Gelar Operasi Zebra 2019 Hari Pertama, Satlantas Polres Selayar Jaring 56 Pengendara Bermasalah

SELAYAR – Gelar operasi zebra 2019, untuk hari pertama, yang digelar jajaran satuan lalu lintas Polres Kepulauan Selayar Sulawesi Selatan, pada pukul 06.00 Wita bertempat di ruas jalan Soekarno Hatta Benteng, Rabu(23/102019)

Tidak kurang dari 56 pengendara yang terjaring razia yang digelar aparat satuan lalu lintas. Adapun 28 diantaranya, mendapat sanksi tilang karena melawan arus, serta tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI). 24 pengendara lainnya juga ikut terjaring razia pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan.

Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar AKP Nurhaeni, S.Sos, menandaskan, “untuk mendukung berjalan lancarnya pelaksanaan giat razia bersandikan operasi zebra 2019 yang kita gelar hari ini, Rabu, (23/10) jajaran aparat satuan lalu lintas menerjunkan kurang lebih dua puluh orang personil gabungan untuk melakukan tugas pengaturan arus lalu lintas yang didukung oleh sepuluh personil, jelasnya.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas dan penindakan, tim operasi zebra 2019 Polres Kepulauan Selayar juga melibatkan sejumlah personil lain diantaranya personil penjagaan, personil LLAJ Dishub, layanan jasa raharja, dan satuan penyelenggara administrasi SIM atau Satpas.

Dikatakannya, razia bersandi operasi zebra 2019 digelar untuk menanamkan rasa kepatuhan, ketaatan, dan sikap kedisiplinan berlalu lintas yang bermuara pada upaya untuk menekan angka tindak pelanggaran dan sekaligus mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas.Dengan demikian, pengendara atau pengemudi diharapkan akan lebih berhati-hati dan mengedepankan keselamatan berkendara, ungkapnya.

Dalam pelaksanaanOpersi Zebra 2019 mengacu pada dua belas item sasaran pelanggaran yang terdiri dari pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM (surat izin mengemudi), Kendaraan bermotor roda dua atau roda empat yang tidak dilengkapi dengan STNK.

Pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, mengemudikan kendaraan tidak menggunakan sabuk keselamatan atau safety bell, menggunakan ponsel saat mengemudi, pengendara di bawah umur atau pengendara yang tidak memiliki SIM, berkendara sepeda motor berbonceng tiga.

Kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak memenuhi persyaratan layak jalan, kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak dilengkapi dengan perlengkapan yang standar, berkendara di bawah pengaruh alkohol dan kendaraan bermotor yang memasang rotator atau sirine yang bukan untuk perentukannya.

Kendati begitu, kita tetap akan melakukan penindakan terhadap segala bentuk tindak pelanggaran lalu lintas lainnya yang berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan, pungkasnya kepada awak media di sela-sela pelaksanaan gelar operasi zebra 2019.

(fadly syarif)

Menteri Kominfo Johny G. Plate Diharapkan Perkuat Sinergitas Pusat dan Daerah

SULAWESI SELATAN  – Inilah rekam Jejak Johnny G Plate Putra Manggarai NTT yang Jadi  Menteri Jokowi, Dimana sebelumnya Nama Johnny G. Plate, SE mencuat dan digadang-gadang menjadi salah satu menteri kabinet Jilid II Jokowi Maruf Amin.

Hasil gambar untuk Johnny G.Plate
Johnny Gerald Plate, S.E Menteri Komunikasi dan Informasi Indonesia(2019-2024)

Untuk itu terpilihnya politisi Johny G Plate  sebagai Menkominfo baru diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan tugas kekinian kominfo saat ini untuk Indonesia yang makin berdaya saing global.

Ungensifitas urusan Komunikasi dan Informatika dalam menjawab era digital saat ini, lalu kemudian tuntutan tugas untuk  menghadirkan tatakelola sistem  Pemerintahan berbasis eletronik baik itu tatakelola administrasi pemerintahan maupun digitalisasi layanan publik termasuk tugas bidang komunikasi dan layanan informasi publik dan juga mendorong medsos yang produktif.

Menjadikan Menteri Johny G.Plate sebagai salah satu Menteri yang sangat strategis untuk menjawab berbagai tantangan tugas kekinian Kominfo saat ini, untuk Indonesia yang makin berdaya saing global. Ungkap Andi Hasdulah Kadis Kominfo Sulawesi Selatan dalam releasenya ke media (Rabu 23/10/2019).

Sosok Habibie di Mata Kadis Kominfo-SP Sulsel
Wakil Ketua Assosiasi Diskominfo Provinsi seluruh Indonesia Hasdullah.

Hasdullah yang juga sebagai Wakil Ketua Assosiasi Diskominfo Provinsi seluruh Indonesia itu menambahkan bahwa Pemerintah daerah Provinsi dan Kabupaten Kota memiliki expectasi yang tinggi kepada bapak Menteri Kominfo RI Johny G. Plate untuk memperkuat sinergi daerah dalam menigkatkan kinerja urusan kominfo didaerah.

Perjalanan karier pak menteri sudah tidak diragukan lagi, beliau tentu sangat paham tentang kondisi didaerah, dalam membangun komunikasi beliau juga sangat piawai dan mengerti dalam membangun hubungan diplomatik baik ditingkat level bawah hingga go internasional serta perlunya sinergitas antara pusat dan daerah.

Disamping itu beliau juga memiliki kompetensi dan integritas yang kuat, untuk itu kami berharap beliau akan  mensupport daerah terkait berbagai peningkatan kinerja urusan kominfo. kata Andi Hasdullah yang juga sebagai Wakil Ketua Assosiasi Diskominfo Provinsi Se- Indonesia.

Untuk itu Askompsi akan memberikan berbagai masukan yang konstruktif kepada pak menteri dari berbagai pengalaman kita mengurusi urusan kominfo di daerah.

Berbagai kendala yang masih dirasakan didaerah seperti keterbatasan anggaran, infrastruktur dan SDM TIK, masih terdapat disejumlah titik didaerah yang  blank spot internet, sehingga kita berharap banyak kepada pak Menteri Kominfo akan membangun sinergi dan kolaboratif dengan daerah untuk menjawab berbagai tantangan serta tugas yang melekat pada institusi kominfo pusat, provinsi dan kabupaten kota,ungkap hasdullah, diakhir pertemuan.

Iwan hammer
Andi Subhan
Kontributor

Sebanyak 156 PMI Bermasalah Dideportasi ke Nunukan

NUNUKAN – Sebanyak 156 PMI bermasalah dari Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia Timur, terpaksa dipulangkan  melaui Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, sekitar pukul 17.30  WITA, Selasa (22/10/2019). Mereka menumpang KM Mid Easy Express.

Kepala BP3TKI Nunukan Hotma Viktor Sihombing melalui Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI, Arbain mengatakan ratusan PMI ini ditampung di Rusunawa yang berada di Jalan Ujang Dewa, Kelurahan Nunukan Selatan untuk dilakukan pendataan.

Setidaknya ada 156 orang yang dideportasi. Diantaranya, laki-laki sebanyak 119 orang, perempuan 37 orang. Dengan rincian kasus yaitu 38 orang illegal, 77 orang lebih masa, narkoba 12 orang dan kriminal 1 orang serta lahir dimalaysia  sebanyak 28 orang.

“PMI tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mereka telah menjalankan hukuman dipenjara  maupun Pusat Tahanan Sementara(PTS) di Malaysia  sebelum di Deportasi ke Indonesia,” terangnya, Rabu (23/10/2019).

Sementara itu, salah seorang PMI yang dideportasi bernama Riswan Tahir(30) menjelaskan bahwa dirinya ditangkap karena paspor yang ia miliki tidak ada stempel resmi dan tidak ada penjamin.

“Saya dari Keningau, Malaysia. Saya ditahan selama 2 bulan 17 hari dirumah tahanan, jatuh hukum selama 3 bulan sebelum dibawah ke penjara untuk dilakukan proses hukuman,” terangnya.

Riwan mengaku selama berada di penjara, dirinya mendapatkan pelayan yang kurang baik. Salah satunya makanan yang diberikan jauh dari cukup. “Air yang kita gunakan mandi juga kurang baik. Makanya kita di penjara banyak yang mengalami sakit gatal-gatal,” ungkapnya.

Setelah satu malam di Rusunawa, esok harinya yakni Rabu (23/10/2019), para PMI bermasalah ini langsung dikumpulkan untuk dilakukan pendataaan lebih lanjut. Di sini mereka akan diberikan tiga pilihan apakah ingin pulang kampung halamanya atau ingin kembali dan bekerja di Malaysia serta ingin  menetap di Nunukan dengan catatan wajib ada penjamin.

Reporter, Charles Suban Hayon

Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra 2019 Kapolres Kepulauan Selayar, Tekankan 12 Item Pelanggaran

SELAYAR – Hadir dan memimpin langsung jalannya apel gelar pasukan operasi zebra 2019, Kapolres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, Selayar AKBP TAOVIK IBNU SUBARKAH, S.IK, menegaskan, “permasalahan lalu lintas di Indonesia, telah mengalami perkembangan yang relatif cepat, dan sangat dinamis, hingga terkadang, dibutuhkan, langkah terobosan yang arif, dan bijaksana.

Operasi zebra 2019, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara continue setiap tahunnya, dalam rangka untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat.

Hal tersebut sangat tertuang pada thema pelaksanaan gelar operasi zebra tahun iini yang mengetengahkan, peningkatan kesadaran dan kepatuhan berlalu lintas di masyarakat, dalam rangka untuk mewujudkan kamseltibcar lancar, urai taovik, mengutip amanat seragam, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Drs. Mas Guntur Laupe, S.H., M.H.

Sasaran dan target operasi zebra 2019, difokuskan pada dua belas item pelanggaran prioritas, mulai dari pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar nasional Indonesia (SNI), pengemudi dan atau pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman (safety belt).

Operasi zebra 2019 juga ikut menyasar, pengemudi, dan atau pengendara yang melebihi batas kecepatan, pengemudi dan atau pengendara yang berada di bawah pengaruh minuman keras beralkohol, dan obat-obat terlarang, kemudian, pengemudi, dan atau pengendara di bawah umur, pengemudi, dan atau pengendara yang melawan arus, serta kerap menerobos rambu-rambu lalu lintas, dan lampu merah, terakhir, pengemudi, atau pengendara yang berkendara, sambil menggunakan handphone.

Dalam kesempatan yang sama, kapolres menitipkan harapan, semoga pelaksanaan operasi zebra 2019 akan dapat mendorong dan meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan sekaligus menekan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas dengan kategori korban berat.

“kita berharap, “operasi zebra 2019 dapat meminimalisir kemacetan arus lalu lintas dalam rangka mewujudkan kamselticar lancar yang mantap”, tandasnya, di hadapan. peserta apel gelar pasukan operasi zebra gabungan 2019, yang dilaksanakan secara terpusat, di lapangan Mapolres Kepulauan Selayar, Rabu(23/10/2019).

Bertindak selaku perwira upacara, apel gelar pasukan operasi zebra 2019, Kasat Lantas Polres Kepulauan Selayar, AKP. Nurhaeni, S.Sos. Sementara komandan apel diamanahkan kepada, IPDA Malkadri Ibrahim, SH.

Pelaksanaan apel gelar pasukan operasi zebra 2019 ditandai oleh penyematan pita secara simbolis oleh kapolres, kepada perwakilan tim operasi zebra yang sekaligus menjadi pertanda dimulainya pelaksanaan operasi zebra 2019.

Reporter fadly syarif

Pembudidaya Rumput Laut Apresiasi Bupati Nunukan Atas Bergeliatnya Ekonomi di Perbatasan

Tokoh masyarakat sekaligus koordinator pemukat rumput laut Nunukan, H Supa

Nunukan – Tingginya nilai harga jual rumput laut kering di Nunukan tak hanya akan menjadi berkah bagi para pembudidayanya semata namun lebih luas akan berdampak pada rantai penggerak roda perekonomian masyarakat di Perbatasan.

Hal tersebut dituturkan oleh H Supa, tokoh masyarakat yang juga sebagai koordinator pemukat rumput laut di Nunukan usai mengadakan ritual Mandi Syafar di Binusan, Nunukan, Kalimantan Utara, Rabu (23/10/2019). Menurutnya, budidaya rumput laut tak sekedar menciptakan peluang bisnis saja, namun juga akan menciptakan lapangan kerja.

“Mulai dari pemasangan pondasi, pasang tali, pasang bibit hingga penjemuranya adalah sebuah tahap yang membutuhkan masing – masing pekerja,” tuturnya.

Sehingga menurut Supa, semakin tinggi harga jual rumput laut, maka akan semakin terbuka lebih banyak peluang pengerjaanya yang secara otomatis akan berpengaruh terhadap perputaran uang di wilayah Nunukan.

“Dan hal tersebut otomatis akan menjadi salah satu pilar dari kemandirian ekononi di perbatasan. Karna saat ini rumput laut adalah komoditas utama masyarakat Nunukan,” imbuhnya.

Sehingga Supa mengaku tak berlebihan apabila ia menilai Pemerintah Kabupaten Nunukan termasuk sukses dalam mengupayakan penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai terobosan dalam hal penjualan rumput laut tersebut.

“Memang tak bisa kita pungkiri keterlibatan pihak lain, namun kita juga jangan memungkiri bagaimana upaya Bupati Nunukan yang gigih memperjuangkan harga jual dari titik terendah mencapai harga jual tinggi seperti saat ini,” katanya

Diungkapkan oleh Supa, bahwa perekonomian masyarakat Nunukan hampir saja kolep saat harga jual rumput laut berada di kisaran Rp. 4 ribu per Kg nya. Hal tersebut karena selain sawit, rumput laut adalah komoditas yang menjadi sandaran ekonomi mayarakat Nunukan.

” Sekarang atas kegigihan berbagai pihak terutama Pemkab Nunukan, harga jual mencapai Rp. 16 ribu,” ujar Supa.

Supa juga membantah bahwa nilai jual rumput laut saat ini tak mempengaruhi gairah perekonomian. Menurut Supa, meningkatnya pesanan belanja secara online oleh konsumen di Nunukan adalah bukti berpengaruhnya nilai jual rumput laut.

“Kalau ada yang mengatakan saat ini perekonomian Nunukan seret, saya persilahkan untuk kroscek di tempat – tempat ekspedisi yang ada di Nunukan. Secara logika saja, kalau orang memesan barang itu sudah pasti punya uang,” tandasnya. *ES*