NUNUKAN — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan melaksanakan Apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di halaman Kantor BPBD Nunukan, Senin (27/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Nunukan yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Muhammad Amin, S.H. sekaligus bertindak sebagai inspektur Upacara
Apel berlangsung tertib dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini diikuti oleh unsur Forkopimda, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, Damkar, para camat, lurah, kepala desa, serta relawan dari Tagana, PMI, dan Pramuka.
Dalam amanat Bupati Nunukan yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, disampaikan bahwa apel ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi wujud komitmen dan kesiapan bersama dalam menghadapi bencana, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Nunukan memiliki wilayah yang luas dengan hutan dan lahan yang harus kita jaga bersama. Jika terjadi kebakaran, dampaknya tidak hanya dirasakan di daerah kita, tetapi juga bisa sampai ke negara tetangga,” ujarnya.
Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Nunukan mencatat 11 titik hotspot. Beberapa wilayah yang rawan karhutla antara lain Kecamatan Sebuku, Sembakung, Lumbis, dan Krayan. Penyebab utama masih didominasi oleh kelalaian manusia, seperti membuka lahan dengan cara membakar.
Memasuki musim kemarau tahun 2026, potensi kebakaran masih cukup tinggi. Karena itu, pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada dan mengutamakan langkah pencegahan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nunukan menegaskan beberapa langkah penting, di antaranya meningkatkan patroli dan deteksi dini di wilayah rawan, menghentikan praktik pembakaran lahan, serta memastikan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran.
Selain itu, kerja sama antar instansi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana. Semua pihak diharapkan saling bersinergi dan segera melaporkan jika terjadi kebakaran melalui BPBD.
Pemerintah juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan masyarakat dari dampak asap, seperti penyakit ISPA, dengan menyiapkan layanan kesehatan serta memberikan edukasi kepada masyarakat.
Di akhir amanat menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan relawan yang telah berperan aktif dalam upaya pencegahan dan penanggulangan bencana.
“Mari kita gaungkan bersama komitmen Nunukan Bebas Asap 2026. Ini adalah tanggung jawab kita bersama demi masa depan generasi yang akan datang,” tutupnya.
Dalam wawancara terpisah Muhammad Amin. S.H menyampaikan pesan khusus untuk personil BPBD ” Mari kita tetap menjaga Marwah penanggulangan bencana, kita adalah wakil dari pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah kabupaten untuk selalu siap siaga dan tetap semangat dalam penanggulangan bencana karena itulah motto dari BPBD Siap, tangguh dan cepat, tepat dalam penanganan di lapangan” ujarnya
Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama yang dilanjutkan dengan simulasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
(PROKOMPIM)
