Peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Liang Bunyu Sebatik Barat: Negara Hadir di Wilayah Perbatasan

NUNUKAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Sppg) Liang Bunyu Sebatik Barat diresmikan hari ini, Kamis (12/3/2026), oleh Ibnu Saud, Pembina SPPG Sekalimantan Utara.

Peresmian ini turut dihadiri oleh Pimpinan Yaysan Aztrada Garuda jaya bapak H.Nuwardi Pakki, Dandim 0911 Nunukan, kapolsek sebatik Barat, IPTU ERIKSON R MARPAUNG, S.H. camat sebatik Barat, bapak Syawaluddin kajari nunukan, Danlamal nunukan, H.Rustam Jaya Pengusaha sukses Sebatik, Tokoh wanita Sebatik Hj Nursan,SH,
Dinamis 07 sebatik barat Kapten Inf Muhajir, bapak Mayor Laut (PM) Prawanto komandan Pomal Lanal Nunukan, Danki Satgas Pamtas Sebatik kapten Kav. Hilman Herawan ,Kades Liang Bunyu dan Tokoh masyarakat Liang Bunyu.

Dalam sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan bahwa kehadiran SPPG ini merupakan salah satu bukti bahwa negara hadir di seluruh penjuru negeri, termasuk di wilayah perbatasan seperti Sebatik ini dan sekitarnya. Program makan bergizi gratis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Program ini bukan untuk kepentingan pribadi siapa pun, tetapi merupakan investasi negara untuk masa depan bangsa,” kata Ibnu Saud.

SPPG Liang Bunyu Sebatik Barat ini akan melayani para penerima manfaat di lingkungan sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA dan SMK yang berada di sekitar wilayah ini. Selain itu, program ini juga akan membantu meningkatkan kualitas gizi ibu-ibu hamil dan bayi yang masih berada dalam kandungan.

Ibnu Saud juga menjelaskan bahwa program ini menggunakan prinsip subsidi silang, di mana pembiayaan program ini berasal dari pajak rakyat yang kemudian digunakan untuk membantu masyarakat di seluruh wilayah, termasuk yang berada di daerah terpencil.

Dalam jangka menengah dan jangka panjang, diharapkan masyarakat setempat dapat memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri sehingga program ini juga dapat menjadi penggerak ekonomi daerah.

Peresmian SPPG Liang Bunyu Sebatik Barat ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

“Dalam pelaksanaannya, kita juga berharap agar bahan pangan yang digunakan dapat berasal dari produk lokal daerah setempat. Misalnya di wilayah Krayan, kita berharap beras, ayam, daging, telur, dan sayur dapat diproduksi oleh masyarakat setempat”.Tambahnya

Ibnu Saud juga mengajak seluruh masyarakat, para orang tua, dan wali murid untuk bersama-sama mendukung program ini.
Tentu kita tidak ingin anak-anak dan cucu kita memiliki kondisi yang lebih buruk dari pada kita, Sebaliknya, kita ingin mereka menjadi generasi yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih kuat.

“Mari kita bersama-sama mendukung program MBG ini dengan penuh kesadaran dan semangat, agar anak-anak kita kelak dapat tumbuh menjadi generasi yang cemerlang dan mampu membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik”.Pungkasnya

Neni/admin

Safari Ramadan di Malinau, Gubernur dan Wagub Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan Masyarakat

MALINAU – Suasana Ramadan terasa hangat di Masjid Agung Darul Jalal, Kabupaten Malinau, Rabu (11/3). Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Ingkong Ala, S.E., M.Si., hadir bersilaturahmi dengan masyarakat melalui kegiatan Safari Ramadan.

Kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di bulan penuh berkah.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah antara pemerintah dan masyarakat.

“Safari Ramadan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk memperkuat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan,” kata Gubernur.

Ia juga mengingatkan bahwa Ramadan merupakan bulan yang penuh rahmat dan ampunan sehingga menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

Pada kesempatan tersebut, Zainal juga menyerahkan Surat Keputusan Gubernur Kaltara tentang Penetapan Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak Daerah kepada Pemerintah Kabupaten Malinau.

Untuk tahun 2025, Kabupaten Malinau menerima DBH Pajak Daerah sebesar Rp52.092.351.491. Sementara pada tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp60.236.205.537, serta penyaluran kurang salur DBH Pajak Daerah tahun 2023–2025 sebesar Rp37.397.145.951.

Zainal berharap dana tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Dana bagi hasil ini diharapkan dapat dikelola dengan baik untuk mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian Safari Ramadan juga diisi dengan penyerahan bantuan kepada Masjid Agung Darul Jalal dan Pondok Pesantren Al Khairat Malinau berupa Al-Qur’an, buku hadist, sarung, serta paket sembako.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara juga memberikan paket sembako kepada petugas kebersihan dan tenaga kerja bongkar muat sebagai bentuk perhatian atas kerja keras mereka sehari-hari.

Melalui kegiatan Safari Ramadan ini diharapkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat serta menjadi sarana berbagi berkah di bulan suci Ramadan.

(dkisp)

Pemprov Perkuat Sinergi OPD dalam Perencanaan Pembangunan 2027

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) menekankan pentingnya sinergi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam merencanakan program pembangunan daerah tahun 2027.

Hal tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara, H. Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si., saat membuka “Forum Lintas Perangkat Daerah Rencana Kerja (Renja) Provinsi Kaltara Tahun 2027”, yang digelar di Ruang Serbaguna Gedung Gadis, Rabu (11/3).

Datu Iqro menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak dapat dilakukan oleh masing-masing OPD secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan koordinasi dan kerja sama yang kuat agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan saling mendukung.

“Melalui forum ini kita menyatukan dan menyelaraskan program antar OPD. Pembangunan tidak bisa direncanakan sendiri-sendiri, harus saling bersinergi agar program yang dibuat bisa berjalan lebih efektif,” kata Datu Iqro.

Selain itu, ia menekankan pentingnya penggunaan data yang valid dalam proses perencanaan pembangunan. Dengan dukungan data yang akurat, program yang dirancang diharapkan dapat berjalan lebih tepat sasaran.

Dalam penyusunan Renja tahun 2027, arah pembangunan daerah juga diselaraskan dengan program prioritas pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan agar kebijakan pembangunan antara pemerintah pusat dan daerah dapat berjalan searah.

Ia menyebutkan beberapa prioritas pembangunan Kaltara yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah, di antaranya pemerataan pembangunan wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta penguatan sektor ekonomi daerah.

Menurutnya, pemerataan pembangunan menjadi fokus utama agar manfaat pembangunan dapat dirasakan oleh seluruh wilayah di Kaltara, termasuk daerah perbatasan.

Namun demikian, Datu Iqro juga mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan pembangunan, terutama terkait keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dan pengurangan dana transfer ke daerah.

Karena itu, komunikasi dengan pemerintah pusat dinilai penting agar dukungan anggaran tetap dapat diperoleh untuk mendukung program pembangunan daerah.

“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kita perlu memperkuat komunikasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan tetap berjalan, baik melalui APBD provinsi maupun dukungan anggaran dari pusat,” pungkasnya.

(dkisp)

Safari Ramadan di Desa Atap, Gubernur Bawa Pesan Ibadah dan Bantuan untuk Warga

NUNUKAN – Warga Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan menyambut hangat kedatangan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Al Mujahidin, Selasa (10/3).

Safari Ramadan menjadi momen silaturahmi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan masyarakat. Kehadiran gubernur disambut antusias oleh warga Desa Atap.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengajak masyarakat memanfaatkan bulan Ramadan untuk memperbanyak ibadah.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Semoga kita dapat meraih Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan,” kata Gubernur Zainal.

Ia mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Ramadan dengan memperbanyak amalan seperti salat, tarawih, membaca Al-Qur’an, berzikir, serta bersedekah kepada sesama.

Pada kesempatan itu, Zainal menyerahkan Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltara tentang Penetapan Definitif DBH Pajak Daerah Tahun Anggaran 2025 serta Alokasi Sementara Tahun 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Kabupaten Nunukan pada tahun 2025 menerima DBH Pajak Daerah sebesar Rp85.196.387.072. Sementara untuk tahun 2026 dialokasikan sebesar Rp97.919.920.237. Selain itu, penyaluran kurang salur DBH Pajak Daerah tahun 2023–2025 sebesar Rp53.066.373.760.

“DBH ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Nunukan,” ujarnya.

Selain penyerahan DBH, Zainal juga menyerahkan berbagai bantuan kepada masyarakat dan lembaga kemasyarakatan di Desa Atap.

Bantuan tersebut antara lain untuk Masjid Al Mujahidin berupa sarung, Al-Qur’an, baju muslim, serta paket sembako. Bantuan juga diberikan kepada Karang Taruna Desa Atap sebagai dukungan terhadap peran pemuda dalam kegiatan sosial dan pembangunan desa.

Pemprov Kaltara turut memberikan bantuan kepada petugas fardu kifayah sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam pelayanan sosial keagamaan di tengah masyarakat.

Selain itu, bantuan juga diserahkan kepada warga Desa Atap yang terdampak banjir sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

Zainal berharap Safari Ramadan dapat mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat serta memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Safari Ramadan ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga momentum berbagi dan memastikan pemerintah hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.

(dkisp)

Operasi Ketupat 2026 Dimulai, 15 Pos Pelayanan Siap Amankan Idul Fitri

NUNUKAN – Operasi Ketupat 2026 resmi dimulai dengan apel gelar pasukan yang dipimpin oleh Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, Kamis (12/03).

Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas, S, I, K menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat yang dilaksanakan oleh jajaran Polri bersama TNI serta instansi terkait dalam rangka pengamanan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Operasi ini dilaksanakan mulai tgl 13 SD 25 Maret 2026 dan terdiri dari Sebanyak 15 pos pelayanan yg didirikan di sejumlah titik strategis, mulai dari wilayah perkotaan, pelabuhan, bandara, hingga kawasan perbatasan.

Pos tersebut terdiri dari 2 pos pengamanan (Pos Pam), 9 Pos Pelayanan (Pos Yan), dan 3 Pos pelayanan Terpadu.bertujuan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran masyarakat selama arus mudik, perayaan hari raya, hingga arus balik.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan ditempatkan pada berbagai titik strategis, seperti pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di jalur utama mudik, pusat keramaian, terminal, pelabuhan, bandara, serta tempat wisata.

Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman dan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Selain pengamanan arus lalu lintas, Operasi Ketupat 2026 juga menitikberatkan pada upaya preventif dan humanis melalui patroli rutin, pengaturan lalu lintas, pengamanan tempat ibadah, serta pelayanan kepada para pemudik yang membutuhkan bantuan selama perjalanan.

Dengan sinergitas antara Polri, TNI, pemerintah daerah, serta dukungan masyarakat, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 diharapkan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar sehingga masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idulfitri dengan penuh khidmat, aman, dan nyaman.

(*)