Halalbihalal Gerakan Solidaritas Phinisi, Gubernur Zainal : Momentum Perkuat Persatuan Dan Kebersamaan Di Kaltara

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A Paliwang, S.H., M.Hum., menghadiri Halal Bihalal bersama Gerakan Solidaritas Phinisi Kalimantan Utara (Kaltara) bertempat di Cafe Malabar, Kamis (8/5/25) malam.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyebutkan acara Halalbihalal ini mendapat respon yang baik dan positif, terlihat dengan banyak masyarakat hadir dalam acara halalbihalal.

“Ini acara yang luar biasa, malam ini merupakan hari yang kita tunggu. Acara ini merupakan pertemuan kita untuk saling memaafkan, kalau tidak digelar mungkin kita tidak bertemu,“ ucap Gubernur Zainal dengan lugas.

Mengusung tajuk, “Dengan Halalbihalal Kita Rajut Persaudaraan Menuju Indonesia Emas di Kalimantan Utara”, ia juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas undangan Ketua Solidaritas Phinisi, Sukri Manja Palanrai beserta jajaran pengurusnya.

Gubernur Zainal turut mendukung, Gerakan Solidaritas Phinisi yang merupakan organisasi yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan nilai – nilai kebersamaan di Bumi Benuanta.

Ia mengajak seluruh masyarakat dalam pertemuan Halalbihalal ini dapat saling memaafkan sekaligus sebagai ajang memperkuat rasa kebersamaan melalui persatuan dan kesatuan dalam membangun daerah.

“Halalbihalal ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan Utara,” pungkasnya.

(dkisp)

Sestama BNPP Kunjungi Pulau Sebatik, Pengoperasian PLBN Sebatik Menjadi Atensi Khusus

NUNUKAN – Usai berkunjung ke Kecamatan Krayan, Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelolah Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI) Komjen Pol. Makhruzi Rahman beserta rombongan melanjutkan kunjungan kerjannya di Kecamatan Sebatik, yang didampingi oleh Wakil Gubernur Kaltara Ingkong Ala dan Wakil Bupati Nunukan Hermanus, Kamis 8 Mei 2025.

Dalam kunjungannya, beberapa tempat dikunjungi adalah Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia PB 02 yang berada di Desa Aji Kuning Sebatik Tengah, Patok 1 di samping Kantor Camat Sebatik Utara, Pangkalan Posal, Pangkalan lama Sungai Nyamuk, dan terakhir menuju ke Pelabuhan PLBN Sebatik.

Dalam kunjungannya ini beberapa yang menjadi perhatian Komjen Pol. Makhruzi Rahman seperti adanya batas waktu yang diberikan pihak Malaysia kepada rumah rumah yang masuk wilayah Malaysia di karenakan pergeseran patok yang sudah disepakati.

Kemudian akses jalan baru menuju kantor Camat Sebatik Utara juga menjadi pembahasan serius saat berada di patok satu, yang mana jalan lama sudah masuk wilayah Malaysia. Untuk di PLBN Sebatik, masih belum dioperasikan dikarenakan pelabuhan internasional tidak bisa dipakai domestik sehingga Sestama Rahman berjanji untuk Tahun 2025 akan mengupayakan percepatan proses pembangunan jembatan lama Sungai Nyamuk menjadi jembatan domestik, sehingga PLBN Sebatik segera difungsikan sebagai pelabuhan Internasional dengan trayek untuk rute Sebatik – Tawau.

“Jadi memang, pelabuhan PLBN ini kan Pelabuhan Internasional, sementara masyarakat kita juga masih ada bongkar muat barang domestik, kendalanya pelabuhan internasional tidak bisa di gunakan domestik, jadi kami sepakati bersama, Wakil Gubernur dan Wakil Bupati sepakat menggunakan pelabuhan lama Sungai Nyamuk ini kita benahi dan nanti bisa digunakan untuk operasional domestik baru PLBN Sebatik ini menjadi titik pemberangkatan dari Indonesia ke Malaysia,” Ungkapnya.

Diwaktu yang sama, Wabup Hermanus mengatakan terimakasihnya kepada rombongan BNPP RI yang berkunjung ke Kabupaten Nunukan, khusus untuk Kecamatan Sebatik, terkait dengan PLBN Sebatik, Pemerintah Daerah sangat mendukung percepatan akses tersebut yang menjadi ranah dari pemerintah daerah.

” Terimakasih atas kedatangannya pak di di Sebatik ini, PLBN Sebatik ini merupakan titik awal, PLBN ini akan diupayakan untuk beroperasional, harapan kami masyarakat Sebatik memberikan dukungan seluas luasnya, agar PLBN memberikan pemanfaatan secara ekonomi khususnya di Sebatik,” ungkap Wabup Hermanus.

Kendati demikian, menurut Hermanus secara kewenangan pemerintah daerah harus terus mengupdate informasi informasi terkait PLBN Sebatik.

” Terkait kewenangan terkait PLBN Sebatik, kami terus mendukung, dan mensupport, dan terkait dengan jalan baru menuju Kantor Camat Sebatik Utara menjadi atensi kami di Kabupaten, ini dampak dari agreement atau kesepakatan, jadi itu atensi kami,” Tutur Wabup Hermanus.

(PROKOMPIM)

Halal Bihalal IKAT Tanjung Selor, Ajang Perkuat Silaturahmi Warga Toraja

TANJUNG SELOR – Badan Pengurus Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Tanjung Selor menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan pelantikan pengurus berlangsung meriah di Gedung Wanita pada Rabu (7/5) malam.

Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Utara (Kaltara) Ir. Yosua Batara Payangan, ST., M.Si., hadir sekaligus membacakan sambutan Gubernur di hadapan ratusan pengurus maupun anggota IKAT yang hadir.

“Atas nama Gubernur Kaltara, saya mengucapkan terima kasih atas undangannya dalam acara halalbihalal ini. Selamat atas dilantiknya pengurus IKAT Tanjung Selor periode 2025-2030,” kata Yosua.

Yosua mengapresiasi acara diselenggarakan jajaran pengurus IKAT, menurutnya dapat menjadi momentum untuk memperkuat, mempertemukan harapan dan pemikiran dari seluruh elemen masyarakat.

Lebih lanjut, ia mengharapkan peran seluruh warga Toraja di Kaltara khususnya di Tanjung Selor dapat bersama-sama menjaga kondusivitas, kerukunan dan kekompakan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

“Acara ini juga dapat menjadi ajang menjaga silaturahmi, atas nama pribadi dan Gubernur, sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada seluruh warga Toraja,”tuntasnya.

(dkisp)

Wagub Kaltara Apresiasi Kunjungan BNPP RI di Perbatasan

NUNUKAN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, mengapresiasi kunjungan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) ke perbatasan di Kaltara. Kunjungan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengelolaan perbatasan negara dan infrastruktur di daerah perbatasan.

Ingkong Ala sebelumnya telah melakukan kunjungan kerja perdana ke wilayah perbatasan seperti Apau Kayan di Kabupaten Malinau dan di Long Bawan, Kecamatan Krayan Induk, Kabupaten Nunukan. Dalam kunjungannya, ia bersama Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, telah meninjau langsung kondisi dan kegiatan di perbatasan serta mengevaluasi pengerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.

“Dengan kunjungan BNPP ke perbatasan di Kaltara ini diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan perbatasan negara,” kata wagub Ingkong, Rabu (7/5/2025).

“BNPP sudah meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Long Nawang (malinau) dan melihat langsung kondisi perbatasan di Krayan (Nunukan), warga di perbatasan menyambut dan bersilahturahmi dengan
Sekretaris Utama BNPP Komjen Pol. Makhruzi Rahman,” tambah dia.

Selain tim BNPP, lanjut Wagub, kunjungan juga diikuti satuan kerja (Satker) Kementerian PUPR yang meninjau langsung kondisi jalan di perbatasan.

“Satker juga merespon baik harapan masyarakat agar ada perbaikan jalan, seperti dari Apau Kayan (Malinau) ke Long Bagun (Kaltim) dan jalan Malinau-Krayan (Nunukan),” ujar Wagub Ingkong.

Sementara itu Sekretaris Utama BNPP RI, Komjen Pol Makhruzi Rahman mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan termasuk di Kaltara merupakan bagian prioritas program strategis nasional.

“Saat ini sudah ada 15 Pos Lintas Batas (PLBN) terpadu di seluruh Indonesia, termasuk tiga di antaranya yang berada di Kalimantan Utara, yakni PLBN Sei Nyamuk di Pulau Sebatik, PLBN Labang di Kabupaten Nunukan, dan PLBN Long Nawang di Kabupaten Malinau,” ungkap Komjen Pol Makhruzi.

Makhruzi mengungkapkan, Keberadaan PLBN telah terbukti menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendorong aktivitas masyarakat dan memperkuat konektivitas di kawasan perbatasan.

“Keberadaan PLBN telah terbukti menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendorong aktivitas masyarakat dan memperkuat konektivitas di kawasan perbatasan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa BNPP siap memberikan dukungan penuh dalam setiap langkah percepatan pembangunan di wilayah perbatasan, baik melalui perencanaan lintas sektor maupun penguatan koordinasi kelembagaan.

“Kami hadir untuk mendengar langsung aspirasi daerah dan memastikan program pembangunan perbatasan berjalan tepat sasaran. Kalimantan Utara adalah wilayah strategis, dan sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus,” tutupnya.

dkisp (*)

Kunjungi Sajau Hilir, Mentan RI Dorong Percepatan Tanam dan Swasembada Pangan 2025

BULUNGAN — Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI) Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., didampingi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum melakukan kunjungan kerja ke Desa Sajau Hilir, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kamis (8/5) pagi.

Kunjungan kerja Mentan Amran di provinsi Kaltara merupakan bagian dari agenda nasional Gerakan Perluasan Areal Tanam (GPAT) sebagai langkah akselerasi menuju swasembada pangan tahun 2025.

Kedatangan Mentan Amran dan Gubernur Zainal, disambut antusias oleh masyarakat, para petani, penyuluh pertanian, serta unsur TNI dan Polri seperti Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Babinkamtibmas yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Bersama Gubernur Zainal, Mentan Amran meninjau langsung area yang direncanakan sebagai lokasi pengembangan areal tanam untuk swasembada pangan. Ia menyempatkan berdialog bersama masyarakat dan petani di Desa Sajau Hilir terkait berbagai kendala teknis yang dihadapi, seperti irigasi, panen, serta adanya tambang dekat dengan area persawahan.

Menanggapi keluhan petani, Menteri Amran secara langsung memberikan solusi dengan menyerahkan bantuan alat pertanian, antara lain 14 unit traktor roda dua dan empat yang diserahkan secara simbolis kepada Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., 1 unit hand traktor untuk Desa Sajau Pura, 1 unit alat panen dan 1 unit gros atau alat perontok padi.

“Dukungan terhadap sektor pertanian di wilayah perbatasan seperti provinsi Kaltara merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional,” ucap Mentan Amran.

“Kami optimis bahwa dengan optimalisasi lahan pertanian dan percepatan alat mesin pertanian (alsintan), Kaltara dapat menjadi lumbung pangan baru yang mendukung stabilitas pasokan beras nasional, serta memberikan dampak langsung bagi peningkatan kesejahteraan petani lokal,” pungkasnya.

Menteri Pertanian RI menyampaikan optimisme besar terhadap capaian swasembada pangan. “Pasti bisa kalau mau. Saya mau membalik Kaltara, yang tadinya import dari Sulawesi Selatan, menjadi pengeksport kemana aja,” ujar Andi Amran. Bahkan, menurutnya, target nasional swasembada bisa dicapai lebih cepat. “Menurut Presiden Prabowo, tidak sampai 4 tahun sampai akhir 2025 ini, kita harus bisa swasembada pangan. Terima kasih sampaikan pada seluruh pejuang pangan, sampaikan salam hormat saya,” mengutip pernyataan Presiden RI.

(dkisp)