Ilham Zain Bagikan Pengalaman Jurnalistik di Tribun Kaltara Goes to School 2023

TANJUNG SELOR – Media Tribun Kaltara menggelar kegiatan Goes to School dengan tema Jurnalistik Kreatif dan Succes Story di Gedung SMA Negeri 1 Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu (6/9/2023).

Seperti diketahui, Tribun Kaltara akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-3 pada 18 September 2023.

Dalam rangka merayakan hari jadinya, Tribun Kaltara mengadakan sejumlah kegiatan menarik, salah satunya adalah “Goes to School” bersama Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (DKISP) Provinsi Kaltara.

Dalam sambutannya, Kepala DKISP Kaltara, Ilham Zain, S.Sos., M.A.P, mengungkapkan apresiasi kepada Tribun Kaltara atas inisiatif penyelenggaraan acara ini.

Ia mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para pelajar dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik mereka.

“Media massa merupakan salah satu pilar demokrasi, sehingga sangat penting bagi para pelajar untuk memahami cara membuat berita yang baik dan benar,” ujar Ilham Zain.

Ilham Zain juga memberikan pesan kepada para pelajar agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk belajar dan mengembangkan diri.

“Semoga kelak dapat menjadi jurnalis yang profesional dan berkualitas di masa depan,” tandasnya.

Sebagai informasi, Goes to School 2023 diikuti oleh 200 pelajar SMA/SMK sederajat di wilayah Tanjung Selor. Para pelajar akan mendapatkan materi tentang jurnalistik kreatif dan sukses story.

Acara diisi dengan materi jurnalistik kreatif dan menarik dari redaksi Tribun Kaltara, termasuk Manager Of Content Tribun Kaltara, Sumarsono.

Ada juga Kepala DKISP Ilham Zain, Supervisor Mobile Consumer Operations Telkomsel Berau, Dewan Setiyanto, serta Corporate Communication Supervisor PT. PKN, Kun Prayogie Herlambang, S. Ikom.

Para pelajar juga melakukan praktik jurnalistik di lapangan dengan bimbingan dari jurnalis Tribun Kaltara untuk membuat berita, foto, dan video.

Acara Tribun Kaltara Goes To School Tahun 2023 ini diharapkan dapat menjadi sarana bagi para pelajar untuk belajar dan mengembangkan diri di bidang jurnalistik.

(dkisp)

Sepakat Bentuk Borneo Economic Community Dorong Pertumbuhan Ekonomi di Pulau Kalimantan

JAKARTA – Dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN 2023, Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Drs. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kaltara hadiri Borneo Business Roundtable di Hotel Sultan, Jakarta Pusat pada Selasa (5/9/2023).

Borneo Business Roundtable merupakan forum Inisiatif ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) Indonesia dan Brunei Darussalam untuk Mendorong Perdagangan dan Investasi di Kalimantan, Sabah, Sarawak, dan Labuan.

Ketua ASEAN-BAC Indonesia, M Arsjad Rasjid P. M., Membuka Forum yang Dihadiri oleh Ketua ASEAN-BAC Brunei Darussalam, Puan Haslina Taib, dan Deputi Investasi dan Pendanaan Otorita IKN (OIKN), Agung Wicaksono.

Forum Sepakati Kerjasama Private Sector di Kalimantan, Sabah, Sarawak, Labuan, dan Brunei Darussalam, Membentuk Borneo Economic Community (BEC).

“Kita sudah menyepakati kerjama bersama private sector. Nah kesepakatan ini membuat yang namanya Borneo Economic Community,” jelas Arsjad.

Diketahui bersama, perpindahan ibukota negara ke Kalimantan merupakan hal yang tidak bisa diabaikan oleh pemerintah daerah di sekitarnya, termasuk Provinsi Kaltara yang memiliki banyak potensi besar untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Arsjad menjelaskan bahwa IKN, yang akan diresmikan pada 17 Agustus 2024, bertepatan dengan HUT ke-79 RI, akan menjadi ibu kota masa depan Indonesia. IKN direncanakan sebagai kota yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Gubernur Kaltara sangat mengapresiasi atas kerjasama yang terjalin karena memiliki banyak manfaat untuk masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, mudah-mudahan membawa kemakmuran dan kemajuan khususnya di wilayah Pulau Kalimantan,” ucap Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang.

Tidak berhenti hanya pada momen KTT ASEAN, kerjasama ini akan segera dilanjutkan bersama pemangku kepentingan lainnya pada bulan November di Pontianak, sebagai wujud keseriusan dalam pembangunan ekonomi di Pulau Kalimantan.

(dkisp)

Atlet Taekwondo Kaltara Raih Medali di Ajang Popnas Palembang

TANJUNG SELOR – Dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) ke-XVI di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) 2023, Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) berada di urutan ke-16 dengan perolehan 1 emas dan 1 perak. Ajang ini berlangsung dari 29 Agustus hingga 4 September 2023.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltara, Obed Daniel LT., S.Hut., M.M., yang menyaksikan secara langsung pertandingan, menyampaikan bahwa Kontingen Kaltara berpartisipasi dalam 11 cabang olahraga dengan total 32 atlet dan lebih dari 50 official dan pelatih. Melalui cabang olahraga Taekwondo, mereka berhasil meraih medali emas dan perak.

“Jadi, sampai hari ini, kontingen Kaltara telah meraih 1 emas dan 1 perak dari cabang olahraga Taekwondo. Emas diperoleh Muhammad Aidil Ilham Pasha dalam kelas under 55 kg, sementara medali perak diraih Muhammad Dwi Putra Kusuma Wardana di kelas under 63,” jelasnya.

Hingga hari ini, masih ada pertandingan yang tersisa dari cabang olahraga panjat tebing, panahan, kenpo, sepeda, dan menembak. Semoga besok masih ada harapan dari 5 cabang olahraga tersebut, sementara cabang lainnya telah selesai.

Ia meminta semua cabor bisa bertanding dengan maksimal sehingga bisa memperoleh medali buat Kaltara. Namun, seperti yang disampaikan, target tidak selalu dapat dipaksakan, dan terdapat kendala non-teknis yang dapat mempengaruhi hasil di lapangan.

“Semoga para atlet dan tim dapat menghadapi kendala-kendala tersebut dengan baik dan berusaha sebaik mungkin,” katanya.

Seperti atlet Taekwondo yang baru pulang dari Kejuaraan Internasional di Malaysia mungkin mengalami kelelahan karena tidak memiliki waktu istirahat yang cukup sebelum bergabung di Popnas.

“Hal ini tentu memengaruhi hasil, dan meskipun diharapkan lebih banyak medali, mereka hanya mampu meraih 2 medali dalam cabang Taekwondo. Semoga atlet tersebut dapat beristirahat dengan baik dan mendapatkan hasil yang lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Kadispora Obed mengungkapkan betapa pentingnya pencapaian ini bagi Kaltara dalam Popnas. Pencapaian medali emas dan perak dalam berbagai cabang olahraga adalah prestasi yang luar biasa, terutama jika dibandingkan dengan pencapaian sebelumnya yang hanya meraih medali perunggu dari cabang gulat.

Semoga prestasi ini menjadi dorongan positif untuk lebih sukses di masa mendatang dalam ajang olahraga nasional.

Setiap atlet, lanjut Obed, dihadapkan pada tantangan dan kendala yang sama, dan kesiapan serta kemampuan mereka dalam mengatasi hambatan tersebut sangat penting.

Para atlet yang masih berstatus pelajar adalah masa depan Kaltara yang memiliki potensi besar. Dengan pembinaan yang serius, berkelanjutan, dan fokus pada pengembangan cabang olahraga masing-masing, mereka bisa menjadi aset penting bagi Kaltara di setiap ajang olahraga nasional dan internasional yang akan datang.

“Semoga seluruh cabang olahraga berhasil menyelesaikan pertandingan mereka, dan semoga ada tambahan medali dari cabang yang masih bertanding. Saya berpesan kepada atlet untuk bermain dan bertanding semaksimal mungkin selama masih ada kesempatan adalah motivasi yang baik. Terus berjuang sampai akhir pertandingan, karena setiap momen adalah peluang untuk meraih prestasi,” pungkasnya.

(dkisp)

Wakil Bupati Nunukan Buka kegiatan Jambore Ranting dan Pesta Siaga 2023

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan membuka acara Jambore Ranting dan Pesta Siaga Pulau Nunukan dalam rangka peringatan HUT Pramuka yang ke – 62 tahun di bumi perkemahan (Buper) Mansapa, Selasa (05/09/2023).

Kegiatan Jambore Ranting Nunukan 2023 diikuti sebanyak 280 peserta Siaga dan Pembina Damping 30 orang dengan jumlah keseluruhan 315 orang.

Di awal sambutannya, selaku Bupati Nunukan yang diwakili oleh Wakil Bupati H. Hanafia menyampaikan permohonan maaf sekiranya yang membuka kegiatan Jambore Ranting ini adalah Bupati Nunukan.

“Kiranya yang akan membuka kegiatan jambore Ranting pulau Nunukan 2023 ini adalah Buapati Nunukan namun kesibukan beliau tidak dapat hadir bersama-sama kita dalam acara ini,” ujar Hanafia.

Selanjutnya, masih dalam sambutannya ia juga menyampaikan pesan-pesan apresiasi dari Bupati Nunukan.

“Buat adik-adik yang ada di bumi perkemahan ini tetap semangat dalam mengikuti kegiatan Jambore Ranting 2023 ini sampai selesai, kami sangat bangga dan merasa senang karena ini adalah kegiatan pertama kali dan sebelumnya kita belum ada Bumi Perkemahan (Buper) Pramuka,” ujar Hanafia.

Kemudian, saat di wawancarai selaku Wakil Bupati Nunukan Mengatakan kegiatan ini merupakan jadwal dari Kwarcab Kab. Nunukan sekaligus rangkaian kegiatan HUT Pramuka yang ke – 62 tahun.

“Mestinya kegiatan kita lakukan di tanggal 14 agustus karena situasinya belum memungkinkan dan kita sedang mempersiapkan Bumi Perkemahan (Buper) ini,” ujar Hanafia.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan harapannya terkait kegiatan ini untuk kedepannya dapat benahi dengan berbagai evaluasi setelahnya.

“Harapan kita dengan adanya kegiatan ini sambil juga kita benahi Buper sehingga kedepannya lebih bagus lagi dan konsisten apabila ada kegiatan kepramukaan disini,” tutup Hanafia.

(Wan)

Menghadapi Perubahan iklim dan Krisis pangan,Dinas Pertanian Konawe,dorong Petani cerdas iklim

KONAWE – Sardin T, SP., MP Kabid. Prasarana, Sarana Dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Konawe, menyampaikan bahwa, perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan global.

Oleh karena itu, seluruh pihak, termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan, harus berkolaborasi untuk melaksanakan kebijakan dan strategi yang telah disusun, demi menjaga ketahanan pangan yang mungkin akan terdampak karena perubahan iklim.

Hal tersebut diungkap Sardin T, SP., MP, pada acara forum workshop Membangun Ketahanan Perubahan Iklim dan Ketahanan Pangan, yang diselenggarakan Salah Satu Hotel di Unaaha (7/9/2023).

“Forum ini sangat penting dan strategis untuk mengembangkan gagasan dari seluruh pemangku kepentingan dalam upaya adaptasi perubahan iklim dan dampaknya terhadap ketersediaan pangan,” kata Sardin, Sapaan akrabnya”

Menurutnya, perubahan iklim dapat menjadi tantangan dan ancaman, namun juga bisa menjadi peluang untuk mengembangkan potensi teknologi dan keanekaragaman pangan yang dimiliki Indonesia. Terlebih, jumlah penduduk Indonesia yang cukup besar.

Ada tiga komoditas vital yang harus dipersiapkan, yaitu air, pangan, dan energi.

“Komoditas-komoditas tersebut sangat penting dan harus tersedia secara berkelanjutan,” ujarnya.

Kabid. Prasarana, Sarana Dan Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kab. Konawe Sardin T, SP., MP menyoroti dampak perubahan iklim, seperti pola cuaca yang tidak menentu, kekeringan, banjir, dan gelombang panas, yang dapat berdampak luas pada produksi tanaman, peternakan, perikanan, dan ketersediaan pangan secara keseluruhan di Kabupaten Konawe, Tantangan ini diperburuk oleh meningkatnya populasi global, yang dapat meningkatkan permintaan pangan.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, pemerintah kabupaten Konawe dalam hal ini Dinas Pertanian dan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Corus yang bekerja sama dengan Seluruh Gapoktan, harus terus berupaya mengatasi dampak perubahan iklim,” tegas Sardin.

Hal senada disampaikan Kadis Pertanian H. Gunawan Samad, SP

Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan pangan dan meningkatkan kemampuan beradaptasi pada perubahan iklim, diperlukan kerja sama dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat, pemerintah daerah, antar daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Dalam mencapai tujuan tersebut harus dilakukan sinkronisasi antar urusan yang terintegrasi dalam dokumen perencanaan.

Dinas Pertanian telah menyiapkan nomenklatur bagi seluruh Kelompok Tani untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mendukung Upaya adaptasi perubahan iklim dan ketahanan pangan. seperti yang tertuang dalam Kepmendagri 900.1.15.5-1317 tahun 2023 yang mengatur Klasifikasi, Kodefikasi Dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan Dan Keuangan Daerah,” kata Gunawan

Menurutnya, daerah memiliki peran penting dalam mewujudkan ketahanan pangan dengan meningkatkan produksi pangan, memperkuat kapasitas pertanian, dan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, perlu disusun perencanaan dan dialokasikan anggaran yang dapat mendukung upaya-upaya tersebut.

(M. Asmar)