Gubernur Minta Hambatan Penyaluran DAK Fisik Dituntaskan

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie meminta agar sejumlah hambatan dalam penyaluran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik tahun anggaran 2019 di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dapat segera diselesaikan oleh pihak yang terkait. Hambatan itu, seperti telatnya pelaksanaan kegiatan DAK fisik akibat penyesuaian rencana kegiatan dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang berbeda. Lalu, kurangnya pemahaman alur penyusunan rencana kegiatan, kurangnya koordinasi antar organisasi perangkat daerah (OPD) dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD). Utamanya, dalam informasi rencana kegiatan dengan daftar kontrak. Serta, kurangnya koordinasi antara pengelola kegiatan sehingga telat dalam proses penginputan data kontrak oleh OPD.

Diungkapkan Irianto, pada tahun ini alokasi DAK fisik bagi Kaltara, totalnya Rp 162.163.178.000. Itu terdiri dari, DAK reguler Rp 87.050.588.000, DAK penugasan Rp 72.297.029.000, dan DAK afirmasi Rp 2.815.561.000. “Guna mengatasi hambatan penyaluran DAK fisik itu, salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah memenuhi mekanisme penyalurannya. Kan, ada 3 mekanisme penyalurannya, yaitu bertahap, sekaligus atau sebagian atau seluruhnya sekaligus,” jelas Gubernur.

Mekanisme penyaluran secara bertahap, ditempuh dalam 3 fase. Tahap I disalurkan 25 persen, tahap II 45 persen, dan tahap III 30 persen. “Untuk tahap I, penyalurannya paling cepat Februari hingga Juli dengan penyampaian dokumen persyaratan selambatnya 22 Juli. Di tahap II, penyalurannya paling cepat April, dan selambatnya Oktober dengan pengajuan dokumen persyaratan selambatnya 21 Oktober. Sementara pada tahap III, penyaluran paling cepat September, atau selambatnya Desember dengan pengajuan dokumen selambatnya 15 Desember,” urai Irianto.

Gubernur juga berharap agar setiap perubahan mekanisme penyaluran DAK fisik 2019 dipahami pihak terkait. Salah satunya, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 121/PMK.07/2018, tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Keuangan No. 50/PMK.07 /2017 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa. “Perubahan mekanisme ini dilakukan guna meningkatkan tata kelola penganggaran, pengalokasian, dan penyaluran DAK fisik agar sejalan dengan dinamika yang berkembang,” ucap Gubernur.

Adapun perubahan itu, yakni pada tahap I laporan realisasi penyerapan dana dan capaian output kegiatan DAK fisik tahun anggaran sebelumnya telah direview oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintahan (APIP). Untuk tahap II, laporan realisasi penyerapan dana yang menunjukkan paling sedikit 75 persen dari dana yang telah diterima di RKUD dan capaian output kegiatan DAK fisik tahap I telah direview oleh APIP. Dan tahap III, laporan realisasi penyerapan dana yang menunjukkan paling sedikit 90 persen dari dana yang telah diterima di RKUD dan capaian output kegiatan DAK fisik sampah dengan tahap II yang menunjukkan paling sedikit 70 persen telah direview oleh APIP. “Jadi, intinya adalah laporan penyerapan dan capaian output yang disampaikan ke KPPN telah direview APIP,” jelas Gubernur.

Menilik perubahan yang ada, Gubernur pun menegaskan agar hal tersebut menjadi pemicu untuk berjalannya pengelolaan anggaran yang akuntabel dan transparan. Ini juga harus didorong dengan percepatan penyampaian dokumen persyaratan penyaluran DAK fisik. “Konsekuensi yang kita hadapi apabila dokumen persyaratan penyaluran telat disampaikan cukup besar. Yakni, DAK fisik tahap yang bersangkutan dan tahap selanjutnya atau yang penyalurannya sekaligus, tidak akan disalurkan. Selain itu, pendanaan dan penyelesaian kegiatan dan atau kewajiban kepada pihak ketiga atas pelaksanaan kegiatan DAK fisik menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tutup Irianto.

Sebagai informasi, penyaluran DAK fisik tahap I 2019 di Kaltara, jumlah DAK reguler yang tersalurkan sebesar Rp 16.726.207.500, DAK penugasan Rp 2.040.237.000, dan DAK afirmasi terdata belum salur.(humas)

Ketika Mobil Pak Wabup Berhenti di jalan yang becek

Berandankrinews.com – NUNUKAN – Warta Humas – Sejak Hari Selasa hingga Kamis (25 -27/7) kemarin, Wakil Bupati Nunukan Ir H Faridil Murad SE MT melakukan monitoring pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Kecamatan Seimenggaris, Tulin Onsoi dan Sembakung Atulai, dalam perjalanan Rombongan menemukan mobil warga yang terjebak lumpur sehingga rombongan Wakil Bupati  Nunukan membantu dengan menarik mobil tersebut keluar dari lumpur.

Ketika mobil rombongan Wabup yang sedang melewati jalan berlumpur tiba-tiba berhenti. Ternyata Wabup melihat sebuah mobil milik masyarakat sedang terhenti karena tidak mampu melewati jalan yang rusak tersebut. Melihat kondisi itu, Wabup kemudian memerintahkan kepada sopirnya untuk mendekat ke mobil yang amblas tersebut dan meminta untuk menariknya hingga bisa melewati jalanan berlumpur itu.

Dengan wajah tersenyum, sopir beserta penumpangnya tersebut segera mengambil tali dan mengikatkan mobil yang ditumpangi wabup. Dengan perlahan demi perlahan mobil tersebut melewati jalanan yang becek itu.

Rasa terima kasih pun tercurahkan dari bibir sopir itu, ungkapan rasa syukur yang tak terhingga  disampaikannya walaupun sebenarnya tidak tahu orang yang di depannya itu adalah wakil bupati Nunukan .

Dalam kunjungan di Kecamatan Seimenggaris, Wakil Bupati langsung meninjau peningkatan jembatan Sungai Wadan, Pembangunan Pasar dan pembangunan jalan bunga raya putih yang berlokasi di RT 06 Desa Srinanti, usai monitoring di Kecamatan Seimenggaris, rombongan Wabup melewati jalan penghubung sementara masyarakat pasca di bangunnya jembatan sungai Wadan tersebut

Setelah itu, Wabup memerintahkan kepada Orang PU agar segera menganggarkan peningkatan jalan masyarakat tersebut, walaupun sebenarnya sudah ada jalan yang sedang di bangun pemerintah.

“Saya telah memerintahkan kepada dinas pekerja umum untuk melakukan peningkatan  jalan tersebut, mengingat itu merupakan jalan akses utama masyarakat,” ungkap Wabup.

Menurutnya Faridil, akses jalan tersebut menjadi salah satu akses jalan yang sangat membantu masyarakat dalam memasarkan berbagai hasil pertanian dan perkebunan, selain itu sebagai jalan  penghubung antar kecamatan yang berada di wilayah Pulau Kalimantan. (/hms)

Bupati Wajo kunjungi LNG Production Plan dan Export, ini harapannya

Berandankrinews.com – WAJO – Keera, Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos ., M.Si bersama tim melakukan kunjungan ke Desa Pattirolokka Langkenna Kecamatan Keera, Rabu 25 Juni 2019.

Kunjungan ini dilaksanakan guna menindak lanjuti pertemuan sebelumnya terkait LNG Production Plan dan Export terminal, kedepan rencananya akan dilanjutkan kembali pembangunannya.

Bupati Wajo berharap Pemerintah Pusat dapat membantu kelanjutan pembangunan dalam hal ini, terkait dengan lahan yang saat ini masih menjadi polemik, namun sementara dalam proses penyelesaian.

(Humas Pemkab Wajo)

Bupati Wajo hadiri peringatan hari lahir ke 4 masyarakat SM -3T insitute,ini harapannya

Berandankrinews.com – WAJO – Pitumpanua, Bupati Wajo hadiri acara peringatan hari lahir ke-4  masyarakat SM -3T insitute, di Bulete Kecamatan Pitumpanua, Rabu 26 Juni 2019.

Dihari lahir masyarakat SM-3T insitute mengusung tema “sinergi generasi berbagi”.

Bupati Wajo dalam sambutannya menyampaikan sumbang saran dalam bentuk sharing pendapat agar, program ini didukung bersama, mensinergikan dan mengambil bagian.

Lanjutnya, Dr. H. Amran Mahmud berharap tokoh pendidik untuk ikut bersama mensuport, Memberikan motivasi untuk terus berprestasi kepada lulusan yang kurang lebih 14.000. didalam memajukan bangsa Indonesia khususnya Wajo.

“Yang sudah ditempah dengan life skill dan diisi dengan pengetahuan dengan sentuhan hati, hasilnya akan berbeda dengan yang lain,” tutur Bupati Wajo.

Karena ada energi dari sebuah kehadiran jati diri seseorang sehingga terlampiaskan dalam bentuk pengabdian.”jelasnya

Kehadiran bupati Wajo ditempat ini sebagai tanda komitmen dibidang pendidikan.” ujar Agus.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Wajo dan penyerahan cendramata dari panitia pelaksana.

Turut hadir, Bupati Wajo, Drs. Agus Susilo Hadi, M.Si Kepala perencanaan Dirjen SDI Kemenristek Dikti, Herman Anggito Dirjen SDI

(Humas Pemkab Wajo)

Sambut HUT Bhayangkara, Polres Nunukan Gelar Bakti Kesehatan Donor Darah

Berandankrinews.com-Nunukan, Dalam Rangka HUT Bhayangkara ke 73, polres Nunukan mengelar Bakti Kesehatan Donor darah.

Kegiatan donor darah yang dilaksanakan diruang Aula Sebatik Polres Nunukan, disaksikan langsung Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH dan Ketua Bhayangkari Ny Ifa Teguh Triwantoro, Kamis (27/6/19) pagi tadi, mendapatkan 54 Kantong darah yang disumbangkan dari 27 Personil Polres, 4 personil Polsek, 5 personil Kodim 0911, 5 Personil Satgas Pamtas Yonif 613 RJA, 5 Personil Lanal Nunukan dan 6 personil Brimob serta 2 Bhayangkari.

Dari 54 kantong Darah, ada 15 Kantong golongan darah A yang dikumpulkan, sementara golongan darah B 8 kantong, Golongan Darah AB 6 Kantong dan Golongan darah O berhasil dikumpulkan 25 Kantong.

Kapolres Nunukan menuturkan bahwa, Kegiatan Donor darah yang di laksanakan hari ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara Ke 73, dengan harapan apa yang kita lakukan bersama-sama dengan TNI, Brimob dan Bhayangkari menjadi Amal kebaikan untuk kemanusiaan.

“Tentunya kami sangat berterima kasih kepada rekan-rekan TNI khususnya Kodim 0911, Satgas 613 RJA, Lanal dan Brimob yang Rela berpartisipasi dalam acara Bhakti Kesehatan berupa Donor darah ini,” kata Kapolres Nunukan.

Kapolres juga menuturkan, Donor darah ini bentuk kegiatan Sosial kepada masyarakat Nunukan, yang nantinya dapat membantu Masyarakat yang membutuhkan darah yang disumbangkan melalui yayasan PMI Kabupaten Nunukan,Tutur Kapolres. (Humas/Red)