Bupati Wajo Kukuhkan PPKD Tahun 2019

WAJO – Acara pengukuhan dan pembekalan Panitia Pemilihan Kepala Desa ( PPKD ) pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serentak gelombang ketiga dalam Daerah Kabupaten Wajo tahun 2019 berlangsung di Hotel Sermani, Senin 30 September 2019.

Hadir dalam kesempatan ini Bupati Wajo beserta Forkompinda Kabupaten Wajo, Kepala Dinas PMD, dari OPD Kabupaten Wajo, Camat, Kepala Desa serta para panitia pemilihan Kepala Desa sebanyak 65 orang.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kadis PMD Syamsul Bahri, S.IP., M.Si menyampaikan bahwa pada saat ini Wajo sedang menghadapi pemilihan Kepala Desa serentak gelombang 3 tahun 2019, setelah gelombang pertama tahun 2015 sebanyak 108 Desa, Tahun 2017 sebagai gelombang kedua sebanyak 26 desa dan pada tahun ini berada di tahap gelombang 3 sebanyak 13 desa dari 7 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo.

“Insya Allah jadwal dan tahapan sudah ditetapkan melalui peraturan Bupati dan SK Bupati dan juga sudah dilaporkan kepada Bapak Kapolres, Dandim 1406 Wajo terkait pendaftaran bakal calon, dan akan dimulai tanggal 2 Oktober 2019 dan selama terproses dalam tahapan tahapan selanjutnya dan Insya Allah akan berada pada hari pemungutan suara dijadwalkan pada 4 Desember tahun 2019,” ungkap Kepala Dinas PMD.

Dan dikatakan bahwa mudah mudahan jadwal tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar, sesuai dengan harapan kita bersama, dari 13 desa yang melaksanakan pemilihan terdiri dari 5 orang panitia pemilihan kepala desa di setiap desanya, dan hari ini sebanyak 65 panitia pemilihan Kepala Desa yang akan dikukuhkan oleh Bupati Wajo.

“Dan sekaligus kami akan meminta petunjuk dari Bupati serta Forkopimda Kabupaten Wajo untuk kelancaran pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Wajo tahun 2019, mulai dari tahap persiapan, pendaftaran bakal calon sampai pelaksanaan pada hari h-nya nanti,” Syamsul Bahri, S.IP., M.Si menambahkan.

Pilkades serentak gelombang ketiga akan diikuti oleh 13 desa pada 7 Kecamatan, sebagai berikut;

Kecamatan Bola;
1. Desa pasir putih
2. Desa Balielo
3. Desa ujung Tanah
4. Desa Manurung

Kecamatan Pammana;
5. Desa Tadangpalie
6. Desa Tobatang
7. Desa Pallawarukka
8. Desa Lempa

9. Desa Alausalo (Kec. Gilireng).
10. Desa Pattirolokka (Kec. Keera).
11. Desa Tosora (Kec. Majauleng).
12 Desa Pasaka (Kec. Sabbangparu).
13. Desa Lamarua (Kec. Takalalla).

Sambutan Bupati Wajo Dr. H.Amrah Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa Desa adalah miniatur negara, didalamnya terwadahi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikelola dalam tatanan adat istiadat, kearifan lokal maupun pemerintahan desa.

Lebih lanjut dikatakan kalau Hakekatnya Demokrasi di tingkat Desa dapat terlihat dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa, di mana semua komponen masyarakat terlibat didalamnya, sesuai peran dan fungsinya masing-masing, keterlibatan tersebut mencerminkan adanya kesadaran warga masyarakat di desa dalam menentukan pemimpin mereka.

“Sebagai pemimpin penyelenggaraan pemerintahan di Desa, Kepala Desa merupakan pengambil keputusan, sekaligus penanggung jawab setiap kebijakan yang diambil dan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa” ungkap Bupati Wajo.

“Oleh karena itu sesungguhnya Kepala Desa mengemban tanggung jawab yang tidak ringan dalam rangka penyelenggaraan Pemerintah Desa, Kepala Desa harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin Kompleks, serta mampu menempatkan diri di atas semua kepentingan masyarakat desa, lebih membangun serta memajukan desa dan warganya,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menambahkan.

Dikatakan kalau di Tahun 2019 ini, akan dilaksanakan pemilihan Kepala Desa serentak pada 13 Desa yang tersebar di 7 kecamatan, untuk mensukseskan kegiatan ini, tentunya dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak termasuk kinerja dari para panitia di tingkat desa.

Lebih lanjut dikatakan kalau kegiatan pembekalan bagi panitia pemilihan kepala Desa ini, sangat penting agar nantinya para panitia dapat mengerti dan memahami tugasnya sehingga Pilkades serentak yang akan diselenggarakan pada tahun 2019 ini, dapat berjalan demokratis, aman, jujur dan adil serta terhindar dari kesalahan dan praktek kecurangan.

“Pada kesempatan ini kami mengharapkan perhatian saudara, pada panitia pemilihan kepala desa untuk bersifat netral, tidak memihak kepada salah satu calon, bekerja secara profesional dan sungguh-sungguh serta penuh tanggung jawab sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku, selanjutnya kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, Camat dan Kepala Desa, pejabat kepala desa dan BPD untuk senantiasa mengawasi dan memfasilitasi pelaksanaan setiap tahapan pemilihan kepala Desa serentak ini,” harap Bupati Wajo.

Selanjutnya dilanjutkan dengan acara penyumpahan serta pengukuhan kepada 65 anggota panitia pemilihan Kepala Desa serentak gelombang ketiga oleh Bupati Wajo.

( Humas Pemkab Wajo.)

Penyerahan Mobil Operasional Sampah kepada Camat Tanasitolo oleh Bupati Wajo, Ini harapannya.

WAJO – Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyerahkan Mobil operasional sampah kepada Camat Tanasitolo di halaman Kantor Bupati Wajo, Senin 30 September 2019.

Mobil sampah ini merupakan mobil operasional yang nantinya diperuntukkan kepada Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Tanasitolo untuk dipergunakan dalam pengelolaan persampahan di Kecamatan tersebut

Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si dalam sambutannya ketika menyerahkan mobil operasional ini menyatakan bahwa, Alhamdulillah pada hari ini akan menyerahkan Mobil operasional kepada Pemerintah Kecamatan Tanasitolo.

“Tentu kita berharap, agar pengelolaan ini termanage dengan baik, dan kita serahkan sepenuhnya kepada Kecamatan Tanasitolo, mungkin pak Camat sudah bisa mengatur denga baik operasionalnya, BBM nya, begitu juga dengan ketenagaannya serta operasionalnya dan kebetulan Tanasitolo masih dekat dengan TPA kita , jadi saya kira supaya kita juga tidak ada beban besar untuk bangun TPA dulu, dan TPA nya tetap disini saja dulu,” harap Bupati Wajo.

“Kita inginkan agar nanti keberadaan sampah-sampah utamanya di pinggir jalan, utamanya di jalan poros yang “Duppa Mata” , kami harapkan untuk bisa terkelola dengan baik oleh jajaran Kecamatan Tanasitolo,” Bupati Wajo menambahkan.

Dan menyampaikan kalau Insya Allah, akan terus berkoordinasi, bagaimana juga nanti akan menghadirkan program-program pengelolaan sampah dan seterusnya,

“Mari kita bersama-sama menyerahkan Mobil operasional ini dengan harapan, dapat dilaksanakan dengan baik, ini salah satu cara untuk menjaga keindahan dan kebersihan daerah kita dan mengawal program Wajo Mapaccing,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Bupati Wajo juga mengharapkan kepada Camat Tanasitolo untuk membuat program-program kebawah, kepada seluruh lingkungan, desa-desa, Masjid-Masjid serta fasilitas umum untuk dilombakan saja setiap saat, dan tidak usah ada waktu penilaiannya.

Dan dikatakan kalau nanti waktu tertentu saja ketika ada moment acaranya Pak Camat diumumkan, misal lomba Masjid, lomba kebersihan Masjid, pada saat ada acara di Kecamatan langsung saja umumkan dan berikan penghargaan, yang ini tentu akan betul-betul menjaga kebersihannya, misalnya antar sekolah ada moment pendidikan laksanakan di situ penilaian tanpa diketahui.

“Jadi selalu ada penilaian-penilaian dilakukan Pak Camat, buat tim nantinya, koordinasi dengan DLHD, itu yang kita harapkan supaya ada kesadaran masyarakat, jangan nanti ada penilaian baru mau melaksanakan pembersihan, tapi bagaimana kesadaran masyarakat ini tertata dengan baik, bahwa ini memang merupakan kewajiban kita bersama,”ungkap Bupati Wajo diakhir arahannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Wajo Andi Muh. Baso Iqbal, S.T., M.Si sebagai Leading Sektor dalam acara ini menyampaikan bahwa terkait penyerahan Mobil operasional pengangkut sampah pada hari ini,

“Alhamdulillah hari ini kita mengadakan acara penyerahan secara simbolis, Mobil penanganan sampah di Kecamatan Tanasitolo satu unit, kami berharap dengan penyerahan Mobil ini, pelayanan Sampah di Kecamatan Tanasitolo dapat berjalan maksimal,” ungkapnya.

Camat Tanasitolo Andi Hasanuddin, S.IP menyampaikan harapannya dengan adanya penyerahan Mobil sampah oleh Bapak Bupati Wajo,

“Alhamdulillah, Insya Allah ke depannya nanti untuk proses persampahan di Tanasitolo Mungkin sudah agak lumayan, dibanding sebelum-sebelumnya karena sebelumnya kami menggunakan mobil pick up Kijang, kalau pakai mobil kecil, tentu belum maksimal, dan dengan adanya Mobil ini, kami usahakan untuk memaksimalkan pengolahan sampah di wilayah Tanasitolo,” harap Andi Hasanuddin, S.IP.

( Humas Pemkab Wajo )

Bupati Wajo Mengundang Mahasiswa Magang Politekhnik Wamena di Rumah Jabatan Bupati

WAJO – Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si selepas mengikuti acara yang mempertemukan Pihak PTPN XIV dan Masyarakat Keera pada hari ini, Senin 30 September 2019 di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Bupati Wajo.

Kini, Bupati Wajo mengundang empat mahasiswa yang merupakan mahasiswa magang yang sudah 2  bulan melaksanakan magang di PTPN XIV Keera, dan akan magang selama 6 bulan lamanya.

Mereka berempat berasal dari Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari Papua Barat diantaranya

1. Margarince Etty Udop yang beralamat  di Warkapi

2. Barendina Kurni yang beralamat di Manggoswan

3. Obet Enabel yang beralamat di Wamena

4. Meiki Sodek Wondisy beralamat di Wondoma.

Dalam kunjungannya ke Rumah Jabatan Bupati Wajo, keempat mahasiswa tersebut sangat mengapresiasi undangan dari Bupati Wajo, dan mereka sangat senang serta mendapat perhatian besar dari orang nomor satu di Wajo ini.

Bupati Wajo juga berpesan dan menyampaikan kepada keempat warga Papua yang berkunjung di rumah jabatan hari ini, kalau selama di Wajo, mereka fokus saja melaksanakan aktifitasnya dan Pemda Wajo memberikan jaminan pengamanan selama mereka berada di Wajo.

Bupati Wajo, Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si kini juga mengaku intens memantau kondisi perantau asal Wajo di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pasca-kerusuhan yang terjadi di sana.

Menurut Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si, ia aktif melakukan komunikasi dengan sejumlah perantau asal Kabupaten Wajo di sana. Kata Dr. H. Amran Mahmud, sampai hari ini, ia belum mendengar ada perantau asal Wajo yang menjadi korban kerusuhan di Wamena.

“Sudah dua hari ini kami intens komuniksi dengan tokoh Wajo yang sukses di sana dan Alhamdulillah belum ada laporan kalau ada warga Wajo yang menjadi korban,” tuturnya.

Selain menjalin komunikasi, Dr. H. Amran Mahmud menyebut bahwa dia punya keinginan untuk terbang ke Wamena untuk melihat kondisi sejumlah perantau asal Wajo dan sebagai informasi bahwa warga Wajo yang bermukim disana berjumlah 26 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sekitar 115 orang.

“Insya Allah sedang kami upayakan ke sana untuk bertemu langsung dengan warga Wajo yang ada di sana,” ungkapnya.

( Humas Pemkab Wajo )

Bupati Wajo Hadiri Acara World Pharmacists Day 2019 di Lapangan Merdeka Sengkang, Ini acaranya

WAJO – Ikatan Apoteker Indonesia ( IAI ) pengurus cabang Wajo mengadakan acara World Pharmacist Day 2019 bekerjasama dengan Persatuan Ahli Farmasi Indonesia yang diadakan di Lapangan Merdeka Sengkang, Minggu 29 September 2019.

Dengan mengambil tema Pharmacist of Wajo Ensure Save And Effective Medicine For All, adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berupa Senam Dagusibu, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, donor darah, penyuluhan Dagusibu, Games berhadiah dan lomba foto Booth.

Dagusibu itu sendiri merupakan kepanjangan dari dapatkan artinya Belilah obat di tempat yang paling terjamin yaitu di apotek karena penyimpanan obat di apotek lebih terjamin sehingga obat sampai ke tangan pasien dalam kondisi baik, Gunakan artinya gunakan obat dengan benar penggunaan obat harus sesuai dengan aturan yang tertera pada wadah atau etiket, obat antibiotik harus dihabiskan atau dikonsumsi sampai habis.

Simpan artinya menyimpan obat dengan benar sesuai dengan petunjuk pemakaian yang ada dalam kemasan dan Buang yang artinya bila obat kadaluarsa atau rusak, maka obat tidak boleh diminum, untuk itu obat perlu dibuang dan jangan buang sembarangan.

Dalam kegiatan ini Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si juga nampak larut bersama dengan masyarakatnya, dia mengikuti senam serta kegiatan lainnya dan foto bersama dengan masyarakat yang tumpah ruah di lapangan Merdeka Sengkang pada hari ini.

Ini sangat diapresiasi oleh masyarakat kota Sengkang yang juga kebetulan hadir pada hari ini, banyak dari mereka secara spontan untuk melakukan foto bersama dengan Bupati Wajo, kegiatan ini sendiri sangat menarik perhatian karena banyak juga masyarakat yang dapat memeriksakan kesehatannya secara gratis pada hari ini, mulai pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan lain sebagainya

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Rahma Mustarin yang merupakan Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia ( IAI ) pengurus cabang Wajo menjelaskan bahwa hari ini adalah World pharmacist Day 2019, ini dalam rangka memperingati hari apoteker sedunia, ada pemberian SKP, pengabdian apoteker kepada masyarakat.

“Di acara Car freeday ini, kita melaksanakan acara penyuluhan Dagusibu yaitu gerakan keluarga sadar obat (GKSO), jadi ada disini Dapatkah obat, Gunakan obat, Simpan obat dan Buang obat secara baik dan benar, dari kegiatan ini ada beberapa kegiatan yaitu Senam Dagusibu, Pemeriksaan gratis gula darah dan kolesterol ada pemeriksaan tensimeter darah dan lomba foto booth jadi masyarakat kita perkenalkan profesi kami, juga nantinya di Instagram dan tentunya ada games berhadiah,” kata Rahma Mustarin.

Bupati Wajo Dr H. Amran Mahmud S.Sos., M.Si ketika kami konfirmasi di akhir acara menyampaikan bahwa, “Alhamdulillah kita menghadiri acara ini, dalam rangka World Pharmacist Day 2019, kita laksanakan dan kita apresiasi kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Ikatan Apoteker Indonesia, diantaranya kegiatan Baksos yang dilakukan Ikatan Apoteker Indonesia, ini yang tentu menjadi bagian penting di dalam masyarakat, di dalam mengawal masyarakat di dalam memberikan edukasi tentang bagaimana cara penggunaan obat yang baik, agar tidak salah prosedur dan tidak salah menggunakan, hingga betul-betul bisa menjadi edukasi kepada masyarakat kita,” ucap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dan dikatakan kalau kegiatan ini di tiap minggunya terkait acara carfreeday, dia berharap ini terus digiatkan karena bagaimanapun juga sehat itu adalah penting atau utama, sehingga harus ada media, ada tempat sekaligus referensi dan tempat silaturahim sekaligus bisa untuk penyegaran.

“Kita berharap masyarakat bisa membudayakan, bisa menjaga kedisiplinan berolahraga agar tetap terjaga kesehatannya,” harap Bupati Wajo.

Hadir diacara ini Sri Muntani Ketua PAFI Persatuan Ahli Parmasi Indonesia yang juga aktif memberikan games games berhadiah kepada peserta dan masyarakat yang hadir dengan memberikan pertanyaan serta bisa mendapatkan hadiah tentunya kalau jawabannya benar.

(Humas Pemkab Wajo )

Diduga Terlibat Kasus Narkotika Oknum Kades Diringkus Resmob Polres Sinjai

Sinjai – Seorang oknum Kepala Desa inisial AW (50), alamat dusun bonto bulaeng, desa buareng, kec. kajuara kab. bone, bersama dua warga inisial MF (20), AI (25), di salah satu bilangan Kabupaten Sinjai, terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian. Pasalnya, AW Cs ini diduga keras telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan barang haram narkoba jenis Shabu-shabu.

AW, pria berumur yang menjadi tokoh publik di Desa itu, hanya mampu tertunduk lesu tak berdaya ketika digelandang Polisi menuju dinginnya terali besi akibat perbuatanya yang tak patut dicontoh oleh masyarakat tersebut.

Kapolres Sinjai, AKBP Sebpril Sesa, SIK, membenarkan pihaknya telah mengamankan tiga pria yang disinyalir keras terlibat penyalahgunaan narkotika serta melibatkan salah satu oknum Kepala Desa (Kades) Buareng, kec. kajuara kab. bone.

“Unit Resmob Polres Sinjai dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim polres sinjai Akp Noorman Hariyanto H, S.Ik didampingi Kanit Resmob Ipda Sangkala, SH melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku penyalahgunaan obat-obatan terlarang jenis Shabu yakni pria inisial AW (50) berprofesi sebagai Kades, serta dua warga biasa inisial MF (20), AI (25),” terangnya, Selasa (1/10/19).

Menurut Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 ini, penangkapan terhadap AW Cs berawal hari ini (1/10) bekisar pukul 10.00 Wita, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa rumah kosong di jalan KH. Muh Tahir, kel. balangnipa, kec. sinjai utara, telah di gunakan oleh seseorang, menjadi tempat memakai obat-obatan terlarang jenis Shabu.

“Team (Polisi) langsung bergerak menuju tempat tersebut dan berhasil mengamankan para pelaku berikut barang bukti (BB) diantaranya, 1 sachet Shabu, 1 sachet plastik kosong bekas pakai, 3 korek gas, 4 pipet,  1 botol akua yg sudah d tusuk pipet (bon). Selanjutnya pelaku di amankan di Polres Sinjai, guna proses hukum lebih lanjut,” bebernya, lengkap.

Dengan kejadian tersebut, orang nomor satu di jajaran Polres Sinjai ini menyampaikan himbauan publik khususnya yang berada di wilayah hukumnya, untuk bersama-sama memerangi peredaran gelap narkotika dilingkungan masing- masing yang pengaruhnya dapat merusak generasi penerus bangsa Indonesia tercinta ini.

“Kepada warga masyarakat di wilayah hukum Polres Sinjai, dihimbau untuk menghindari penyalahgunaan narkotika. Laporkan segera ke petugas terdekat, bila melihat penyalahgunaan narkotika. Kami dari Polres Sinjai akan menindak tegas tanpa tebang pilih terhadap para Pelakunya,” tegas pria yang dikenal gemar santuni Yatim piatu dan Dhuafa ini.

“Untuk menghindari pengaruh narkoba, bisa mengisi dengan kegiatan-kegiatan positif di lingkungan masing-masing. Seperti, pengajian bagi umat Muslim dan kegiatan positif lainnya,” tandas perwira Polri dengan ‘Melati Emas’ dua dipundaknya, yang juga dikenal warganya gemar membantu material Masjid-Masjid di Kabupaten Sinjai.

Irwan N Raju