SMPN 1 Lilirilau Sabet Juara 1 Putra Putri Cabor Karate pada seleksi O2SN Tingkat Kabupaten

Soppeng, Sul-Sel, Berandankrinews.com –Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten Soppeng untuk Siswa Siswi SD/MI dan SMP /Mts yang merupakan kompetisi Siswa Siswi di bidang Olah Raga yang di laksanakan setiap tahunnya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng di tingkat daerah.

Untuk Sekolah Dasar di lakukan seleksi antar SD sekecamatan asal sekolah, yang juara di tingkat Kecamatan itulah yang ikut seleksi di tingkat Kabupaten sedangkan untuk SMP atau Mts langsung mewakili Sekolah masing-masing untuk ikut seleksi di tingkat kabupaten ungkap Agus, S.Pd saat akan di mulai seleksi O2SN Cabang olahraga Karate yang di laksanakan di Gedung Koni Jalan Samudra, Senin (25/3/19).

Agus, S.Pd salah satu wasit Nasional mengatakan, Saya harap para wasit juri menilai dengan sportif sesuai aturan yang ada baik di kategori kata maupun kategori kumite.

Lanjut Agus yang juga ketua Dewan Wasit Forki Soppeng ini mengatakan ” hasil seleksi ini nanti hanya yang juara satu Putra dan Putri yang mewakili Kab.Soppeng ke tingkat Provinsi dan mengenai penilaiannya adalah akumulasi nilai kategori kata dan kategori kumite jadi yang juara 1 untuk kata poin 10, juara 2 poin 7 dan juara 3 poin 5 sedangkan untuk kategori kumite juara 1 poin 5 , juara 2 poin 3 dan juara 3 poin 1 sehingga hasil akumulasi poin di kategori kata dan kumite itulah yang berhak ikut di tingkat provinsi pungkas Agus yang juga sabuk Hitam DAN V ini.

Sementara di tempat yang sama kata koordinator pertandingan, Abdullah, SmHk, SE bahwa “Pertandingan Karate yang berlangsung sehari ini dengan 12 atlet yang terdaftar dan yang sempat ikut dalam kompetisi ini hanya 11 orang atlet jadi 1 atlet yang tidak hadir setelah di panggil namanya tiga kali ,saat waktu pertandingan tuturnya saat usai kegiatan O2SN ini di laksanakan.

Adapun hasil Seleksi O2SN Cabang Olah Raga Karate lanjut Sensei Abdullah selaku Koordinator pertandingan ini , sebutnya “yang juara pada tingkat SD/MI untuk Putra yaitu sebagai berikut , Juara 1. Jabir Saleh Asnawi dari SDN 106 Tuawo, Kec.Lilirulau, Juara 2. Wira Arif Prayuda dari SDN 135 Salebbo Mario Kec.Mario Riwawo, Juara 3. Guntur Ramadhan Pangestu dari SDN 3 Lemba Kec.Lalabata,

sedangkan atlet Putri hanya 2 yang ikut masing-masing Juara 1. Aeni Windah Kirani dari SDN 106 Tuawo Kec.Lilirilau dan sebagai Juara 2. Nayla Ramadhani dari SDN 7 Salotungo Kec.Lalabata.

Dan untuk atlet SMP/Mts sebagai
Juara1. Wira Andika Nugraha dari SMPN 1 Lilirilau Kec.Lilirilau, Juara 2. Ahmad Nur Kahfi dari SMPN 1 Watan Soppeng Kec.Lalabata, Juara 3. Nur Athallah dari Mts DDI Pattojo Kec.Liliriaja sedangkan atlet Putri dari SMP hanya1 yang ikut yaitu sebagai Juara 1. Salwa Saghira Asaf dari SMPN 1 Lilirilau Kec.Lilirilau jelas koordinator pertandingan usai pelaksanaan kegiatan. (Bintang)

Jelang Penutupan TMMD, Dandim 1407/Bone Tinjau Langsung Lokasi Pekerjaan

Bone, Berandankrinews.com–Dansatgas TMMD ke-104 Letkol Inf Mustamin, hari ini datang lagi ke lokasi TMMD di Desa Lallatang Kec. Duaboccoe untuk melakukan pengecekan akhir sebelum penutupan, Senin (25/03/2019)

Untuk memastikan pengerjaan TMMD tuntas, Dandim 1407/Bone sebagai Dansatgas TMMD turun langsung mengecek ke lokasi Pekerjaan, ini di lakukan setiap hari sebelum penutupan.

“Saya harus terus melakukan pengecekan pekerjaan, karena sisa dua hari lagi TMMD ini akan ditutup, apabila ada yang kurang bisa langsung dibenahi,”pungkasnya.

Lanjut Dansatgas, ditahap akhir ini semua kemampuan yang ada dikerahkan (dimaksimalkan), sehingga pada saat penutupan diharapkan sudah rampung semua, tegasnya kepada media ini saat dikonfirmasi lewat sambungan WhatsAppnya. (Irwan N Raju)

12 Atlet Yang Mengikuti O2SN Cabang Olahraga Karate Tingkat Kabupaten

Soppeng (Sul-Sel), Berandankrinews.com – Sebanyak 12 Atlet tingkat SD dan SMP Se-Kabupaten Soppeng mengikuti Kejuaraan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Olahraga (Cabor) Karate yang berlangsung di Gedung Koni Jalan Samudra Watan Soppeng, Senin (25/3/19).

Kejuaraan tersebut diselenggarakan guna untuk mencari bibit-bibit baru cabor karate, Serta untuk menyeleksi atlet karate yang akan mewakili bumi Latemmamala Kabupaten Soppeng di kejuaraan tingkat provinsi Sulawesi Selatan yang akan datang.

Ketua Panitia Pelaksana, Muhammad khalik, S.Pd, M.Si Menuturkan Kegiatan ini merupakan seleksi secara berjenjang yang di awali dari seleksi tingkat sekolah, tingkat Kecamatan dan sekarang tingkat kabupaten yang hasilya nanti untuk mewakili kabupaten Soppeng ke O2SN tingkat Provinsi.

Khalik menambahkan bahwa kegiatan ini di laksanakan lebih awal dari jadwal sesuai juknis yang seharusnya nanti di triwulan kedua, akan tetapi karena siswa-siswi akan mnghadapi ujian dan bulan ramadhan maka dengan pertimbangan tersebut sehingga lebih cepat di laksanakan.

“ini srategi yang kami lakukan, agar persiapan untuk mengikuti ke jenjang berikutnya ditingkat provinsi bisa lebih matang,”pungkasnya

Sementara itu, di tempat yang sama koordinator Pertandingan Abdullah, SmHk, SE menyampaikan bahwa atlet yang terdaftar sebanyak 12 orang yang terbagi dari 6 atlet dari SD Putra /Putri dan 6 atlet dari SMP Putra /Putri.

Adapun penilaiannya, disebutkan Abdullah bahwa dalam O2SN cabor karate ini dibagi menjadi empat kelas pertandingan, yaitu kelas pertandingan Kata Perorangan PA/PI serta Kelas pertandingan Kumite Perorangan PA/PI.

Kordinator Pertandingan Wasit/Juri Karate

“Untuk kategori penilaian, di pertandingan Kata semangat gerak, speed power, dan bentuk dari semua gerakan. Sedangkan, untuk pertandingan kelas Kumite ada beberapa poin penilaian,” beber Abdullah yang juga mantan anggota DPRD.

Pada olimpiade yang diselenggarakan setiap tahun ini, yang Juara 1, 2, dan 3 akan mendapatkan hadiah berupa Tropi dan Piagam. (Bintang)

Diduga Bupati Nunukan Blokir Insentif RT Yang Jadi Caleg

Nunukan, Berandankrinews.com-Ketua Rukun Tetangga (RT) yang mencalonkan diri jadi caleg DPRD Kabupaten Nunukan mendatangi Kecamatan Nunukan untuk mempertanyakan insentif yang dipotong oleh Kecamatan Nunukan.

Hal tersebut karena ketua rt yang mencalonkan diri menjadi caleg hanya menerima honor dua bulan, sementara ketua RT lainnya menerima tiga bulan.

Berdasarkan data yang yang diperoleh ada beberapa Ketua RT yang mencalonkan diri menjadi Caleg dimana insentifnya satu bulan dipotong oleh Kecamatan. Yakini dari Kelurahan Nunukan Tengah tiga Rt yaitu Rt 05, 06 dan 20, Sementara dari Kelurahan Nunukan Barat ada dua RT yaitu Rt 9 dan 14, Kemudian dari Kelurahan Nunukan Timur tiga Rt yaitu Rt 15, 16 dan 18.

Ketua RT 05 Kelurahan Nunukan Tengah Yoseph Taik Sila menuturkan bahwa, setelah kami bertemu Camat Nunukan tidak berada dinunukan, namun bagian pemerintahan mengatakan ini atas perintah bupati.

“menurut mereka itu permintaan bupati, sementara di aturan PKPU tidak ada undang-undang yang mengatur RT insentifnya di potong atau di tahan, jadi jangan membuat aturan sembarangan yang tidak ada di adakan. terus terang kami tidak puas,” ungkap Yoseph.

Dikatakan Yoseph, Kami ini dikatakan mitra pemerintah sebagai ujung tombak tapi model seperti apa, kami selaku rt seharusnya diperhatikan.

“Jangan saja saat ingin naik jadi bupati manfaatkan RT jadi tim sukses, kondisi begini malah terbalik,”ungkap Yoseph.

Tegasnya, Kemarin dia naikkan itukan siapa yang bantu, kan ketua rt yang dia jadikan tim sukses. Sekarang masak mau dijadikan musuh.

“Memang pemerintah mau jadikan kami musuh atau apa, setahu kami pemerintah adalah perpanjangan tangan kami, kami ditengah-tengah kepercayaan pemerintah dan kepercayaan Masyarakat, jangan jadikan alasan di insetif, kalau kami tidak bekerjakan tidak masalah. Ini kita bekerja loh,”Tegas Yoseph.

Kami harap pemerintah lebih dewasa sedikit, jangan seperti anak-anak yang hari ini diberikan permen mau, besok menolak. Kita ini sama-sama dewasa bukan anak-anak lagi.

“kalau seperti ini, ya buatkan lah surat edaran, dari awal pencalonan kita,jangan asal tahan insentif,” tutur Yoseph kepada Berandankrinews.com. (***)

SiPelandukilat di 2 Kecamatan di Malinau Layani Ratusan Warga

KEPENDUDUKAN : Kegiatan Sipelandukilat di wilayah perbatasan Kaltara, baru-baru ini.

TANJUNG SELOR, Berandankrinews.com- Program layanan jemput bola untuk pengurusan dokumen kependudukan di wilayah perbatasan kembali berlanjut. Inovasi pelayanan yang dinamai SiPelandukilat (Sistem Pelayanan Administrasi Kependudukan untuk Wilayah Perbatasan) ini, pada awal 2019 diawali di Malinau. Yakni di Kecamatan Kayan Hulu dan Kayan Hilir pada 22 Februari hingga 1 Maret lalu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil ( Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Samuel Parrangan mengatakan, pada program jemput bola di 2 kecamatan tersebut, dilakukan sejumlah pelayanan. Di antaranya, perekaman KTP-el, pembuatan Kartu Keluarga (KK), Akta Kelahiran, Akta Perkawinan, Akta Kematian, mengganti elemen pada KTP-el serta Pendaftaran KIA atau Kartu Identitas Anak. Dalam pelayanannya itu langsung jadi. Teknisnya, dua hari pelayanan administrasi kependudukan, kemudian di hari ketiga akan langsung kita bagikan, kata Samuel.

Dikatakan, dari 2 kecamatan di Malinau yang telah dilaksanakan pelayanan administrasi kependudukan, pengurusan yang paling banyak ada pada KIA, sebanyak 642 KIA. Disusul kemudian pergantian elemen pada KTP-el sebanyak 163 orang, pembuatan Akta Kelahiran 132 lembar, perekaman KTP-el 120 orang, pembuatan KK 92 lembar, serta pembuatan Akta Perkawinan 35 lembar dan yang paling sedikit pada pembuatan Akta Kematian sebanyak 1 lembar. Pergantian elemen pada KTP-el dilakukan untuk perubahan di KTP-el. Misal, mengganti alamat lama ke alamat yang baru, ungkapnya.

Selain di 2 Kecamatan di Malinau, Samuel mengatakan, baru-baru ini pelayanan serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Nunukan. Program jemput bola di Nunukan, dilakukan selama 6 hari mulai 18 hingga 23 Maret. Tiga hari pertama dilaksanakan di Kecamatan Tulin Onsoi, kemudian 3 hari setelahnya di Kecamatan Sebuku.

Kita baru selesai melakukan pelayanan, apa yang kita lakukan di Nunukan sama seperti yang kita lakukan di Malinau. Untuk total kita belum bisa pastikan, karena masih harus direkap terlebih dahulu, kata Samuel. Sebagai informasi, dalam waktu dekat program ini akan kembali dilanjutkan, dijadwalkan pada bulan Juni akan dilakukan Nunukan, tepatnya di Kecamtan Krayan.

Untuk diketahui, program inovasi Sipelandukilat dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat di wilayah perbatasan. Sistem ini dilakukan dengan metode jemput bola. Artinya petugas mendatangi langsung ke tempat masyarakat berada.

Program Si Pelandukilat merupakan solusi aplikatif dalam hal pelayanan kependudukan. Di mana melalui sistem ini akan memutus permasalahan jarak dan kesulitan masyarakat yang ingin mengurus dokumen kependudukan. Si Pelandukilat mampu memberikan pendamping untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan.(humas)