Wakil Bupati Nunukan Hadiri Kegiatan SPM Award 2024

NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah, SE menghadiri acara penghargaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Award 2024, yang dilaksanakan di Auditorium Hotel Bidakara Jakarta, Rabu (24/4).

SPM Award 2024 dibuka Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Mampu Wetipo. Saat ini menurut John Wempu Wetipo, dalam pencapaian SPM di tingkat provinsi dan daerah masih banyak yang belum mencapai target.

Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo menegaskan bahwa meskipun terdapat tren peningkatan nilai indeks rata-rata kinerja SPM, masih ditemukan berbagai kendala dan masalah yang menyebabkan belum optimalnya pelaksanaan kinerja SPM di beberapa daerah.

“Tahun 2023 merupakan tahun kelima penerapan SPM dan sistem pelaporan, tidak hanya dalam bentuk buku laporan, melainkan melalui aplikasi pelaporan e-SPM,” ujarnya.

Pada 2024 ini lanjut John Wempu Wetipo, harus bisa mencapai tuntas paripurna yaitu 100 persen. Hal ini sesuai dengan target yang ditetapkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPKMN) tahun 2019-2024.

Untuk itu Wamendagri minta, semua daerah harus bekerja lebih ekstra, berinovasi dan berkreasi dalam menangani permasalahan-permasalahan masyarakat, baik di lingkungan Pemerintah Pusat maupun Daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Nunukan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang telah sukses menggelar agenda akbar SPM Awards 2024.

‘’Penghargaan yang diberikan pada SPM Award 2024, dapat memberikan motivasi dan semangat kepada Pemerintah Daerah untuk senantiasa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,’’ ujar Hanafiah.

SPM Awards 2024 merupakan bentuk penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri kepada pemerintah daerah yang berkinerja terbaik, dalam menerapkan SPM kepada tiga provinsi, tiga kabupaten, dan tiga kota.

SPM Award 2024 mengacu ke Permendagri nomor 10 tahun 2023 tentang pedoman penyusunan RKPD 2024, Permendagri nomor 15 tahun 2023 tantang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2024 dan Permendagri nomor 90 tahun 2019 tentang klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah.

Hadir pada acara yang berlangsung meriah itu selain Wakil Bupati H. Hanafiah, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Nunukan, R. Iwan Kurniawan .

(PROKOMPIM)

BPPD Kabupaten Nunukan Gelar Bimtek Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Terdepan Perbatasan Negara Sebagai Bagian Sistem Hankam

NUNUKAN -Sebagai langkah untuk mengenal dan memahami wilayah perbatasan antara dua negara Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah BPPD Kab. Nunukan menggelar pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan tema “Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Terdepan Perbatasan Negara Sebagai Bagian Sistem Hankam”. Bimbingan teknis ini bagi masyarakat desa yang terdepan secara langsung perbatasan dengan negara tetangga sebagai bagian sistem pertahanan keamanan di Kecamatan Tulin Onsoi.

Acara Bimtek ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 22 s/d 24 April 2024. Yang resmi dibuka oleh Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Kab. Nunukan Ir. H. Dian Kusumanto., M.Si yang hadir mewakili Bupati Nunukan di ruang pertemuan serbaguna Penginapan Aulia Kecamatan Tulin Onsoi. Kab. Nunukan (23/04).

Turut menghadiri bimtek kali ini Asisten Deputi Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat BNPP, Kepala BPPD Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Dinas PMD Provinsi Kalimantan Utara, mewakili Kepala dinas PMD Kab. Nunukan, Danpos Satgas Pamtas, Camat Tulin Onsoi, Kades, dan masyarakat desa perbatasan sebagai peserta.

Bupati Nunukan dalam sambutannya yang diwakili Kepala BPPD Kab. Nunukan Dian Kusumanto menyampaikan bahwa Kab. Nunukan adalah wilayah yang berbatasan langsung dengan negara malaysia. kecamatan Sebatik, Sei manggaris, Krayan, Lumbis, dan Tulin Onsoi merupakan wilayah – wilayah yang secara berbatasan secara dengan wilayah di negara bagian Sabah dan Serawak, Malaysia.

Konsekuensi dari daerah perbatasan, Kab. Nunukan memiliki berbagai kerawanan, mulai dari penyelundupan barang – barang ilegal, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), kejahatan narkotika, hingga kerawanan yang menyangkut sisi keamanan dan pertahanan negara, seperti pergeseran patok perbatasan, pencurian ikan, pencurian kayu dan lain sebagainya.

“Semua titik rawan tersebut harus diwaspadai dan dijaga, karena hal itu menyangkut harga diri dan kewibawaan kita sebagai bangsa yang berdaulat.
Sebagai masyarakat yang tinggal di perbatasan, kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar semua titik – titik rawan tersebut tidak dimanfaatkan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab”, ujar H. Dian Kusumanto.

Namun masyarakat di wilayah perbatasan juga harus memiliki semangat nasionalisme dan rasa kebangsaan yang tinggi, sehingga mereka memiliki kesadaran untuk ikut menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
Desa – desa terdepan yang berada di daerah – daerah perbatasan harus terus diberikan motivasi, bahwa mereka mempunyai tanggung jawab dan tugas yang mulia dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara ini,”Tegasnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, menurutnya adalah dengan mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pengetahuan, ketrampilan, sikap dan perilaku, serta kedasaran dalam memanfaatkan segala sumber daya yang ada.

“Masyarakat desa juga harus diberikan bekal dan kemampuan yang cukup dalam melakukan identifikasi, pemantauan maupun pelaporan ketika mengetahui ada kegiatan – kegiatan ilegal, dan membahayakan wilayah dan kedaulatan negara. Jika masyarakat beserta tokoh – tokoh masyarakatnya yang berada di desa – desa terdepan, bisa bersinergi dengan jajaran aparat keamanan dan pemerintah di semua tingkatan, maka saya yakin akan muncul sebuah kekuatan besar dalam menjaga kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia”, tambahnya.

“Untuk itu, lanjut dalam sambutannya Bupati memberikan apresiasi yang sebesar – besarnya kepada Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kab. Nunukan yang telah melaksanakan Bimtek kali ini.

” Ucapan terima kasih dan apresiasi juga saya sampaikan kepada seluruh narasumber yang berkenan meluangkan waktunya untuk membina kami – kami yang tinggal di daerah perbatasan,”Ungkapnya.

Selanjutnya, Asdep Pengelolaan Batas Negara Wilayah Darat BNPP Drs. Ismawan Harijono., M.Si, menyampaikan sambutannya bahwa pada era pemerintahan presiden Joko Widodo pembangunan daerah perbatasan merupakan salah satu agenda prioritas sebagaimana amanat nawacita ketiga yaitu, membangun indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kesatuan Republik Indonesia.

“Hal ini jelas sejalan dengan pembangunan daerah perbatasan yang mengutamakan pembangunan lokasi-lokasi prioritas yaitu kecamatan yang letaknya tepat berbatasan dengan negara tetangga”, ujar Ismawan.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Ismawan mengungkapkan bahwa BNPP mendukung sepenuhnya dan diharapkan dapat memberikan dampak yang positif serta pemahaman akan pentingnya partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam pengelolaan perbatasan guna mendukung Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta) dalam rangka menjaga, memelihara, dan menggerakan pembangunan di kawasan perbatasan.

Lanjut dikatakan maksud dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan merubah sikap peserta Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Desa Terdepan Perbatasan Negara sebagai Bagian Sistem Hankam.

“Tujuan dari kegiatan ini agar peserta dapat memahami kebijakan pengelolaan batas wilayah negara, peserta dapat memahami kewenangan pemerintah pusat dan pemerintah daerah”, tambahnya.

Selian itu diharapkan peserta dapat memahami sistem pengamanan perbatasan terpadu (integrated border security systems), peserta dapat mengidentifikasi dan melaporkan kondisi patok/pilar batas negara, meningkatnya pemahaman peran serta dan fungsi pemerintah desa untuk mendukung penguatan pertahanan dan keamanan di garis batas negara.

Lebih dari itu Ismawan juga berharap peserta dapat memahami peran serta Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Mitra Desa dalam Pengelolaan Batas Wilayah Negara.

“Peserta juga dapat terampil dalam tata cara pelaporan terkait dengan pertahanan dan keamanan di perbatasan, serta meningkatkan peran pemerintah desa dan masyarakat dalam pertahanan dan keamanan, perbatasan negara dianggap penting dan mendasar karena merupakan beranda depan negara yang sampai saat ini masih banyak digunakan sebagai jalur pelanggaran ilegal baik transnasional maupun internasional,”Jelasnya.

(PROKOMPIM)

Sekprov Musrenbang RKPD 2025 di Tarakan

TARAKAN – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pembangunan (Bappeda-Litbang) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025, Rabu (24/4).

Musrenbang ini dihadiri Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara Dr. H. Suriansyah, M.AP., yang mewakili Gubernur Kaltara memberi sambutan sekaligus membuka acara ini secara resmi.

“Musrenbang ini merupakan rangkaian proses strategis yang dibangun sebagai wadah untuk berdiskusi, tukar pikiran serta pendapat para pemangku kepentingan baik itu pemerintah, akademisi, swasta maupun masyarakat,”kata Sekprov.

“Hal ini sejalan dengan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional,”lanjutnya.

Sesuai amanat UU, perencanaan pembangunan tidak hanya mengedepankan aspek perencanaan Top Down (dari atas ke bawah) namun juga dapat mengakomodir saran, pendapat, masukan dan pemikiran-pemikiran positif dari bawah ke atas (Bottom Up Planning).

“Maka dalam musyawarah ini, Maka akan diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi, yang mana dengan mengingat keterbatasan waktu aspirasi dapat diberikan secara tertulis kepada Bappeda-Litbang,” katanya.

Musrenbang kali ini mengusung tema “Perdagangan Komoditas Unggulan Daerah” yang mana ini sejalan dengan rumusan arah kebijakan pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kaltara 2021-2026.

“Untuk mencapai target-target yang telah ditentukan, maka struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam periode tertentu dengan memastikan peningkatan nilai kontribusi dari 17 sektor” ucap Sekda dalam lanjutan sambutan yang ia bacakan.

Bagaimanapun, peningkatan pertumbuhan tersebut juga akan ditopang oleh Ibukota Nusantara (IKN) dan ekspor serta hilirisasi. Serta Pemerintah juga harus waspada dengan situasi terkini yang penuh ketidakpastian global, seperti konflik-konflik bersenjata yang terjadi dibeberapa negara.

Karena hal tersebut akan berdampak kepada stabilitas ekonomi global dan pasti juga akan berdampak pada perekonomian Indonesia. “Dan ini adalah momentum bagi kita untuk dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah, DPRD, serta berbagai lapisan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan Kaltara yang berkualitas dan berkelanjutan,”terangnya.

Turut hadir para Kepala Organisasi Perangkat Daerah( OPD) di lingkungan Pemprov Kaltara, unsur-unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kaltara, Tokoh Masyarakat dan para peserta musyawarah yang berasal dari OPD-OPD terkait serta pihak swasta.

(dkisp)

 

 

Pemprov Kaltara Dihimbau Lakukan Inovasi Penanggulangan Bencana

BANDUNG – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr Yansen TP, M.Si mengikuti jalannya Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 2024. Pelaksanaan rakornas tahun digelar di Bandung, Jawa Barat, Rabu (24/4).

Wagub Yansen mengungkapkan, Rakornas itu dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang mengapresasi agenda tersebut sebagai upaya memperkuat kolaborasi dan sinergi penanggulangan bencana Indonesia. “Lebih dari 2.000 peserta yang hadir pada Rakornas Penanggulangan Bencana 2024 yang mengangkat tema “Pengembangan Teknologi dan Inovasi dalam Penanggulangan Bencana,”kata Wagub.

Wagub juga menyampaikan bahwa Wapres meminta agar seluruh pemerintah daerah dapat melakukan inovasi dalam penanggulangan bencana. Sehingga langkah dan rencana tanggap darurat yang dilaksanakan harus mampu mengurangi dampak bencana terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

Dikatakannya, industrialisasi teknologi dan inovasi di bidang kebencanaan menjadi penting dilakukan oleh Indonesia yang merupakan negara dengan risiko bencana tinggi. Sebab, tanpa adanya industrialisasi, berbagai bentuk inovasi tidak lantas bisa memberikan dampak atau manfaat yang signifikan kepada masyarakat.

“Tentu kita diminta agar pengembangan teknologi dan inovasi dalam penanggulangan bencana di dalam negeri untuk terus dioptimalkan. Dengan mendorong integrasi teknologi dan inovasi berbasis data yang valid, sebagai kunci terwujudnya efektifitas dan efisiensi aksi dini dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana,” kata Wagub mengutip pernyataan Wapres Ma’ruf Amin saat Rakornas berlangsung.

Selain itu, bila industri kebencanaan di Indonesia makin bertumbuh khususnya dalam bidang inovasi dan teknologi hal ini menjadi pusat keunggulan bagi Indonesia di mata global. Sehingga Indonesia yang selama ini hanya menjadi pengguna dari teknologi negara lain, juga turut menjadi kreator yang mengekspor inovasi dari tanah air.

“Ini bisa menjadi centre of excellence dan bentuk kemandirian teknologi bagi Indonesia karena posisi kita sebagai negara dengan risiko tinggi terhadap bencana sehingga kita bisa menjadi eksportir sistem dan teknologi yang baru yang dihasilkan dari dalam negeri. Jadi ini sangat penting bila kita ingin buat lompatan besar maka perlu inovasi yang besar dengan membangun industrialisasi bencana,” terangnya.

Wagub menambahkan, bertumbuhnya industri kebencanaan di tanah tidak lepas dari peran multipihak salah satunya adalah kesiapan industri itu sendiri lalu pemerintah sebagai jembatan antara pelaku industri dan pengguna. Pasalnya, berbicara teknologi tidak hanya mengenai teknologi tinggi namun juga tepat guna yang dapat membantu meningkatkan efektivitas penanggulangan bencana.

“Jadi kita bicara bagaimana kita bisa menjembatani teknologi itu kepada lembaga usaha dan industri yang bagaimana nanti dari hulu ke hilir benar-benar ada konektivitas. Ini tidak mudah perlu ada tahapan, komitmen, dan regulasi, sebab kalau regulasi tidak ada penerapannya tida ada gunanya, tapi teknologi tidak ada regulasi menjadi tantangan sendiri,” jelasnya.

Menurut Wagub Yansen, keselarasan antara strategi dan kebijakan harus didukung inovasi dan teknlogi yang memungkinkan respons cepat. Ini akan dapat menjawab tantangan perencanaan untuk mengantisipasi, mencegah dan membangun kesiapsiagaan.

Di samping itu, lanjut Wagub, inovasi dan teknologi yang dirancang akan mampu menunjang ekosistem aksi dini di masyarakat. Karena itu, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltara harus dapat menterjemahkannya dalam bentuk inovasi.

“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa, fase tanggap darurat akan lebih efektif jika didukung oleh ketersediaan logistik dan peralatan yang cukup, agar transisi darurat dan fase rehabilitasi dan rekonstruksi bisa diakselerasi,” ujarnya.

Karena itu, Rakornas PB 2024 menjadi sarana koordinasi antara BNPB dan BPBD serta mitra kerja terkait di tingkat pusat dan daerah, tentunya dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.

Melalui agenda ini, Wagub berharap Rakornas PB 2024 dapat mengidentifikasi tantangan dan mengevaluasi pencapaian program penanggulangan bencana. Kemudian, menginternalisasi dan menyelaraskan rencana program penanggulangan bencana di tingkat nasional-provinsi dan kabupaten/kota. Menyusun rekomendasi kebijakan BNPB dan BPBD di tahun ini, serta membuka wawasan teknologi dan inovasi dalam kebencaaan secara lebih luas.

(dkisp)

Buka Rangkaian HKG ke-52 dan Jambore PKK Se-Kaltara, Gubernur Hadiahkan Dua Kader Berangkat ke Tanah Suci

Tanjung Selor- Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr(H.C.) H. Zainal A. Paliwang, M.Hum, didampingi sang istri, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kaltara, Hj. Rahmawati Zainal, S.H., menghadiri sekaligus membuka rangkaian Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-52, Rapat Koordinasi dan Jambore Kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Se-Kaltara, di Aula Serbaguna, Gedung Gabungan Dinas, Selasa (23/4).

“Kegiatan ini menjadi refleksi, sekaligus menambah semangat untuk menjalankan kegiatan di masa yang akan datang. Atas nama pemerintah provinsi saya juga mengucapkan selamat hari Kartini kepada para wanita yang hadir pada kesempatan ini,” ucap Gubernur mengingat tokoh wanita pahlawan nasional, yang berjasa memperjuangkan hak-hak wanita di Indonesia.

HKG bertujuan untuk mewujudkan keluarga berkualitas dalam aspek moral, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, ekonomi dan lingkungan hidup, melalui gerakan tersebu PKK diharapkan agar mampu mempercepat kesejahteraan keluarga, melalui pembinaan secara nyata.

“Akan diserahkan penghargaan Adhi Bhakti kepada kader yang telah memberikan kontribusi dan terus aktif dalam gerakan PKK selama sepuluh tahun, limabelas tahun, dan duapuluh lima tahun tidak terputus sekalipun pindah tempat tinggal, ” tambahnya.

Diparuh akhir sambutan, Gubernur Zainal bersama Bunda Rahmawati memberikan pertanyaan terkait PKK yang berhasil dijawab oleh Mardiana kader PKK asal Kabupaten Nunukan yang dihadiahkan umroh, sementara Irawati kader PKK asal Kabupaten Malinau akan diberangkatkan menuju tanah suci Yerusalem oleh Gubernur.

(Chai/DKISPKaltara)