808 Tenaga Honorer Lingkup Pemerintah Kabupaten Nunukan Ikut Tes P3K Tahap Dua

NUNUKAN – Tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II di Kabupaten Nunukan berlangsung hari ini, Sabtu (10/5/2025). 

Tes ini akan diikuti oleh 808 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan, dari tanggal 10 hingga 15 Mei 2025 yang dilaksanakan di ruang laboratorium komputer BKPSDM Kabupaten Nunukan.

Untuk formasi sendiri, Tes ini masih memiliki sekitar 313 formasi yang kosong setelah tes PPPK tahap I, seperti formasi Teknis, Tenaga Kesehatan, dan Guru.

Bupati Nunukan yang diwakili oleh Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Ir. Jabbar pada saat tiba di lokasi tes langsung menyambangi para peserta yang sudah berada dilokasi sejak pagi hari.

Ir. Jabbar juga menyempatkan diri untuk melihat alur yang akan dilewati seluruh peserta tes sebelum memasuki ruang tes.

Dengan memperlihatkan senyumnya yang khas Ir. Jabbar memberikan semangat kepada seluruh peserta yang mengikuti tes sesi pertama pada pukul 08.00 Wita dengan kapasitas Komputer sebanyak 50 unit.

Sebelum tes dimulai Ir. Jabbar menyampaikan pesan Bupati H. Irwan Sabri, beliau menyampaikan ucapan selamat mengikuti tes jangan lupa berdoa

“Pertama-tama saya ingin ucapkan selamat kepada para peserta dan semangat untuk mengerjakan soal-soal tes kompetensi PPPK. jangan lupa berdo’a agar diberikan kemudahan dalam menjawab soal dengan kemampuan diri sendiri,”ucapnya.

Ir. Jabbar juga menyampaikan jangan mudah mempercayai isu – isu di luar terkait dengan bantuan kelulusan, percaya dengan kemampuan diri sendiri.

“Jangan mempercayai jika ada pihak yang mengatakan dapat memberikan kelulusan. hasil yang diperoleh adalah merupakan hasil jerih payah sendiri untuk menjadi seorang ASN. semoga semua peserta test kompetensi PPPK yang ada diruangan ini dapat lulus semua, amiin,” ujarnya.

Dalam sambutannya juga dikatakan bahwa PPPK merupakan salah satu unsur sumber daya manusia aparatur negara yang mempunyai peranan dalam menentukan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan Daerah.

Sosok PPPK, diwujudkan dengan sikap perilaku yang penuh dengan kesetiaan dan ketaatan kepada negara, bermoral dan bermental baik, profesional, sadar akan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik, serta mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

Transparansi dan akurasi dalam pelaksanaan seleksi PPPK tahap II dikatakan bahwa semua prosesnya menggunakan CAT (Computer Assisted Test).

“Kita tetap menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), yang dirancang untuk memastikan transparansi dan akurasi dalam penilaian. para peserta wajib memahami materi ujian. siapa pun tidak bisa intervensi seleksi ini, meskipun kepala Daerah. sebab pelaksanaan seleksi berjalan transparan dan akuntabel,”jelasnya.

Lanjut dikatakan hal Ini juga merupakan bagian dari upaya Pemerintah dalam menjaring sumber daya manusia yang berkualitas.

“Seleksi kompetensi tahap dua ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk menjaring sumber daya manusia yang berkualitas dan berintegritas dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan daerah,”lanjutnya

Harapannya semoga seluruh peserta seleksi memiliki niat yang Ikhlas, semangat juang pantang menyerah.

“Saya berharap para peserta seleksi hendaknya memiliki niat ikhlas, semangat juang pantang menyerah dan bertekad menjadi terbaik. yang nantinya akan bergabung menjadi bagian pelayan masyarakat di pemerintah Kabupaten Nunukan,” ujar Ir Jabbar di akhir sambutannya.

(PROKOMPIM)

Bupati Nunukan H. Irwan Sabri Membuka Camp Paskah Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja Klasis Kaltara Tahun 2025

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri hadir dan membuka Camp Paskah Persekutuan Kaum Bapak Gereja Toraja (PKBGT) Klasis Kaltara tahun 2025, yang dilaksanakan di halaman Gereja Toraja Binusan, Jumat (09/05).

Paskah adalah momentum untuk mengenang kembali pengorbanan Yesus Kristus yang rela mati di kayu salib demi menanggung dosa dan penderitaan umat manusia. Melalui perayaan paskah itu dapat di ambil pelajaran penting, bahwa semua penderitaan dan kerja keras yang dilakukan suatu saat akan memberikan berkat yang luar biasa.

Bupati Nunukan Irwan Sabri pada kesempatan itu berharap makna paskah ini dapat menjadi penyemangat bagi umat kristiani dalam menjalani kehidupan, terkhusus kebersamaan di tengah-tengah keluarga sebagai komunitas terkecil manusia yang hidup di dunia ini, sebagaimana tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini “Damai Sejahtera Kristus di Tengah Keluarga”.

“Sebagai manusia, kita tidak boleh berputus asa dan menyerah dalam menyikapi semua kesulitan hidup. Kita harus sepenuhnya percaya, bahwa Tuhan yang maha esa tidak akan pernah membiarkan kita berjalan sendirian”, tutur Irwan.

Demikian pula dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan, Bupati Irwan berpesan agar masyarakat mampu menyingkirkan ego dan rasa gengsi untuk mengobarkan kembali semangat dan optimisme dalam menyongsong masa depan sehingga selaras dengan makna pengorbanan yang harus dipetik dari perayaan paskah kali ini.

(PROKOMPIM)

Pemerintah Dorong Tranformasi Inovasi Digital Dalam Pelayanan Publik

TANJUNG SELOR – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) melalui Deputi Bidang Pelayanan Publik melakukan pembinaan inovasi pelayanan publik dan sosialisasi petunjuk teknis Forum Konsultasi Publik (FKP) kepada Hub Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Kegiatan yang digelar di ruang Serbaguna Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (8/5/25) tersebut dihadiri dan dibuka oleh Gubernur Kaltara dalam hal ini diwakili oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara Pollymaart Sijabat, S.KM., M.AP.

Pollymaart mengapresiasi Biro Organisasi Setdaprov Kaltara menjadi Leading Sector kegiatan ini melibatkan pelayanan publik kabupaten/kota se-Kaltara. Menurutnya dapat memberikan masukan dalam peningkatan pelayanan publik di Bumi Benuanta.

“Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh inovasi yang dilakukan daerah tersebut. Inovasi yang matang berangkat dari sebuah fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar, kemudian dilakukan penciptaan ide untuk menyelesaikan masalah yang terjadi,” kata Pollymaart.

Inovasi daerah adalah merupakan salah satu tools atau alat untuk mewujudkan Good Governance atau penyelenggaraan pemerintah yang baik. Inovasi pelayanan publik, pemerintah dituntut menciptakan pelayanan yang lebih cepat, tepat sasaran, transparan, dan memberikan kepuasan kepada masyarakat sebagai pengguna layanan.

Sependapat dengan Pollymaart, Asisten Deputi (Asdep)  Koordinasi dan Fasilitasi Strategi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik KemenPAN-RB Ajib Rakhmawanto, menyebutkan dibawah pemerintahan Prabowo – Gibran dalam membangun Asta Cita, reformasi birokrasi melalui pelayanan publik menjadi sasaran pemerintahan saat ini.

“Terkait perbaikan tata kelola pemerintah yang baik dalam meningkatkan reformasi birokrasi, maka pelayanan publik menjadi hal yang prioritas,” terangnya.

Salah satu kunci utamanya adalah pelayanan publik tersebut bisa terus melaksanakan perbaikan untuk mewujudkan pelayanan prima dan dalam rangka mengadaptasi lingkungan yang terus berubah termasuk transformasi digital saat ini.

Ajib Rakhmawanto menambahkan, transformasi digital atau teknologi menjadi hal yang sangat melekat di kehidupan sosial saat ini. “Kita terkoneksi menggunakan fasilitas teknologi Internet, handphone, tablet melekat di diri kita. Teknologi ini bisa kita gunakan dalam menjalankan perubahan melalui inovasi – inovasi pelayanan publik,” terangnya.

Pada momen berharga tersebut, Pollymaart memberikan apresiasi atas inovasi terbaik yang lahir di Bumi Benuanta ini, diantaranya adalah “si Dokter Serasi” (RSUKT kota Tarakan) dan Program Layanan Dokter Terbang Kalimantan Utara (Pro Lanteraku).

Kehadiran “si Dokter Serasi” ini adalah hasil dari pemanfaatan teknologi. “Kami berharap besar agar inovasi ini dapat diterapkan seluruh rumah sakit yang ada di wilayah Kaltara, negeri maupun swasta. Sehingga konektivitas data akan memudahkan kita memberikan pelayanan publik,” ucap Pollymaart.

“Inovasi Pro Lanteraku merupakan layanan publik kekinian, dapat  memberikan pelayanan publik bagi masyarakat paling ke bawah, menyentuh masyarakat. Semakin turun mendekati masyarakat menjadi layanan yang paling bagus. Ini layanan jemput bola yang luar biasa yang dilakukan Pemprov Kaltara,” pungkasnya.

Dalam giat tersebut dihadiri Rektor Universitas Kaltara Dr. Didi Adriansyah, S.T.P., M.M., Kepala Biro Organisasi Kaltara Flora, S.Sos., serta stakeholder terkait, UPTD maupun cabang dinas Pendidikan yang ada di wilayah Kaltara.

(dkisp)

Antara Gadget, Buku, Baca Tulis, dan Perpustakaan, Sepenggal Asa Wabup Hermanus untuk Generasi Masa Depan Bangsa

NUNUKAN – Kekhawatiran seorang Wakil Bupati Nunukan Hermanus tentang dampak negatif penggunaan tehnologi, terutama seperti gadget dan media sosial yang kini sudah mengalahkan perhatian terhadap minat membaca. 

Perkembangan tehnologi yang mudah diakses, seperti internet dan gadget, membuat anak-anak kurang tertarik lagi pada buku karena lebih menawarkan hiburan dan informasi yang lebih menarik dan cepat.

” Kini anak anak lebih tenang dan senang menggunakan gadget bila mencari informasi ketimbang mencari perbandingan dengan membaca,” Ungkapnya.

Hal tersebut diungkapkannya saat melakukan monitoring dan evaluasi pembangunan di SDN 006 Sebatik Tengah, Kamis 8 Mei 2025.

Tidak bisa dipungkiri bahwa teknologi membuka akses ke informasi yang luas dan mudah diakses, namun menurut wabup Hermanus, akan berbeda penangkapannya bila membaca, terlihat oleh mata, mengucap dengan mulut dan pasti tersimpan di hati.

” Ilmu pengetahuan itu kalau didengar saja, itu bahaya juga, anak sekarang itu kan sukanya mendengar di gadget dan Internet, itu akan mempengaruhi karakter anak kita, apalagi kita bukan negara maju, kita baru negara berkembang. Kalau kita negara berkembang dipaksa anak anak kita untuk menjadi negara maju tentu ada pergeseran mentalitas, tidak seimbang tehnologi tapi kehidupannya sehari hari tidak begitu, masih manual,” jelas Wabup Hermanus.

Wabup Hermanus pada kesempatan ini kembali menginstruksikan kepada para guru guru, untuk menerapkan ke muridnya untuk memperbanyak membaca dan menulis, dan sekolah wajib ada perpustakaannya.

” Kita tanamkan ke para siswa siswi untuk gemar membaca, dan perpustakaan wajib lah ada di sekolah,” pintanya.

Itulah sepenggal harapan dari seorang Wabup Hermanus terhadap dunia pendidikan dan generasi masa depan bangsa.

(PROKOMPIM)

Monitoring Pembangunan Perdana Wabup Nunukan di Pulau Sebatik, Tinjau RTLH dan Sekolah Hermanus : Percuma sekolah sudah bagus tapi WC nya sangat kotor, Kebersihan itu mempengaruhi tingkat IQ seorang siswa.

NUNUKAN – Untuk pertama kalinya Wabup Hermanus melakukan monitoring pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari tugas pengawasan dan evaluasi terhadap proyek-proyek infrastruktur yang sedang berjalan.

Demi mengefesienkan waktu, usai mengantar Sestama BNPP, Wabup Hermanus langsung melakukan monitoring pembangunan di wilayah Pulau Sebatik, Kamis 8 Mei 2025.

Rumah tidak layak huni (RLTH) Tahun Anggaran 2024 menjadi tempat pertama yang menjadi pantauan dari orang nomor dua di Pemerintah Kabupaten Nunukan ini. Sebanyak 70 unit bangunan yang ada di Kabupaten Nunukan diantaranya, Sembakung 14 unit, Seimenggaris 3 unit, Nunukan Selatan 11, Nunukan 11 unit dan Sebatik Timur sebanyak 11 unit. Salah satu diantaranya yang dikunjungi yaitu RLTH atas nama Bapak Baharuddin dan Ibu Hafsah yang berada di Sebatik Timur.

Setelah monitoring RLTH, kemudian dilanjutkan menuju sekolah SDN 006 Sebatik Tengah. Menjadi atensi Wabup Hermanus pertama yang disorot tentang WC sekolah, menurutnya percuma sekolah sudah bagus tapi WC nya sangat kotor, Kebersihan itu mempengaruhi tingkat IQ seorang siswa.

” Kedepan ini yang menjadi perhatian bersama kita, WC itu merupakan cerminan dari sebuah sekolah, dan guru wajib memberikan himbauan kepada siswa-siswinya,” jelas Wabup.

Wabup Hermanus juga menginstruksikan kepada kepala sekolah untuk membuat Pemetaan masalah dari sekolah masing-masing, pokok pokok masalah yang kemudian diserahkan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan seperti berdampak banjir dan akses jalan menuju sekolah.

” Hal ini disampaikan saja pak, biar orang dinas tahu masalah masalah yang terjadi, karena tiap sekolah pasti beda beda masalah masing-masing, jadi kedepan kita cicil pekerjaannya, dan masterplan harus bagus dari dinas.”Ungkapnya.

Sambil bincang yang sangat santai jauh dari kata formal Wabup Hermanus meminta ke Dinas Pendidikan, terkait pembangunan sekolah supaya menyesuaikan bahan bangunan dengan wilayah tersebut.

“Seperti kalau susah semen ya jangan dipaksakan bangunan menjadi beton tapi bisa menggunakan kayu, menurutnya sekolah dari bahan kayu juga bagus dan tidak mubasir, lebih kepada penghematan”, Jelasnya.

(PROKOMPIM)