Kapal Bermuatan Bahan Sembako dan Bahan Bangunan Tujuan Sebuku Tenggelam

Social share

Nunukan, Berandankrinews.com – Sebuah Kapal bermuatan Bahan sembako dan Bahan Campuran Bangunan tenggelam di dermaga Inhutani, Nunukan, Kaltara, Selasa (2/4).

KM Nur Fadhil yang memuat bahan sembako dan bahan bangunan itu rencananya akan berangkat menuju Sebuku yang dinakhodai Jumail alias Mail dan tiga orang ABK M Sahrul, Adi, dan Syahrudin saat itu berada di KM Nur Fadhil saat beristirahat, namun tiba-tiba Kamar mesin Kapal dimasuki Air.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH melalui Kasat Polair Polres Nunukan AKP Fendi M menjelaskan, sebuah kapal yang memuat bahan sembako dan barang campuran tengelam saat berjangkar didermaga Inhutani.

Dikatakan AKP Fendi, KM Nur Fadhil Sejak Jumat 29 Maret telah berjangkar di Dermaga Inhutani, Kemudian pada Sabtu 30 Maret KM Nur Fadhil mendapatkan muatan bahan campuran. Kapal tersebut juga mendapat muatan tambahan dari KM Thalia pada hari senin 1 april, KM Nur Fadhir sandar di Pelabuhan disamping KM Thalia.

Lanjutnya, KM Nur Fadhil kemudian kembali ke dermaga Inhutani, kemudian pada pukul 19.00 Wita, sebuah kapal kayu bermuatan profil tangki air berjangkar disamping KM Nur Fadhil.

Ketika hendak berangkat, sekitar pukul 04.00 wita, tiba-tiba Nakhoda melihat air masuk ke kamar mesin, seketika itu dia berteriak meminta bantuan dari ABK, sementara Kapal Kayu bermuatan profil tersebut menyalakan mesin dan langsung jalan.

“Saat itu KM Nur Fadhil langsung miring, seluruh isi muatan habis terendam,”Jelasnya.

AKP Fendi juga menyampaikan, Untuk selanjutnya kita akan lakukan penyelidikan untuk melihat titik terang dari penyebab dari kemiringan kapal ini, apakah dari muatan barang atau karena kebocoran.

“Sementara kita amankan Nahkoda dan barang bukti yang diselamatkan,” jelas Fendi.

Sementara kita menunggu air surut dan geladak kapal bisa sama dengan air dan air dikapal bisa dipompa sehingga bisa kita lihat dimana kebocoran ataupun penyebab lainnya.

“langkah selanjutnya, kami menunggu perkembangan air,” jelas AKP Fendi.

Tim gabungan Polair Polres Nunukan dan Polairud Polda Kaltara, KSKP Tunon Taka dibantu Sahbandar, Dinas Perhubungan Kabupaten Nunukan dan Babinsa Kelurahan Nunukan Utara bekerjasama langsung mengevakuasi KM Nur Fadhil.

Saat ini belum dapat ditaksir berapa kerugian yang dialami oleh Juragan Kapal, sementara masih diselidiki pihak kepolisian.

Sementara, barang bukti yang diamankan berupa dua dokumen kapal dan 63 Tong gas warna kuning 14 kg tanpa dokumen diamankan aparat kepolisian. (Red)