Program Sekolah Enuma Indonesia di Nunukan Resmi Ditutup, Beri Cara Belajar Baru Lewat Teknologi
NUNUKAN – Program pendidikan berbasis teknologi “Sekolah Enuma Indonesia” secara resmi ditutup di Kabupaten Nunukan, Senin 13 Juli 2026.
Penutupan dilakukan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan, H. Muhammad Amin, mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E.
Dalam sambutannya, H. Muhammad Amin menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Litara yang sejak 2017 konsisten mendukung peningkatan literasi anak di Nunukan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan, saya menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Yayasan Litara yang telah berkomitmen mengembangkan kemampuan membaca dan berhitung bagi anak-anak,” ujarnya.
Ia menegaskan kemampuan membaca dan berhitung adalah pondasi utama pendidikan. Tanpa dua kemampuan itu, anak akan kesulitan maju dan bersaing di masa depan.
H. Muhammad Amin menyebut program ini membawa pendekatan baru yang sesuai dengan minat anak masa kini, yaitu belajar lewat aplikasi berbasis permainan.
“Melalui program ini suasana belajar menjadi tidak membosankan dan membuat anak-anak lebih bersemangat. Program ini juga langkah nyata menjangkau anak-anak hingga ke daerah perbatasan,” katanya.
Pemerintah daerah menyatakan sangat mendukung karena tujuannya sama, yaitu mencetak generasi Nunukan yang cerdas, berkarakter, dan menguasai teknologi.
Kepada para peserta, ia berpesan agar tetap semangat menuntut ilmu dan menjadikan aplikasi sebagai alat bantu.
“Teruslah rajin membaca dan berhitung. Ingatlah, aplikasi ini hanyalah alat bantu. Kunci keberhasilan ada pada kemauan kalian untuk belajar, serta dukungan dari orang tua dan pendamping,” pesannya.
Di akhir acara, ia berharap kerja sama dengan Yayasan Litara dapat terus berlanjut agar manfaatnya menjangkau lebih banyak anak.
Dengan resmi, Program Sekolah Enuma Indonesia di Kabupaten Nunukan dinyatakan berakhir.
Padli/admin
