Ikuti Rangkaian HKG PKK ke-52 dan Jambore PKK Se-Kaltara, Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan Membawa 20 Kader PKK

NUNUKAN- Peringati Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ke-52 dan dan Jambore PKK Se-Kaltara di Tanjung Selor berlangsung meriah.

Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr(H.C.) H. Zainal A. Paliwang, M.Hum pada tanggal 23 April 2024 berlangsung di beberapa tempat dan serangkaian kegiatan lomba yang diikuti oleh 5 kabupaten dan Kota.

Tidak mau ketinggalan dalam event besar tersebut, TP PKK Kabupaten Nunukan mengikut sertakan 20 kader PKK mulai dari pokja 1 hingga pokja 4.

Dalam even ini, serangkaian lomba yang diikuti, TP PKK Kabupaten Nunukan cukup banyak meraih prestasi diantaranya adalah lomba Cerdas Cermat yang meraih juara 3, lomba senam kreasi 6 langkah cuci tangan meraih juara harapan 2, lomba memasak pangan lokal atau makanan non beras meraih juara harapan 1, lomba Parade Budaya juara harapan 1.

Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Hj. Sri Kustarwati mengatakan kehadiran PKK Kabupaten Nunukan dalam serangkaian kegiatan yang digelar oleh TP PKK Provinsi dalam rangka HKG ke-52 dan Jambore PKK se Kaltra sebagai ajang bersilaturahmi dan berbagi ilmu.

“Alhamdulillah hampir semua lomba dapat diikuti oleh kader-kader kita dan mendapat juara, walaupun bukan juara 1, tetapi antusias para kader PKK kabupaten Nunukan sangat luar biasa, saya bangga mereka dapat mengikuti lomba dengan sportif,” ujarnya.

Istri Wakil Bupati Nunukan ini juga mengatakan hampir 80% program PKK yang diamanatkan oleh PKK pusat telah dilaksanakan langsung ke masyarakat.

“Kami telah melaksanakan hampir 80 % program kerja yang diamanatkan oleh PKK pusat, diantaranya adalah penanganan stunting, selama 6 bulan kami menyediakan makanan yang memenuhi gizi anak-anak stunting, membuat dapur khusus yang bekerjasama dengan puskesmas setempat, makanan kami antar langsung ke rumah mereka, bahkan kami tunggu sampai anak-anak tersebut selesai makan,” jelasnya.

Dengan keikutsertaan TP PKK Kabupaten Nunukan di event tersebut, ketua TP PKK Kabupaten Nunukan berharap pemerintah provinsi dapat menggalakkan lagi kegiatan-kegiatan PKK kepads masyarakat

“Kegiatan yang dilaksanakan di tingkat provinsi ini kiranya Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara melalui PKK bisa menggalakkan lagi kegiatan-kegiatan seperti ini agar PKK dikenal dan bisa memasyarakat,”harapnya.

Ia pun mengajak kader PKK meningkatkan kinerja dan pengabdian mewujudkan keluarga sejahtera.

“Mari bersama kita bekerja keras agar membangun Kabupaten Nunukan yang lebih maju dimulai dari lingkungan keluarga,” ujar Sri Kustarwati.

Menurutnya, keluarga adalah benteng utama bangsa, dan PKK adalah garda terdepan dalam pemberdayaan keluarga.

Keikutsertaan PKK Kabupaten Nunukan dalam Kegiatan HKG PKK Ke-52 juga merupakan upaya meningkatkan peran PKK mewujudkan keluarga sejahtera.

Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr(H.C.) H. Zainal A. Paliwang, M.Hum menyampaikan apresiasi tinggi kepada TP PKK Kaltara atas dedikasinya mewujudkan keluarga sejahtera dan berkontribusi pada pembangunan Daerah.

Ia juga menekankan pentingnya peran PKK dalam mewujudkan visi dan misi Kaltara, yaitu “Berubah, Maju, dan Sejahtera”.

“PKK organisasi sangat penting membangun keluarga dan masyarakat sejahtera. PKK berperan mewujudkan visi dan misi Kaltara,” ujar Gubernur Zainal.

Selain lomba lomba, Kegiatan ini diisi dengan Rapat Koordinasi (Rakor) PKK, Pembukaan Jambore Kader TP PKK Provinsi Kaltara, dan Penyerahan Penghargaan Adhi Bhakti 2024.

(PROKOMPIM)

Sekretaris Daerah Inspektur Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke XXVIII Tahun 2024

NUNUKAN – Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah Ke XXVIII Tahun 2024, dengan mengusung tema, “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan Yang Sehat.” Kamis (25/4).

Upacara yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, dilaksanakan di halaman Kantor Bupati Nunukan dan dihadiri Unsur Forkopimda Kab. Nunukan, Asisten Administrasi Umum Drs. Syafarudin, serta Kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kab. Nunukan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus, Membacakan sambutan tertulis Menteri Dalam Negeri RI M. Tito Karnavian.

Dalam sambutannya disampaikan bahwa perjalanan kebijakan otonomi daerah selama lebih dari seperempat abad merupakan momentum yang tepat bagi kita semua untuk memaknai kembali arti, filosofi dan tujuan dari otonomi daerah. Otonomi daerah dirancang untuk mencapai 2 (dua) tujuan utama termasuk diantaranya tujuan kesejahteraan dan tujuan demokrasi.

Dari segi tujuan kesejahteraan, desentralisasi diarahkan untuk memberikan pelayanan publik bagi masyarakat secara efektif, efisien dan ekonomis melalui berbagai inovasi kebijakan pemerintah yang menekankan kepada kekhasan daerah yang bersangkutan (endogenous development) serta pemanfaatan potensi sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan (sustainable).

Sedangkan dari segi tujuan demokrasi, kebijakan desentralisasi menjadi instrumen pendidikan politik di tingkat lokal yang mempercepat terwujudnya masyarakat madani atau civil society.

“Kementetian Dalam Negeri juga berkomitmen untuk memperkuat fungsinya dalam fasilitasi produk hukum daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau untuk mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakar secara holistik,” tegasnya.

Disamping mendorong percepatan perbaikan kualitas pelayanan publik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam konteks ekonomi hijau.

“Pemerintah daerah secara eksisting dihadapkan pada hambatan dan tantangan dalam oembangunan daerah untuk mendorong program pembangunan nasional meliputi penanganan stunting, penurunan angka kemiskinan ekstrim, pengendalian inflasi, peningkatan pelayanan publik yang berkualitas melalui Sistim Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBESPBE) , percepatan proses pemulihan perekonomian nasional maupun daerah serta ekonomi hijau dan lingkungan yang sehat,”ungkapnya lagi.

Selain itu, dalam sambutan Menteri Dalam Negeri dikatakan bahwa setelah 28 tahun berlalu, otonomi daerah telah memberikan dampak positif, berupa meningkatnya angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), bertambahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan kemampuan fiskal daerah.

Mendagri juga meminta kepada daerah yang kemampuan PAD fiskalnya baik tetapi IOM-nya masih rendahrendah, angka kemiskinan masih cukup tinggi dan akses infrastruktur belum baik, perlu kiranya melakukan evaluasi untuk memastikan bahwa penyusunan program dan kegiatan dalam APBD agar tepat sasaransasaran, efektif, serta efisien.

“Saya juga menghimbau bagi daerah yang masih rendah PAD-nya agar melakukan terobosan dan inovasi untuk menggali berbagai potensi yang dapat memberikan nilai tambah serta peningkatan bagi PAD, tanpa melanggat hukum dan norma yang ada serta tidak memberatkan rakyat,”tegasnya.

(PROKOMPIM)

Kunjungan Kerja Direktur C Bais TNI di Kabupaten Nunukan

NUNUKAN – Direktur C Bais TNI Brigjen TNI Mirza Patria Jaya melakukan kunjungan kerja di kabupaten Nunukan. Dalam kunjungannya kali ini untuk membahas permasalahan ancaman dan kerawanan wilayah perbatasan khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan yang berbatasan langsung dengan Wilayah Negara Malaysia. Rabu (24/4).

Setelah mengunjungi Pos-Pos yang berada di wilayah Sebatik, Direktur C Bais TNI beserta rombongan langsung menuju Makodim 0911 Nunukan, guna melaksanakan diskusi membahas tentang Permasalahan Ancaman dan Kerawanan di wilayah perbatasan bersama dengan Bupati Nunukan yang diwakili oleh Kepala Kesbangpol Kab. Nunukan Hasan Basri, Unsur Forkopimda Kab. Nunukan, Kepala BP2MI Nunukan, Kepala Imigraai Nunukan, Kepala Bea Cukai Nunukan, Dansubdenpom Nunukan.

Sebelum melakukan diskusi pembahasan, Kepala Kesbangpol Kab. Nunukan Hasan Basri mewakili Bupati Nunukan berkesempatan untuk membacakan sambutan Bupati.

Dalam sambutannya Bupati menyampaikan ucapan selamat datang kepada Direktur C Bais Brigjen TNI Mirza Patria Jaya beserta rombongan di Kab. Nunukan.

“Kunjungan ini merupakan sebuah kehormatan dan penghargaan yang besar bagi kami yang berada di daerah perbatasan. Saya percaya, melalui kunjungan ini akan terjalin satu kemitraan dan kerjasama yang makin erat diantara Pemerintah Kabupaten Nunukan dengan jajaran TNI di masa mendatang, ” ungkapnya.

Selanjutnya dalam sambutan dikatakan bahwa Kabupaten Nunukan merupakan wilayah perbatasn yang memiliki 17 kecamatan yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia bagian Sabah dan Serawak.

Sebagai Daerah perbatasan tentunya ada berbagai potensi baik di bidang perdagangan, ketenagakerjaan, termasuk hubungan sosial dan kebudayaan.

“Akan tetapi di sisi lain, kita juga sepenuhnya menyadari bahwa posisi sebagai daerah perbatasan menyimpan berbagai ancaman dan kerawanan, mulai dari penyelundupan barang ilegal, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), Kejahatan Narkotika, hingga kerawanan yang menyangkut sisi keamanan dan pertahanan negara, seperti pergeseraan patok batas negara, pencurian ikan, kayiu, dan sebagainya, “ujarnya.

Dalam Sambutan tertulisnya Bupati juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran Bais TNI yang telag menaruh perhatian besar terhadap persoalan-persoalan di perbatasan.

” Saya optimis, jika kita semua bisa bersinergi dan bergandengan tangan mengatasi masalah ini, maka akan ada program dan kemajuan berarti yang akan kita rasakan, “tegasnya.

Selain itu, Direktur C Bais TNI Brigjen Mirza Patria Jaya menyampaikan tujuan dari kunjungan kerja di Kabupaten Nunukan ini adalah untuk meninjau dan melihat secara langsung perkembangan di wilayah perbatasan.

(PROKOMPIM)

Pemprov Gaet Investor untuk Bangun RSUD Tanjung Selor

TANJUNG SELOR – Optimalisasi layanan fasilitas kesehatan di Provinsi Kalimantan Utara terus berbenah. Salah satunya adalah menggulirkan kembali rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjung Selor.

Gubernur Kaltara, DR (HC) H Zainal A Paliwang, M.Hum mengungkapkan rencana pembangunan RSUD Tipe A tersebut mendapat dukungan dari investor. “Beberapa waktu yang lalu, saya mendampingi mereka untuk meninjau lahan yang menjadi titik lokasi rencana pembangunan RSUD Tanjung Selor,”kata Gubernur.

Menurutnya, peninjauan ke lokasi tersebut bertujuan meningkatkan akses dan pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bulungan dan sekitarnya.

“Insyaallah dengan hadirnya rumah sakit yang cukup lengkap ini, nantinya dapat mengakomodir pasien – pasien dari wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya,”katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, H Usman mengungkapkan, rencananya RSUD Tanjung Selor akan dibangun dengan 300 tempat tidur. Dalam hal ini jumlah tersebut dapat dikategorikan sebagai RSUD Tipe A.

“Terkait kapan dimulai, kita akan menunggu penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terlebih dahulu,”jelasnya.

Untuk kebutuhan pembangunan rumah sakit akan dikomunikasikan lebih lanjut antara Pemerintah Provinsi Kaltara dengan investor. Sebab, dibutuhkan persiapan seperti perizinan dan sebagainya terkait dengan lokasinya.

“Selama ini pasien harus dirujuk jauh ke RSUD Dr. Jusuf SK Tarakan, nantinya juga cukup ditangani di Tanjung Selor saja dan pasien juga dapat tertangani lebih cepat,”tuntasnya.

Dalam peninjauan tersebut turut serta para investor yang terdiri dari WCT Berhad.

Seperti diketahui, kehadiran WCT Berhad Malaysia ke Kaltara untuk melirik sejumlah potensi investasi. Bahkan perusahaan negeri jiran tersebut mengikuti pertemuan dengan perangkat daerah di lingkup Provinsi Kaltara yang dipimpin Gubernur.

Tony Chan sebagai perwakilan dari WCT Berhad menunjukkan antusiasmenya berinvestasi di Kaltara karena potensi pembangunan yang tidak hanya di darat melainkan juga di laut dan udara. Gubernur berharap pertemuan ini menjadi permulaan pembangunan yang akan berdampak positif untuk masyarakat Kaltara.

(dkisp)

Gubernur Hadiri Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah di Balai Kota Surabaya

SURABAYA– Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), DR. (HC) H. Zainal A Paliwang, M.Hum, mengikuti Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) XXVIII tahun 2024 yang digelar di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4).

Upacara peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang diikuti oleh kepala daerah se-Indonesia dan berbagai tamu undangan lainnya yang berlangsung khidmat.

Peringatan Hari Otonomi Daerah tahun 2024 ini mengangkat tema Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang sehat.

Usai menghadiri upacara Peringatan Hari Otda ke 28, Gubernur Zainal memuji persiapan panitia penyelenggara yang berjalan lancar meski dalam suasana hujan mengguyur kota pahlawan.

“Saya lihat luar biasa acara ini, kesiapan panitia untuk menyukseskan rangkaian acara HUT Otda yg ke 28 ini,” ujarnya.

Melalui peringatan ini, Gubernur Zainal menyimpan harapan agar Provinsi Kaltara segera memiliki Ibu Kota Provinsi, dikarenakan saat ini status Tanjung Selor masih menjadi Kecamatan di Kabupaten Bulungan.

“Kaltara yang notabene merupakan Provinsi sampai detik ini ibu kota belum ada, dan ibu kota ini yang kita minta terus supaya bisa dibuka moratorium khusus Kaltara,” pungkasnya.

(dkisp)