TANJUNG SELOR-Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri syukuran HUT ke-8 Kawulo Alit di Jalan Perjuangan, Sabanar
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui sinergi bersama Pemerintah Pusat.
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui sinergi bersama Pemerintah Pusat.
NUNUKAN – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, personel Polsek Sebatik Barat melaksanakan pendampingan kegiatan panen jagung milik warga
TARAKAN – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Provinsi Kalimantan Utara terus mematangkan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Tata Cara
BONE – Unjuk
rasa yang berakhir ricuh di beberapa daerah membuat publik ramai
membicarakannya. Begitu pula aksi pengejeran yang dilakukan oknum polisi
terhadap beberapa mahasiswa di Makassar. Bahkan, beredar video kekerasan oknum
polisi yang mengejar mahasiswa hingga ke dalam masjid di Makassar.
Video ini
langsung menjadi viral dan mengundang kecaman netizen di media social. Berbagai
komentar sadis yang menyudutkan polisi yang tak sopan melakukan pengejaran dan
kekerasan di dalam masjid. Bahkan, dalam video itu tampak sangat jelas polisi
dengan atribut lengkap memasuki tanpa membuka sepatunya.
Hal inilah
yang membuat DPW FPI Kabupaten Bone mengambil sikap tegas. Menurut, FPI hal ini
suatu penghinaan dan penistaan bagi umat muslim. Sebagai sikap tegas, FPI Bone
langsung melayangkan surat pernyataan kepada Kapolda Sulsel, Guntur Laupe. “Kita
layangkan surat pernyataan yang terdapat beberapa point penting yang harus
disikapi,” terang Ketua DPW FPI Kabupaten Bone, Muh Idris A palloge.
Dalam surat
penyataan Nomor :22/pengurus/FPI kab Bone /IX/2019 dan ditandatangani oleh pengurus DPW FPI Kabupaten
Bone, dia mengatakan mengutuk keras tindakan oknum polisi yang melakukan
penistaan sarana peribadahan umat muslim di Makassar pada selasa, (24/9) lalu.
Kemudian,
dia juga mendesak Kapolda Sulsel untuk memberikan sanksi kepada oknum polisi
yang melakukan penistaan sarana peribadatan umat muslim sesuai hukum yang berlaku.
“Jika
pernyataan sikap ini tidak ditanggapi Kapolda Sulsel, kami akan turun kejalan
untuk menyatakan mosi tidak percaya terhadap kepolisian Republik Indonesia,” tuturnya.
Anggota Panitia Khusus Kajian Ibu Kota Negara di DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera
Jakarta – Pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan
untuk memindahkan Ibu kota Negara dari Jakarta ke Kalimantaan Timur, Panitia
Khusus Ibu Kota di DPR tengah melakukan
kajian. Berbagai pihak dari pemerintah dan masukan berbagai pihak telah
diterima.
Anggota Panitia Khusus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
Mardani Ali Sera mengatakan bahwa kajian
telah rampung dan pandangan setiap fraksi telah diambil. Jawaban tim adalah
menjawab rekomendasi surat Presiden yang ingin memindahkan Ibu Kota.
“Senin akan dibacakan di Paripurna. Dan PKS menolak (Ibu Kota
Negara pindah dari Jakarta ),” ujar Mardani , Sabtu (27/9/2019).
Diketahui, ada delapan poin yang mendasari PKS mengambil
sikap menolak perpindahan Ibu Kota Negara tersebut. Kedelapan poin itu sebagai
berikut :
Pertama, rencana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020—2024 baru dalam bentuk konsep rencana
teknokratik. Artinya, RPJMN 2020-2024 ini belum menjadi dokumen perencanaan
yang disahkan dalam bentuk peraturan presiden.
Kedua, dokumen kajian yang disampaikan Menteri PPN/Bappenas
terkait penentuan lokasi masih dangkal dan sempit. Dangkal karena data dan
kajian yang disajikan tidak memuat hitungan dan kalkulasi secara detail serta
analisis mendalam berdasarkan berbagai teori. Sempit karena perspektif yang
lebih mengemuka adalah dari sisi ekonomi. Dari perspektif politik, sosial,
budaya, dan pertahanan keamanan tidak banyak disinggung.
Ketiga, persoalan sumber daya manusia para aparatur negara
(ASN) akan ikut terdampak. Kemungkinan besar 1 juta di antaranya harus ikut
pindah ke ibu kota baru. Itu tentunya kemungkinan besar akan diikuti oleh
kepindahan keluarganya yang akan membutuhkan fasilitas-fasilitas kehidupan,
seperti hunian, sekolah, dan rumah sakit.
Keempat, biaya perpindahan Ibu Kota yang tidak sedikit
jumlahnya. Pemerintah mengklaim biaya perpindahan Ibu Kota mencapai Rp466
triliun dan hanya 19 persen menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN). Meski begitu, hal tersebut tentu saja akan berdampak serius kepada
keuangan negara
Kelima, dari aspek distribusi produk domestik bruto (PDB)
Indonesia tahun 2018, sebagian besar di Jawa terutama di DKI menyumbang 17,3
persen dan Kalimantan Timur hanya sekitar 4,26 persen. Pola demikian sudah
terjadi sejak lama. Pemerintah Ibu Kota Negara baru sulit untuk menyeimbangkan
kontribusi per provinsi karena stimulan ekonominya berbeda.
Keenam, Pulau Kalimantan termasuk Kalimantan Timur di
dalamnya, selama ini dikenal sebagai paru-paru dunia karena luasnya hutan
tropis di pulau tersebut mencapai 40,8 juta ha. Kalimantan Timur sendiri
menyumbang 12,6 juta ha (31 persen). Walaupun konsep yang ditawarkan pemerintah
dalam wacana pemindahan ibukota ini adalah kota hutan seperti di London, PKS
memandang belum ada konsep utuh yang ditawarkan pemerintah untuk mewujudkan hal
tersebut.
Ketujuh, soal alasan pemerintah yang menyebut Jakarta
dianggap sudah tidak layak menjadi Ibu Kota mengingat banyaknya masalah
perkotaan seperti kemacetan, polusi udara, banjir, dan sampah.
PKS mengusulkan agar selain ada kajian dan kebijakan teknis
pemindahan Ibu Kota, Pemerintah juga harus membuat membuat kebijakan strategis
nasional untuk penyelesaian masalah perkotaan DKI Jakarta yang disusun bersama
daerah setempat, para akademisi, dan aliansi masyarakat.
Kedelapan, dari sisi pertahanan pemerintah perlu
mempertimbangkan posisi Kalimantan Timur yang berdekatan secara geografis
dengan Laut Tiongkok Selatan (LTS) karena sedang menjadi perairan sengketa
antara China dengan lima negara Asia lainnya. Perairan ini juga merupakan arena
persaingan global antara Amerika Serikat dengan negara-negara sekutunya.
(eddysantry)
BONE – Meski ada aksi pengerusakan dan pembakaran beberapa fasilitas negara, namun unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di Kabupaten Bone, berhasil direndam oleh aparat pengamanan, Rabu (25/9).
Kapolres Bone AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi mengatakan memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang melakukan demo tanpa ada melakukan kekerasan fisik terhadap aparat pengamanan.
“Memang ada beberapa kursi dan perangkat dalam ruangan DPRD yang rusak dan dibakar. Tapi itu masih bisa ditolerir. Intinya tidak ada sampai korban jiwa dalam aksi ini,” terangnya, Sabtu (28/9).
Hal yang sama juga dikatakan oleh tokoh pemudah Bone sekaligus Ketua Umum Aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bone Alfian T Anugerah mangatakan unjuk rasa ini mampu dikondusifkan dengan kerjasama dengan aparat pengamanan.
“Kita apresiasi langkah dan petunjuk dari Kapolres Bone kepada anggotanya sehingga demo mahasiswa tidak ada korban jiwa. Dan, kita tentunya akan menjaga NKRI tetap utuh,” terang pria yang juga Ketua Umum LSM Merdeka, Bone.
Kemudian, Ketua Umum DPP LSM Alakomasi Group Indonesia, Iwan Hammer juga memberikan apresiasi kepada Kapolres Bone beserta Jajarannya dalam menangani aksi damai. Sehingga bisa terkontrol tak ada korban,” tuturnya.
Sementara itu, usai unjuk rasa berakhir, Kapolres Bone bersama jajaran langsung mendatangi gedung DPRD Bone untuk membersihkan sampah-sampah dari aksi damai tersebut.
Aksi unjuk rasa di Makassar yang berujung ricuh (Foto: istimewa)
Makassar – Menyikapi dugaan tindak penganiayaan terhadap
seorang jurnalis pada saat meliput aksi unjuk rasa yang berujung ricuh Selasa
24 September 2019 lalu, Tim Propam Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) memeriksa
oknum polisi yang diduga mengeroyok wartawan Antara bernama Darwin Fatir
tersebut.
Kapolda Sulawesi Selatan kepada awak media mengatakan bahwa
sedikitnya 2 oknum Polisi saat ini telah diperiksa dan menahan 4 hingga 5 oknum
anggota Polisi yang diduga melakukan pengeroyokan.
“Yang pukul wartawan Antara ada dua yang diperiksa
Propam,” kata Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe kepada wartawan, Sabtu
(28/9/2019).
Diberitakan sebelumnya, seorang wartawan dari Lembaga Kantor
Berita Nasional (LKBN) Antara bernama Darwin Fatir diduga menjadi korban
pengeroyokan oleh oknum polisi saat sedang meliput aksi unjuk rasa mahasiswa
menolak kebijakan pemerintah dan DPR RI di Makassar, Selasa (24/9).
Sementara itu, Polisi mengamankan 20 mahasiswa terkait demo
ricuh di Makassar, Sulsel, Jumat (27/9). Kericuhan membuat sejumlah orang
terluka, termasuk polisi.
“Ada mahasiswa 20 diamankan, masih diperiksa. Jika
tidak terlibat, dikembalikan,”papar Guntur.
Sedangkan mengenai seorang mahasiswa yang tertabrak Baraccuda, Guntur menjelaskan bahwa
mahasiswa yang tertabrak mobil kendaraan taktis saat ricuh. Kapolda memastikan
peristiwa tertabraknya mahasiswa, tidak disengaja.
Diketahui, Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bosowa
bernama Dicky Wahyudi tertabrak saat polisi mengejar massa pericuh dari depan
kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) hingga depan Mal Nipah, Jalan Urip
Sumoharjo. Peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 Wita, Jumat (27/9).
“Kejadian tadi malam ada dua tertabrak, satu pengendara
ojek luka ringan, sudah kembali ke rumahnya, mahasiswanya saat ini masih
dirawat di rumah sakit. Kami berharap segera membaik,” ujar Guntur.
(eddysantry)
Ambon – Hingga saat ini, korban jiwa yang meninggal akibat
dampak Gempa magnitudo 6,5 skala richter yang mengguncang Kota Ambon, Maluku
pada Kamis 26 September 2019 lalu mencapai 23 orang. Sementara sekitar 15 ribu
jiwa masih berada di pengungsian.
“Korban meninggal tertinggi diidentifikasi di Kabupaten
Maluku Tengah sebanyak 14 orang. BPBD Provinsi Maluku mencatat pada Kamis
(26/9), pukul 21.53 WIT, total korban meninggal sebanyak 23 orang,” kata
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, Agus Wibowo, Jumat
(27/9/2019).
Terkait bealasan ribu jiwa yang masih mengungsi, Agus
menyebut warga mengungsi sebagai antisipasi gempa susulan yang bisa merusak
tempat tinggal mereka. Selain itu, Agus juga mengatakan ada ratusan korban luka
yang tersebar di beberapa lokasi. Antara lain, 100 orang di Desa Liang, 5 di
Ambon, dan 1 di Desa Waisama.
Sementara itu, Kepala BNPB Doni Monardo, didampingi Gubernur
Maluku Murad Ismail, sudah mengunjungi lokasi yang terdampak gempa di Ambon.
Doni memastikan penanganan darurat berjalan baik.
Diketahui, Gempa bermagnitudo 6,8 yang dimutakhirkan datanya
menjadi 6,5 mengguncang Ambon, Maluku pada Kamis pagi, 26 September 2019. BMKG
mencatat gempa itu terjadi sekitar pukul 06.46 WIB atau 08.46 WIT.
Lokasi pusat gempa berada pada koordinat 3.38 LS dan 128.43
BT, tepatnya sekitar 40 kilometer arah timur laut Ambon atau di daratan pulau
itu. Sumber gempa berkedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan gempa terasa berskala V MMI di Ambon dan Kairatu, juga di Paso dan Banda berskala II-III MMI dan
Banda II MMI. Sekitar sejam kemudian muncul gempa bermagnitudo 5,6 pada pukul
7.39 WIB atau 9.39 WIT.
Terkait gempa di Ambon tersebut, Presiden Joko Widodo selain
menegaskan akan segera memberikan bantuan, ia juga memerintahkan TNI/Polri,
Kementerian Sosial hingga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar
sigap turun tangan menangani para korban.
“Saya menyampaikan atas nama pribadi dan pemerintah
mengucapkan duka cita yang mendalam atas gempa yang di Ambon, yang menimpa
saudara-saudara kita di Ambon dan kemarin sudah saya perintahkan kepada Kepala
BNPN Jenderal Doni di sana juga kepada TNI Polri dan kepada Menteri Sosial
bergerak ke lapangan di tempat terjadinya gempa untuk membantu saudara-saudara
kita yang di Ambon. Kepada korban yang meninggal saya tadi sampaikan ke Menteri
Sosial untuk memberikan santunan dan untuk yang luka-luka perawatannya akan
ditanggung pemerintah” jelas Presiden. (eddysantry).