Peringati Hari Kartini, Pj Sekda Nunukan Resmi Buka Lomba Kebaya Ibu dan Anak

NUNUKAN — Bupati Nunukan yang diwakili oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Drs. Raden Iwan Kurniawan, M.AP, secara resmi membuka Lomba Busana Kebaya dan Wastra Nusantara kategori ibu dan anak PAUD, dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 tahun 2026, Selasa (21/04).

Kegiatan yang mengusung tema “Berkarakter dan Berbudaya Menuju Indonesia Emas” ini berlangsung meriah di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan. Sebanyak 33 pasang ibu dan anak ikut ambil bagian dalam lomba tersebut.

Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Pj Sekda, disampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjadikan peringatan Hari Kartini sebagai momen penting untuk mengingat perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus memperkuat peran perempuan, terutama ibu, dalam mendidik anak.

“Ibu adalah pendidik pertama bagi anak. Dari ibu, anak belajar nilai kehidupan, sopan santun, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, lomba kebaya dan wastra Nusantara ini bukan hanya sekadar ajang penampilan, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk menanamkan nilai budaya sejak usia dini. Hal ini penting agar anak-anak tetap mengenal dan mencintai budaya sendiri di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua Panitia Nurlatifahani, SP menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan tahun 2026. Tema yang diangkat mencerminkan harapan untuk mencetak generasi yang berkarakter kuat dan tetap menjunjung tinggi budaya bangsa.

” Momentum Hari Kartini kami pilih dengan harapan, kegiatan ini bisa menjadi sarana edukatif untuk mengenalkan dan mengenang sosok pejuang emansipasi wanita indonesia yang terkenal dengan kecerdasannya,berani dan berbudaya,sehingga diharapkan nilai-nilai keteladanan Raden Ajeng Kartini dapat ditanamkan sejak dini”. Jelasnya

Puluhan peserta tampil memukau dengan balutan kebaya yang dipadukan dengan berbagai wastra Nusantara seperti batik, tenun, dan songket. Kekompakan ibu dan anak menjadi daya tarik utama dalam lomba ini.

Penilaian meliputi keserasian busana, kekompakan, ekspresi, serta kepercayaan diri saat tampil. Suasana semakin semarak dengan dukungan dan sorakan penonton, terutama saat anak-anak tampil penuh percaya diri.

Dalam kesempatan yang sama, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, S.E., menyampaikan rasa bangga atas antusiasme peserta. Ia berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya dan wastra Nusantara serta mempererat hubungan antara ibu dan anak.

” Tunjukkan Keindahan busana nusantara dengan penuh percaya diri,dan jadikan momen ini sebagai kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh ibu dan anak, dan oleh kita semua yang hadir disini” ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ibu Susanti Hermanus selaku Penasehat Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan.

Di akhir kegiatan, panitia menyerahkan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berbudaya menuju Indonesia Emas 2045.

(PROKOMPIM)

Wakil Bupati Nunukan Hadiri Pelaksanaan RPJMD dan Deklarasi Kolaborasi CSR Provinsi Kalimantan Utara

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus menghadiri kegiatan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalimantan Utara menuju tahun 2029 yang dirangkaikan dengan silaturahmi serta deklarasi Gubernur Kalimantan Utara bersama pimpinan perusahaan, dalam rangka kolaborasi, sinergi, dan akselerasi pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pembangunan Kalimantan Utara.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kasuari, Hotel Lumire, Jalan Senen Raya, Jakarta, pada Senin (20/4/2026).

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Daerah Se-Kalimantan Utara, Pimpinan Perusahaan, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Wakil Bupati Nunukan Hermanus menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Nunukan.

Menurutnya, pelaksanaan RPJMD Provinsi Kalimantan Utara hingga tahun 2029 menjadi pedoman penting dalam menentukan arah pembangunan daerah, termasuk dalam mengoptimalkan potensi kolaborasi melalui program CSR yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan perusahaan, diharapkan program CSR dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Nunukan dan Kalimantan Utara secara umum,” ujar Hermanus.

Dalam Sambutan Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperkuat pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Utara melalui optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR).

Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam kegiatan silaturahmi dan deklarasi bersama pimpinan perusahaan yang bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, kegiatan tersebut bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan wujud komitmen bersama untuk menjaga kekompakan, membangun komunikasi yang terbuka, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha demi kemajuan daerah.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menetapkan empat tujuan utama pembangunan daerah, yakni meningkatkan daya saing dan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki tata kelola pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan demi pembangunan berkelanjutan.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur konektivitas masih menjadi prioritas utama, terutama perbaikan sejumlah ruas jalan yang berperan sebagai urat nadi perekonomian masyarakat di berbagai wilayah kabupaten/kota di Kalimantan Utara.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyoroti masih terbatasnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di desa, seperti rumah layak huni, air bersih, listrik, pendidikan, dan layanan kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengajak seluruh pimpinan perusahaan untuk terus berkomitmen mendukung pembangunan daerah melalui pemanfaatan CSR yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Ia juga mendorong pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (Forum CSR) sebagai wadah kolaborasi perencanaan pembangunan antara pemerintah dan dunia usaha.

Gubernur berharap sinergi yang terjalin dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta memastikan pembangunan di Kalimantan Utara berjalan secara berkelanjutan dan merata di seluruh wilayah.

(PROKOMPIM)

Kundapil di Nunukan, Anggota DPRD Kaltara Arming Soroti Drainase Buntu dan Jalan Rusak

NUNUKAN – Komitmen untuk memastikan pembangunan tepat sasaran kembali ditunjukkan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Fraksi PDI Perjuangan, Arming, S.H. Melalui agenda Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil), ia turun langsung ke tengah masyarakat Nunukan, Sabtu (19/4/2026), guna menyerap aspirasi sekaligus mengawasi jalannya sejumlah proyek pemerintah di lapangan.

Kegiatan Kundapil kali ini tidak hanya menjadi ajang seremonial. Arming menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pengawasan program pembangunan yang tengah dikerjakan pihak ketiga, serta mendengarkan keluhan warga terkait infrastruktur lingkungan. Langkah ini diambil mengingat beberapa proyek telah berjalan satu hingga dua bulan terakhir.

Di hadapan warga, Arming mengajak masyarakat untuk tidak pasif dan ikut berperan aktif mengawasi setiap program pemerintah. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi kunci agar hasil pembangunan tidak menyimpang dari perencanaan dan benar-benar menyentuh kebutuhan dasar.

“Mari kita sama-sama mengawal agar kegiatan ini dapat terlaksana sesuai harapan. Manfaat dari pembangunan yang dilakukan pemerintah harus betul-betul dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan hanya bagus di atas kertas,” tegas Arming.

Ia menilai, pengawasan dari masyarakat menjadi kontrol sosial paling efektif untuk mencegah pekerjaan yang asal-asalan dan memastikan anggaran digunakan tepat guna.

Salah satu titik yang dikunjungi Arming adalah wilayah Jalan Teuku Umar, RT 13, Nunukan. Di sana, ia menerima langsung keluhan warga yang selama ini belum terselesaikan. Dua persoalan utama mencuat dan menjadi sorotan dalam dialog tersebut.

Pertama, warga mengharapkan perbaikan jalan berupa pengaspalan di lingkungan dekat Perumahan LA. Kondisi jalan yang rusak dikeluhkan menghambat aktivitas harian, terutama saat musim hujan tiba.

Kedua, masalah drainase yang terputus menjadi perhatian serius. Warga menyampaikan bahwa saluran air yang tidak tersambung sempurna menyebabkan aliran air terhambat. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan memicu genangan, banjir lokal, hingga masalah kesehatan lingkungan.

Menanggapi seluruh aspirasi yang masuk, Arming menyatakan komitmennya untuk membawa persoalan tersebut ke meja pembahasan di tingkat provinsi. Ia memastikan akan memperjuangkan agar perbaikan jalan dan normalisasi drainase di Nunukan masuk dalam program prioritas pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.

“Semua masukan sudah saya catat. Ini akan saya bawa dan kawal di provinsi. Saya akan pastikan Nunukan, khususnya wilayah perbatasan, mendapat perhatian pembangunan yang setimpal,” ujarnya.

Arming menambahkan, agenda Kundapil akan terus rutin dilakukan ke wilayah-wilayah lain di Kaltara yang membutuhkan perhatian. Hal ini menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Ia juga menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik dan saran membangun dari masyarakat. Menurutnya, masukan warga adalah bahan bakar untuk perbaikan kinerja, baik bagi dirinya sebagai wakil rakyat maupun bagi pemerintah secara umum.

Kunjungan kerja ini diharapkan bukan hanya menjadi ajang serap aspirasi, tetapi juga mampu mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini dinantikan warga perbatasan.

(Nn/*)

Bupati Nunukan Resmikan Dapur MBG Selisun 2, Perluas Layanan Gizi untuk Masyarakat

NUNUKAN — Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menghadiri sekaligus meresmikan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selisun 2, dan dilaksanakan oleh Yayasan Astrada Garuda Jaya bertempat di Jalan Lingkar, Nunukan Selatan, Senin (20/04).

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Yayasan Astrada Garuda Jaya yang juga Wakil Wali Kota Tarakan, Ibnu Saud, serta sejumlah unsur Forkopimda dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ibnu Saud menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pemenuhan gizi masyarakat.

“Program ini memiliki tujuan strategis, mulai dari meningkatkan kualitas gizi ibu hamil dan anak-anak, mendukung konsentrasi belajar siswa, hingga membangun sumber daya manusia yang sehat dan produktif,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa program MBG memberikan dampak ekonomi yang signifikan dengan melibatkan petani, nelayan, dan pelaku UMKM lokal. Oleh karena itu, penggunaan bahan pangan lokal menjadi prioritas utama.

Sementara itu, Bupati Nunukan H. Irwan Sabri dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadaan dapur MBG Selisun 2 akan memperluas jangkauan layanan program di wilayah Nunukan Selatan.

“Program MBG terus berkembang dan memberikan dampak nyata, baik dalam pemenuhan gizi masyarakat maupun peningkatan ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan pentingnya percepatan distribusi layanan, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, guna menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi mendatang.

Ia mengingatkan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang, sehingga kualitas layanan harus terus dijaga, terutama dalam aspek kebersihan dan keamanan makanan.

“Kepada pengelola SPPG Selisun, saya harapkan untuk selalu mengutamakan kebersihan dan memberikan pelayanan terbaik dengan penuh tanggung jawab,” tegasnya.

Data Penerima Manfaat
Dapur Umum SPPG Selisun 2 akan melayani sebanyak 1.009 penerima manfaat, terdiri dari:
• 3 sekolah TK/PAUD
• 1 sekolah SMA (SMAN 1 Nunukan Selatan)

Dengan peresmian ini, total dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Nunukan mencapai 13 unit, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 27.931 orang.

(PROKOMPIM)

Bimtek Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Penguatan Karakter Pendidikan di Nunukan

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Alimuddin menghadiri kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) bagi guru Pendidikan Agama Islam dan guru Madrasah se-Kabupaten Nunukan yang mengusung tema “Cinta adalah Fondasi Membangun Karakter dan Kompetensi melalui Kurikulum Berbasis Cinta.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kementerian Agama Kabupaten Nunukan dan berlangsung di ruang serbaguna lantai V Kantor Bupati Nunukan, Sabtu (18/04).

Dalam kesempatan tersebut, disampaikan bahwa Kabupaten Nunukan sebagai wilayah perbatasan menghadapi berbagai tantangan dalam pembangunan sektor pendidikan. Kondisi geografis yang tersebar, keterbatasan akses transportasi di sejumlah wilayah, serta kesenjangan fasilitas pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan menjadi persoalan yang terus dihadapi bersama. Selain itu, tantangan juga muncul dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Nunukan terus berupaya melakukan berbagai langkah strategis yang meliputi peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, pemerataan akses layanan pendidikan, peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan dan bimbingan teknis, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama.

Dalam hal ini, Kurikulum Berbasis Cinta dinilai sangat relevan untuk diterapkan di Kabupaten Nunukan. Pendekatan ini menekankan bahwa proses pendidikan harus dilandasi oleh kasih sayang, ketulusan, kesabaran, serta penghargaan terhadap potensi setiap anak. Guru tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang mampu membangun kedekatan emosional dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta bermakna.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum awal untuk mendorong perubahan yang lebih baik dalam dunia pendidikan di Kabupaten Nunukan.

“Saya berharap, melalui pelatihan ini, para peserta dapat memperkaya wawasan, meningkatkan kompetensi, serta mampu mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta dalam proses pembelajaran sehari-hari”, ucapnya.

(PROKOMPIM)