Pergi Merumput Laut, Pria Tanpa Identitas di Temukan Dalam Keadaan Membengkak

Nunukan-Petani rumput laut dihebohkan dengan Penemuan mayat seorang laki-laki tanpa identitas di perairan muara Balansiku Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Selasa (3/9/19).

Saksi Mata, Wisnu mengatakan, saya dan dua teman saya tadi dari selesai memasang bibit diperairan Mamolo dan langsung melihat rumput laut karena tadi malam angin kencang, tiba-tiba saya melihat ada baju mengelembung.

“Dari jauh saya melihat karena takut, namun teman saya yang dua, Adi dan Sultan yang melihat langsung. Mereka bilang orang itu, karena telingganya kelihatan saat terkena gelombang,” kata Wisnu ketika di hubungi via telepon,  Selasa (3/9/19)

Saya langsung melapor dengan orang yang kami tua kan di Balansiku, Bapak Baba dan kepada Kepala Desa Balansiku.

“Kami temukan tengah hari pukul 13.00, Jenasah sudah dievakuasi oleh pihak kepolisian,” katanya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Muhammad Karyadi, SH membenarkan penemuan mayat laki-laki di perairan Mamolo, Korban bersama rekannya saat itu sedang mengangkat pukat rumput laut ke perahu, karena angin kuat menyebabkan perahu terbalik. Sementara korban sedang tertidur pulas di perahu dan lupa di bangunkan, Sehingga korban pun ikut terbalik bersama perahu.

“Kejadiannya itu tadi malam sekitar pukul 21.30 wita, sementara siang tadi Personil Polsubsektor Sebatik dan Pustu Balansiku serta Warga setempat telah mengevakuasi Mayat pria tersebut Ke pangkalan ikan Desa Balansiku dan langsung dibawa ke Puskesmas Sei Taiwan untuk dilakukan Visum Mayat,” kata Iptu Karyadi.
(Ali)

Hadiri pengundian Lapak Pasar Tempe,Wabup Wajo Tegaskan Tidak Ada “Daeng Mareppe”

WAJO – Dinas Perdagangan Kabupaten Wajo melakukan pengundian nomor lapak Pasar Tempe, Selasa, 3 September 2019.

Pembangunan Lapak sementara ini pasca kebakaran pasar Tempe beberapa waktu lalu. Pengundian lapak yang dilaksanakan di depan pasar tempe tersebut dihadiri langsung Wakil Bupati Wajo H. Amran SE. Juga hadir Sekda Wajo H. Amruddin A, S.Sos., M.M., Anggota DPRD wajo H. Sudirman Meru, Kasat Pol PP, Kapolsek Tempe, Danramil Tempe dan ratusan korban kebakaran.

Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE menegaskan, yang mendapat lapak adalah korban kebakaran. “Dalam pengundian ini tidak ada istilah “Daeng Mareppe” (orang dekat). Semua pedagang korban kebakaran harus dapat tempat.

Dan jangan ada yang dobel,” tegasnya. H. Amran, SE mengungkapkan bahwa tidak ada lagi pungutan. Kalau ada pungutan laporkan, kalau memang terbukti melanggar maka akan diberikan sanksi tegas. “Saya juga harapkan agar dalam pengundian ini disesuaikan jenis usahanya dan para pedagang menandatangani persetujuan pembagian tempat,” pungkasnya.

Kepala Dinas Perdagangan Andi Sudarmin, S.Sos., M.M. megatakan, pengundian dilakukan sesuai pembagian kelompok jenis usaha. Pengundian dan pembagian lapak ini secara terbuka. “Tidak ada pungutan baik sampah maupun rektribusi,” tegasnya. Andi Sudarmin, S.Sos., M.M. mengungkapkan, kalau Pemkab melalui Dinas Perdangangan akan mengusahakan pembangunan pasar tempe ini secepatnya.

“Kita harapkan doa dari semua agar pembangunan pasar ini cepat . Kita akan upayakan pembangunannya melalui dana APBN,” ungkapnya. Sekadar diketahui bahwa, sebanyak 700 pedagang yang diundi dalam pembagian lapak pasar tempe. Sampai beria ini diturunkan pengundian pembagian lapak masih berlangsung. ( Humas Pemkab Wajo / Media Sinergi )

Bupati Wajo Launching penggunaan alat transaksi online MPOS, ini tujuannya.

WAJO – Launching penggunaan alat transaksi online Mobile Payment Online Sistem ( MPOS ), Senin 2 Agustus 2019 di Glory Convention Center.

Kegiatan ini dimotori oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Wajo dan kerjasama dengan Bank Sulselbar Cabang Sengkang.

Pelaksana tugas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Wajo Ir. Armayani, M.Si menyampaikan bahwa ada 11 jenis pajak yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Wajo Terdapat 4 jenis pajak yang dikelola secara online, jenis pajak tersebut yaitu Pajak Restoran, Pajak hotel, Pajak Hiburan dan Pajak Parkir.

Sebagaimana yang telah tertuang dalam MoU dan perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemerintah Daerah dengan PT, Bank Sulselbar yang difasilitasi oleh tim Korsupgah KPK Republik Indonesia tentang pembayaran dan pemungutan pajak Daerah dan Retribusi Daerah secara online.

Dalam upaya penerapan sistem online PT. Bank Sulselbar telah memberikan fasilitas berupa mobil payment online sistem yang terintegrasi melalui sistem monitoring bersama oleh Bapenda, PT Bank Sulselbar dan KPK RI.

Sebagai langkah awal Bapenda Kabupaten Wajo telah melakukan pemasangan sebanyak 21 alat MPOS, untuk pengelolaan pajak restoran dari target tahun 2019 sebanyak 50 alat yang akan dipasang.

Dalam proses pemasangan alat tentunya bukan merupakan hal yang mudah, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan mulai dari keterbatasan pengetahuan, hingga kekhawatiran penurunan omset usaha yang diakibatkan adanya penggunaan alat, terkadang menjadi faktor kelambatan proses pemasangan dan penerapan sistem online ini.

Dalam sambutan berikutnya oleh pimpinan Bank Sulselbar cabang Sengkang Hj. Andi Darlina Fachruddin yang menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada para wajib pajak, yang mencakup kegiatan pengelolaan pembayaran sehingga pengelolaan keuangan menjadi efektif dan efisien untuk bertransaksi secara lebih mudah praktis dan transparan sehingga PAD lebih meningkat.

“Tindak lanjut penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dengan Direktur Utama PT. Bank Sulselbar, yang disaksikan langsung oleh tim Korsupgah Perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, dalam upaya optimalisasi penerimaan daerah serta dalam rangka meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan kepada wajib pajak retribusi dalam melakukan transaksi pajak online system,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan kalau untuk mendorong peningkatan PAD adalah melalui koneksi host to host PBB dan BPHTB serta implementasi pajak online, dengan adanya sistem online setoran pajak tidak ada alasan pemilik Hotel dan warung tidak bayar pajak, karena dalam ketentuannya yang bayar pajak adalah dibebankan kepada konsumen sedangkan pemilik warung hanya mengumpul dan menyetor ke kas daerah.

Sementara itu sambutan dari Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa acara ini sangat penting karena kami hadir disini bersama dengan Bapak Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE.

“Alhamdulillah kita dapat melaunching alat transaksi online sebagai upaya dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah yang merupakan salah satu dari 12 intervensi tim korsupgah KPK,” ungkap Bupati Wajo.

“Karena tiap detik dan tiap waktu kita selalu dipantau KPK utamanya pengelolaan pajak karena semua sudah sistem online apalagi kami bersama H. Amran, SE akan menjadikan Wajo menuju Smart City, dimana pengelolaan pajak kita Di Wajo sangat strategis terkait acara ini,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menambahkan.

Lebih jauh dijelaskan bahwa ini merupakan tindak lanjut Pemerintah Daerah pada tanggal 9 April 2019 yang yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan tim Korsupgah RI, dimana telah dilakukan penandatanganan MoU oleh seluruh Bupati kemudian pimpinan perbankan, kepala BPD, Bapak Gubernur termasuk KPK pada saat itu.

“Kami bertanda tangan ingin melakukan MoU dengan pimpinan wilayah Bank Sulselbar sekaligus tanda tangan perjanjian kerjasama antara Bapenda dan Bank Sulselbar cabang Sengkang, mengenai pembayaran dan pemungutan pajak dan Retribusi Daerah secara online,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Jadi kalau Daerah tidak mampu mengelola PAD nya, maka untuk bisa membuat program banyak kedepan, Yah tentu begitu begitu saja, tidak bisa bersaing dengan daerah lain, di mana sekarang ini Bali PAD nya sangat besar dan sebenarnya banyak yang bisa dilakukan untuk menggerakkan roda perekonomian di Wajo, jelas Bupati Wajo.

“Di Wajo jalanan kita yang hampir 1000 km harus diperbaiki, kalau tidak jangan harap roda ekonomi kita bisa maju tidak bisa berkembang usaha kalau jalannya jelek,” ungkap Bupati Wajo.

Dijelaskan juga kalau semuanya maju, Pariwisata maju, maka orang akan berbondong-bondong datang, kemudian produksi produksi pertanian berkembang cepat, bayangkan kalau dalam waktu kurung 5 tahun ke depan ini, perkembangannya dua kali lipat bayangkan ekonomi bisa berkembang.

“Makanya Kenapa kita memperbaiki sistem pengembangan PAD kita, supaya tidak ada bocor bocor, tidak ada saling mencurigakan, sehingga dengan hal ini ada saling kepercayaan, sehingga semua orang akan bekerja dengan baik dan bila semua roda perekonomia dapat bergerak, maka nilai beli masyarakat tinggi juga pasar-pasar akan menjadi ramai sehingga PAD kita sehat sehingga kita juga enak dalam membuat program,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Makanya kami jalan ke Jakarta ke Kementerian, karena kalau kita hanya berharap APBD kita yang sebegitu, kita tidak bisa berbuat banyak, makanya kita komitmen melakukan ini agar apa yang kita canangkan hari ini dapat menjadi berkah, tidak saling sembunyikan sehingga menjadi berkah dan rezeki mudah datang,” Bupati Wajo menambahkan

Dan disampaikan kalau Pajak yang dikenakan di sini adalah pada pengunjung dan bukan pada usahanya, yang dikenakan pajak adalah orang yang datang makan, kata Bupati Wajo diakhir sambutannya

( Humas Pemkab Wajo )

PLN Diduga Tidak Konsisten Dan Menelantarkan Meteran Digital langgar UU Konsumen

MAKASSAR – Berawal dari pengaduan suami inisial “NN” dengan nomor meteran 860 436 348 14 (Sabtu, 31 Agustus 2019, Pukul 23.00 Wita) yang melaporkan kerusakan pada tombol sirkuit kilometer digital yang tidak berfungsi dengan baik pada saat ingin melakukan pengisian pulsa token dimana salah satu tombol angka 5 di kilometer rusak atau tidak berfungsi dengan baik sehingga kasus tersebut pada saat itu juga disampaikan Ke Kantor Unit PLN Baddoka Jalan Batara Bira No.2 Kec. Biringkanaya Kota Makassar.

Salah seorang petugas Yantek inisial “R” yang menerima pelaporan kami menyuruh menunggu dirumah dan tak lama beselang kemudian datanglah petugas bagian emergency memeriksa meteran digital tersebut. Dimana dalam keterangan petugas bukan hanya kerusakan pada tombol meteran digital namun ia juga menyebutkan bahwa ada kesalahan tehnis dalam pemasangan kabel instalasi di meteran digital yang dibuatkan dalam bentuk berita acara gangguan APP. Sehingga menyebabkan setrum atau tegangan tinggi meskipun saklar lampu di matikan tetap aliran listrik berjalan sehingga diduga bisa berimplikasi pada pemborosan pulsa token yang jelas-jelas dapat merugikan konsumen.

Sehingga dia menganjurkan kepada konsumen untuk meminta konpensasi kepada petugas pemasangan meteran digital  karna pulsa token yang sudah dibeli tidak dapat lagi dipergunakan karna harus mengganti meteran digital yang baru.

Adapun implikasi atau gejalah yang ditimbulkan pada kesalahan pemasangan pada kabel instalasi di meteran digital yakni dimana salah satu bagian balon lampu di rumah jadi berkedip-berkedip atau timbul nyala (kecil).yang menunjukkan ada ketidak normalan dalam pemasangan instalasi jaringan listrik, yakni diduga adanya kerenggangan pada konektor dari kabel SR (PLN) dengan kabel yang masuk rumah. terlepas apakah ada unsur kesengajaan atau tidak pada petugas kepada konsumen.

Sehingga patut diduga oknum petugas dinilai tidak profesional dalam menjalankan fungsi dan tanggung  jawabnya sesuai SOP yang berlaku serta disinyalir melabrak UU Konsumen atau hak-hak konsumen.

Irwan N Raju /Andi Subhan
Kontributor Sulsel

HADIRKAN RACER NASIONAL BERUANG MADU SUKSES GELAR DRAG BIKE BUPATI CUP KEJURDA SERI II 2019

BONE – Bertempat Disirkuit Bumi Arung Palakka kawasan stadion lapatau kelurahan macanang kab Bone Sulawesi Selatan Sabtu- Minggu 31 Agustus- 01 September 2019

Beruang Madu salah satu club otomotif anggota IMI Sulsel yang menggelar event ini dengan mempelombakan 9 Kelas untuk memperbutkan Tropy dan dua unit motor untuk juara umum dan seri kejurda ini diikuti oleh 400 pembalap lokal Bone, lokal Sulsel, Sulawesi Utara, Gorontalo dan juga pembalap pembalap Nasional asal pulau jawa

Sekitar 150’an peserta luar Bone serta Pembalap dari Pulau Jawa Gorontalo,Manado dan Seluruh kabupaten yang ada di SulSel
Dan lokal Bone , Adapun Juara juaranya, lokal sulsel Pembalap” Bone : Iskar HU,Bocah,Maulana Ibrahim

Kegiatan ini Dihadiri oleh ; Dandim 1407 letkol infantri Mustamin ,kapolres Bone diwakili oleh Kapolsek kota Kadis Perhubungan Asiswa Karim ,Camat TR Barat Andi Bobby Dan andi Nusrsalam Anggota DPRD KAB.BONE Dan pada acara puncak dan penutupan dihadiri oleh : Andi Nursalam
(A lilo Ak) Anggota DPRD Kab.Bone Dan Ketua BRT Bone

Muh.Iqbal SH ketua panitia pelaksana kegiatan ini sangat mengharapkan Ke Depannya Kab Bone kembali dipercaya oleh IMI Sulsel serta Semoga Event berikutnya Kami bisa permantap lagi karena event Ini Panitia Hanya butuh waktu 2 Bulan dalam persiapan tapi Alhamdulillah Event ini terlaksana Dengan sukses dan mendapat Apresiasi pembalap luar Sulawesi Selatan panitia mampu menghadirkan pembalap nasional Asal Pulau Jawa dari semua event di Sulsel Selama 2019 baru kali ini perserta pulau jawa terbanyak yang datang hanya di Kab.Bone

kegiatan ini masuk kalender IMI Sulsel ; Ini Kejurda IMI Sulsel Seri II yang menunjuk kab.Bone Sebagai Pelaksana ungkap ketua panitia pelaksana melalui Riliisnya ke media dia ini Senin, 02-09-2019

Juara umum seeded open pada event ini Adit Coco no star 41 Asal Semarang Jawa Tengah dibawah bendera Team Experimen DM Group Dandi jagung Rebus 49

Dan juara umum lokal Sulsel pembalap atas nama DENI Apriawan No star 74 asal Makassar Team 16 management QP Lms Stavoll Fam Rezky Motor Falqi Am 38

Ucapan terima kasih kepada semua pihak sehingga kegiatan ini bisa sukses dan terlaksana, para sponsor, peserta, panitia dan semua elemen masyarakat yang hadir sehingga event ini sukses terlaksana jelas Muh iqbal SH ketua panitia pelaksana

Irwan N Raju
Kontributor berandankrinews.com