Basri Ajung Jelaskan Esistensi TBBR Nunukan

Nunukan – Eksistensi Organisasi Massa (Ormas) Taru Borneo Bangkule Rajakng (TBBR) di Nunukan kini banyak diperbincangkan. Keberadaan Ormas yang akrab dipanggil Pasukan Merah ini pun mulai dipertimbangkan.

Hal tersebut tak karena sikap tegasnya dalam memperjuangkan aspirasi dan hak – hak masyarakat terutama yang berkaitan dengan adat. Seperti permasalahan antara warga adat Dayak dengan PT.KHL Group di Kecamatan Sebuku beberapa waktu lalu.

Termasuk juga saat mengadvokasi masyarakat terkait permasalahan di Pt. TML (Tunas Mandiri Lumbis) Kecamatan Simanggaris. Tak sampai disitu, pendampingan terhadap kasus hukum yang warga adat Dayak di Pengadilan Negeri Nunukan pun mereka dampingi.

Ketua DPC TBBR Nunukan, Basri Ajung mengungkapkan, selain fokus berbagai kegiatan berupa advokasi, saat ini pihaknya sedang aktif melakukan kegiatan perekrutan dan pengkaderan anggota baru TBBR di wilayah Se pulau Nunukan.

“Jumlah saat ini yang sudah bergabung sebanyak 158 orang. Mayoritas terdiri dari kalangan pemuda dayak dan tidung di wilayah Nunukan. Dan sangat mungkin akan terus bertambah seiring animo warga yang ingin bergabung,” tuturnya, Minggu (27/2)

Lebih lanjut Basri menjelaskan, bahwa pihaknya sangat selektif dalam menerima anggota baru. Pasalnya, terdapat persyaratan umur, kesiapan, dan kesanggupan melaksanakan peraturan organisasi serta pantangannya. Selain peraturan organisasi, Basri juga menekankan agar kemampuan sebagai anggota TBBR tidak disalahgunakan.

“Dilarang mengonsumsi atau terlibat jaringan narkotika, tidak mengonsumsi minuman keras yang sifatnya merusak jasmani maupun rohani,” tandasnya.

Selain itu, setiap anggotanya jika melakukan pelanggaran atau tindakan pelanggaran hukum akan dikenakan hukum adat sesuai dengan kesalahan yang dilakukannya.

Basri jugamenegaskan pihaknya siap menjadi Mitra keamanan dalam hal ini Polres Nunukan untuk selalu menjaga situasi yang aman dan kondusif. Diantaranya dengan tidak melakukan kegiatan yang melanggar hukum serta menjalin sinergitas dan melakukan kegiatan rutin berupa silahturahmi maupun kegiatan positif lainnya.

“Kami berupaya merubah Image warga terhadap TBBR menjadi lebih baik lagi , pada intinya kami telah berubah dan siap menjadi ormas adat yang patuh hukum dan dicintai masyarakat seperti slogan kami yakni Dayak ganteng” ujar Basri.

Menurut Basri, peranan utama ormas TBBR Kabupaten Nunukan adalah membela hak masyarakat adat serta mempertahankan adat istiadat yang mulai tergerus zaman. Dan secara supranatural, organisasi ini juga memiliki kemampuan berhubungan dengan leluhur suku Dayak yang tidak bisa dilihat secara kasat mata.

”Salah satu fokus kami adalah bagaimana adat budaya suku bangsa orang Dayak tetap dipertahankan dan dilestarikan. Maka, kami ingin banyak pemuda agar peduli terhadap warisan. Mereka dapat menggali kembali kebudayaan dan asal-usul orang Dayak,” paparnya.

Diketahui, TBBR merupakan salah satu organisasi suku Dayak yang memiliki struktur dari DPP hingga pengurus di tingkat Provinsi, Kabupaten hingg Kecamatan.

Basri mengungkapkan, warga yang secara resmi telah terdaftar sebagai calon anggota akan mengikuti ritual pembersihan. Mereka akan dimandikan oleh Sesepuh yang memang memiliki kemampuan di bidang spiritual, kerap disebut Mangku dan Ulu Balang.

Ritual mandi itu memiliki makna, yakni agar yang bersangkutan betul-betul bersih dari berbagai hal sebelum bergabung menjadi anggota ormas TBBR. Ritual pemandian dilakukan di hutan belantara, biasanya berada di tempat yang dikeramatkan dan dianggap angker.

”Artinya, kalau mereka sudah dimandikan, akan bebas dari pengaruh negatif. Ibarat, jiwa dan raga mereka sudah bersih. TBBR bukan memandikan orang untuk memberikan dan menurunkan ilmu. Namun, sebagai simbol membersihkan mereka yang akan bergabung dalam TBBR.” pungkasya.

Pewarta : Eddy Sanri

Kanain Kornelius Minta Kemenkominfo Segera Sempurnakan Sinyal Telekomunikasi di Wilayah Pedalaman

Nunukan – Selain akses tranposrtasi dan listrik, akses komunikasi juga menjadi salah satu insfratruktur yang sangat penting. Sayangnya, akses komunikasi belum dapat dinikmati secara maksimal oleh masyarakat yang tinggal di wilayah ‘pedalaman’ , Nununukan Kalimantan Utara ( Kaltara)

Seperti yang terjadi di Kecamatan Sebuku, Tulin Onsoi hingga Kecamatan Sei Menggaris, signal atau jaringan komunikasi hanya dapat di jangkau dibeberapa tempat saja. 

Menyikapi hal tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nunukan, Kanain Kornelius minta kepada Pemerintah dalam hal ini Kemenkominfo da instansi yang bertanggung jawab terkait ini agar menyegerakan pemerataan sinyal jaringan komunikasi di wilayah tersebut.

” Ada beberapa hal yang menjadi alasan agar akses komunikasi atau sinyal di daerah kami harus diprioritaskan,’ ungkap Kanain, Sabtu (26/2)

Yang pertama menuut Kanain, dengan adanya jaringan komunikasi yang memadai pertumbuhan dan perkembangan pola pikir masyarakat akan lebih terbuka dan pastinya masyarakat itu sendiri pun dapat berfikir lebih luas. 

Selanjutnya, ungkap Kanain, minimnya jangkauan sinyal telekomunikasi akan menghanbat aktivitas masyarakat. Terutama apabila ada kejadian darurat seperi orang sakit, kecelakaan atau kejadian emergency lainya.

” Coba bayangkan, seandainya ada orang kecelakan di desa yang letaknya jauh dipelosok lantas tidak ada sinyal untuk komunikasi untuk menghubungi petugas kesehatan, maka sangat mungkin korban akan mengalami hal yang tak diinginkan,” paparnya

Alasan lain yang tak kalah pentingnya, sebagian wilayah pedalaman di Nunukan berbatasan langsung dengan Malaysa. Tentu jangkauan sinyal komunikasi sangat diperlukan terutama untuk beberapa Pos penjagaan TNI yang ada. 

“Dengan melihat hal tersebut, maka jangkauan sinyal untuk komunikasi tentu menjadi hal yang vital,” tegas Kanain.

Pewarta : Eddy Santri

“Perkuat Silahturahmi Dengan LPP RRI Nunukan, Lapas Nunukan Siap Ikut Perangi Penyebaran Berita Hoax”

Nunukan – Bertempat di Ruang Kepala LPP dan Perekaman (Lembaga Penyiaran Publik) RRI Nunukan, Budi Suwarno Menerima dengan hangat kunjungan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan, I Wayan Nurasta Wibawa, Kamis (24/2/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi yang terjalin antara Lapas Nunukan dengan Lembaga Penyiaran Publik RRI di Nunukan. 

Dalam kesempatan ini, Kepala Lapas Nunukan, I Wayan, bersama teman-teman RRI saling bertukar pikiran dan menyampaikan pendapat satu sama lain.

Setiap masukan positif untuk pembangunan akan ditindaklanjuti sesuai dengan tugas dan fungsi.

Kalapas berharap dengan kegiatan ini dapat membangun sinergi yang lebih kuat antara Lapas Nunukan dan RRI Nunukan.

“Dengan kegiatan ini semoga kita bisa saling bersilaturahmi dan saling mengenal satu sama lainnya, selain itu kita mempunyai keterkaitan yang tidak pernah lepas dan saling membutuhkan semoga sinergi ini selalu berjalan dengan baik dan semakin kuat,” harap I Wayan.

Tidak lupa juga, I Wayan mengajak kembali untuk bersama perangi penyebaran berita Hoax, isu sara dan ujaran kebencian yang dapat menyesatkan masyarakat

“Saya harap untuk ke depannya kita bersama dapat memerangi hoax, isu sara dan ujaran kebencian yang dapat menyesatkan dan membuat kesalah pahaman di masyarakat dengan menyiarkan berita yang benar dan mengedukasi masyarakat,” ungkap I Wayan.

“Suatu kebanggaan besar buat Lapas Klas II B Nunukan bisa berkoordinasi dengan RRI Nunukan. Kita berharap adanya transfer ilmu jurnalistik kepada Lapas Klas IIB Nunukan. Berbagai kaidah jurnalistik yang perlu diadopsi oleh Lapas Klas IIB Nunukan dalam pengelolaan media publikasi Lapas Klas IIB Nunukan yang tentu saja RRI Nunukan merupakan institusi yang kompeten dalam hal tersebut”, Tutup Kalapas.

Humas Lapas Kelas IIB Nnk/Yutdalin

Lapas Nunukan Lakukan Penggantian Gembok Kamar Hunian

NUNUKAN – Kamis, 24 Februari 2022, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan melakukan peremajaan fasilitas keamanan dan ketertiban.

Kali ini petugas lapas melakukan perawatan dan penggantian gembok kamar hunian warga binaan.Seluruh gembok yang lama dikumpulkan lalu dilakukan pemeriksaan secara mendetail oleh petugas.

Seluruh gembok tersebut diganti lalu diberikan pelumas agar tidak berkarat dan mudah digunakan,Selanjutnya petugas memeriksa kelancaran anak kunci saat digunakan.

Setelah selesai dibersihkan maka dilakukan penukaran posisi gembok berdasarkan daftar rolling gembok yang sudah disiapkan. Gembok sendiri merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lapas.

Perawatan dan rolling gembok secara berkala dapat mencegah penduplikasian atau pengerusakan kunci yang bisa berakibat pelarian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan perawatan dan rolling gembok lapas ini sendiri merupakan salah satu deteksi dini terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Nunukan. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Plh. KasiMinKamtib, Machfudh, dan KPLP, Youga Supriyadi yang dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa “kegiatan ini kedepannya akan rutin dilaksanakan rolling gembok setiap bulannya.Hal ini juga bertujuan untuk mengecek kelayakan sarana dan prasarana lapas,”ujarnya.

Sebanyak 69 gembok Kamar Hunian diganti dengan yg baru, Kalapas, I Wayan menuturkan bahwa penggantian gembok kamar hunian warga binaan sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi Pemasyarakatan yang dilaksanakan jajarannya.

“Kita melaksanakan fungsi pemasyarakatan, yaitu menyiapkan warga binaan agar dapat berintegrasi secara sehat dengan masyarakat, sehingga dapat berperan kembali sebagai anggota masyarakat yang bebas dan bertanggungjawab saat bebas nantinya.

Fungsi tersebut berjalan dengan terciptanya kondisi yang kondusif selama mereka berada di sini, sehingga pembinaan dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan,” ujarnya.

Menurutnya, jika terjadi gangguan kamtib, tentu akan mengganggu pelaksanaan pembinaan, potensi gangguan itu macam-macam sumbernya.

“Kita cegah dengan salah satu tindakan yakni dilakukannya perputaran ataupun penggantian gembok-gembok tersebut,” jelasnya.

“Lapas Nunukan akan terus berkomitmen melakukan deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban dengan berbagai upaya. Di antaranya dengan melakukan razia kamar hunian secara rutin dan insidentil, perawatan dan rolling gembok, kontrol keliling lapas, dan lain sebagainya. Dirinya juga berharap agar keadaan Lapas selalu aman dan terkendali”. Pungkasnya.

Humas Lapas Kelas IIB Nnk/Yutdalin

Disambut Bupati Diantar Wabup, Harmoni Kebersamaan di Kunjungan Kapolda Kaltara ke Nunukan

NUNUKAN – Suasana kebersamaan begitu terasa saat Kapolda Kaltara Irjen Daniel Adityajaya, S.I.K. bersama istri dan rombongan melakukan kunjungan perdananya ke Nunukan.

Sesaat setelah Speed Boat Polda Kaltara Kayan 1 yang membawa rombongan lempar tali untuk bersandar di Pelabuhan PLBL Liem Hie Djung Nunukan, Kamis (24/02), Kapolda Daniel Adityajaya disambut langsung oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid bersama unsur Forkopimda di Mapolres Nunukan dengan prosesi tepung tawar sebagai tanda ucapan selamat datang.

Prosesi upacara tepung tawar adalah adat dan tradisi suku Tidung yang berlaku yang erlaku hingga saat ini sebagai ucapan penyambutan selamat datang bagi orang atau tamu yang baru menginjakkan kaki di Nunukan,.

Seusai prosesi penyambutan acara dan lanjutkan dengan kunjungan ke beberapa titik di pulau Sebatik dan melakukan kegiatan internal di Mapolres Nunukan.

Di malam harinya, silaturahmi dilanjutkan dengan Forkopimda dan tokoh – tokoh masyarakat dalam acara ramah tamah. Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid kembali hadir.

Bupati Laura diawal sambutannya mengucapkan selamat datang di kabupaten Nunukan kepada Kapolda beserta Istri dan rombongan.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kapolda beserta Ibu dan seluruh rombongan, mudah – mudahan kedatangan Bapak Kapolda di Kabupaten Nunukan ini semakin mempererat lagi silaturahmi dan kerjasama kita, antara Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan dengan Kepolisian Kalimantan Utara Khususnya di Polres Nunukan”, kata Laura.

Dalam kesempatan ini Bupati menyampaikan bahwa kondisi kabupaten Nunukan terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

“Betul apa yang di katakan Bapak Kapolda, banyaknya perubahan yang terjadi di wilayah kabupaten Nunukan, Alhamdulillah seperti itulah dinamika Pembangunan di kabupaten Nunukan.. Kabupaten Nunukan adalah salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga yaitu Malaysia dan Sarawak yang memiliki 21 Kecamatan, 232 Desa, 8 kelurahan, jumlah penduduk dari data Mendagri yang terakhir sekitar 195 ribu jiwa,” papar Bupati.

Laura juga menyampaikan ucapan syukurnya karena selama menjalankan roda pemerintahan bisa berkolaborasi dengan segenap Forkopimda.

” Alhamdulillah selama menjalankan roda pemerintahan kita tak henti-hentinya berkolaborasi dengan seluruh Forkopimda dan seluruh sektor yang ada terkait dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing.. Semoga dengan kunjungan Bapak Kapolda di Kabupaten Nunukan dapat semakin mempererat kerjasama antara Pemda dan Kepolisian khusus nya dalam rangka pembangunan dan Kamtibmas di Kabupaten Nunukan.”ujar Laura.

Dalam kesempatannya, Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.I.K. menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah kabupaten Nunukan atas sambutan yang hangat dan penuh dengan keakraban,

Pria yang baru dilantik sebagai Kapolda Kaltara pada 24 Januari lalu ini menjelaskan bahwa kunjungan kerjanya saat Ini tak lain sebagai ajang menjalin tali silaturahmi dengan Pemda Nunukan.

Selain itu, Kapolda juga ingin melihat langsung dan mengenal Polres dan Polsek yang berada di perbatasan, dan mengecek berjalannya fungsi Kepolisian dan kamtibmas di wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia.

Usai acara ramah tamah, ternyata aura kebersamaan belumlah berakhir, di saat pengantara n kepulangan rombongan Kapolda, pada Jumat (25/02) Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah hadir mengantar di Pelabuhan PLBL Lim Hie Djung.

Setelah menerima arahan Bupati untuk mengantar Kapolda, Wabup H. Hanafiah memilih untuk melakukan sholat Jumat di masjid yang berada di seputaran Pelabuhan dengan harapan bisa lebih cepat tiba di pelabuha n seusai sholat jumat.

Kapolda kaltara yang terlebih dahulu tiba di Pelabuhan Liem Hie Djung- pun tidak lantas menuju dermaga dimana Speedboat Polda Kayan 1 telah bersiap. Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.I.K l bersama rombongan didampingi Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadiyanto beseta jajaran lebih memilih untuk singgah terlebih dahulu di ruang tarnsit. Pria beragama Nasrani ini memilih untuk menunggu Wabup H. Hanafiah yaang akan datang mengantarnya seusai ibadah sholat jumatnya.

Melihat cuplikan cuplikan gambar kegiatan demi kegiatan singkat ini, teduh rasa hati ini melihat para pemimpin tampak saling menghargai, menghormati dan saling memberikan respek satu dengan yang lain dalam bingkai kebersamaan.

(Tim Liputan)