang lalu, pelaku berhasil dideteksi keberadaannya, pelaku berada di Kabupaten Nunukan.

“Akhirnya penyelidikan kita lanjutkan, Pelaku berhasil diamankan dirumah kostnya di Jalan Persemaian, pada Kamis (11/4/19) kemarin malam sekitar pukul 22.00,” Ungkap Iptu Karyadi.

Iptu Karyadi Menambahkan, Motor milik korban telah berubah bentuk, di rangka motor itu telah di dico dan motor tersebut tanpa kap. Sedangkan Kap dan perlengkapan motor sebagiannya disembunyikan di sebuah pondok yang berada dihutan lindung Persemaian.

Sementara Pelaku dan Barang bukti 1 unit Sepeda motor Jupiter Z bernopol KT 5098 SG, nosin 202793022, noka MH32P20048K701416 yang telah dipreteli kini diamankan di polsek Kota Nunukan untuk dilakukan pengembangan perkara.

“Sementara saat ini sedang dilakukan pengembangan dan pencarian barang bukti lainnya,” Ujarnya. (Red)

Dituding Melakukan Pungli, Sudirman Angkat Bicara

Nunukan, Berandankrinews.com-Masyarakat sempat diramaikan dengan adanya staf Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan yang melakukan Pungli. Namun faktanya tidak sesuai dengan buah bibir yang berkembang dikalangan masyarakat.

Staf Kecamatan Lumbis Ogong, Sudirman Agus membantah atas tudingan yang merugikan nama baik dirinya. pasalnya Sudirman di fitnah melakukan pungli dalam pengurusan surat tanah warga.

Dikatakan Sudirman Agus, saat itu dia bertugas di Kelurahan Tanjung Harapan sebagai staf biasa bagian Pemerintahan, ketika itu dia diminta untuk mengukur surat tanah, sementara atasannya sedang cuti.

“warga datang meminta saya untuk mengukur tanahnya, namun saya sampaikan bahwa atasan saya sedang cuti. Karena mendesak saya hubungi atasan saya dan sampaikan tentang pengukuran tanah tersebut, saya bilang bisa kah pak?, atasan saya bilang bisa selagi kamu tahu lahannya dan tidak bermasalah serta kamu siap bertanggung jawab,” Jelas Sudirman, Rabu (10/4).

lanjutnya, ketika itu, setelah tanahnya diukur warga ini menitipkan uang tunai sebesar Rp. 500.000 kepada Istri saya, kemudian saya sampaikan bahwa uang ini kebanyakan dan saya kembalikan. Tapi warga ini kembalikan lagi uang itu, saya bilang ini uang untuk apa kok banyak betul.

“kata istri saya, lebihnya bilang buat beli rokok, karena sesuai aturan yang disepakati bersama antara rt dan warga itu Rp.350.000 untuk transportasi dan akomodasi teman-teman kemudian uang lebihnya itu saya bagikan kepada teman-teman yang turun mengukur termasuk yang dari kecamatan,”ujar Sudirman.

Sudirman menuturkan, setelah pengukuran kemudian dibuatkan suratnya, setelah jadi dan kita serahkan kepada warga tersebut.

“suratnya sudah ditanda tangani semua, tinggal saksi satu dan ketua rt, kemudian saya kembalikan, tetapi warga tersebut menyuruh saya membawa surat itu ke Sedadap, saya bilang nantilah saya minta bantu teman bawa kesana, kemudian warga itu masuk ke warungnya mengambil uang 100.000 diberikan ke saya, namun saya menolak dan mengatakan ini uang untuk apa, sedangkan kemarin itu sudah banyak tapi katanya uang rokokmu atau kasih anggotamulah, saya bilang oklah kalau begitu nanti saya tanya kalau ada anggota yang mau,”ujarnya

Karena tidak ada yang mau, jadi saya yang bawa langsung ke sedadap untuk minta tanda tangan saksi itu, setelah ditanda tangani saya kembalikan lagi surat itu ke warga tersebut dan saya sampaikan itu tinggal ketua Rt yang belum tanda tanda tangan, jelas Sudirman.

“warga ini pun memberikan kepada ananknya bernama Salahuddin untuk meminta tanda tangan Ketua Rt, namun surat itu disimpan dibawah tilamnya. saat itu tiba-tiba pak rt meninggal dunia dan warga ini datang ke kantor menanyakan kelanjutan suratnya untuk PTSL, namun kita menyampaikan tidak bisa karena harus dibuatkan ulang, masalahnya tidak ditanda tangani Rt, sementara ketua rt nya sudah meninggal dunia,” jelas Sudirman kepada Berandankrinews.com

Sudirman menambahkan, setelah dilakukan kesepakatan surat itu dibuat ulang. “saya sampaikan kepada warga itu, bahwa surat itu kita buatkan ulang dengan gratis, meskipun itu bukan kesalahan kami, tetapi kesalahan kita, sehingga dipanggil lah Bhabinkamtibmas dan ketua rt untuk diklarifikasi,” ujarnya.

setelah dilakukan klarifikasi, saya langsung dimutasi ke Kecamatan Lumbis Ogong, namun yang saya dengar isu yang beredar bahwa saya dikatakan dimutasi karena melakukan pungli.

“saya tegaskan bahwa masalah mutasi itu tidak ada sangkutpautnya dengan informasi yang beredar terkait pungli, saya dimutasi karena memang di Kecamatan membutuhkan tenaga, sehingga saya dimutasikan kesana untuk membantu lagipun sudah sesuai aturan siap ditempatkan dimana saja, dan masalah pungli kan ada tim cyber pungli, kalau saya pungli pasti diproses hukum,”tegas Sudirman.

dia berharap yang menyebarkan isu hoax tersebut dapat menunjukan dirinya untuk dapat mempertanggung jawabkan apa yang dilakukannya.
“saya harap yang menyebarkan isu hoax itu muncul, kita selesaikan secara baik-baik, saya mau nama baik saya dikembalikan,” ujarnya. (Red)

Oknum Kepala Lingkungan Walenna Lecehkan Profesi Wartawan

Foto saat mediasi, tampak keluarga korban hadir dalam mediasi tersebut, namun oknum tidak masuk keruangan padahal ada di kantor kelurahan walannae Tanete Riattang Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan

Bone (Sulsel), Berandankrinews.com- Oknum Kepala Lingkungan AS yang melakukan pungli dan memaki-maki terhadap warganya Rahma (29), kini Kepala Lingkungan tersebut kembali membuat ulah terhadap wartawan dengan melecehkan profesi wartawan serta menantang wartawa.

Hal itu dilontarkan oleh oknum tersesebut ketika akan dilakukan mediasi Kelurahan dan Binmas Polsek Tanete Riattang diruang Lurah walannae Jalan wajo Tanete Riattang Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, pada Selasa (9/4/19).

Namun yang hadir dalam mediasi itu hanya Lurah Walannae A M Yusuf Mappisabbi S.Sos, Bhabinkamtibmas Polsek Tanete Riattang Brigadir polisi Arwin dan Ketiga korban Masita, Syamsyah dan Rahma serta Sekertaris kelurahan dan oknum tersebut, namun tidak duduk dalam ruangan saat mediasi meskipun saat itu dia berada dikantor.

Usai mendengar apa yang dikeluhkan oleh para korban dihadapan pejabat terkait kelakuan oknum kepala lingkungan ini yang seharusnya menajdi pelayan dan pengayom masyarakat , dan pelindung warga malah dengan seenaknya memaki-maki warga.

Rahma menjelaskan, Perbuatan oknum kepala lingkungan ini, kami tidak dapat maafkan begitu saja karena sudah menginjak nginjak harga diri kami dengan melontarkan kata-kata kotor, itu dilakukan dirumah kami pak pada 28 Maret 2019 Lalu , jelasnya dihadapan Lurah dan Bhabinkamtibmas dengan mimik wajah gemetar.

Untuk menenangkan keadaan, keluarga korban meminta waktu kepada Lurah agar masalah tersebut untuk sementara, diberikan waktu untuk berpikir dan merembukkan dengan keluarga.

Sementara itu, Suhardi suami salah satu korban Syamsyah karena sakit, dia terpaksa menulis surat untuk mewakili dirinya kekantor Lurah agar masalahnya segera terselesaikan.

Dalam isi surat tersebut Suhardi menuliskan kalimat “kalau pak lurah tidak mampu menyelesaikannya biarkan saya menempuh jalur hukum” yang dibacakan istrinya dihadapan Lurah dan Bhabinkamtibmas.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Berandankrinews.com Bone, ternyata pada saat mediasi pertama, oknum kepala lingkungan itu dengan lantang menantang korban untuk memanggil wartawan, Oknum tersebut mengatakan “panggil wartawan mu itu”, hal itu dikatakannya saat berada dikantor Lurah dan disaksikan sendiri oleh lurah dan langsung berbalik ke arah korban. “Silahkan petta Lurah yang hubungi, karena ada nomornya itu wartawan sama petta Lurah”.

Rahma menambahkan, dia (Oknum Kepala Lingkungan) datang kerumah pak, sebelum di mediasi pertama dia malah mengatakan silahkan tulis beritanya sama wartawan, karena setahu saya wartawan memang kerjanya begitu selalu mencari-cari kesalahan orang, lalu naikkan di berita, lalu memanfaatkan si korban.

Terpisah, Camat Tanete Riattang Andi Saharuddin ketika dihubungi Berandankrinews.com Bone melalui via WhatsApp mengatakan, siap turun untuk mediasi antara korban dan Pelaku agar masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

“Insya Allah, nanti saya turun tangan coba untuk mediasi, saya akan coba mediasi dulu,”kata Andi Saharuddin dalam pesan whatsappnya. (Irwan N Raju)

Gubernur Resmikan PLTS Komunal Dusun Antal

PERESMIAN : Gubernur Kaltara Dr. H. Irianto Lambrie saat menuju lokasi peresmian PLTS Komunal Dusun Antal, Desa Salimbatu, Tanjung Palas Tengah, Senin (8/4). Usai diresmikan, Gubernur meninjau gedung penyimpanan daya PLTS tersebut.

TANJUNG SELOR – Berandankrinews.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal 15 kilo watt peak (kWp) di Dusun Antal, Desa Salimbatu Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, kemarin (8/4) diresmikan pengoperasiannya oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Irianto Lambrie. PLTS ini memiliki 75 modul surya sebagai sumber tenaga, dan daya listriknya disebar ke 96 unit rumah penduduk serta 5 fasilitas umum di dusun tersebut. Setiap rumah mendapatkan daya sebesar 300 watt hour. “PLTS ini didanai APBN, dan telah beroperasi sejak awal 2018,” kata Gubernur.

Diungkapkan Irianto, keberadaan PLTS Komunal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah saat ini sangat memperhatikan perkembangan pembangunan masyarakatnya hingga ke wilayah terisolir sekalipun. “Pembangunan PLTS ini, sumbernya dari DAK (Dana Alokasi Khusus) APBN yang masuk ke dalam batang tubuh APBD Kaltara. Dana itu diperoleh dengan perjuangan dari Pemprov Kaltara ke pemerintah pusat, hingga akhirnya dialokasikan oleh Kementerian ESDM,” jelas Irianto.

Agar dapat termanfaatkan dalam waktu lama, Gubernur berharap agar PLTS Komunal ini dijaga dan dipelihara dengan baik. “Kan, ada petugas yang diamanatkan untuk menjaga dan mengelola PLTS tersebut. Kalau tidak salah, sudah dibentuk juga OMS (Organisasi Masyarakat Setempat) yang dimandatkan mengelola PLTS itu. Jadi, pesan saya, tolong dirawat dan dijaga serta gunakanlah PLTS ini sesuai dengan peruntukkannya. Apabila ada kerusakan atau masalah lainnya, segera laporkan kepada instansi terkait,” beber Gubernur. OMS itu berjumlah 2 orang, dan ditunjuk oleh Dinas ESDM Kaltara.

Dipilihnya metode PLTS terpadu ini, dikarenakan masyarakat Dusun Antal berada dalam suatu kawasan yang tidak terlalu luas. Jarak antar pemukiman pun berdekatan, serta selama ini masih kesulitan memperoleh pasokan listrik. “Ada 2 jenis PLTS yang dibangun di Kaltara ini. PLTS terpadu atau komunal, juga PLTS yang langsung dipasang rumah per rumah. Semuanya dengan tujuan memberikan pelayanan kelistrikan bagi masyarakat secara merata hingga ke desa terisolir sekalipun,” ungkap Irianto.

Di kesempatan yang sama, Gubernur juga meresmikan sumur bor air tanah 5.220 liter per jam di Desa Bebatu, Kecamatan Sesayap Hilir, Kabupaten Tana Tidung (KTT). Sumur ini berkedalaman 80 meter, dan telah dimanfaatkan penduduk untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan total penerima manfaat sebanyak 193 kepala keluarga (KK). Sarana penunjang lainnya, adalah 1 unit generator set (Genset) dan 1 unit fasilitas penampungan air. Sumur bor ini dibangun dengan dana dari APBD Kaltara.(humas)