Pemprov Kaltara Himbau PT. KIPI Serap Tenaga Kerja Lokal

TANJUNG SELOR – Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) H. Asnawi, S.Sos., M.Si memastikan bahwa semua tenaga kerja lokal mendapat perhatian yang sama untuk mendapatkan pekerjaan, khususnya di PT. Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI).

Asnawi menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal. Salah satunya dengan menggelar even Job Fair 2025 lalu untuk mengakomodir para pekerja agar dapat bekerja di perusahaan.

“Kita memprioritaskan pekerja lokal buktinya kemarin kita mengadakan kegiatan Job Fair. Dari PT. KIPI dan rekanannya ikut serta disitu, memprioritaskan tenaga kerja lokal kita,” kata Asnawi.

Dari kegiatan Job Fair ini, PT. KIPI bahkan secara resmi membuka lowongan kerja untuk tenaga kerja lokal di Kaltara.

Ia menambahkan terkait akan segera beroperasi Smelter Aluminium di kawasan PT. KIPI, yang secara otomatis produksi akan semakin meningkat dan membutuhkan banyak tenaga kerja lokal.

“Dengan seperti ini, dengan produksi meningkat maka kita akan menyiapkan tenaga kerja kita,” ujarnya.

Lebih jauh, Asnawi menghimbau kepada seluruh perusahaan di Kaltara, termasuk PT. KIPI untuk tetap memprioritaskan perekrutan pekerja lokal di Kaltara.

“Kita meminta kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Kaltara, khususnya di PT. KIPI untuk memprioritaskan pekerja lokal,” tegasnya.

Kendati demikian, ia mengakui perekrutan tenaga kerja lokal dilakukan berdasarkan kompetensi yang dimiliki. Karena itu, Asnawi menekankan agar PT. KIPI maupun perusahaan-perusahaan yang ada di Kaltara dapat bersikap profesional dalam menerima karyawan dan selalu memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Sampai saat ini kita meminta kepada perusahaan-perusahaan yang akan merekrut tenaga kerja tetap melapor ke kita baik ke provinsi maupun kabupaten bahwa ada perekrutan ini,” tuntasnya.

(dkisp)

Tingkatkan Konektivitas, Pemprov Dorong AirAsia Buka Rute Penerbangan Tarakan-Tawau

TANGERANG – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., bersama jajaran melakukan audiensi bersama manajemen PT Indonesia AirAsia, yang berlangsung di AirAsia Redhouse, Tangerang, Senin (12/1).

Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban ini dengan agenda membahas rencana pembukaan rute penerbangan baru Tarakan–Tawau (Sabah, Malaysia).

‎‎Di kesempatan itu, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa pembukaan rute penerbangan internasional Tarakan–Tawau tersebut memiliki arti strategis bagi Kaltara sebagai provinsi perbatasan.

Ia menilai hadirnya rute ini akan mampu memperkuat konektivitas internasional, memperlancar mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, pariwisata dan investasi.

‎“Tarakan merupakan pintu gerbang Kalimantan Utara. Dengan adanya rute Tarakan–Tawau, diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat serta meningkatkan aktivitas ekonomi kawasan perbatasan,” kata Gubernur.

‎Zainal menyatakan Pemprov Kaltara berkomitmen untuk mendukung rencana tersebut sesuai kewenangan daerah, termasuk melalui koordinasi lintas sektor, dukungan kebijakan serta kesiapan infrastruktur transportasi udara.

‎Sementara itu, pihak AirAsia menyambut positif atas usulan pembukaan rute baru tersebut dan akan melakukan kajian lebih lanjut terkait aspek operasional, teknis serta potensi pasar penumpang.

‎Pemprov Kaltara berharap rencana pembukaan rute penerbangan internasional Tarakan–Tawau dapat segera terealisasi, dalam rangka memperkuat konektivitas wilayah, mempercepat pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltara

Dalam pertemuan ini turut hadir mendampingi Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Kaltara H. Dt. Iqro Ramadhan, S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara H. Idham Chalid, S.Pi., M.P, serta Kepala Badan Penghubung (Banhub) Kaltara H. Teddy Kusuma, S.Hut., M.AP serta pihak Bandara Internasional Juwata Tarakan.

(dkisp)

Musibah Kebakaran di Nunukan Tengah, Bupati Nunukan Turun Langsung Beri Bantuan

NUNUKAN– Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE mengunjungi rumah milik Katerina Bendong, warga Jalan Rimba RT 09, Kelurahan Nunukan Tengah, yang mengalami musibah kebakaran pada Minggu pagi (11/1/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan empati Pemerintah Kabupaten Nunukan terhadap warganya yang tertimpa musibah.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan bantuan sebesar Rp. 10.000.000. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban korban serta membantu pemenuhan kebutuhan mendesak pascakebakaran.

Bupati Nunukan menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warganya. Ia berharap korban diberikan ketabahan dan kekuatan, serta meminta agar bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

“Pemerintah daerah hadir untuk memberikan dukungan kepada masyarakat yang mengalami musibah. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban dan membantu proses pemulihan. Semoga keluarga yang terdampak diberikan kesabaran dan segera bangkit,” ujar Bupati.

Peristiwa kebakaran tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api yang cukup besar disertai asap tebal membuat warga berteriak meminta pertolongan dan segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Nunukan, Wahyudi Kawariyin, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 06.40 WITA. Setelah menerima informasi, petugas langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

“Api dengan cepat menghanguskan lantai atas rumah yang berbahan semi permanen. Namun berkat kerja sama petugas dan dibantu warga, api berhasil dipadamkan kurang dari setengah jam,” jelas Wahyudi.

Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, khususnya dengan melakukan pemeriksaan rutin terhadap instalasi dan peralatan listrik di rumah guna mencegah terjadinya kebakaran.

(PROKOMPIM)

Selamat Tinggal? Media Lokal Kaltara Terancam Tutup Serentak!

Memasuki tahun 2026, puluhan media website lokal saling berebut pembaca dalam wilayah yang jumlah penduduknya bahkan belum menyentuh satu juta jiwa. Jika harus berkompetisi secara brutal dalam ruang sekecil ini, persoalannya menjadi tidak masuk akal.

Sebagian besar media lokal baru lahir dengan harapan hidup yang sederhana: meraih pembaca sebanyak mungkin, lalu mendapat kontrak publikasi dari pemerintah daerah atau dilirik brand besar untuk beriklan. Itulah mimpi yang ‘mereka kira’ paling realistis.

Namun kenyataan di lapangan jauh lebih keras. Jumlah pembaca lokal sangat terbatas, pihak swasta tentu belum percaya pada media kecil, sementara pemerintah daerah hanya mampu menampung segelintir media yang sudah punya nama besar, rekam jejak yang jelas, dan yang terpenting memiliki kedekatan tertentu. Ironisnya, indikator profesionalitas sering kali masih kalah oleh faktor non-teknis ‘orang dalam’ yang sulit dibicarakan secara terbuka.

Di sisi lain, jalan panjang merintis media sangat menguras waktu, biaya, dan semangat. Cepat atau lambat rasa putus asa itu pasti akan tiba juga. Ini berarti, persoalan utama bukan terletak pada kualitas pemberitaan. Banyak media lokal sebenarnya jauh lebih bekerja serius, idealis, dan memahami jurnalisme. Masalahnya justru terletak pada sistem monetisasi yang memaksa media-media kecil ini untuk saling bertempur dalam ruang yang sempit.

Sistem pembayaran iklan global mensyaratkan trafik pembaca dalam jumlah besar. Padahal, basis pembaca lokal di Kalimantan Utara sangat terbatas secara demografis. Akibatnya, media kecil dipaksa mengejar angka yang mustahil bisa dicapai.

Para media kecil akhirnya berjuang dan kalah sendirian. Sebab perhatian publik cenderung bersandar pada kanal-kanal media arus utama yang sudah lama dikenal.

Lagi pula, siapa yang mau buka dua atau tiga website berbeda hanya untuk membaca satu berita yang sama?

Dengan pola lama seperti ini, kita sebenarnya hanya tinggal menghitung waktu sampai media-media lokal ini tutup satu per satu. Bukan karena berita mereka jelek atau websitenya kurang update, melainkan karena sistem sejak awal tidak memberi mereka ruang hidup yang adil.

Ditulis oleh: Fitri Zulkarnain, Praktisi Rekayasa Sosial dan Pengembang Teknologi

Wagub Dorong Semangat Kebersamaan Tangani Persoalan Sosial di Masyarakat

TARAKAN – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara) Ingkong Ala, S.E., M.Si., menegaskan pentingnya semangat kekompakan, persatuan dan kesatuan bersama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial di Kaltara.

Hal itu diutarakan Wagub Ingkong dalam kegiatan Rapat Kerja (Raker) Pengurus Lembaga Adat Dayak Kenyah Provinsi Kaltara, yang digelar di Warung Toraja Kota Tarakan, Sabtu (10/1) siang.

Wagub Ingkong menjelaskan bahwa Lembaga Adat Dayak Kenyah memiliki peran penting sebagai wadah diskusi, menyatukan persepsi dan memecahkan berbagai persoalan terhadap konflik sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

“Permasalahan sosial tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan kekompakan, kesatuan dan kerja bersama seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat,” kata Wagub Ingkong.

Selain menjadi wadah diskusi, Ingkong berharap dalam forum ini dapat melahirkan solusi nyata yang dapat diimplementasikan oleh masyarakat di Kaltara.

Ingkong menyampaikan bahwa semangat kebersamaan ini sangat relevan dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, penguatan pendidikan, hingga penanggulangan stunting dan ketahanan pangan.

Ia juga mendorong pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan, mendukung program pemerintah serta menciptakan suasana kota yang tertib, aman dan sejuk untuk semua kalangan.

“Saya harap, Raker ini dapat menjadi forum yang benar-benar solutif yang mampu merespons dan membantu menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat,” pungkasnya.

Turut hadir dalam Raker Pengurus Lembaga Adat Dayak Kenyah Provinsi Kaltara, Kepala Badan Kesatuan dan Politik (Kesbangpol) Kaltara Jonilius, S.STP., dan Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltara Dr. Njau Anau, S.Pd, M.Si.

(dkisp)