Diduga ketika oknum Pemda Konkep bermain sulap

KONAWE – Sepertinya, kasus proyek mangkrak di Kabupaten Konawe Kepulauan sedang bermunculan. Setelah terkuaknya fakta tentang tidak berfungsinya Pelabuhan Nipa-nipa pasca penyelesaian konstruksinya, giliran proyek penimbunan Sarana Olahraga (SOR) Pemerintah Daerah melalui dinas Pariwisata, Pemuda dan olahraga menuai sejumlah indikasi korupsi, yang tidak saja melibatkan oknum dinas terkait, tetapi juga oknum APH Kabupaten Konawe.

Sejak dianggarkan tahun 2017/2018 lalu, proyek penimbunan sebagai tahap awal pembangunan sarana ini tidak menunjukkan tanda penyelesaian, hingga mengakibatkannya mangkrak

Berdasarkan data, peninjauan investigasi media dan pengakuan salah satu sumber, proyek ini merupakan proses penimbunan lapangan SOR sesuai dokumen kontrak, namun fakta lapangan menunjukkan adanya proses pengkatingan yang diduga menjadi modus pengurangan retase untuk kepentingan akumulasi keuntungan dari total anggaran proyek tersebut.

Karenanya, kuat dugaan telah terjadi tindak pidana korupsi dan manipulasi berupa pergeseran dokumen kontrak dari proyek penimbunan menjadi sekedar pengkatingan yang dilakukan secara terstruktur dan sistematis oleh oknum-oknum yang terlibat secara teknis didalamnya.

Sedang berdasar data whatshap, ditemukan pesan salah satu staf lingkup Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Konawe Kepulauan yang menunjukkan pengakuan adanya permasalahan serius terkait proyek tersebut yang menyebut upaya penyelesaiannya melalui hubungan komunikasi dengan Kepala dan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Unaaha, masing-masing ketika masih menjabat di tempat yang sama.

Sayangnya, meski dugaan korupsi proyek yang berlokasi di Desa Pasir Putih Kecamatan Wawonii Barat ini telah tercium, upaya meredam agar kasus ini tidak berlanjut ke tahap prosedural sebagaimana mestinya terindikasi dengan tidak adanya pengusutan selanjutnya.

Hal itu dibeberkan sumber dengan alat bukti chat WhatsApp salah satu oknum PNS lingkup Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Konawe Kepulauan terkait perannya dalam menyelamatkan kepala dinasnya yang terlibat dalam kasus proyek penimbunan SOR yang menelan anggaran senilai 2 milliar rupiah tersebut, serta menyebut dirinya telah dipanggil langsung oleh Kajari Unaaha untuk menyelesaikan persoalan itu.

“Dugaan korupsi proyek ini disinyalir dilakukan secara berjamaah dan mengalir ke kantong sejumlah oknum pemerintah daerah dan oknum aparat penegak hukum untuk membiayai kepentingan politik Pilkada 2019 lalu” terang salah satu sumber yang namanya di kantongi media ini.

Menariknya, berdasarkan temuan sumber, kasus dugaan korupsi berjamaah ini terkesan diabaikan setelah terindikasi dimakelari oknum staf dinas terkait (JMN) yang disebut memiliki hubungan kekeluargaan langsung dengan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha (kini telah bertugas di Kejaksaan Agung), serta turut mengikutsertakan mantan Kepala Seksi Intelejen Kajari Unaaha (AG) yang juga telah berpindah tugas di Provinsi Gorontalo.

Sementara, Armin, S.Pd, mantan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Konawe Kepulauan saat dikonfirmasi media ini menunjukkan ketidaksiapannya untuk berkomentar lebih jauh terkait sejumlah pertanyaan jurnalis (28/08/23).

Hal senada dituliskan Jumin, S.Sos, Kabid Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Konawe Kepulauan dalam konfirmasi WhatsApp media ini (01/09/23). Ia mengaku tidak mengetahui perihal proyek penimbunan SOR tersebut dengan dalih tahun penugasannya di dinas terkait tidak bertepatan dengan pelaksanaa proyek tersebut.

“SOR itu belum saya masuk di Dispar jadi mohon maaf dinda ya. Jangan tanya saya dinda karena saya tidak tahu masalah itu ya jadi mohon maaf dinda” Demikian pesannya.

Ditempat berbeda, Zulkarnain Perdana M, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Unaaha saat dikonfirmasi langsung media ini (31/08/23) di ruang kerjanya, menerangkan pihaknya selama ini tidak pernah menangani dan menerima laporan terkait kasus tersebut. Meski telah menghubungi mantan Kasi Intel sebelumnya, terkait kasus proyek SOR di Konawe Kepulauan ini kembali diakui tak pernah ditangani selaku pihak berwenang.

(*)Biro konawe

Hendak Dibawa Ke Palu, Polres Nunukan Berhasil Amankan Sabu Seberat 2 Kg dan Empat Orang Pelaku

NUNUKAN – Kepolisisan Resor (Polres) Nunukan melalui Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) gelar siaran pers terkait pengungkapan kasus narkotika seberat ± 2000 g di Aula Sebatik Polres Nunukan.

Sebanyak 4 (empat) orang pelaku laki-laki berhasil diamankan yakni AN (37 th) dengan pekerjaan wiraswasta dan U (24 th), WR (24 th), D (24 th) yang masing-masing masih mengenyam pendidikan sebagai mahasiswa di salah satu universitas di kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) serta 1 (satu) daftar pencarian orang (DPO) atas nama KANDA.

Sesuai informasi Kasat Resnarkoba Polres Nunukan, Iptu Sony Dwi Hermawan melalui Wakil Kepala Polres (Wakapolres) Nunukan, Kompol William Wilman Sitorus, S.I.K., M.H menjelaskan kronologis alur kejadian tindak pidana kasus narkoba.

“Pada hari sabtu tangtgal 18 Agustus pukul 13.00 WITA, AN dihubungi melalui telpon oleh KANDA dan menerima tawaran untuk mengambil sabu di Nunukan, lalu dibawa menuju kota palu asalkan bersama dengan saudara U, setelah saudara U menerima tawaran AN asalkan pulang ke Nunukan dijamin menggunakan transportasi pesawat terbang, lalu saudara U menerima tawaran tersebut dengan mengajak saudara WR dan menyuruh mencari 1 teman lagi untuk ikut yakni saudara D, akhirnya ketiga pelaku tersebut diberikan biaya transportasi untuk ke Nunukan dari Palu sebesar Rp.10.000.000,- (Sepuluh Juta Rupiah) oleh AN yang sebelumnya dikirimkan dari saudara KANDA,” ujar Wakapolres.

“Lalu, pada hari selasa tanggal 22 Agustus pukul 09.00 WITA keempat orang tersebut berangkat ke Nunukan, setelahnya mereka mengambil sabu seberat 2 Kg di depan taman makam pahlawan dari orang yang tidak diketahui namanya yang sudah terkemas sedemikian rupa dengan kotak warna coklat merk ‘Sos Lada Hitam’, mereka dijanjiikan upah sebesar Rp.100.000.000,- (Seratus Juta Rupiah) lalu dibagi 4 orang dan akan dibawa ke kota Palu menggunakan transportasi kapal laut,” sambung Wakapolres.

Selanjutnya, Wakapolres mengungkapkan kronologis penangkapan keempat pelaku kasus tindak pidana narkoba seberat 2000 g.

“Hari Kamis tanggal 24 Agustus pukul 06.45 WITA di pinggir jalan yang beralamat di Jl. Pahlawan RT.008 Kel. Nunukan Barat, Kec. Nunukan, saudara WR dan saudara U ditangkap oleh polisi, lalu pada pukul 07.30 WITA, didalam kamar sebuah hotel yang berada di Nunukan, saudara AN dan D juga turut diamankan oleh petugas,” lanjut Kompol William.

Adapun, barang bukti (BB) yang ditemukan antara lain 3 (tiga) buah bungkusan plastik karbon warna hitam yang dilakban transparan dam coklat dengan berbeda ukuran dan berisikan narkotika gol I jenis sabu dengan berat ± 2.100 g, 1 buah kotak warna coklat merk “Sos LAda Hitam”, 1 buah kantong plastic warna putih, 1 buah potongan tali rapia warna merah, 1 buah kantong kain warna hijau dan 5 buah handphone.

Para pelaku dikenakian pasal 114 ayat (2) Junto 132 ayat 1 Subsider pasal 112 ayat (2) junto 132 ayat 1 Undang-Undang (UU) RI Nomor 35 tahun tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

(*)

Pastikan Mutu Pembangunan Terjaga

MALINAU – Wakil Gubernur Kalimantan Utara, Dr Yansen TP, M.Si meminta agar pola perencanaan pembangunan dapat terus ditingkatkan.

Hal ini disampaikannya saat melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) Penanganan Long Segmen Kondisi Ruas Jalan Ring Road Malinau Simpang 4 Pusat Pemerintahan – Tanjung Lapang – Lidung Keminci – Setulang – Punan Setarap, Senin (4/9).

Melalui monev, ia memastikan kegiatan pembangunan di Kabupaten Malinau berjalan dengan baik. Sehingga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Utamanya akses jalan yang mulus dan juga dampak ekonomi.

Karena itu, Wagub meminta agar pelaksana dapat memperhatikan kualitas pekerjaan. Mulai dari perencanaan hingga tahap eksekusi. Tujuannya, agar kualitas pembangunan dapat terjaga dengan baik.

“Struktur konstruksinya harus menggunakan standar terbaik. Sehingga kita tidak hanya mengejar pembangunan cepat selesai, tetapi juga memiliki standar perencanaan yang bagus,”kata Wagub

Ia memastikan akhir 2023 ruas jalan tersebut sudah selesai. Untuk diketahui pengerjaan jalan tersebut mengucurkan Rp 16,9 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Seperti diketahui, item pekerjaan penanganan ruas jalan tersebut meliputi, pekerjaan drainase, pekerjaan tanah dan geosintetik, pekerjaan berbutir dan beton semen, pekerjaan aspal, pekerjaan struktur hingga pemeliharaan.

Tidak hanya itu agenda monev yang dilakukan juga meninjau pembangunan jalan kompleks Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Kaltara.

Selain itu, Wagub juga meninjau satuan pendidikan dibawah naungan Pemprov Kaltara meliputi pembangunan Lab. Bahasa dan Lab. Kimia di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Malinau. Kemudian pembangunan Lab. Fisika, Ruang Osis, Asrama Siswa di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Malinau.

Hadir mendampingi, Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setprov Kaltara, Datu Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si, Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Setprov Kaltara, Dr Bustan, SE., M.Si dan Kepala Biro Pembangunan, H. Sapi’i, ST., M.AP.

Tak hanya itu, pada kunjungan ke sekolah tersebut Wagub juga memberikan sedikit pengarahan untuk memotivasi para tenaga pendidik agar terus bersemangat mengabdi dalam dunia pendidikan.

“Tujuan saya hadir di tengah para tenaga pendidik adalah untuk memberikan motivasi agar bersemangat dalam mengabdi,”tuntas Wagub.

(dkisp)

Wagub Kaltara Yansen TP Buka Secara Resmi Mubes dan Ilau ke V Dayak Tahol Tahun 2023

NUNUKAN– Wakili Bupati Nunukan Staf Ahli bidang Kesejahteraan Rakyat dan SDM H. Junaidi, SH menghadiri Pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Ilau Ke – V Dayak Tahol tahun 2023 yang bertempat Balai Adat Desa Salap Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (05/09).

Acara Mubes dan Ilau Ke-V Dayak Tahol kali ini mengusung Tema, “Menjadi Masyarakat Dayak Tahol Yang Mewujudkan Kelestarian Budaya dan Adat Istiadat Serta Menjunjung Tinggi Persaudaraan Dalam Bermasyarakat dan Mendukung Program Pemerintah”

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen TP,. M.Si ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Malinau Wempi W Mawa, SE,.MH didampingi Wakil Bupati Malinau, Kapolda Kalimantan Utara, Danrem, ketua DPRD Provinsi Kaltara,Ketua DPRD Malinau, Kapolres Malinau, Kepala Pengadilan Negeri Malinau,Kajari Malinau, Presiden MADN, Tokoh Adat dan masyarakat Kabupaten Malinau.

Dalam sambutannya Wakil Gubernur Kalimantan Utara Yansen TP mengucapkan selamat dan sukses atas terlaksananya Mubes dan Ilau ke- V Dayak Tahol pada hari ini. semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.

“Saya juga merasa sangat berbangga karena dayak Tahol sebagai salah satu suku asli yang mendiami wilayah provinsi Kalimantan Utara, bersama dengan suku-suku lainnya kini mulai banyak menunjukkan eksistensinya sehingga semakin dikenal luas oleh masyarakat’, ujar Wagub Yansen.

Lebih lanjut dikatakan menurut Yansen suku Dayak Tahol memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, mulai dari adat istiadat, kesenian, hingga bahasa.

“Di kesempatan yang baik ini, masyarakat Dayak Tahol melaksanakan musyawarah besar yang ke-5. untuk itu, saya berpesan agar Mubes ini menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat persatuan masyarakat Dayak Tahol dan kesatuan melalui kegiatan ini.” Tambahnya.

Pada kesempatan ini Yansen berharap agar dapat terjalin komunikasi dan koordinasi yang lebih baik antar sesama masyarakat Dayak Tahol.

Yansen berharap gunakan kesempatan ini untuk bermusyawarah dalam menyampaikan pendapat yang dapat memajukan Dayak Tahol ,termasuk juga untuk menyuarakan ide-ide yang dapat digunakan masyarakat Dayak Tahol dalam berkontribusi bagi pembangunan kalimantan utara.

” Untuk itu saya mengajak masyarakat Dayak Tahol melalui lembaga adat Dayak Tahol kalimantan utara untuk bersinergi dan mendukung program atau kegiatan pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten”, tambah Yansen.

Dengan melaksanakannya setiap tahun, menurut Yansen ilau Dayak Tahol juga dapat menjadi sarana untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Dayak Tahol.

“Tentunya kita juga berharap ilau ini akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan untuk berkunjung ke daerah kita”, ujarnya.

Diakhir sambutannya, secara pribadi dan pemerintah provinsi Kalimantan Utara sangat mendukung kegiatan Mubes dan ilau ke- V Dayak Tahol.

” Saya berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang bagi kita melestarikan dan mengembangkan budaya dan adat Dayak Tahol, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Dayak Tahol. mari kita bersama-sama membangun Kalimantan Utara yang lebih maju dan sejahtera”, pungkasnya.

(PROKOMPIM)

Buka Jambore Ranting dan Pesta Siaga pulau Nunukan, Wabup Merasa Sangat Senang

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah membuka acara Jambore Ranting Pulau Nunukan dan Pesta Siaga Pulau Nunukan, dalam rangka Peringatan HUT Pramuka Yang Ke 62 Tahun 2023 di Bumi Perkemahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan, Selasa 5 September 2023. Dengan motto ‘Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan’

Jambore Ranting Pulau Nunukan Tahun 2023 dilaksanakan selama 5 hari, yaitu Selasa sampai Sabtu atau dari tanggal 5 sampai tanggal 9, dengan kegiatan seperti Kegiatan Umum, Keagamaan, Raja Ratu Rimba, Penghijauan Sekitar Bumi Perkemahan, Edukasi Wisata Sae Lanuka Tugu Mandau Lapas, Jambore Got Talent, dan Kegiatan Rotasi.

Jambore Ranting Pulau Nunukan pulau Nunukan kali ini diikuti sebanyak 592 orang dan pembina damping sebanyak 74 orang dengan jumlah keseluruhan 666 orang. Dan untuk persiapan peserta Pesta Siaga Pulau Nunukan Tahun 2023 sebanyak 280 orang dan pembina damping 30 orang dengan
Jumlah keseluruhan 315 orang.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Nunukan mengatakan kebanggaannya dan rasa syukurnya karena Kabupaten Nunukan sudah memiliki Bumi Perkemahan (Buper).

” Saya selaku kakak Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Nunukan pada hari ini sangat bangga dan sangat senang sekali dengan kegiatan pertama kali kita (Perdana) karena sebelumnya kita belum memiliki Bumi perkemahan (Buper) Pramuka, alhamdulillah hari ini sudah membuka tempat Buper kita Kabupaten Nunukan.”Ujarnya.

Wabup Hanafiah sapaan akrabnya juga mengapresiasi semangat para peserta Jambore Ranting Pulau Nunukan dimana para peserta sangat bersemangat melaksanakan kegiatan tersebut meskipun dengan kondisi becek.

” Meskipun kondisinya sedikit becek dan masih terbatas tetapi adik adik memiliki kemauan yang begitu tinggi, semangat kita, itu yang sangat saya hargai, dan semoga kedepan Buper ini kita perbaiki secara perlahan dengan harapan Buper ini layak untuk ditempati untuk kegiatan ke pramukaan,” tambahnya.

Lebih jauh, Wakil Bupati H Hanafiah sekaligus Ketua Kwarcab Pramuka ini menginginkan agar kedepannya Buper ini dapat menjadi tempat untuk pertemuan Pramuka dari luar daerah bahkan dari luar negeri.

Melihat antusias adik adik Pramuka, wabup Hanafiah pun ikut berjoget berbaur dengan para penari tidung, langkah kaki pun seirama dengan rentak irama musik jepen.

(PROKOMPIM)