Hari Kesaktian Pancasila di Pemkab Sinjai

SINJAI – Pemkab Sinjai melakukan upacara untuk memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober 2019 di halaman Kantor Bupati Lama, Kabupaten Sinjai yang berada di jalan Ahmad Yani, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Selasa (1/10) pagi.

Mengusung tema ‘Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia’, upacara Kesaktian Pancasila ini dihadiri oleh Kapolres Sinjai, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Sebpril Sesa, S.Ik. Kemudian, yang menjadi inpektur upacara Wakil Bupati Sinjai Hj. Andi Kartini Ottong, SP.,MP dan selaku komandan upacara Kapten Inf. Muh Hoer Afandi Danramil 1424-05 Sinjai Borong, Perwira Upacara Kasat Binmas Polres Sinjai Akp Bahktiar dan pembaca naskah pancasila ketua DPRD Sinjai Abd Haris Umar.

Tak hanya itu, upacara yang berlansung hikmat juga dihadri oleh Dandim 1424 Sinjai Letkol Inf. Oo Sahrojat, S.Ag,.M.Tr Han, Sekda Sinjai Drs. Akbar Mukmin M.Si, Kejari Sinjai Noer Adi. SH.,MH, Ketua Pengadilan Agama Sinjai Hadrawati S.Ag, MH.i, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sinjai, Agung Nugroho Suryo Sulistio,SH, M.Hum, para perwira Polres Sinjai dan perwira Kodim 1424 Sinjai, Para OPD, BUMND, BUMN Kabupaten Sinjai dan undangan lainnya.

Adapun peserta upacara yaitu 2 platon dari Polres Sinjai, 2 platon TNI Kodim 1424 sinjai, 1 (satu) platon Satpol PP dari instansi Pemkab Sinjai, anak sekolah tingkat SMA sederajat, SMP sederajat dan SD sederajat.

Kapolres Sinjai, AKBP Sebpril Sesa, S.Ik mengatakan, makna dari hari Kesaktian Pancasila adalah bagaimana kita mempertahankan dan memantapkan pemahaman nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. “Khususnya, kepada generasi muda, yang salah satunya adalah kebhinekaan serta keberagaman, baik suku, agama maupun budaya yang tetap menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi satu kesatuan yang utuh dan kuat,” ujarnya.

Koresponden, Irwan N Raju

Jadi Pembina Upacara Disekolah, Kasat Binmas Sampaikan Himbauan Kamtibmas

Sinjai – Kasat Binmas Akp Bakhtiar, S.H menjadi pembina upacara bendera di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Sinjai, jalan persatuan raya kelurahan balangnipa, kecamatan sinjai utara, kabupaten sinjai. Senin pagi (30/9/2019).

Dalam penyampaian amanat, Kasat Binmas Polres Sinjai menyampaikan pesan- pesan / himbauan kamtibmas yang dapat mengganggu stabilitas keamanan masyarakat umum seperti perkelahian dan tawuran antar pelajar. Dan antisipasi keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi anarkis dan kekerasan.

Dalam kesempatan tersebut, Kasat Binmas Polres Sinjai memberikan pemahaman agar para siswa/siswi tugas utamanya adalah belajar dan belajar, jangan mudah terhasut untuk melakukan aksi unjuk rasa yang berpotensi anarkis dan melakukan kekerasan karna hal tersebut dapat merugikan diri sendiri dan proses belajar disekolah dapat terganggu.

Tak hanya itu, kasat binmas juga menyampaikan bahaya narkoba yang saat ini menjadi ancaman nyata bagi pelajar yang dapat merusak generasi penerus bangsa,olehnya itu bahwa pihak Kepolisian sangat mengharapkan peran aktif para Guru selaku orang tua para pelajar disekolah untuk tidak bosan-bosannya selalu mengingatkan untuk bersama sama menolak dan memerangi narkoba.

Tak lupa pula kasat binmas memberikan himbauan kamseltibcar lalu lintas diharapkan pula peran serta berbagai pihak termasuk orang tua, guru serta kesadaran para pelajar itu sendiri sangat dibutuhkan untuk menciptakan kamseltibcar lalu lintas, karena keselamatan adalah tujuan kita bersama.

Kapolres Sinjai, Akbp Sebpril Sesa, S.Ik mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan kasat binmas menjadi Irup disekolah untuk mengajak dan memotifasi para pelajar agar belajar lebih giat dan menjauhkan diri dari perbuatan melanggar hukum yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun lingkungan.

Irwan N Raju

1 Rumah Ludes Dilahap si Jago Merah di Bone

Bone – Sedikitnya 1 rumah di Dusun Padaiya, Desa Waekecce’e, Kecamatan Lappariaja, Kabupaten Bone musnah dilahap ‘si jago merah’ pada Sabtu 28 September 2019.

Seorang warga bernama Ambo menuturkan, rumah panggung yang terbuat dari kayu milik seorang petani bernama Andi Paelori asal Kampung Solo tersebut ludes saat ditinggalkan pemiliknya yang dikabarkan sedang berada di Makas0sar.

“Dugaan sementara akibat hubungan arus pendek atau kosleting. Dan pada saat kejadian, yang punya rumah sedang berada di Makassar menghadiri acara keluarga ,” ucap Ambo kepada media ini, Sabtu (28/9/2019). Kejadian tersebut diketahui saat api terlihat oleh warga.

Selanjutnya, masyarakat segera membantu memadamkan api. “Namun karena kesulitan air dan angin kencang mengakibatkan rumah habis terbakar,” imbuhnya.

Selanjutnya, tepat pukul 18.00 Wita Petugas Pemadam Kebakaran dari Pemkab Bone tiba di lokasi guna tindakan pemadaman.

Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran Rumah panggung tersebut, namun kerugian material ditaksir sekitar Rp.200.000.000. ( Dua ratus juta rupiah ).

“Beruntung kebakaran hanya melahap 1rumah dan tak merembet ke rumah warga lainya karena jarak antara rumah yang mengalami kebakaran dengan rumah pe nduduk lainnya kurang lebih 100 meter,” pungkas Ambo.

Irwan N Raju Biro kab Bone

BEM Seluruh Indonesia (SI) Tegas Menolak Dikaitkan Dengan Aksi Mujahid 212

Aksi Mujahid 212 (istimewa

” Bem SI tidak terlibat sedikitpun dengan gerakan tersebut “

Jakarta –  Koordinator Pusat Aliansi Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) M Nurdiansyah tegaskan bahwa pihaknya menolak untuk dikait-kaitkan dengan aksi dari berbagai kelokmpok organisasi masa (Ormas) yang tergabung dalam aksi Mujahid 212 ‘Selamatkan NKRI’.

Pria yang akrab dipanggil Dadan tersebut juga menegaskan bahwa aksi Mahasiswa seluruh Indonnesia adalah murni untuk menolak Revisi Undang-Undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan berbagai rancangan Undang Undang lainya dan bukan untuk menurunkan Joko Widodo (Jokowi) dari jabatan Presiden.

“Bem SI tidak terlibat sedikitpun dengan gerakan tersebut. Kita masih dalam konsistensi tuntutan kami yang tertera dalam Maklumat Tuntaskan Reformasi bersama kawan kawan Aliansi Mahasiswa Indonesia,” tegas Dadan, Sabtu (27/9/2019)

Sebelumnya diberitakan Sekelompok organisasi masa (Ormas) yang tergabung dalam Mujahid 212 ‘ Selamatkan NKRI’ menggelar aksi masa berupa long march dari Bundaran HI menuju Istana Negara.

Diatas mobil Komando, beberapa aktivis dalam aksi tersebut bergantian menyampaikan orasi  diantaranya meminta kepada Joko Widodo (Jokowi) agar segera mengundurkan diri dari jabatanya sebagai Presiden RI.

Salah satu orator mengatakan, selama Jokowi memimpin negeri, ia tak mampu membawa rakyat menuju kesejahteraan. Selain itu, Jokowi menurut salah satu Orator hanya menciptakan rezim yang gemar mengkriminalisasi Ulama.

Menurut salah satu orator, tuntutan agar Jokowi mundur tak hanya harapan para Mujahid 212 semata, melainkan harapan banyak masyarakat Indonesia.

Selain menuntut Jokowi mundur dari jabatanya, mereka juga menolak RUU KUHP. DPR ,menurut mereka juga tak bertindak benar dengan mengesahkan berbagai Rancangan Undang-undang (RUU) yang tak jelas dan tak berpihak bagi masyarakat Indonesia. (eddySantry)

Sakit Jantung, PMI Deportasi dari Malaysia Meninggal Dunia

NUNUKAN – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang dideportasi dari Malaysia, Kamis (26/9) lalu, akhirnya meninggal dunia setelah di rawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Nunukan, Sabtu (28/9) malam.

Dia adalah Basiran bin Sidik. Korban diduga meninggal karena terserang penyakit jantung yang telah ia hidap. Basiran merupakan salah seorang dari 128 PMI yang bermasalah. Sebelumnya, Sidik telah menjalani proses masa hukumannya di penampungan sementara di Tawau.

Kasi Pelayanan BP3TKI, drs. Arbain mengatakan Basiran yang lahir di Bone, pada 05 Februari 1961, setelah sampai di pelabuhan Tunan Taka Nunukan memang dalam kondisi kritis dan langsung dilakukan pertolongan di bawa ke rumah sakit pihak BP3TKI betsama pihak Imigrasi Nunukan.

“Jadi saat diberikan pertolongan Basiran Bin Sidik belum sempat didata. Karena kita langsung melakukan pertolongan pertama. Basiran bin Sidik telah meninggal tadi siang. Karena kita kebingunan mencari identitasnya akhirnya kita buka kopernya baru kita temukan nomor telpon yang ternyata anaknya yang tinggal di Lahad Datu Malaysia,” terangnya.

Setelah dikordinasi, rencananya Hayati yang merupakan anaknya akan berangkat ke Nunukan pada Senin nanti. “Jadi anaknya yang nanti datang mengurus bapaknya,” terangnya.

Kerukunan Keluarga Besar Sulawesi Selatan (KKSS), Andi Lempong mengatakan akan membantu korban. Saat ini, kata dia, jenazah Basiran masih berada di ruang jenazah RSUD Nunukan. “Jadi sambil menunggu anaknya. Karena keterangan anaknya memang bapaknya sudah lama menghidap penyakit jantung. Apalagi lama di tahanan karena tidak memiliki Identitas (Paspor),” pungkasnya.

Laporan Yusuf P.

Editor Irwan