Komitmen Pembangunan Pemuda, Gubernur Raih Penghargaan Indonesia Youth Award 2025

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum sukses meraih penghargaan “Indonesia Youth Award” Tahun 2025 kategori Tokoh Pembangunan Daerah.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Gubernur Zainal dalam acara Rapat Pimpinan Paripurna Nasional (Rapimpurnas) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Komplek Kantor Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Palangka Raya, Kamis (3/7).

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) KNPI, M. Ryano Panjaitan menyatakan komitmen KNPI dalam mewujudkan transformasi pemuda Indonesia agar mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045, senada dengan tema acara “Transformasi Pemuda Untuk Indonesia Emas 2045”.

“Ada sejumlah hal yang kami pacu, di antaranya adalah agar pemuda-pemudi Indonesia jauh lebih siap menyongsong bonus demografi 2030,” kata Ryano dalam sambutannya.

Ryano menilai Gubernur Zainal telah banyak berkontribusi terhadap kegiatan-kegiatan kepemudaan seperti kegiatan olahraga, seni hingga kegiatan seputar ekonomi kreatif di Provinsi Kaltara.

Untuk itu, ia mengapresiasi segala bentuk sokongan dan komitmen Gubernur Zainal serta kebijakannya memberikan dampak positif terhadap perkembangan program maupun kegiatan kepemudaan di Bumi Benuanta.

“Ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi kami para pemuda untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara, khususnya di Kaltara,” ujarnya.

Sebagai penanda dimulainya Rapimpurnas, Gubernur Zainal turut serta melakukan prosesi penabuhan ketambung secara simbolis bersama Gubernur Kalteng, H. Agustian Sabran, Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, Ketua Umum DPP KNPI, jajaran Forkopimda Kalteng, serta pengurus DPP KNPI.

(dkisp)

Audensi Pengurus Kwarda Kaltara dengan Bupati Nunukan

NUNUKAN – Kamis, 3 Juli 2025, Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Utara bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Nunukan melaksanakan audensi dengan Bupati Nunukan terkait pelaksanaan Upacara Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara tanggal 14 Agustus 2025 mendatang yang dipusatkan di Kabupaten Nunukan.

Kwarda Kaltara diwakili Sekretaris Daerah Kak Taufik Hidayat didampingi Andalan Daerah Kak Kamaruddin dan Kak Arman, kemudian Kak Erma Fatimah, Ketua Dewan Kerja Daerah Kalimantan Utara serta Kak Kasmira dan Kak Ifani, staf Kwarda Kaltara.

Dari Kwarcab Gerakan Pramuka Nunukan, hadir Wakil Ketua Binamuda Kak H. Hermansyah, Wakil Ketua Bina Satuan dan Bela Negara Kak Hj. Najemawati, Kak Raden Iwan Kurniawan Wakil Ketua Sarana, Prasarana dan Usaha, Plt. Sekretaris Cabang Kak Sabri dan Bendahara Kak Hj. Masriah. Turut hadir Ketua Kwartir Ranting (Kwarran) Nunukan Kak Sriady Faisal, Ketua Kwarran Nunukan Selatan Kak Ismail dan Andalan Cabang Jam Ardiansyah Syam.

Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri menyambut baik dan mendukung Nunukan sebagai tuan rumah Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Dan meminta kepada Kwarcab Nunukan untuk mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Kwarda Kaltara dalam hal perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan.

Sementara itu, Sekretaris Kwarda Gerakan Pramuka Kaltara, Kak Taufik mengungkapkan bahwa kedatangan rombongan Kwarda Kaltara menyampaikan agenda pelaksanaan Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara di Kabupaten Nunukan. Hasil arahan dari Bupati Nunukan akan ditindaklanjuti dengan berkomunikasi dengan Kwarcab Nunukan untuk merencanakan dan mempersiapkan pelaksanaan Hari Pramuka Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

(Prokompim)

Temui Mendikdasmen, Gubernur Usulkan Penambahan Sarana Pendidikan untuk Penyandang Disabilitas

JAKARTA – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., beraudiensi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., di Kantor Kemendikdasmen Gedung A lantai 2 Ruang Kudus, Jakarta, Rabu (2/7).

Kunjungan Gubernur ini dalam rangka meminta dukungan bantuan pemerintah pusat melalui Kemendikdasmen untuk menambah unit gedung sekolah baru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri terpadu dari SD, SMP hingga SMA di Kota Tarakan.

Gubernur Zainal juga secara langsung meminta dukungan pendirian sekolah khusus untuk anak-anak dari pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di Malaysia khususnya wilayah Sabah yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kaltara.

“Jadi begini pak Menteri, peserta didik anak-anak kami penyandang disabilitas setiap tahunnya selalu bertambah. Maka kami sangat membutuhkan penambahan unit gedung baru agar anak-anak kami dapat diwadahi dan dapat menempuh pendidikan dengan nyaman,” kata Gubernur saat menyampaikan usulan ke Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

Gubernur juga menyampaikan kondisi dunia pendidikan di Provinsi Kaltara yang berada di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang masih sangat membutuhkan perhatian khusus dan ini menjadi bagian pemenuhan hak bagi anak-anak yang ingin menempuh pendidikan layak termasuk anak-anak pekerja migran asal Indonesia di Kota Tawau, Sabah, Malaysia.

“Akses untuk menempuh pendidikan di wilayah 3T maupun yang di Malaysia menjadi sebuah tantangan yang sama-sama perlu kita tuntaskan bersama, tentu melalui formula yang tepat untuk mencari solusinya bersama-sama,” jelasnya.

Sementara itu, Menteri Abdul Mu’ti langsung merespon usulan tersebut dengan memberi instruksi kepada Dirjen PAUD Dikdasmen untuk segera merealisasikan pembangunan unit baru SLB Negeri Tarakan, melalui penyesuaian anggaran Kemendikdasmen dengan pengerjaan swakelola yang melibatkan masyarakat setempat.

“Selain itu, terkait sekolah yang ada di wilayah 3T dan sekolah untuk anak-anak pekerja migran Indonesia di Tawau Malaysia juga menjadi agenda pembahasan serius,” kata Menteri Abdul Mu’ti.

Dalam kesempatan pertemuan tersebut, Gubernur turut mengundang Menteri Abdul Mu’ti untuk berkunjung ke Bumi Benuanta guna meninjau langsung kondisi sekolah di wilayah 3T dan anak-anak pekerja asal Indonesia yang ada di Kota Tawau.

Turut hadir mendampingi Gubernur Kaltara, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kaltara Hasanuddin, S.Pd., M.Si., Plt. Kepala Badan Penghubung Kaltara, H. Teddy Kusuma, S.Hut., M.AP., Kepala Sekola SLB Negeri Tarakan Sri Hastuti, S.Pd., serta beberapa tenaga ahli terkait.

(dkisp)

Optimistis Di Atas Rata-Rata Nasional, Pj Sekprov Pastikan APBD Dapat Terserap Maksimal

TANJUNG SELOR – Penjabat (Pj) Sekprov Kaltara, Dr Bustan, SE, M.Si optimis terhadap trend positif realisasi serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltara 2025.

Menurutnya, pada semester pertama di tahun 2025 serapan APBD dapat dikatakan mengalami trend positif. Hal ini berdasarkan data yang bersumber dari Kementerian Dalam Negeri pada 8 Mei 2025, di mana realisasi pendapatan dan belanja Provinsi Kaltara berada di zona hijau dengan kategori di atas rata-rata provinsi seluruh Indonesia.
“Presentase rata-rata realisasi pendapatan secara nasional sesuai data Kemendagri sebesar sebesar 24,33 persen, di mana Provinsi Kaltara berada pada urutan ke 8 dengan realisasi pendapatan sebesar 28,76 persen. Sementara realisasi belanja APBD secara nasional sebesar 15,02 persen, di mana Kaltara realisasi belanjanya sebesar 15,49 persen. Meski demikian, Kaltara masih berada pada zona hijau di atas rata-rata nasional,”katanya.

Ia pun menggaris bawahi, dalam pelaksanaan APBD tahun 2025 terdapat banyak dinamika yang berdampak secara nasional ke seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Seperti, Pemerintah Pusat menerbitkan beberapa Peraturan terkait Dana Transfer ke Daerah meliputi, Surat Edaran Bersama (SEB) Kemendagri dan Kemenkeu Nomor 900.1.3/6629.A/SJ dan Nomor 1/MK.07/2024 Tentang Tindak Lanjut Arahan Presiden Mengenai Pelaksanaan Anggaran Transfer ke Daerah TA 2025.

Di mana dalam SEB ini terdapat sejumlah ketentuan yang harus dilaksanakan oleh kepala daerah antara lain, mencadangkan sebagian TKD untuk infrastruktur meliputi DBH, DAU, DAK. Kemudian melakukan pencadangan anggaran dengan tetap memperhatikan Belanja Pegawai dan Belanja Operasional.

Lalu, besaran transfer ke daerah yang dicadangkan ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan (KMK). Selanjutnya, melakukan penyesuaian APBD TA 2025 melalui penetapan Perkada tentang Perubahan Penjabaran. Dan, melakukan penundaan proses pengadaan barang dan jasa dan atau penandatanganan kontrak pengadaan barang dan jasa.

“Hal ini berdampak pada tertundanya pengadaan barang dan jasa pada seluruh SKPD yang juga mempengaruhi besaran nilai realisasi APBD pada semester pertama tahun 2025,”kata Bustan didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) H. Denny Harianto, SE., MM, Rabu (2/7).

Kemudian adanya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 Tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan APBN dan APBD TA 2025. Bustan menjelaskan Inpres ini memuat sejumlah instruksi meliputi penyesuaian transfer ke daerah tahun 2025 yang berasal dari DBH, DAU, DAK yang ditetapkan dalam KMK. Kemudian melakukan efisiensi belanja dan memantau pelaksanaan efisiensi belanja yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dalam pelaksanaan APBD 2025.

Karena itu, Bustan berharap agar seluruh perangkat daerah dapat memaksimalkan serapan APBD. “Mengingat ini sudah masuk semester 2 di tahun 2025, tentunya kita berharap seluruh perangkat daerah dapat memaksimalkan realisasi belanjanya,”jelas Bustan.

Meningkatnya realisasi pendapatan maupun belanja, kata Bustan dapat memberikan dampak positif bagi provinsi ke 34 ini. Salah satunya adalah pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang telah diterima oleh Kaltara sebanyak 11 kali berturut-turut.

“Tentu ini adalah kewajiban kita mempertahankan opini WTP. Dan alhamdulillah, sudah 11 kali berturut-turut kita peroleh. Ini menandakan bahwa kita berkomitmen dalam laporan keuangan dengan baik,”bebernya.

MENINGKATNYA SEKTOR PERDAGANGAN
Selain mendapatkan opini WTP, maksimalnya penyerapan APBD dapat memberikan dampak lain, yakni meningkatnya sektor perdagangan yang menjadi indikator pertumbuhan ekonomi. Di mana berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) sektor perdagangan pada triwulan I-2025 sebesar 9,08 persen dibandingkan triwulan I-2024.

“Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas perdagangan di wilayah tersebut pada periode tersebut,”jelasnya.

Bustan menyebutkan, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa sektor perdagangan Kaltara memiliki kinerja yang baik, dengan peningkatan nilai transaksi dan volume perdagangan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Peningkatan ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk peningkatan daya beli masyarakat, ekspansi bisnis, atau peningkatan permintaan komoditas unggulan Kaltara,”terangnya.

Ia optimistis, pertumbuhan sektor perdagangan ini berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian Kaltara secara keseluruhan, termasuk peningkatan pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja.

“Meskipun ekonomi Kaltara pada TW I 2025 mengalam perlambatan dibandingkan tahun lalu. Namun harus kita telaah kembali penyebab melambatnya pertumbuhan ekonomi di Kaltara tahun ini. Hal ini disebabkan oleh penurunan kinerja pada sektor pertambangan dan penggalian,”jelasnya.

Selain itu, perlambatan pertumbuhan ekonomi juga dialami oleh banyak provinsi di Indonesia. Dengan kata lain, pertumbuhan ekonomi TW I secara nasional juga mengalami perlambatan. Meski begitu, Bustan optimis pada TW II pertumbuhan ekonomi Kaltara secara perlahan mengalami trend positif.

(dkisp)

Danrem 092 Maharajalila Bersama Forkopimda Nunukan Tanam Mangrove di Desa Tanjung Aru

NUNUKAN – Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE menyambut kunjungan kerja (Kunker) Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, S.E., M. Han dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Korem 092/Mrl PD VI/Mulawarman di PLBL Liem Hie Djung Nunukan. Rabu (02/07)

Acara penyambutan dan penanaman magrove tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPRD kabupaten Nunukan Hj.Rahma leppa dan Forkopimda kabupaten Nunukan, Forkopimcam Se-pulau Sebatik Camat Sebatik Timur, Tokoh adat dan Tokoh masyarakat.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk Penanaman Mangrove dalam rangka HUT ke -67 Kodam VI/Mulawarman di Desa Tanjung Aru RT. 01 Sebatik Timur.

Dalam sambutannya Bupati Nunukan Bupati Nunukan mengucapkan selamat datang kepada Danrem 092/Maharajalila beserta istri dan rombongan di Kabupaten Nunukan. dapat bertemu dan bersilaturahmi dalam kegiatan penanaman mangrove serentak memperingati hari ulang tahun ke -67 Kodam VI/mulawarman.

“Kami menyambut baik dengan diselenggarakan kegiatan penanaman mangrove ini, mudah-mudahan melalui momentum ini dapat menimbulkan kecintaan masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah erosi, sebagai akibat pukulan ombak dan juga berperan dalam penambahan lahan pantai. yang ada di kabupaten Nunukan, khususnya di Desa Tanjung Aru, Sebatik.”ujar Bupati.

Bupati berharap melalui kegiatan penanaman mangrove ini menjadi langkah strategis dalam memberikan perhatian khusus pada lingkungan serta dapat mengoptimalkan hasil mangrove ini menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. dengan menanam, merawat dan menjaga mangrove yang ada di sepanjang pesisir pantai laut.

Lebih lanjut Bupati, berharap kehidupan dan perekonomian masyarakat di desa ini bisa terus berjalan dengan baik, mulus dan terarah, dan yang tak kalah pentingnya, dengan kegiatan penanaman mangrove ini.

” Kita juga bisa menjaga alam, lingkungan, ekosistem, mencegah erosi serta abrasi pantai yang akhir-akhir ini semakin parah di wilayah pantai pulau Sebatik”, tambahnya.

Terkait dengan persoalan abrasi pantai, akibat dari kerusakan ekosistem mangrove di kawasan pesisir pulau Sebatik merupakan isu teratas yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintah, mengingat ancaman abrasi memiliki dampak yang cukup besar bagi kehidupan masyarakat.

“Salah satu dampaknya, terkait dengan batas negara, mengingat Sebatik sebagai wilayah perbatasan, karena kondisi tersebut diperburuk dengan mundurnya garis pantai serta mempengaruhi sumber daya alam pada zona ekonomi eksklusif (ZEE), mata pencaharian masyarakat, infrastruktur jalan, rumah masyarakat, fasilitas umum dan fasilitas sosial lainnya.” Tambahnya.

Sebelum menutup sambutannya, Bupati H. Irwan mengajak semua pihak untuk bersinergi, saling bahu membahu, menjaga kelestarian hutan mangrove demi menjaga lingkungan dan menyukseskan program pemulihan ekonomi nasional.

Sementara itu, Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNi Mohammad Sjahroni, S.E., M. Han dalam sambutannya mengucapkan terima kasih merasa senang dan bangga bisa berada di tengah-tengah masyarakat dan pemerintah daerah .

Danrem menyampaikan bahwa melihat kondisi Nunukan sangat baik dan sangat kondusif. Kerja sama sinergitas yang ada seluruh unsur TNI Polri, Pemda dan seluruh instansi dan juga tokoh-tokoh masyarakat yang ada di wilayah Nunukan ini sangat terjalin dengan baik.

“Ini merupakan langkah awal ataupun kekuatan bagi kita dalam mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia terutama di wilayah Nunukan. Perbatasan dengan Malaysia kita ketahui bersama bahwa hutan mangrove memiliki peranan penting dan sangat bermanfaatnya mangrove ataupun ekosistem ini dan juga untuk kedepannya hutan mangrove memiliki peran penting dan manfaat yang banyak sekali, baik secara langsung maupun tidak langsung bagi lingkungan sekitar khususnya bagi penduduk pesisir yaitu salah satunya berguna sebagai penahan pengikisan permukaan tanah akibat dari hempasan ombak laut”, tambahnya.

Lanjut dikatakan pemerintah secara aktif mencanangkan program seperti ini demi menjaga kelestarian lingkungan hidup untuk menyelamatkan bumi yang saat ini sudah banyak mengalami kerusakan dan pemanasan global akibat dari ulah manusia.

“Penanaman mangrove yang kita laksanakan hari ini bertujuan untuk melestarikan dan memulihkan kawasan hutan mangrove, dan juga untuk mengantisipasi perubahan iklim yang sedang terjadi di dunia untuk memitigasi perubahan sistem yang ada dengan harapan dapat mengurangi energi gelombang melindungi pantai dari abrasi menghambat intrusi air memperbaiki lingkungan pesisir dan juga memperbaiki habitat di lingkungan pantai sehingga akan berdampak pada meningkatnya produksi ikan dan produksi hasil laut lainnya.”ungkap Danrem.

Danrem berharap agar acara yang dilakukan hari ini dapat diikuti oleh segenap komponen bangsa di tempat lainnya semata-mata sebagai tanggung jawab moral agar kelestarian alam dan lingkungan tempat berpijak akan menjadi lebih baik dari hari ke hari.

(PROKOMPIM)