Arming Hadiri Buka Puasa Bersama Deddy Sitorus, Perkuat Silaturahmi dengan Warga Nunukan

NUNUKAN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Arming, S.H, menghadiri kegiatan buka puasa bersama masyarakat yang digelar oleh anggota DPR RI Deddy Yevri Hanteru Sitorus di Kabupaten Nunukan, Minggu (8/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di salah satu kafe di pusat kota tersebut menjadi momentum mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadan. Kehadiran Arming dalam acara tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk menyapa langsung warga serta mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat.

Arming menyampaikan bahwa momen Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kedekatan antara pemerintah, wakil rakyat, dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti buka puasa bersama tidak hanya sekadar agenda kebersamaan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi yang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai harapan dan persoalan yang mereka hadapi di daerah.

“Momentum seperti ini sangat baik untuk mempererat hubungan dengan masyarakat. Kita bisa berdialog langsung, mendengar aspirasi warga, dan melihat secara nyata kondisi yang mereka rasakan,” ujar Arming.

Ia juga menegaskan bahwa sebagai wakil rakyat di DPRD Kalimantan Utara, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan daerah dan kesejahteraan warga di wilayah perbatasan.

Sementara itu, kegiatan buka puasa bersama tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat, tokoh daerah, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak terasa hingga waktu berbuka puasa tiba.

Melalui kegiatan tersebut, Arming berharap silaturahmi antara masyarakat dan para pemangku kebijakan dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat terserap dan diperjuangkan secara maksimal.

(Bensyam /admin-adv)

PWI Nunukan Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama

NUNUKAN – Pengurus dan anggota (PWI, SMSI dan JMSI Kabupaten Nunukan menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat sekaligus buka puasa bersama pada momen bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian sosial serta mempererat kebersamaan antarwartawan dan masyarakat.

Pembagian takjil dilakukan di sejumlah depan Sekretariat PWI Nunukan menjelang waktu berbuka puasa.

Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan, seperti pengendara motor, sopir, serta masyarakat yang melintas.

Ketua PWI Nunukan, Hendra mengatakan kegiatan berbagi takjil ini merupakan agenda PWI di Bulan Suci Ramadhan sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, khususnya bagi mereka yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara insan pers dan warga,” ujarnya.

Setelah kegiatan berbagi takjil, para pengurus dan anggota PWI Nunukan, SMSI dan JMSI melanjutkan kegiatan dengan buka puasa bersama.

Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas serta kekompakan di antara para jurnalis yang tergabung dalam organisasi tersebut.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan diharapkan dapat terus dilaksanakan pada setiap bulan Ramadan sebagai bentuk kontribusi sosial insan pers di Kabupaten Nunukan.(***)

Rapimnas SMSI Bahas Masa Depan Media Startup di Tengah Regulasi Pers dan Era Digital

JAKARTA – Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) yang digelar di Millennium Hotel Sirih Jakarta, Jumat–Sabtu (6–7/3/2026), menjadi forum konsolidasi nasional bagi perusahaan pers siber sekaligus momentum peringatan HUT ke-9 organisasi konstituen Dewan Pers ini.

Agenda Rapimnas dihadiri para ketua SMSI provinsi dari seluruh Indonesia untuk merumuskan sikap bersama menghadapi dinamika industri media digital.

Ketua Umum SMSI, Firdaus, mengatakan Rapimnas menjadi ruang strategis untuk menyamakan persepsi pengurus organisasi sekaligus membahas berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan pers, khususnya media startup di daerah.

“Rapimnas ini merupakan panggilan bagi SMSI untuk memberikan kontribusi nyata kepada bangsa dan negara,” ujar Firdaus.

Menurutnya, SMSI sejak awal berdiri menjadi wadah bagi media startup dan media lokal yang banyak didirikan oleh jurnalis profesional, termasuk mereka yang terdampak pemutusan hubungan kerja dari perusahaan media besar.

“Melalui SMSI, para wartawan didorong untuk tetap menyalurkan idealisme jurnalistik dengan membangun perusahaan pers secara mandiri,” kata Firdaus.

Firdaus mengungkapkan saat ini SMSI memiliki 3.181 perusahaan pers anggota di berbagai daerah. Namun, sebagian besar merupakan media rintisan dengan sumber daya terbatas sehingga menghadapi tantangan besar untuk berkembang di tengah persaingan industri digital yang semakin ketat.

Dalam forum tersebut, SMSI juga menyoroti sejumlah isu strategis, salah satunya terkait kesepakatan perdagangan internasional Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat pada sektor digital trade and technology.

“Ketika ada perjanjian perdagangan seperti ini, kita harus merumuskan sikap bersama. Rapimnas ini menjadi forum untuk menentukan langkah terbaik bagi perusahaan pers startup di bawah SMSI,” kata Firdaus.

Selain itu, ia juga menyinggung kebijakan verifikasi perusahaan pers oleh Dewan Pers yang dinilai masih menjadi tantangan bagi banyak media kecil.

“Ada beberapa pemerintah daerah menjadikan status verifikasi sebagai syarat utama kerja sama, sehingga menyulitkan media startup untuk bertahan,” ungkapnya.

“Banyak anggota kami merasa seperti ‘dibom’ dengan kebijakan verifikasi itu karena bisa mematikan keberlangsungan hidup media kecil,” sambung dia.

SMSI, lanjutnya, terus melakukan pendekatan kepada pemerintah daerah agar tidak menjadikan verifikasi sebagai satu-satunya syarat kerja sama dengan media. Ia menegaskan bahwa prinsip utama yang harus dijaga adalah kemerdekaan pers.

“Yang lebih esensial adalah kemerdekaan pers. Jangan sampai kemerdekaan itu justru dibatasi oleh rezim administrasi,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pakar SMSI, Yuddy Crisnandi, mengapresiasi perkembangan organisasi yang kini menaungi ribuan perusahaan media siber di Indonesia. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan SMSI telah menjadi organisasi modern dalam ekosistem masyarakat digital.

“Ribuan perusahaan media siber yang bergabung di SMSI menunjukkan bahwa organisasi ini berada di tengah peradaban modern yang berbasis teknologi informasi,” kata Yuddy.

Ia menilai SMSI memiliki peran penting sebagai pilar demokrasi dengan menghadirkan informasi yang akurat dan terpercaya bagi masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan publik.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, yang membuka Rapimnas menyatakan pihaknya siap menampung berbagai aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

“Setiap inspirasi dan pemikiran dari SMSI akan kami catat untuk dibawa ke pleno Dewan Pers,” ujarnya.
Komaruddin juga menilai dunia pers saat ini sedang mengalami perubahan besar seiring perkembangan teknologi informasi yang mengubah ekosistem media. Karena itu, ia mendorong komunitas pers untuk terus meningkatkan kualitas dan budaya belajar.

“Bangun komunitas yang bukan hanya working community, tetapi learning community. Pers harus terus belajar sekaligus mengawal agenda besar bangsa,” kata Komarudin.

Ia berharap Rapimnas SMSI 2026 menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada Dewan Pers maupun pemerintah.

“Rekomendasi ini sebagai kontribusi organisasi dalam memperkuat ekosistem pers nasional, khususnya bagi keberlanjutan media siber startup di berbagai daerah,” tutupnya. (*)

Polres Nunukan Laksanakan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 Dukung Ketahanan Pangan

NUNUKAN – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan serta upaya mewujudkan swasembada jagung, Polres Nunukan melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu (07/03/2026) di lahan milik Polri yang berlokasi di Jl. Bharatu M. Aldy No. 09, Kelurahan Nunukan Selatan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan.

Kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 15.30 Wita dan dipimpin oleh Wakapolres Nunukan Kompol Irwan, S.I.K., M.H bersama unsur pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, kelompok tani, serta masyarakat. Penanaman jagung serentak ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif yang dimiliki oleh Polri agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman jagung di lahan seluas kurang lebih 0,75 hektare yang merupakan lahan milik Polri. Adapun jenis bibit yang digunakan yaitu ASA Benih Cap Rusa sebanyak 10 kilogram. Penanaman ini diharapkan dapat memberikan hasil yang optimal serta menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan produksi jagung di wilayah Kabupaten Nunukan.

Melalui kegiatan ini, Polres Nunukan juga ingin menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian dan ketahanan pangan. Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Polri juga turut berperan aktif dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang bersifat produktif dan bermanfaat.

Kegiatan penanaman jagung serentak ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara Polri, pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, serta masyarakat dalam mendukung pembangunan di bidang pertanian. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produksi pangan serta memberikan dampak positif terhadap ketahanan pangan di daerah.

Dengan adanya penanaman jagung serentak ini, diharapkan lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal dan menjadi contoh bagi masyarakat untuk mengembangkan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung yang memiliki nilai ekonomi dan potensi produksi yang cukup baik di wilayah Kabupaten Nunukan.

Polres Nunukan akan terus mendukung berbagai program pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Nunukan. (*)

SMSI Nyatakan Sikap atas Perjanjian Dagang RI–AS, Dorong Penguatan Kedaulatan Digital

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menyampaikan pernyataan sikap organisasi terhadap Agreement on Reciprocal Trade (ART), khususnya pada aspek digital trade and technology.

Sikap organisasi pers terbesar di Dunia ini disampaikan dalam penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) SMSI 2026 yang dirangkaikan dengan peringatan HUT ke-9 SMSI di Millennium Hotel Sirih Jakarta, Jumat–Sabtu (6–7/3/2026).

Pernyataan sikap dibacakan Ketua Tim Perumus Sihono HT yang juga menjabat Ketua Dewan Penasihat SMSI Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pembacaan dilakukan di hadapan pimpinan SMSI pusat serta para ketua SMSI provinsi dari seluruh Indonesia.

Dalam pernyataan tersebut, SMSI menilai ART antara pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat merupakan realitas geopolitik global yang harus dihadapi secara rasional dan strategis dengan mempertimbangkan kepentingan nasional.

SMSI memandang posisi Indonesia dalam konstelasi politik internasional dan penguasaan teknologi digital global masih berada dalam ekosistem yang didominasi Amerika Serikat. Karena itu, peluang pembatalan maupun renegosiasi perjanjian secara fundamental dinilai sangat terbatas.
Pendekatan konfrontatif dinilai bukan strategi yang realistis mengingat ekosistem digital Indonesia mulai dari infrastruktur, komputasi awan hingga platform digital yang masih banyak bergantung pada teknologi dan perusahaan global berbasis di Amerika Serikat.

“SMSI menilai perjanjian dagang yang ditandatangani Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 19 Februari 2026 di Washington DC harus dijadikan momentum untuk mempercepat penguatan kedaulatan digital nasional,” kata Sihono

“Menurut SMSI, Indonesia tidak boleh selamanya berada pada posisi sebagai pasar digital, melainkan perlu bertransformasi menjadi negara yang memiliki kekuatan infrastruktur, ekosistem teknologi, serta perlindungan data nasional yang kuat,” sambung dia.

Dijelaskannya, berdasarkan masukan dari 35 ketua SMSI provinsi yang hadir dalam Rapimnas, organisasi tersebut menyampaikan tiga poin sikap strategis.

Pertama, mendesak pemerintah bersama DPR RI segera merancang undang-undang atau regulasi komprehensif mengenai kedaulatan digital nasional sebagai payung hukum perlindungan data, industri digital, dan kepentingan ekonomi nasional di ruang siber.

Kedua, mendorong percepatan pembangunan infrastruktur teknologi digital nasional, termasuk pusat data, platform digital nasional, serta sistem ekosistem teknologi untuk mengurangi ketergantungan pada infrastruktur digital negara lain.

Ketiga, mengusulkan integrasi media layanan publik dalam satu platform digital nasional yang dapat menaungi media-media nasional guna memperkuat ekosistem pers Indonesia dan meningkatkan daya saing industri media di tengah dominasi platform global.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani Ketua Umum SMSI Firdaus dan Sekretaris Jenderal Makali Kumar. Tim perumus dipimpin Sihono HT dengan anggota Erris Julietta Napitupulu, Mahmud Matangara, dan Tarmuji Talmacsi.

Sementara itu, Ketua Umum SMSI, Firdaus mengatakan, Rapimnas SMSI 2026 menjadi forum konsolidasi organisasi untuk menyamakan persepsi pengurus SMSI di seluruh Indonesia serta merumuskan langkah strategis menghadapi dinamika industri media digital.

“Rapimnas ini menjadi forum penting untuk mengambil keputusan strategis sekaligus merumuskan masa depan perusahaan pers startup di bawah naungan SMSI,” tutup Firdaus. (*)