NUNUKAN – Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, menjadi lokasi terpilih sebagai tempat pelaksanaan puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-26 organisasi Laskar
TANJUNG SELOR-Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menghadiri syukuran HUT ke-8 Kawulo Alit di Jalan Perjuangan, Sabanar
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui sinergi bersama Pemerintah Pusat.
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat pengembangan sektor kelautan dan perikanan melalui sinergi bersama Pemerintah Pusat.
NUNUKAN – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, personel Polsek Sebatik Barat melaksanakan pendampingan kegiatan panen jagung milik warga
Jakarta – Selain menetapkan Eks Bupati Cirebon Sunjaya sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun mencegah General Manager PT Hyundai Engeneering Construction, Herry Jung dan Camat Beber, Cirebon, Rita Susana untuk bepergian ke luar negeri.
“Keduanya dicegah ke luar negeri untuk enam bulan ke depan,” tutur Komisioner KPK, Laode M Syarif saat menggelar jumpa Pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/10/2019).
Menurut Syarif, pencegahan Herry Jung dan Rita Susana ke luar negeri tersebut berkaitan dengan kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra. KPK telah mengirimkan surat pencegahan tersebut ke pihak Ditjen Imigrasi Kemenkumham.
“Sejak proses hukum di perkara terkait sebelumnya, KPK telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap 2 orang tersebut,” paparnya.
Herry Jung maupun Rita Susana sebenarnya telah dicegah bepergian ke luar negeri sejak lama. Pencegahan terhadap keduanya telah dilakukan sejak 26 April sampai 26 Oktober 2019.
“Pencegahan ke luar negeri dilakukan selama 6 bulan sejak 26 April 2019 sampai dengan 26 Oktober 2019,” ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, Komisi KPK kembali menetapkan mantan Bupati Cirebon, Jawa Barat (Jabar) Sunjaya Purwadisastra sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Penetapan tersangka baru terhadap Sunjaya, setelah penyelidikan lanjutan di KPK menyertakan dasar dan fakta-fakta sahih yang terungkap dalam putusan dalam persidangan Sunjaya di PN Bandung, Jabar, Mei 2019.
Atas perbuatanya, Sunjaya dijerat Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (eddyS)
Dompu, NTB – Kementerian Pertanian
melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH)
meyakini bahwa saat ini merupakan momentum yang tepat untuk mengerakkan seluruh
potensi dalam pembangunan peternakan nasional agar lebih efektif dan berdampak
pada upaya pengentasan kemiskinan. Hal itu disampaikan oleh Dirjen PKH, I Ketut
Diarmita saat menghadiri Kontes Ternak dan Festival Pangan Lokal Beragam,
Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) Tingkat Kabupaten Dompu Tahun 2019, Kamis, 3
Oktober 2019.
Dihadapan Bupati dan Wakil Bupati Dompu
beserta jajaran, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Dompu, Kepala Dinas
Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketahanan Pangan
Provinsi NTB, Kepala SKPD se-Kabupaten Dompu, para peternak dan tokoh, Ketut
mengajak masyarakat untuk mengetahui waktu yang tepat untuk menjual ternak
sapinya. Hal tersebut penting untuk meningkatkan nilai jual dari sapi, dan
dapat mengangkat kesejahteraan peternak.
Menurutnya kontes ternak seperti yang
dilaksanakan di Dompu, merupakan salah satu sarana untuk penyebaran informasi
dan publikasi tentang capaian yang sudah diraih di bidang peternakan. Adanya
kontes ternak ini sebagai upaya untuk mendorong peningkatan kualitas ternak di
wilayah ini, disamping sebagai penghargaan bagi para peternak.
Ketut kemudian menjelaskan bahwa
kegiatan optimalisasi reproduksi masih merupakan salah satu fokus kegiatan
utama bagi jajaran Ditjen PKH. Hal tersebut dikemas dalam bentuk Program Upaya
Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting atau yang lebih
dikenal dengan UPSUS SIWAB. Strategi yang ditempuh adalah dengan cara
memastikan sapi/kerbau betina dewasa sebagai target akseptor dapat
terlayani perkawinannya dan menjadi bunting. Kegiatan ini adalah merupakan
salah satu langkah nyata pemerintah bersama masyarakat untuk mengakselerasi
pertumbuhan populasi sapi/kerbau di dalam negeri.
PERKEMBANGAN UPSUS SIWAB
Kegiatan Upsus Siwab yang telah
dilaksanakan sejak tahun 2017 sampai dengan tanggal 26 September 2019, telah
menghasilkan realisasi sapi/kerbau yang dilayani perkawinan IB sebanyak
10.716.809 akseptor dari target 10.000.000 akseptor, dengan kebuntingan yang
sudah terlaporkan sebanyak 5.610.587 ekor dari target 7.200.000 ekor, dan telah
menghasilkan kelahiran pedet sebanyak 4.232.354 ekor dari target 5.760.000
ekor.
Adapun kinerja Upsus Siwab untuk
Provinsi Nusa Tenggara Barat yang merupakan salah satu daerah pemasok sapi, per
tanggal 26 September 2019 tercatat sangat baik, yakni realisasi akseptor yang
sudah di IB sebanyak 77.443 dosis (110,63%) dari target 70.000, ternak yang
telah bunting sebanyak 45.647 ekor (93,16%) dari target 49.000 ekor, dan
kelahiran pedet sudah mencapai 41.193 ekor (105,08%) dari target 39.200 ekor.
Lanjut Ketut menjelaskan bahwa selain
kegiatan Upsus Siwab, Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH juga telah
memberikan fasilitasi bantuan ternak untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat,
termasuk didalamnya Kabupaten Dompu. Sejak tahun 2016-2018, fasilitasi bantuan
ternak untuk Provinsi Nusa Tengara Barat sebanyak 135 ekor sapi potong, 36 ekor
kerbau, dan 60 ekor kambing. Pada tahun 2019, Provinsi Nusa Tenggara Barat
menerima alokasi bantuan ternak sapi potong sebanyak 220 ekor, termasuk
didalamnya untuk Kabupaten Dompu sebanyak 10 ekor.
Sementara Bupati Dompu, Bambang M. Yasin
menyampaikan ucapan terima kasih kepada peternak yang telah berpartisipasi
dalam kontes ternak, dan berharap agar semua peternak dapat termotivasi dan
terus bersemangat untuk beternak. “Saya berharap dengan adanya kegiatan
ini dapat mendongkrak produksi dan populasi ternak sapi di
Indonesia” pungkasnya.
Narahubung:
Ir. Sugiono, MP., Direktur Perbibitan
dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Kementan
WAJO – Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE memimpin rapat dalam rangka Monitoring data aplikasi SiRUP yang digelar di ruang rapat pimpinan Kamis, 3 Oktober 2019.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memenuhi target pelaksanaan Rencana Aksi Program Pemberantasan Korupsi sebagai indikator MCP dalam hal pelaksanaan penginputan data SiRUP.
Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE. menegaskan agar ini menjadi perhatian agar segera menyelesaikan penginputan SiRUP dengan batas waktu per 18 Oktober 2019.”
Plt. Inspektur Daerah Drs.H. Muhammad Arif, M.M. mengingatkan supaya bersama sama melaksanakannya agar target pelaksanaan rencana aksi KPK terwujud.
BONE – Wakil Presiden (Wapres) RI H. M
Jusuf Kalla dijadwalkan akan tiba di Kabupaten Bone pada Minggu (6/10/2019)
nanti. Bahkan, sebagian rombongan orang nomor dua di Indonesia ini sudah tiba
di Bone dengan menggunakan dua unit heli puma dari TNI AU, Jumat (4/10/2019).
Dua unit heli ini mengangkut Pasukan
Pengamanan Presiden (Paspamres) dan sebagian crew wakil presiden. Mereka
mendarat di Stadion Lapatau, yang berada di Jalan Reformasi, Kelurahan
Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi
Selatan, sekira pukul 15.34 WITA.
Adapun dua heli jenis super puma ini
1. No.Lambung, H 3205, Pilot Letkol AU Ponti, Kopilot Mayor AU Ari,
2. No Lambung H 3203, Pukul 14.10 Wita, Pilot Letkol AU yosef, Kopilot Mayor AU Lessy, dengan membawa 17 orang Personil yaitu Paspamres dan Kru Hely
Kehadiran dua Heli beserta Paspamres dan crew dijemput langsung oleh
1. Kapten Arh Ruslan ( Pasi Ops Kodim 1407/
Bone )
WAJO – Selesai melaksanakan shalat Jumat di Masjid At Taubah, Bupati Wajo bersilaturahim dengan pedagang Pasar Sentral Sengkang di lokasi Masjid At Taubah, Jumat 4 Oktober 2019.
Anggota DPRD Kabupaten Wajo Ir. H. Sudirman Meru yang menjadi pembicara dalam acara ini mempersilahkan kepada Sudirman Beddu selaku pengurus Masjid At Taubah untuk menyampaikan sambutan penerimaannya kepada Bupati Wajo dimana dia juga selaku yang mewakili dari masyarakat pedagang pasar Sentral Sengkang.
Sudirman Beddu dalam penyambutannya mengatakan bahwa merupakan kebahagiaan tersendiri pada dia, sebagai masyarakat pedagang pasar Sentral Sengkang atas kedatangan Bupati Wajo di tempat ini, dan mohon maaf bila dalam penyambutan ini ada kesilapan.
“Harapan kami kedepannya selaku masyarakat penjual di pasar sentral kepada Bapak Bupati, semoga Pasar Sentral Sengkang ini dapat kami tempati menjual sampai pada akhir izin HGB, yang kami sepakati pada pemerintahan yang dulu.
Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos. M.Si menyampaikan bahwa, Alhamdulillah dapat bertemu dan menyambung rasa dengan para Pedagang Pasar Sentral Sengkang, dan menjelaskan apa yang menjadi cita-citanya, untuk membangun daerah Wajo.
“Apa menjadi visi dan misi kami lima tahun kedepan ini, terbungkus dalam sebuah cita-cita, ingin menghadirkan pemerintahan yang amanah menuju Wajo yang maju dan sejahtera,” jelas Bupati Wajo.
“Pemerintah yang amanah adalah pemerintah yang memiliki kredibilitas, akuntabilitas dan transparansi, intinya bagaimana menghadirkan pemerintahan yang baik utamanya pemerintah yang bersih sehingga kita bisa membawa daerah kita ini, maju dalam segala aspek, maju layanan, maju ekonominya serta sarana dan prasarananya dan inilah tugas kami kedepannya,” Bupati Wajo menambahkan.
Dan dikatakan kalau yang pertama ingin diselesaikan adalah layanan, yang bisa selesai di Kecamatan supaya selesai di sana, yang bisa selesai di desa, bisa selesai di sana juga, juga terkait perizinan kalau bisa selesai di Kecamatan selesaikan di sana, bahkan ada urusan yang nantinya bisa selesai hanya melalui handphone.
“Kita ingin memajukan perekonomian kita, pasar ini tidak bisa ramai, dan tidak mungkin ekonomi bergerak, kalau perekonomian juga tidak bisa kita majukan, kami ingin dalam 25 program kami, salah satu diantaranya, ingin pendapatan perkapita masyarakat kita dari 30 juta pertahun, bisa bergerak menjadi 60 juta pertahun, dan tentu ini perlu kerja keras membangun sektor ekonomi agar pertumbuhan ekonomi kita bisa bergerak,” harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.
“Kita akan upayakan berbagai usaha agar pertumbuhan ekonomi kita bisa naik 5% karena di tahun lalu pertumbuhan ekonomi kita hanya 1,7%,” Bupati Wajo menambahkan.
Dan dikatakan kalau pendapatan masyarakat kebanyakan dari sektor pertanian, makanya dia ingin menggenjot sektor pertanian, agar pendapatan masyarakat di pertanian bergerak maju, demikian juga di sektor perdagangan dan lainnya.
Dan dikatakan kalau tidak mungkin Pasar ramai kalau masyarakat pedesaan tidak punya penghasilan, sekarang ini bagaimana air bisa masuk ke pertanian pertanian, sekarang ini hadir program serasi yaitu selamatkan Rawa sejahterakan petani.
Juga akan memperjuangkan bagaimana air di Danau Tempe, dengan memanfaatkan air yang melimpah ini bisa termanfaatkan naik kebulu Cepo dan bisa mengaliri sawah sampai 20.000 hektar dan luas sawah di Wajo sekitar 100.000 hektar, dan ini baru 30% beririgasi teknis sisanya 70% hanya menunggu air hujan dan ini yang mau dibalik.
Kalau ini terjadi, tidak bisa bayangkan tingkat daya beli masyarakat, kalau uang itu bisa masuk ke kantong kantong masyarakat kita, termasuk juga sektor yang akan dibenahi beriringan dengan hal diatas, yaitu sektor Pariwisata.
“Dan ini diharapkan bisa melebihi sektor pertanian kita, sehingga orang bisa datang berbondong-bondong ke sini membawa uang, menginap pasti keluarkan uang, makan dan beli oleh-oleh juga pasti mengeluarkan uang, makanya kita ingin membangun ikon wisata, kota religi yaitu pembangunan Masjid Cantik dan akan menjadi pintu masuk di destinasi wisata terpadu internasional supaya ada juga kebanggaan masyarakat Wajo,” ungkap Bupati Wajo.
“Kita mau membangun destinasi wisata yang tidak jauh dari karakteristik masyarakat Kabupaten Wajo, makanya kita ingin membangun pariwisata yang religi, yang Islami kita bangun sebagai ikon,” Dr. H. Amran Mahmud menambahkan.
Dikatakan kalau semua itu butuh kerja keras, Kota juga harus ditata, juga ingin mengembangkan kota ini menjadi Kota modern, sehingga jangan begini begini terus.
Dikatakan juga, kalau apa yang diharapkan Pak Sudirman Beddu, kalau akan tetap nantinya bersama sama dilakukan kajian stability studi, menghitung hitung, seperti apa, kalau memang nantinya ini bergerak dan jika ini belum siap, nanti kita kewalahan, jelasnya.
“Makanya kami benahi dulu jalur dua, saya targetkan di jalur dua ini, jalanannya bersih rapi, taman tamannya cantik, Amesangeng masuk Atakkae juga ingin kita Rapikan, semuanya akan bergerak beriringan,” ungkap Bupati Wajo.
Demikian juga Danau Tempe nanti ada destinasi wisata terpadu internasional yang pintu gerbangnya melalui gerbang Masjid Cantik serta jembatan yang indah nanti direncanakan, dimana Kami sudah rapatkan tadi malam di Makassar, karena sudah ada dana awal yang terhimpun.
“Terkait masukan dari Pak Sudirman Beddu, kita akan lakukan kajian kajian bersama, kalau memungkinkan, apa salahnya ketika ada tempat yang lebih modern, tempat yang lebih presentatif, dengan kesepakatan kita bersama-sama tentunya,” ungkap Bupati Wajo.
Dikatakan juga kalau program mencetak 10.000 wirausaha baru atau entrepreneur baru, coba cari daerah-daerah yang maju dan berkembang sekarang ini, pasti di sana dikuasai oleh pengusaha atau entrepreneur yang kreatif dan inovatif.
“Kami bercita-cita, bagaimana daerah kita ini bisa jadi daerah grosir, dimana orang datang berbelanja untuk dibawa ke kampungnya, yang ini tentunya melalui kajian-kajian dan hitung hitungan dan pastinya juga akan mendengar masukan dari bapak ibu para pedagang pelaku ekonomi, sehingga kita bisa maju,” harap Bupati Wajo.
Dan dikatakan kalau sektor jalanan akan diperbaiki semuanya, target kami 5 tahun kedepan baru tercapai, karena semuanya bertahap, jadi sabar saja kalau masih banyak jalan yang berlubang, karena harus bertahap dalam perbaikan.
“Semua ini bisa terlaksana ketika ada kekompakan dari kita semua, bahu membahu, jangan mudah mendengar isu isu , karena sekarang ini era di media sosial ini memang zamannya banyak hoax, dan kami mohon maaf bila dalam pemerintahan kami yang sudah 7 bulan berjalan, masih ada kekurangan, karena kami masih berbenah dan jaga suasana agar tetap kondusif, sehingga Insya Allah, daerah kita ini bisa jadi daerah yang kita banggakan bersama,” tutup Bupati Wajo diakhir sambutannya.
Hadir juga dalam acara ini anggota DPRD Kabupaten Wajo H. Irfan Saputra, dan Sekretaris DPRD Kabupaten Wajo, Kabag Humas Pemkab Wajo beserta para Pedagang Pasar Sentral Sengkang.