Hari Minggu Sertu Sukardi Tetap Aktif Kerja Bakti dengan Masyarakat, Ketua RT: Kami Salut Dengan Babinsa

NUNUKAN – Babinsa wilayah Kelurahan Nunukan Barat Sertu Sukardi kembali beraksi. Babinsa koramil 0911-01/Nnk tersebut menggelar kegiatan karya bakti dengan membersihkan lingkungan dari semak dan sampah serta memperbaiki jembatan penghubung jalan raya ke jalan gang.

Berlokasi di Jalan Imam Harun RT. 25 Kelurahan Nunukan Barat Sertu Sukardi bersama kurang lebih 32 orang melaksanakan pembersihan. Bukan hanya bapak-bapak saja, tetapi remaja dan bahkan ibu-ibu turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Awaluddin ketua RT 25 mengaku senang manakala memiliki Babinsa yang sangat aktif dan lincah di wilayahnya.

“Ini kan hari minggu, yang saya tahu waktunya libur dalam bekerja, tapi ada yang membuat hari minggu menjadi waktu bersantai menjadi lebih berkualitas dan semakin mempererat persaudaraan diantara kami sebagai warga. Kami salut dengan beliau, hadir menggunakan pakaian lengkap dan motor dinasnya lalu membawa arit dan berkata ayo ajak warga lain bersih bersih, itu luar biasa”, ujarnya.

Dipertengahan kegiatan para bapak-bapak yang bekerja dipanggil ibu-ibu untuk istirahat dulu sambil menikmati hidangan sederhana yang ada.

Aroma keharmonisan tercium kuat mana kala disela istirahat dibumbui dengan canda tawa bersama membuat jalinan kekeluargaan semakin akrab.

(Pendim 0911/Nnk)

Dandim 0911 Nunukan Kuker Ke Sebatik, Beberapa Pesan di Sampaikan Kepada Prajurit Perbatasan

NUNUKAN – Pagi minggu tadi sekitar pukul 08.35 wita Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Czi Eko Pur Indriyanto, SE, M. I. Pol, M. Tr. Han bersama Kasdim dan Pasi Intel berangkat ke Pulau Sebatik dengan menggunakan perahu cepat milik Kodim 0911 Nunukan.

Agenda yang dilaksanakan yakni mengunjungi Koramil 0911-02/Sebatik serta meninjau kesiapan pelaksanaan Border Line Trail Run 10K dalam rangka Perayaan HUT TNI ke-74 Tahun 2019 yang rencana akan digelar pada tanggal 12 Oktober 2019 mendatang.

Setibanya di Dermaga Bambangan Sebatik Barat, disambut oleh Danramil Sebatik Mayor Arm Bakri dilanjutkan menuju Makoramil menggunakan kendaraan roda 4.

Dalam kegiatan berkunjung ke koramil Sebatik, Dandim menyempatkan untuk memberikan pengarahan sekaligus perkenalannya. Dalam pengarahan kepada anggotanya, Dandim banyak memberikan pesan yang harus dijadikan pedoman dalam melaksanakan tugas khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dengan Malaysia ini.

Dalam salah satu pengarahan tersebut, Dandim mengatakan bahwa Kunjungan Ke Wilayah Sebatik ini dilakukan karena ingin mengetahui dan melihat secara langsung Kondisi Koramil Sebatik beserta anggota dan keluarganya yang ada serta memberikan Semangat dalam menjalankan tugas pokoknya.

Pembahasan selanjutnya Dandim memberikan arahan yang tidak kalah penting untuk dilaksanakan. “Program yang sudah kita siapkan untuk dilaksanakan yakni “Gerakan Masyarakat Nunukan Peduli Sampah Plastik” serta untuk terus menggalakan Kegiatan Jumat Bersih secara kontinyu. Harapannya kita bisa mengajak saudara kita warga kabupaten Nunukan khususnya di wilayah binaan Babinsa sekalian untuk sadar akan kebersihan terutama masalah sampah plastik.”, pungkas Dandim.

“Seperti kita ketahui bersama, plastik adalah sampah non organik yang apabila dibuang dia tidak akan hancur begitu saja. Butuh ratusan bahkan ribuan tahun untuk bisa terurai. Untuk itu, mari kita sama sama sukseskan gerakan ini, ajak warga binaan di desa dari pintu ke pintu untuk membiasakan pola hidup yang bersih dan sehat”, tutupnya.

(Pendim 0911/Nnk)

Kapolri Instruksikan Kapolda Papua Barat Untuk Melarang Demonstrasi

Jakarta – Untuk mencegah aksi anarkistis, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memerintahkan Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Herry Rudolf Nahak untuk mengeluarkan maklumat larangan demonstrasi. 

“Dalam rangka pencegahan, saya perintahkan kepada Kapolda Papua Barat untuk mengeluarkan maklumat melarang demonstrasi yang potensi anarkistis,” ujar Tito usai menghadiri acara HUT ke-71 Polwan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (1/9/2019).

Tito mengingatkan kembali demonstrasi yang belum lama ini berujung kericuhan. Mulai dari 21-22 Mei di Jakarta, Manokwari Papua Barat dan Jayapura Papua. Demonstrasi tersebut dinilai telah melanggar Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998.

“Berkaca dari peristiwa di Manokwari dan Jayapura, ketika kepolisian mempersilakan massa menyampaikan aspirasi sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun aksi tersebut berujung anarkis,” tandas Kapolri. Selain memerintahkan Rudolf dan Hery menerbitkan maklumat, Kapolri juga memerintahkan para Kapolda di seluruh wilayah Indonesia untuk menjamin keamanan mahasiswa asal Papua.

“Menjamin keamanan adik-adik kita mahasiswa yang belajar di semua kota di Indonesia. Ini semua Kapolda saya sudah perintahkan. Saya minta juga adik-adik dari mahasiswa Papua, apa pun juga sebagai pendatang, perantau sesuaikan diri dengan local wisdom, budaya masyarakat lokal yang ada,” kata Tito Ketegangan di Papua dan Papua Barat meningkat pekan lalu.

Aksi unjuk rasa pada Kamis (29/8), menimbulkan kerusakan material di Sentani, Abepura, hingga Jayapura. Massa pengunjuk rasa sempat membakar beberapa gedung dan pertokoan sepanjang Abepura, Entrop, dan Jayapura. Lalu, bangunan Kantor Telkomsel Jayapura.

Selain itu, bangunan Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua, RS Provita Jayapura, Mal Jayapura, dan pertokoan yang berada di sekitarnya juga dilempari dan dirusak massa pengunjuk rasa. Sedangkan di Deiyai, demo masyarakat Papua mengakibatkan seorang anggota TNI tewas terkena panah dan dua warga sipil meninggal dunia. (eddysantry)

Madani Islamic Forum Bahas Kritik Ibnu Taimiyah Terhadap Logika Aristoteles

Makassar – Madani Institute (Center For Islamic Studies) mengadakan Madani Islamic Forum (MIF) dengan tema “Kritik Ibnu Taimiyah Terhadap Logika Aristoteles”, bertempat di Aula lantai 3 Warung Bakso Mas Cingkrang Pettarani Makassar, Sabtu (31/08/19).

Filsafat dan Islam adalah dua hal yang menjadi bahan perdebatan dikalangan para ulama dan pemikir Islam. Secara umum, para ulama dan pemikir Islam terbagi dalam tiga penyikapan: “Pertama, menolak secara tegas segala unsur filsafat.

Mereka ini biasa dikenal sebagai kelompok atsari atau ahli hadits. Kedua, menolak sebagian dan menerima sebagian.

Mereka menolak aspek metafisika namun mengadopsi aspek logika menjadi manhaj dalam mempelajari dan memahami Islam. Contoh kelompok ini adalah kalangan Asy’ariyah. Ketiga, menerima filsafat karena memandang terdapat kesamaan tujuan antara Islam dan filsafat.

Contoh kelompok ini adalah kalangan Mu’tazilah yang menggunakan metode filsafat hingga ke soal-soal metafisik,” papar Ustaz Abu Muhammad Ibnu Rajab saat menyampaikan materinya. Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa ada dua tipe kritik ulama terhadap logika dan filsafat Aristoteles.

“Pertama, kritik secara parsial. Tipe kritik ini melakukan serangan terhadap filsafat dengan model penolakan karena (utamanya) dianggap berasal dari luar Islam. Argumentasi pokoknya adalah bahwa filsafat tidak dikenal oleh para sahabat dan murid-muridnya dan juga ditemukan hal-hal baru yang tidak pernah diajarkan oleh mereka sehingga wajib untuk ditolak.

Membawa hal-hal baru diluar Al Qur’an dan Sunnah adalah sikap takalluf (memberat-beratkan diri). Kedua, kritik secara menyeluruh yang melakukan kritik terhadap filsafat itu secara sistematis dengan menyerang aspek dasar dan kaidah-kaidah utamanya, serta sistematikan permasalahnnya dengan metode ilmiah yang teliti. Inilah yang dilakukan oleh Ibnu Taimiyah,” imbuhnya.

Menurut Dr. Sami Ali An-Nasyaar, Ibnu Taimiyah melakukan dua hal sekaligus yaitu dekonstruksi dan rekonstruksi. Ibnu Taimiyah meruntuhkan logika Aristoteles dengan mendebat seluruh aspeknya, kemudian menunjukkan konstruksi logika Islam yang sejalan dengan Alqur’an dan Sunnah.

Awalnya, Ibnu Taimiyah melihat adanya persoalan yang ditimbulkan filsafat pada wilayah metafisik yang menyentuh aqidah. Namun kemudian beliau melihat bahwa hal paling mendasar dari filsafat adalah logika.

Maka Ibnu Taimiyah menulis kitab (Ibn Taimiyyah, “Ar-Radd alal Mantiqiyyin, Nashihatu Ahlil Iman fi ar-Radd Mantiq al-Yunan”, Penerbit Maktabah ar-Rayyan, Cetakan III 2017) sebagai bantahan terhadap logika (mantiq) setelah beliau melihat umat Islam begitu mengagungkan logika filsafat yang dibangun Aristoteles.

Laporan: Muhammad Akbar (Humas Madani Institute)

BP3TKI Kordinasi Masalah Pencegahan PMI Non Prosedural dan Human Traffiking

Nunukan-Balai Pelayanan dan Perlindungan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan gelar rapat kordinasi dengan beberapa Institusi yakni TNI Polri dan Imigrasi.

Kegiatan yang membahas Upaya Pencegahan PMI Non Prosedural dan Human Traffiking di Aula BP3TKI Nunukan, Sabtu (31/8/19).

Kepala BP3TKI Nunukan, AKBP Hotma Viktor Sihombing mengatakan, rapat kordinasi ini bertujuan dalam rangka mencegah terjadinya PMI non prosedural dan human traffiking.

Kita sadar bahwa penangganan human traffiking dan non prosedural tidak bisa dilakukan dengan hanya satu instansi saja harus ada sinergitas dari masing-masing instansi.

Upaya yang kita dapatkan dari hasil diskusi ada tiga yaitu, pertama, dalam waktu dekat kita akan melakukan sosialisasi ditempat rawan sebagai perlintasan tki non prosedural dan human Traffiking baik pelabuhan maupun di Jalur tikus.

Kemudian yang kedua, kita meminta para bhabinkamtibmas dan babinsa agar mereka melakukan pemeriksaan di rumah-rumah yang diduga digunakan untuk menampung PMI yang non prosedural, dan terakhir, kita juga bersama-sama nantinya melakukan penegakan hukum terhadap mereka yang terbukti ikut serta mempermudah, mengkordinir para PMI untuk berangkat dari Nunukan ke Malaysia secara non prosedural.

“Kita ajak Bhabinkamtibmas ini agar lebih mudah untuk mensosialisasikan himbauan ke Masyarakat dan giat patroli, apabila nantinya menemukan rumah yang menampung TKI, karena Bhabinkamtibmas ini kan lebih tahu warga di Desa atau kelurahan binaanya, ketika diketahui ada rumah yang menumpang orang yang tidak berkaitan dengan pemilik rumah atau diduga sebagai tki yang akan diberangkatkan, maka kita minta para tki itu dibawa ke BP3TKI untuk di data dan melengkapi dokumennya atau kita pulangkan ke kampung halamannya,” jelas AKBP Hotma Victor Sihombing

Dia menuturkan, Hasil kordinasi ini masukannya sebagian besar mengenai bagaimana mencegah di tempat pemberangkatan.

“Pelindo tadi menyampaikan bahwa paling efektif itu ketika kapal-kapal penumpang itu sandar, disitu kita langsung memberikan langsung himbauan agar mereka tidak dipengaruhi oleh calo tanpa prosedural dan dibawa langsung ke malaysia untuk dipekerjakan,”tuturnya.

Kedepannya pihak bp3tki akan terus berkordinasi dengan pihak Kepolisian, TNI, Imigrasi dan pelindo.

” Kita minta nanti pihak KSKP, pelindo untuk memberikan informasi dalam bentuk selebaran atau pamflet untuk diketahui seluruh masyarakat, dan datang ke bp3tki untuk melengkapi dokumen baru berangkat ke Malaysia secara resmi,” jelasnya.

Lanjut Victor, diprediksi jumlah 400 ribu pekerja migran indonesia yang bekerja di Malaysia Timur, sedangkan di kita yang sudah didata satu tahun ini dari januari sampai bulan september awal ini baru sekitar 750 PMI yang kita berangkatkan secara prosedural.

“Harapannya dengan rapat kordinasi ini ada bantuan dari Instansi-instansi yang kita undang agar mereka berusaha melakukan pencegahan-pencegahan bagi pmi kita yang non prosedural yang berangkat ke Malaysia, karena sampai saat ini hanya 27 yang dicegah oleh rekan-rekan TNI Polri, kita harapkan lebih banyak lagi pencegahan pemberangkatan Pmi non prosedural ,” Tuturnya. (Red)