TANJUNG SELOR – Di tengah upaya mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan potensi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat
TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kaltara,
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar kegiatan senam pagi yang dirangkaikan
Bone, Sulsel — Berandankrinews.com — Hal ini terungkap saat Press Release oleh Humas Polres Bone di Aula Mapolres Bone, Jl. Yos Sudarso Senin (01/03/2019) pukul 13.00 WITA. Pengungkapan Kasus selama bulan Maret 2019, Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim S.H.S.IK memaparkan bahwa berbagai kasus di bulan Maret diantaranya 6 (enam) kasus dari reserse kriminal umum (Reskrimum) dan 5 (lima ) kasus narkoba, ada kasus pencabulan dengan motif begal payudara.
Dan paling menjadi perhatian adalah kasus Narkoba di Dusun Lacigae Desa Tajong Kec. Tellusiattingnge karena dari tiga tersangka di amankan bersama 8 paket narkoba sejenis sabu salah satu tersangkanya SY umur 25 tahun dibekuk saat menguasai senjata rakitan jenis FN dan 11 butir Amunisi aktif kaliber 5,5 mm dan 38 mm.
Terkait penangkapan tersangka pemilik senpi Kapolres menghimbau kepada warga masyarakat agar mewaspadai setiap orang-orang di wilayah masing-masing, karena sekarang pengedar Narkoba sudah punya cara lain dalam mengedarkan barang haram itu.
Dalam Press Release ini juga terungkap ada 2 kasus pencabulan KDRT, kasus penipuan dan penggelapan, pencurian baterai tower, elektronik dan emas yang berhasil di ungkap jajaran Polres Bone selama bulan Maret jelas Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim S.H.S.IK sambil memperlihatkan barang-barang bukti dari para tersangka yang sengaja dihadirkan dihadapan para jurnalis.
Orang nomor satu di Polres Bone ini pun mengucapkan terimah kasih kepada media yang setia mewartakan kinerja Polres Bone beserta jajarannya urai Kapolres Bone dengan senyum khasnya.
Media adalah mitra kerja kepolisian dan media juga saluran informasi-informasi untuk masyarakat bagaimana peran serta media dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Diujung kegiatan, press release Kapolres beserta para awak media diberi kesempatan berbicara dalam bentuk konfirmasi kepada para tersangka, satu persatu tersangka menyesali perbuatannya.
Nunukan, Berandankrinews.com – Sebuah Kapal bermuatan Bahan sembako dan Bahan Campuran Bangunan tenggelam di dermaga Inhutani, Nunukan, Kaltara, Selasa (2/4).
KM Nur Fadhil yang memuat bahan sembako dan bahan bangunan itu rencananya akan berangkat menuju Sebuku yang dinakhodai Jumail alias Mail dan tiga orang ABK M Sahrul, Adi, dan Syahrudin saat itu berada di KM Nur Fadhil saat beristirahat, namun tiba-tiba Kamar mesin Kapal dimasuki Air.
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH melalui Kasat Polair Polres Nunukan AKP Fendi M menjelaskan, sebuah kapal yang memuat bahan sembako dan barang campuran tengelam saat berjangkar didermaga Inhutani.
Dikatakan AKP Fendi, KM Nur Fadhil Sejak Jumat 29 Maret telah berjangkar di Dermaga Inhutani, Kemudian pada Sabtu 30 Maret KM Nur Fadhil mendapatkan muatan bahan campuran. Kapal tersebut juga mendapat muatan tambahan dari KM Thalia pada hari senin 1 april, KM Nur Fadhir sandar di Pelabuhan disamping KM Thalia.
Lanjutnya, KM Nur Fadhil kemudian kembali ke dermaga Inhutani, kemudian pada pukul 19.00 Wita, sebuah kapal kayu bermuatan profil tangki air berjangkar disamping KM Nur Fadhil.
Ketika hendak berangkat, sekitar pukul 04.00 wita, tiba-tiba Nakhoda melihat air masuk ke kamar mesin, seketika itu dia berteriak meminta bantuan dari ABK, sementara Kapal Kayu bermuatan profil tersebut menyalakan mesin dan langsung jalan.
“Saat itu KM Nur Fadhil langsung miring, seluruh isi muatan habis terendam,”Jelasnya.
AKP Fendi juga menyampaikan, Untuk selanjutnya kita akan lakukan penyelidikan untuk melihat titik terang dari penyebab dari kemiringan kapal ini, apakah dari muatan barang atau karena kebocoran.
“Sementara kita amankan Nahkoda dan barang bukti yang diselamatkan,” jelas Fendi.
Sementara kita menunggu air surut dan geladak kapal bisa sama dengan air dan air dikapal bisa dipompa sehingga bisa kita lihat dimana kebocoran ataupun penyebab lainnya.
“langkah selanjutnya, kami menunggu perkembangan air,” jelas AKP Fendi.
Tim gabungan Polair Polres Nunukan dan Polairud Polda Kaltara, KSKP Tunon Taka dibantu Sahbandar, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan dan Babinsa Kelurahan Nunukan Utara bekerjasama langsung mengevakuasi KM Nur Fadhil.
Saat ini belum dapat ditaksir berapa kerugian yang dialami oleh Juragan Kapal, sementara masih diselidiki pihak kepolisian.
Sementara, barang bukti yang diamankan berupa dua dokumen kapal dan 63 Tong gas warna kuning 14 kg tanpa dokumen diamankan aparat kepolisian. (Red)
Soppeng, (Sul-Sel) — Berandankrinews.com — Saat ini masih banyak yang menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek di daerah terpencil ungkap pelaksana tugas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Hj. A. Husniati, S.Sos, MM saat menghadiri acara pencanangan TNI Manunggal Keluarga Berencana Kesehatan tahun 2019 di Aula Makodim 1423, Selasa (02/03/2019).
“Dalam kesempatan ini pelaksana tugas Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana ( DPPKB ) menghimbau untuk mencapai Keberhasilan program KB Kita harus kerja keras terutama dalam hal akseptor KB yang menggunakan Metode jangka panjang seperti: Implan, IUD, MOW, MOP karena melihat saat ini masih banyak yang menggunakan alat kontrasepsi jangka pendek di daerah terpencil”, jelasnya.
“Hal ini memberikan semangat kepada kami untuk mencapai program KB”, pungkas Husniati.
Sementara itu Dandim 1423 Letkol. Arm. Fajar Catur Prasetyo menyampaikan “Anggota babinsa harus koordinasi dengan pihak kesehatan terkait kesehatan KB di wilayah masing masing”, ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama Bupati Soppeng H. A. Kaswadi Razak. SE menyampaikan hal terkait KB agar dapat menjangkau sasaran program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK ) sampai daerah terpencil, utamanya dikampung KB.
Dalam acara ini turut hadir Forkopimda, Kadis Kesehatan, para Penyuluh BKKBN, para Danramil dan Babinsa.(bintang)
Nunukan, Berandankrinews.com — Polres Nunukan sosialisasikan Aplikasi Polres Nunukan Peduli, Aplikasi Sistem Elektronik berbasis Aplikasi terpadu dan aplikasi (SEBATIK) serta Sistem Elektronik berbasis keuangan (SEBUKU) .
Kegiatan sosialisasi itu dilaksanakan diruang Rapat Sebatik Polres Nunukan, Selasa, (2/4/19), yang dipimpin langsung Waka Polres Nunukan Kompol Imam Muhadi, S,Sos, SH, MH dan dihadiri para Kabag, Kasat, Perwira dan Bintara Polres Nunukan serta para Bhabinkamtibmas polsek.
Sosialisasi Aplikasi Polres Nunukan Peduli, Sebatik dan Sebuku di sampaikan Tim yang di hadirkan dari Jawa Timur guna memberikan pemahaman kepada Anggota jajaran polres Nunukan agar memahami sistem Aplikasi yang akan di launching oleh Kapolda Kaltara bersamaan dengan Ruang Comando center yang merupakan terobosan dan inovasi Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH.)1
Dalam kegiatan Sosialisasi Aplikasi berbasis terpadu, Anggota dan para perwira tampak antusias mengikuti dan memahami Aplikasi yang disampaikan oleh tim.
Salah satunya tentang Kolom kejadian yang ada di aplikasi peduli, Aplikasi akan menampilkan kejadian yang sedang di input oleh anggota di lapangan dan akan di olah operator dan terkoneksi dengan Handphone android yang di bawa setiap anggota, dan juga Aplikasi alarm steling, penggunaan HT melalui Aplikasi, Bhabinkamtibmas Operasional Management (BOM) Tiga pilar dan lain sebagainya.
Yang Kedua Aplikasi Sebatik, Aplikasi khusus kepada masyarakat, yang nantinya di harapkan masyarakat dapat memanfaatkan Aplikasi ini sehingga dapat di gunakan dalam meminta pelayanan ke pada kepolisian Polres Nunukan secara online seperti SKCK on-line, SIM online dan pengaduan online dan sebagainya.
Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH mengatakan, kepada seluruh anggota nanti nya dapat menggunakan Aplikasi tersebut sehingga dapat membantu kinerja kepolisian dan polres Nunukan, Polda kaltara dalam mendukung Program Kapolri melalui Quick Win percepatan pelayanan kepolisian dengan berbasis IT. (Humas/Ruth)
TANJUNG SELOR – Berandankrinews.com — Pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap pelayanan kesehatan di Daerah Tertinggal, Perbatasan dan Kepulauan Terluar (DTPK). Tak terkecuali yang ada di Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satunya melalui pembangunan sarana rumah sakit. Dengan dukungan dana dari pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) maupun Bantuan Keuangan provinsi dan juga APBD Kabupaten, sejak 2013 dibangun Rumah Sakit (RS) Pratama di beberapa daerah perbatasan.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, pembangunan rumah sakit pratama di Kaltara dimulai sejak 2013, bahkan perencanaannya sudah dilakukan sejak kabupaten/Kota di Kaltara masih di bawah Provinsi Kaltim.
Keempat RS Pratama yang dibangun, antara lain di Krayan, RS Pratama Sebuku, RS Long Ampung dan RS Pratama Sebatik. “Pembangunan RS Pratama ini atas dukungan penuh pemerintah pusat, termasuk ada yang bersumber dana dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kaltim,” kata Irianto.
Diakuinya, dari empat RS pratama tersebut, belum semuanya
telah dioperasikan maksimal. Sebagai salah satu kendalanya, karena belum
dilengkapi alat kesehatan (Alkes), dan juga belum adanya Sumber Daya Manusia
(SDM) sebagai tenaga kesehatannya.
Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) telah memfasilitasi
untuk mengusulkan pengadaan Alkes dan juga Tenaga Kesehatannya. Pada 2019 ini,
Pemprov mengusulkan untuk pengadaan Alkes ke pusat dengan total anggaran
sekitar Rp 65 miliar. “Usulan disampaikan ke pusat melalui kementerian terkait.
Di antaranya, kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Dalam Negeri
(Kemedagri), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Badan Perencanaan Pembangunan
Nasional (Bappenas). Dengan total kebutuhan anggaran sebesar Rp 65 miliar,” ungkap
Gubernur.
Sesuai laporan dari Dinkes Kaltara, usulan tersebut untuk
memenuhi fasilitas Alkes di 3 RS pratama. Yaitu RS Pratama Krayan, Sebuku dan
Long Ampung. Sedangkan RS pratama yang berada di Sebatik, sudah memiliki Alkes dan
tinggal menunggu pengoperasiannya saja.
Untuk mem-follow-up usulan tersebut, Gubernur meminta
kepada dinas terkaitnya, dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk terus melakukan
komunikasi dengan pusat. Dengan harapan, agar rencana usulan alkes ini
mendapatkan persetujuan dari kementerian terkait. “Kita usulkan Alkes ini
karena memang dua RS pratama yang ada di Krayan dan Sebuku sampai sekarang
belum bisa beroperasi, karena tidak memiliki alkes-nya. Padahal kita tahu,
bahwa kedua RS pratama ini merupakan pusat rujukan untuk Puskesmas di sekitar,”
lanjutnya.
RS Pratama Krayan misalnya. Menurut Irianto, RS ini
merupakan pusat rujukan Puskesmas yang berada di daerah Krayan. Sehingga
nantinya, masyarakat tidak perlu harus ke Tarakan atau Nunukan. Sedangkan untuk
RS Pratama Sebuku, rumah sakit tersebut bisa mengakomodir wilayah Mansalong,
Sembakung dan sekitarnya. Sehingga tidak perlu lagi harus ke Malinau.
Gubernur sangat mengharapkan, usulan ini bisa terakomodir
oleh pusat. Sehingga rumah sakit itu bisa melayani masyarakat. “Jika cepat
beroperasi, masyarakat yang berada di daerah perbatasan tidak perlu lagi
jauh-jauh dari rumah sakit. Sehingga lebih hemat biaya,” papar Irianto.
Sebagai informasi, RS Pratama Long Ampung dibangun pada
2013 melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim)
sebesar Rp 30 miliar. Sedangkan untuk RS pratama Sebatik menggunakan Dana
Anggaran Khusus (DAK) sebesar Rp 24, 6 milar melalui Penugasan langsung dari
Kemenkes RI.
Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara Usman
menambahkan, usulan pengadaan Alkes untuk RS Pratama sudah disampaikan ke pusat.
Saat ini, pihaknya tinggal menunggu beberapa persyaratan yang diminta oleh
Kementerian Kesehatan. Di antaranya, menunggu izin operasional RS dari Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Nunukan. “RS Pratama yang ada di Sebuku dan Krayan itu
dibagun oleh Pemkab Nunukan. Jadi terkait Alkes dan SDM, hingga operasionalnya merupakan
tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Nunukan. Hanya saja, kita tidak tinggal
diam. Kita dari provinsi siap membantu memfasilitasi,“ kata Usman saat ditemui
di ruang kerjanya, Jumat (29/03).
Usman menjelaskan, Dinkes Provinsi hanya memfasilitasi
untuk pengusulan pengadaan Alkes RS Pratama. Hanya saja, usulan itu belum bisa
direalisasikan, jika rumah sakit tersebut belum difungsikan sama sekali. “Kalau
izin operasionalnya sudah ada, kemudian sudah beroperasi atau sudah berfungsi,
baru usulan itu dapat masuk dalam perencanaannya, lalu diusulkan ke pusat untuk
bisa mendapatkan DAK (Dana Alokasi Khusus),“ terangnya.
Usaman berharap, RS Pratama Sebuku dan Krayan dapat
difungsikan dulu kegiatan dan pelayanannya. Setelah itu, Pemkab Nunukan mengeluarkan
izin operasionalnya, untuk menjadi salah satu syarat yang akan diserahkan ke
pusat, karena itu merupakan sebagai dasar untuk pengusulan Alkes.
“Kami juga sudah menerima surat usulan dari Pemkab Nunukan
terkait pengadaan Alkes untuk RS pratama di Sebuku dan Krayan. Usulan itu nanti
akan kita teruskan bersama izin operasi RS.
Sesuai arahan dari Kemenkes, RS ini harus difungsikan dulu, sehingga
dapat diketahui kebutuhan seperti apa,” ungkap Usman.
“Kami sudah ke Kemenkes, makanya kami butuh proposal usulan
itu dari kabupaten Nunukan. Karena usulan itu rencananya menjadi daerah yang
prioritas. Saat ini, usulan sudah di Kementerian, kami juga sudah melakukan
komunikasi dengan Direktorat Jenderal Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes),
terkait dengan pemenuhan Alkes RS Pratama ini,” lanjutnya.
Berbeda dengan dua rumah sakit ini, RS Pratama yang
berada di Sebatik tinggal menunggu diresmikan saja. Karena tenaga kesehatan dan
Alkesnya juga sudah siap. Karena pembangunan RS Pratama Sebatik dilakukan satu
paket dengan Alkesnya. “Kalau RS Pratama yang berada di Long Ampung sudah
berjalan,” tuntasnya. (humas)