TANJUNG SELOR – Di tengah upaya mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan potensi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat
TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kaltara,
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar kegiatan senam pagi yang dirangkaikan
BONE, Berandankrinews.com– Serda Tirta dan Praka Boghy Anggota Satgas TMMD disela-sela kesibukan melaksanakan kegiatan pekerjaan fisik, menyempatkan diri untuk mengunjungi sekolah dasar (SD) 99 Lallatang yang berada di Desa Lallatang Kecamatan Duaboccoe, Bone, Sabtu (23/03/19).
Serda Tirtha dan Praka Boghy mengajarkan pengetahuan dasar tentang Peraturan Baris Berbaris (PBB) kepada para murid SDN 99 sebelum masuk kelas untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
Wali kelas SDN 99 Lallatang menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi inisiatif anggota Satgas TMMD yang telah meluangkan waktu untuk berkunjung
Terim kasih juga karena sudah melatih anak murid kami ini dalam baris berbaris. Kami juga berharap agar ke depan diberikan waktu khusus dan program pelatihan PBB sehingga dengan latihan ini para murid bisa lebih disiplin,” katanya.
Kapten Inf. Muh Yusuf sebagai Komandan SSK TMMD, menyatakan bahwa baris berbaris merupakan suatu pelatihan dasar guna menanamkan kebiasaan yang diarahkan kepada pembentukan karakter anak anak.
“Yang pasti dengan latihan baris berbaris akan membentuk sikap disiplin, kebersamaan serta kesetiakawanan diantara mereka,” ujarnya. (Irwan N Raju)
Jakarta, Berandankrinews.com — Sebuah peradaban baru bagi warga Ibu Kota dan sekitarnya dimulai. Hal itu terjadi setelah Presiden Joko Widodo meresmikan beroperasinya moda raya terpadu (MRT) Jakarta fase pertama yang menghubungkan Bundaran HI dengan Lebak Bulus. MRT tersebut merupakan moda transportasi pertama yang hadir di Indonesia.
Presiden Jokowi didampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berkeliling stasiun MRT
“Hari ini sebuah peradaban baru akan kita mulai, yaitu dengan dioperasikannya MRT di DKI Jakarta fase pertama. Siapa yang sudah mencoba MRT?” ujar Presiden di kawasan car free day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 24 Maret 2019.
Presiden, dalam sambutannya, mengharapkan agar kehadiran MRT pertama ini turut disertai dengan pembangunan budaya baru dalam bertransportasi bagi para penggunanya. Sejumlah kebiasaan dan kedisiplinan hendak ditanamkan kepada masyarakat terkait penggunaan moda raya terpadu ini.
Jokowi Bersama Para Menteri dan Gubernur DKI Jakarta mencoba MRT
“Yang pertama, jangan buang sampah di MRT dan stasiun-stasiun MRT kita. Jaga agar MRT dan stasiun-stasiun yang kita miliki tidak kotor,” tuturnya.
Selain itu, demi keamanan dan kenyamanan pengguna jasa MRT dan moda transportasi lainnya, Kepala Negara mengajak masyarakat untuk lebih tertib dengan membudayakan antre dan disiplin waktu.
“Kalau mau naik MRT antre. Jangan berdesak-desakan. Antre dan disiplin waktunya. Jangan sampai pintunya mau ketutup baru masuk, kejepit pintu nanti,” ucapnya.
Lebih jauh, terkait dengan pembangunan MRT, Kepala Negara mengatakan bahwa pembangunan MRT tahap selanjutnya akan segera dilakukan. Pihak pengelola akan segera memulai pembangunan koridor utara-selatan yang menghubungkan Lebak Bulus dan Kampung Bandan. Presiden sendiri berharap agar pembangunan koridor tersebut bersamaan dengan pembangunan koridor timur-barat.
“Segera ini akan kita lanjutkan ke fase ke utara, fase yang kedua. Paralel nanti dengan east-west. Akan kita kerjakan secara beriringan,” kata Presiden.
Presiden juga mengungkap bahwa pihaknya akan terus mengupayakan integrasi yang lebih luas terhadap segala moda transportasi yang ada di Ibu Kota dan sekitarnya. Dengan upaya itu, masyarakat diharapkan dapat lebih memilih menggunakan transportasi umum dibanding pribadi sehingga mengurangi kemacetan.
“Masyarakat akan diberikan kemudahan-kemudahan untuk datang ke sebuah tempat sehingga meninggalkan motor dan mobil pribadinya karena lebih nyaman dan cepat naik MRT, transjakarta, dan LRT yang juga akan segera selesai. Harapan kita itu,” tuturnya.
Untuk menuju bundaran HI, Presiden bersama sejumlah menteri Kabinet Kerja menggunakan MRT dari Stasiun Istora. Selanjutnya ketika tiba di stasiun bundaran HI, Presiden kemudian menandatangani prasasti peresmian Moda Raya Terpadu Jakarta Fase I.
Dari stasiun, Presiden berjalan kaki menuju panggung yang berada di depan air mancur bundaran HI.
Turut hadir mendampingi Presiden pada peresmian MRT Jakarta ini diantaranya, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Nasir, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. Juga hadir Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi. (fri)
Soppeng (Sul-Sel), Berandankrinews.com–Bantuan dana Sebesar 10 Triliun akan diberikan ke seluruh Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan.
Dikatakan Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Prof Dr Nurdin Abdullah, M. Agr, Tahun ini anggaran kurang lebih 10 triliun dan kemana harus dialokasikan tentu ke kabupaten/kota, karena itu Insya Allah kalau tidak salah tahun ini yang kami kasih ke kabupaten Soppeng itu kurang lebih 75 miliar, terutama supaya kita tidak berjoget-joget lagi dari Sidrap ke Soppeng.
Betapa tidak, selama ini akses Jalan utamanya jalan dari arah Kabupaten Sidrap yakni di daerah Batu-Batu Kecamatan Mario Riawa Kabupaten Soppeng menuju Kota Soppeng yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Banyaknya di keluhkan masyarakat yang di sebabkan infrastruktur jalan yang sangat rusak dan ketika pengguna jalan melewatinya terasa bergoyang di karenakan jalanan yang bergelombang.
Dalam kesempatan itu Gubernur Sul-Sel yang kerap di sapa Pak Prof Andalan saat Pilgub tahun kemarin, juga meyampaikan bahwa Akses jalan masuk Lejja sudah mulai dirintis.
“Sementara akses jalan masuk ke Lejja sudah dirintis”kata Prof.Dr.Nurdin Abdullah, M.Agr saat memberikan sambutan pada Hari Jadi Kabupaten Soppeng ke 758 yang di langsungkan dí Lapangan Gasis Watansoppeng, Sabtu (23/3/19).
dikatakannya, saya sudah sampaikan ke pak Bupati, kami lagi merintis jalan dari Nepo Palanro itu melalui bangsa itu nanti langsung masuk ke Lejja, jadi tidak harus mutar lewat Pare dan Sidrap baru ke Batu-Batu, Saya kira ini salah satu pemicu turis domestik kita bisa lebih mudah, jadi tidak perlu harus keliling masuk Parepare dan batu-batu , jadi langsung saja ke palanro baka itu sudah masuk ke Lejja.
Sebelumnya itu, Bupati Soppeng A Kaswadi Razak, SE menuturkan bahwa, tahun ketiga kami sudah selesaikan kurang lebih 500 KM jalanan, kemudian pelayanan kesehatan semua Puskesmas kecamatan, kami sudah siapkan ambulans di semua Kecamatan, tahun ini juga pemadam kebakaran ada semua di setiap kecamatan dan juga enam Puskesmas sudah. Badan Layanan Umum Puskesmas, di samping itu Rumah Sakit Umum sudah mempunyai fasilitas alat cek darah sudah setara dengan Prodia, kemudian alat jantung dan kemarin kami juga sudah operasikan cuci darah.
“insya Allah juga CT scan sudah dikondisikan dan yang menarik kami sepakati kemarin merawat orang gila satu-satunya rumah sakit yang ada di daerah sulawesi Selatan,”pungkas Kaswadi. (Bintang)
Soppeng, Berandankrinews.com–Gubernur Sulawesi Prof.DR.Nurdin Abdullah, M. Agr bersama rombongan didampingi Bupati Soppeng H A Kaswadi Razak,SE Selatan meninjau rumah pemeliharaan Ulat Sutera di Desa Pising Kecamatan Donri-Donri kabupaten Soppeng, Sulsel,sabtu (23/32019).
Salah satu pemilik usaha tenun, Nurdin menjelaskan bahwa kemampuan alat benang yang digunakan saat ini hanya bisa sampai benang no 24.
“Kendala yang kami hadapi adalah terbatasnya alat untuk membuat benang lebih besar”ungkap Nurdin.
Namun saat ini, lanjutnya, hasil tenun bisa dijadikan beberapa produk, tergantung mau dijadikan baju, gorden, atau sarung.
Sementara Karyawati Nurdin, Fatma menuturkan bahwa dengan alat sederhana ini mampu membuat kain sutera dalam 1 hari sepanjang 3 meter.
Bupati Soppeng H A Kaswadi Razak, SE mengatakan manfaat lain dari usaha ini adalah sisa kepompong yang tidak jadi benang terdapat sari yang dapat dijadikan bahan kosmetik. Selain itu karena kualitasnya bagus maka dalam hal ini Wajo sangat tergantung akan benang sutera dari kabupaten Soppeng.
Gubernur Sul-sel sangat kagum melihat proses pembuatan sutra tersebut, apalagi saat melihat hasilnya, Prof DR Nurdin Abdullah, M. Agr tampak terkagum-kagum.
“Melihat proses pembuatannya yang rumit, kualitasnya sangat bagus dan bersaing, maka harganya pasti disesuaikan,”ungkapnya.
“Setiap jual sutera jangan turunkan harganya karna proses pembuatannya sangat sulit”tutur Gubernur Sulsel.
setelah berkunjung ke tempat pemintalan dan pembuatan benang sutera, gubernur melanjutkan perjalanan ke danau tempe. (Bintang)
Nunukan, Berandankrinews.com–Sebagaimana kita ketahui bersama, air adalah kebutuhan paling penting di dalam kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya yang ada di bumi ini. Sebab jika tidak ada air, bisa dipastikan sebuah kehidupan tidak akan bisa berjalan.
Anggota DPR RI komisi VII Dr. Ari Yusnita bersama Perwakilan Kementrian ESDM Badan Geologi Tantan Hidayat mencuci wajahnya dengan air sumur bor
Peresmian sarana air bersih sumur bor melalui pengeboran air tanah sedalam 125 meter yang dipusatkan di Kampung tator RT. 19 Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan, Kaltara, Sabtu (23/3/19).
Secara langsung diresmikan oleh Anggota DPR RI Komisi VII, Dr. Ari Yusnita didampingi perwakilan Kementrian ESDM Badan Geologi Pusat Air Tanah dan Tata Lingkungan Tantan Hidayat, ST, MT
Usai Peresmian dikatakan oleh Dr Ari Yusnita, Bantuan ini bukan pertama kali yang dilakukan, tetapi bantuan yang kami lakukan sejak tahun 2016, selama saya menjadi Anggota DPR RI ada 18 sumur bor yang sudah kita berikan untuk Kalimantan Utara sejak 2016 hingga 2019 ini. Di 2019, terakhir ada 10 sumur bor yang lagi proses.
“Berarti ada 28 ya totalnya semua, tahun 2018 itu, ada 18 sumur bor,”Kata Ari
Selain sumur bor, kata Ari ada sebagian bantuan berupa penerangan lampu jalan dan bantuan lainnya.
“Bantuan lainnya seperti ada pencemaran sungai, Komisi VII pasti datang dengan Dirjen Minerba dan Instansi terkait,”Katanya.
Pembangunan sumur bor bantuan pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian ESDM dan DPR RI, bekerjasama dengan pemerintah daerah memiliki program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan pengentasan daerah sulit air bersih, melalui pengeboran air tanah dalam, dimana beberapa daerah diwilayah Kabupaten Nunukan mengalami permasalahan penyediaan air bersih.
Dr Ari Yusnita menuturkan Kita dari pusat memperjuangkan sumur bor ini, Satu sumur bor dari APBN itu hampir 500 juta, otomatiskan disaat kita memberikan di kabupaten, otomatis untuk pemasangan pipa diserahkan ke pemerintah daerah.
“Begitu sumur bor ini kita masukan, tentunya kita izin dari pemda setempat, artinya pemda setempat menerima sumur bor ini dengan baik. Selanjutnya pipanisasi nanti kita serahkan kepada pemda setempat atau dari Swadaya masyarakat,” ujar Ari Yusnita.
Selama menjadi Anggota DPR RI, Ari Yusnita menuturkan Kurang lebih 330 Milyar yang telah diturunkan dengan bentuk program yang ada di seluruh Provinsi Kaltara.
“Program Jargas Kota Tarakan, BBM satu harga, ada 8 dikaltara, PJUTS, Mobil Ambulance dan mobil sekolah melalui CSR Pertamina, PLN dan PGN, Rumah Ibadah, Konverterkit Nelayan yang merupakan program dari Kementrian ESDM 880 untuk Kota Tarakan,” beber Ari Yusnita.
Dia menambahkan beberapa Motor Sampah dan beasiswa 400 melalui riset dan teknologi yang ada diseluruh kaltara ditahun 2019 ini.
“Sementara kita lagi merekrut data-datanya semua,”Ujarnya.
Tambahnya, Bantuan yang lainnya, kita melakukan sosialisasi kelapa sawit, kemudian pemberian pupuk cair kepada masyarakat di Malinau dan Kota Tarakan dan program lainnya yang ada di komisi VII.
Adapum bantuan yang telah diberikan DPR RI khususnya Kabupaten Nunukan yang terbagi dibeberapa kecamatan.
“Bantuan untuk Nunukan, Bantuan Bis Sekolah dan Motor sampah,
di kelurahan Nunukan Tengah Satu Sumur Bor, PJU, di Sebatik 1 sumur bor dan PJU kemudian di Semeinggaris BBM satu harga serta di Lumbis 1 Sumur bor,” ungkap Ari Yusnita.
Peresmian Sumur bor dihadiri oleh para ketua RT dan Warga Rt 17 dan 19 kelurahan Nunukan Tengah.