Fraksi PKS Minta Pemkab Nunukan Percepat Aktivasi PLBN Sebatik Cegah Praktik Ilegal

NUNUKAN – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Nunukan menegaskan kepada Pemkab Nunukan agar mempercepat pengoperasian Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Fraksi PKS, Andi Yakub S.Kep., Ners., dalam Rapat Paripurna Penyampaian Nota Keuangan RAPBD Perubahan 2025 di Kantor DPRD Nunukan, Rabu (27/8/25).

Fraksi PKS menilai, meski pembangunan fisik PLBN Sebatik sudah selesai, namun hingga kini fasilitas tersebut belum difungsikan sebagai pintu resmi lintas batas negara.

Kondisi ini dinilai merugikan masyarakat perbatasan yang menggantungkan hidup pada aktivitas perdagangan antarwilayah.

Andi Yakub menyebut, keterlambatan aktivasi PLBN Sebatik juga membuka celah meningkatnya praktik ilegal, seperti penyelundupan narkotika dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Oleh sebab itu, Fraksi PKS meminta pemerintah daerah lebih serius mendorong percepatan pengoperasian.

“Jika PLBN Sebatik segera difungsikan, maka perdagangan lintas batas bisa berjalan lebih tertib dan masyarakat tidak lagi bergantung pada jalur ilegal,” kata Andi Yakub dalam pandangan fraksi.

Fraksi PKS meminta agar RAPBD Perubahan 2025 mengalokasikan dukungan anggaran untuk langkah-langkah yang berada dalam kewenangan daerah, hal terkait persiapan sarana pendukung, koordinasi antarinstansi, hingga sosialisasi kepada masyarakat perbatasan.

Selain itu, Fraksi PKS mendorong pemerintah daerah menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Kantor Staf Presiden (KSP) pada 27 Mei 2025 lalu, karena tindak lanjut tersebut harus dituangkan dalam target dan jadwal kerja yang jelas agar pengoperasian PLBN Sebatik tidak kembali tertunda.

Dalam rapat paripurna, Fraksi PKS juga mengingatkan agar percepatan pembangunan PLBN Long Midang di Kecamatan Krayan mendapat perhatian yang sama. Pasalnya, PLBN Long Midang masuk dalam prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

Fraksi berharap, PLBN Sebatik dan PLBN Long Midang dapat menyusul keberhasilan PLBN Labang di Kecamatan Lumbis Ogong, yang telah diresmikan pada 2 Oktober 2024. Saat ini, PLBN Labang sudah melayani aktivitas lintas batas dan membawa dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

“Status PLBN memang program strategis nasional, tetapi tanpa dukungan nyata dari pemerintah daerah, proses pengoperasiannya akan berjalan lambat bahkan terhambat,” tambah Andi Yakub.

Fraksi PKS juga menekankan bahwa keberadaan PLBN bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang perlindungan masyarakat perbatasan. Dengan adanya pintu resmi, pemerintah dapat melakukan pengawasan lebih baik terhadap mobilitas orang dan barang.

Menurut PKS, percepatan aktivasi PLBN Sebatik akan berdampak langsung pada stabilitas harga barang di wilayah perbatasan. Perdagangan resmi diyakini mampu menekan biaya distribusi, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Nunukan dengan negara tetangga Malaysia.

Selain aspek ekonomi, Fraksi PKS juga menilai percepatan PLBN merupakan bagian dari upaya menjaga kedaulatan negara. Dengan jalur resmi, negara dapat menghadirkan layanan keimigrasian, kepabeanan, serta pengawasan keamanan yang lebih efektif.

Terhadap sejumlah catatan tersebut, Fraksi PKS berharap pemerintah daerah segera menyusun strategi konkrit. Hal ini dianggap penting agar manfaat PLBN Sebatik benar-benar dirasakan masyarakat, sekaligus mencegah praktik ilegal yang selama ini marak di perbatasan.

(Humas DPRD Nunukan)

Fraksi Hanura Soroti Penggunaan APBD, Minta Fokus Pada Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

NUNUKAN – Fraksi Partai Hanura menyampaikan pandangan umum dalam agenda Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Nunukan Tahun Anggaran 2025 yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Nunukan, Rabu(27/8).

Hamsing, S.Pi sebagai juru bicara dari Fraksi Hanura mengatakan pembahasan perubahan APBD merupakan pembahasan yang ditetapkan setiap tahunnya yang selalu dibahas antara Pemerintah dengan DPRD Kabupaten Nunukan. Namun dibalik itu semua pembahasan APBD merupakan pedoman dalam memajukan dan memakmurkan kesejahteraan masyarakat khususnya di Kabupaten Nunukan.

“Bahwa melihat saat ini upaya dan kinerja yang dilaksanakan oleh pemerintah masih sangat jauh untuk menciptakan Kabupaten Nunukan yang lebih maju”.kata Hamsing

“Kami juga mencatat bahwa anggaran pendapatan sebesar Rp. 1,8 Triliun Tahun 2025 maka dari itu Pemerintah diharapkan dapat membangun dan menjalankan visi misi yang telah di usulkan kepada masyarakat Kabupaten Nunukan dengan bukti yang nyata”.tambahnya

Fraksi Partai Hanura sepenuhnya menilai bahwa perubahan APBD tahun anggaran 2025 ini harus direncanakan dan di laksanakan dengan tepat guna.

Selanjutnya,Fraksi Partai HANURA menyampaikan pandangan umum atas Nota Keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Nunukan TA 2025 sebagai berikut:

1. Fraksi Partai HANURA menghimbau kepada Pemerintah agar dapat meningkatan Pendapatan Daerah melihat bahwa banyak aspek yang dipergunakan diwilayah Kabupaten Nunukan harus kembali kepada Daerah Nunukan dengan sistem pengawasan yang jelas.

2. Terkait Penyebaran Dan Pemerataan Anggaran kami meminta agar dapat dijawab dan dipaparkan berapa Besaran Penyebaran dan Pemerataan anggaran tersebut disetiap wilayah Kabupaten Nunukan yang menjadi target pembangunan dan target prioritas.

3. Fraksi Partai HANURA juga bertanya kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan anggaran yang ada,bagaimana sampai sejauh mana telah terealisasi dan berapa beban biaya untuk Membangun Aspek Kesehatan Rumah Sakit Pratama yang ada di Kabupaten Nunukan.

Kami juga menghimbau semua Akses dan pelayan kesehatan rumah sakit Pramata di seluruh Kabupaten Nunukan harus melayani semua masyarakat,pelayanan 24 jam bagi pasien juga harus terapkan dengan baik. Pelayanan kesehatan ditingkat Kecamatan dan Desa juga harus perhatikan sehingga masyarakat dapat menempuh pengobatan alternatif sehingga tidak membebani masyarakat”

4. Kami melihat bahwa Aspek Pendidikan di Kabupaten Nunukan Khususnya Diwilayah Nunukan Slatan, Sebatik, Kabudaya dan Wilayah Krayan masih sangat kurang, dapat dilihat dari sarana- prasarana dan tenaga pendidiknya,dengan demikian diharapkan penyerapan pengunaan anggaran mampu terealisasi sengan baik, sehingga sumber daya manusia yang menempuh pendidikan sepenuhnya mendapatkan hak pendidikannya dengan layak.

5. Kami juga ingin menanyakan sampai sejauh mana peran Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan dalam menindaklanjutkan pengoperasian PLBN diNunukan mengingat bahwa PLBN telah dibangun namun tidak berjalan dan tidak beroperasi.

6. Fraksi Partai HANURA juga menghimbau agar Pemerintah Kabupaten Nunukan membangun infrastruktur jalan diwilayah Nunukan Selatan,Sebatik, Kabudaya Dan Krayan Sebagai akses sosial-ekonomi berjalan.

7. Kami meminta kepada Pemerintah apa saja Sistem Pengawasan Keuangan daerah terkait pengunaan anggaran dalam pembangunan Kabupaten Nunukan. 

8. Kami menghimbau agar Pemerintah membangun dan mengawasi akses Dermaga Angkutan Penumpang Kapal Air yang ada di Sungai ular, Daerah Sebatik dan Nunukan agar lebih baik, sesuai standar pelayanan dan pelayaran di semua wilayah ,serta ijin-ijin Dermaga dan Kapal di permudahkan.

9. Kami juga memberikan saran kepada Pemerintah untuk memperhatikan program Makanan bergizi Gratis bagi pelajar dengan baik, dalam hal ini bertumpuh pada satu pintu disetiap wilayah kecamatan agar pengunaan agar lebih efektik dan efesien sehingga tidak terjadi pemborosan anggaran.

10. Kami juga memberikan saran terkait dengan pelaksanaan anggaran belanja daerah, dalam hal ini kami meminta Pemerintah untuk dapat menyerap Anggaran Belanja Daerah semaksimal mungkin dengan program-program peningkatan daya saing sumber daya manusia berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,peningkatan daya saing ekonomi yang didukung teknologi informasi, serta peningkatan infrastruktur dan kualitas lingkungan hidup diKabupaten Nunukan.

11. Membuka kesempatan kerja dan lapangan perkerjaan khusus bagi masyarakat Kabupaten Nunukan dengan memberikan kebijakan dan hak yang tidak membebankan bagi semua Putra/Putri Daerah Kabupaten Nunukan sehingga dengan kesempatan tersebut mampu menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Fraksi Partai Hanura berharap Pemerintah Daerah dapat menindaklanjuti pandangan umum ini demi terwujudnya APBD yang lebih berpihak dan bermanfaat luar bagi seluruh lapisan masyarakat.

#Neni

Pandangan Umum Fraksi Gerindra Terhadap RAPBD Perubahan Nunukan T.A 2025

NUNUKAN-Ranperda APBD perubahan merupakan instrumen penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan. Hal ini di sampaikan oleh juru bicara fraksi Gerindra Yawong Salaju dalam rapat paripurna yang gelar pada Rabu, 28/08/2025 Kantor DPRD Nunukan.

Sebelumnya, fraksi partai Gerindra mengapresiasi pemerintah daerah Kabupaten Nunukan dalam melakukan rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun 2025. Sebagai wujud upaya mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional untuk kesejahteraan daerah yang berkeadilan.

Pentingnya penyusunan dan penyesuaian APBD sebagai respon terhadap dinamika ekonomi, sosial dan kebijakan nasional yang terus berkembang. Fraksi Gerindra menilai bahwa hingga pertengahan 2025 pengelolaan APBD menunjukkan capaian yang cukup positif baik dalam pendapatan, efisiensi belanja maupun peningkatan pelayanan publik dan stabilitas fiskal daerah yang berhasil di jaga ditengah tekanan ekonomi global dan nasional.

Selain itu, fraksi Gerindra menekankan pentingnya memperkuat sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan layanan publik lainnya. Perubahan APBD ini merupakan bentuk antisipasi terhadap dampak sosial dan ekonomi seperti halnya inflasi, lonjakan harga kebutuhan pokok, perubahan iklim yang mempengaruhi petani dan nelayan.

Lebih lanjut dalam pemaparan Yawong bahwa fraksi Gerindra juga menilai tantangan krusial dalam implementasi rancangan anggaran perubahan tahun 2025 seperti adanya kebijakan pemerintah pusat dalam efisiensi anggaran yang mempengaruhi kemampuan keuangan daerah. Disisi lain, fraksi Gerindra juga menyoroti sejumlah sektor prioritas pembangunan termasuk pendidikan dan kesehatan.

Kemudian, perlunya penguatan prinsip tata kelola keuangan daerah yang baik, dimana fraksi Gerindra menyoroti rasionalisasi belanja, peningkatan belanja daerah dan peran BUMD, alokasi penyertaan modal serta urgensi investasi daerah dan transparan. Serta fraksi partai Gerindra mendukung penuh upaya pemerintah dalam menambah anggaran untuk pengangkatan PPPK tahap II 2025.

Yawong mengatakan bahwa pada intinya fraksi partai Gerindra mendukung penuh upaya pemerintah daerah dan berharap Perda nantinya dapat mencerminkan asas keadilan, transparansi dan efektifitas demi terwujudnya tata kelola pemerintahan daerah yang lebih baik.

Meri

Kaltara Ikuti Verifikasi Lanjutan KKS Tingkat Provinsi Terbaik 2025

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si., memimpin kegiatan “Verifikasi Lanjutan Penilaian Tim Pembina Kabupaten Kota Sehat (KKS) Provinsi Terbaik Tahun 2025”, digelar di Ruang Benuanta Lantai 1 Gedung Gadis 2, Rabu (27/8).

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong mengatakan di tahun 2025 ini untuk pertama kalinya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ikut berpartisipasi dalam penilaian KKS Tingkat Provinsi Terbaik 2025.

Wagub Ingkong menegaskan Pemprov Kaltara berkomitmen mendukung Kabupaten/Kota Sehat melalui regulasi, diantaranya Surat Edaran Gubernur Kaltara Nomor 100.3.4/2890/Dinkes/Gub Tahun 2023 Tentang Percepatan Desa/Kelurahan sbs dan Akses Air Minum Aman.

Lalu terbitnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Kabupaten Sehat, dan Dialog Komitmen Bersama “Stop buang air besar sembarangan” yang menghadirkan seluruh kepala daerah dan lintas sektor pada tahun 2024.

Wagub Ingkong menuturkan capaian Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan Provinsi Kaltara telah mencapai 83 persen, dan ini menjadi sebuah capaian penting dalam upaya menuju penilaian Swasti Saba.

“Swasti Saba yakni penilaian yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI kepada daerah yang berhasil mencapai standar tertentu dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat,” kata Wagub Ingkong.

Dia menyebutkan dua kabupaten di Kaltara menunjukkan capaian yang patut diapresiasi, pertama kabupaten Bulungan telah lama konsisten sejak tahun 2009 mengikuti KKS dan pada tahun 2023 berhasil diverifikasi dengan sembilan tatanan.

“Kabupaten Bulungan telah mencapai 93 persen desa ODF atau sebanyak 75 desa yang komunitas masyarakat yang tidak lagi membuang air besar sembarangan,” bebernya.

Selain itu, Kabupaten Bulungan telah melahirkan berbagai regulasi strategis termasuk Perda terkait Penyelenggaraan Kabupaten Sehat dan Peraturan Bupati terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Yang kedua dari Kabupaten Tana Tidung, sebut Wagub Ingkong, dikatakannya menjadi pertama kalinya ikut penilaian tahun ini, dan capaian yang ditorehkan sangat membanggakan dengan desa ODF 100 persen pada tahun 2024.

Dari ini kelembagaan KKS lengkap terbentuk, dimulai dari kabupaten hingga desa, disertai inovasi program kesehatan dan gizi. Upaya ini telah memberikan hasil nyata terhadap penurunan stunting dari 11,15 persen di tahun 2022 menjadi 9,94 persen pada 2024.

“Saya mengapresiasi kerja keras dan dedikasi para kepala daerah kabupaten/kota yang telah berupaya menciptakan lingkungan yang sehat di wilayahnya masing-masing,” ucapnya.

“Saya berharap capaian kabupaten Bulungan dan Kabupaten Tana Tidung dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lain di Kaltara, sehingga semakin banyak daerah yang siap menuju Swasti Saba,” terang Wagub Ingkong.

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada tim verifikator dan tim pembina kabupaten/kota sehat pusat atas pembinaan, koordinasi, dan kolaborasi yang telah terjalin baik selama ini. semoga kerja sama ini terus berlanjut demi kemajuan kesehatan masyarakat Indonesia.

Lebih jauh, mantan Wakil Bupati Bulungan ini turut mengapresiasi tim pembina KKS Provinsi Kaltara yang diketuai oleh sekretaris daerah, beserta seluruh OPD terkait, yang telah bekerja keras, berkomitmen, dan bersinergi mendukung penyelenggaraan KKS di Kaltara.

Wagub Ingkong berharap kegiatan verifikasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kabupaten/kota di Kaltara, dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menciptakan lingkungan yang sehat.

“Saya berharap bahwa hasil verifikasi ini dapat menjadi acuan bagi kita untuk terus meningkatkan kinerja dan kualitas kesehatan di kabupaten/kota Kaltara,” pungkasnya.

(dkisp)

Buka Lokakarya Pendidikan, Bupati Ingin Memastikan Pendidikan Yang Adil dan Setara 

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri secara resmi membuka Lokakarya Perencanaan Desain Pengelolaan Pendidikan di Wilayah Terpencil dan Perbatasan di Kantor Bupati Nunukan, Selasa (28/8). 

Pembukaan Lokakarya yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan bekerja sama dengan Program Inovasi Strategis itu ditandai dengan pemukulan gong oleh bupati.

Lokakarya yang direncanakan akan berlangsung selama dua hari ini diharapkan menjadi wadah bagi terjadinya dialog antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan pegiat pendidikan dalam merumuskan strategi serta rencana aksi berkelanjutan yang berpihak pada kebutuhan pendidikan masyarakat di perbatasan.

Dalam lokakarya tersebut, dijadwalkan akan menghadirkan beberapa narasumber dari Tim Inovasi, Bappeda Litbang, Dinas PMD, serta Dinas Pendidikan Provinsi Kaltara dan Kabupaten Nunukan.

Bupati Irwan dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pemerataan pendidikan berkualitas merupakan salah satu prioritas visi dan misi Pemerintah Kabupaten Nunukan. “Kita ingin memastikan anak-anak di pedalaman dan perbatasan memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di kota besar. Pendidikan yang adil akan melahirkan generasi Nunukan yang tangguh, cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta cinta bangsa dan tanah air,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Provincial Manager Inovasi Kalimantan Utara, Agus Prayitno, memberikan apresiasi terhadap komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mendorong pemerataan akses pendidikan di wilayah – wilayah terpencil dan perbatasan.

Agus menyebutkan,dalam satu tahun terakhir ini, program Inovasi ini telah menyentuh 47 SD dan 13 MI di Pulau Nunukan dan Sebatik, serta melibatkan 60 kepala sekolah, 427 guru kelas awal, serta memberi manfaat bagi hampir 8.000 siswa.

(PROKOMPIM)