Wujudkan Rasa cinta tanah Air, Wawasan kebangsaan dan kesadaran bela negara Serta kebhinnekaan pesan Danrem 141 /Toddopuli dalam Sambutannya

Berandankrinews.com – BONE, Sulawesi Selatan – Jumat, 28-06 – 2019 Kegiatan Pembinaan Keluarga Besar TNI Di Wilayah Korem 141/Tp Ta. 2019 dengan Tema “Melalui Pembinaan Keluarga besar TNI,

Kita wujudkan Rasa cinta Tanah Air, Wawasan kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara Serta Kebhinekaan Dalam Rangka Membantu Kesulitan Rakyat dan Mendukung Tugas Pokok TNI”

bertempat di Aula Sudirman Korem 141/Tp Jl. Jenderal Sudirman Watampone Kabupaten Bone provinsi Sulawesi Selatan
Kegiatan yang Dibuka Langsung Kasrem 141/Tp Letkol Inf Bobbie Triyantho S.I.p.

Adapun sambutan Danrem 141/Tp yang dibacakan oleh Kasrem 141/Tp “
Saya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada acara ini

karena Pertemuan seperti ini merupakan sarana yang efektif untuk memelihara dan meningkatkan kebersamaan guna membangun komunikasi dialogis diantara kita dan bertujuan terwujudnya

hubungan antara Prajurit TNI AD dengan keluarga besar TNI yang lebih harmonis serta memelihara dan memantapkan rasa Cinta Tanah Air, Wawasan Kebangsaan dan Kesadaran Bela Negara serta Kebhinekaan bagi Keluarga Besar TNI khususnya KB FKPPI dan HIPAKAD

Guna membantu kesulitan rakyat dan mendukung Tugas Pokok TNI AD, dapat juga sebagai forum silaturahmi sehingga bisa memperkuat hubungan emosional antara para prajurit TNI-AD yang masih aktif dengan para sesepuh, senior dan Keluarga Besar TNI

Sehingga dapat diperoleh kesamaan pandang dalam memahami setiap permasalahan yang terjadi, sehingga akan terpelihara keharmonisan dan sinergitas.

Hadir pada kegiatan tetsebut
Para Dan Kabalak Rem 141/Tp.
Para Kasi, Pasi Korem 141/Tp.
Para Anggota FKPPI Kab. Bone, Sinjai, Soppeng dan Wajo.

Irwan N Raju

35 Peserta SPCP IPDN Penuhi Passing Grade

Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Dari 355 peserta Seleksi Penerimaan Calon Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (SPCP IPDN) 2019 yang sebelumnya telah lulus seleksi administrasi dan selanjutnya menjalani Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melalui Computer Assisted Test (CAT) pada Selasa (25/06) lalu, sebanyak 35 peserta di antaranya memenuhi passing grade atau batas ambang nilai.

Ke-35 peserta ini, kata Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kaltara Burhanuddin, memenuhi passing grade dari 100 soal yang terbagi dalam 3 jenis tes yang telah dikerjakan. Yakni tes wawasan kebangsaan (TWK) dengan passing grade 75, tes inteligensia umum (TIU) 80, dan tes karakteristik pribadi (TKP) 143. “Sebanyak 35 peserta ini memenuhi passing grade, tapi belum ditetapkan lulus atau tidak. Untuk pengumuman resminya, siapa-siapa yang lulus, nanti disampaikan lewat web resmi spcp.ipdn pada 13 Juli 2019,” jelas Burhan—sapaan akrabnya.

Dikatakan, dalam pelaksanaan SPCP IPDAN, dilakukan secara berjenjang. Setelah lulus SKD, para peserta yang memenuhi passing grade masih harus melalui tahapan lainnya.Di antaranya akan mengikuti tes selanjutnya, yakni tes kesehatan. “Masih ada beberapa tahapan, setelah tes kesehatan calon praja juga akan mengikuti tes psikotes dan tes pemantauan terakhir di Jatinangor,” lanjutnya.

Jika mengacu pada kuota yang diberikan, kata Burhan, Kaltara mendapatkan sebanyak 23 orang. Sehingga jika melihat peserta yang memenuhi passing grade, peserta dari Kaltara melebihi kuota. “Seperti disampaikan Pak Gubernur (Irianto Lambrie), kita sedang mengupayakan untuk penambahan kuota. Jadi semoga saja bisa terpenuhi. Sehingga bisa saja, nanti ada provinsi yang kuotanya tidak terpenuhi, diisi peserta dari Kaltara, karena peserta yang memenuhi passing grade melebihi kuota,” terangnya.

Burhan menambahkan, sesuai jadwal, tes kesehatan daerah akan dilaksanakan selama 4 hari, mulai tanggal 16 hingga 19 Juli 2019 di Rumah Sakit Angkatan Laut Ilyas Kota Tarakan. “Teknisnya nanti dari Pansel (panitia seleksi) yang melaksanakan. Kalau standar tes kesehatan itu, biasanya seperti tes mata, gigi, varises, penyakit dalam. Tim pengujinya itu yang terlibat Tim kesehatan dari Mabes TNI (Tentara Negara Indonesia),“ beber Burhan.

Lebih lanjut, dikatakan Burhan, bahwa hasil tes kesehatan daerah akan diumumkan pada 24 Juli 2019 melalui website resmi SPCP IPDN juga. Setelah itu tahapan berikutnya, peserta seleksi IPDN 2019 yang dinyatakan lulus tes kesehatan daerah akan mengikut tes psikologi, integritas, dan kejujuran yang dilaksanakan pada 27 Juli 2019. “Berdasarkan jadwal, pengumuman hasil tes psikologi, integritas, dan kejujuran akan diumumkan pada 3 Agustus 2019,“ kata Burhan lagi.

Tahapan berikutnya, pada seleksi penerimaan IPDN 2019, akan dilaksanakan tahap seleksi Pantukhir dan verifikasi faktual, dokumen persyaratan, administrasi pendaftaran yang digelar di IPDN Jatinangor pada 9 hingga 12 Agustus 2019, dan diumumkan pada 13 Agustus 2019. “Selanjutnya peserta mengikuti tes kesehatan pusat yang dijadwalkan pada 14 hingga 25 Juli 2019. Tes berikutnya peserta yang lolos dalam seleksi penerimaan IPDN ini akan dites wawancara dan pemeriksaan penampilan yang digelar mulai 28 hingga 30 Agustus 2019. Untuk pengumuman hasil pantukhir, kesehatan pusat, kesemaptaan, wawancara dan pemeriksaan penampilan akan disampaikan pada 31 Agustus 2019 di IPDN Jatinangor,“ pungkasnya. (humas)

Perwakilan Pemprov Kaltara dan Pemkab Nunukan serta perwakilan Pemerintah Sabah, Malaysia pada pertemuan tim teknis dan sidang ke-24 KK/JKK pembangunan Sosekmalindo di Yogyakarta, kemarin (27/6).

Bahas Kerjasama di Perbasan, Perwakilan Sabah dan Kaltara Lakukan Pertemuan Teknis

Berandankrinews.com – YOGYAKARTA – Usulan wilayah perbatasan antara Serudong (Malaysia) dengan Sei Menggaris, Nunukan (Indonesia), sebagai salah satu pintu masuk dalam BCA (Border Crossing Agreement) atau strategi peningkatan kerjasama antar negara, mendapat respons positif dari kedua negara yang berbatasan, yakni Indonesia-Malaysia.

Hal tersebut termasuk yang dibahas dalam Pertemuan Tim Teknis/Kumpulan Kerja Teknikal dan Sidang ke-24 (5) Kelompok Kerja (KK)/Jawatan Kuasa Kerja (JKK) Pembangunan Sosio Ekonomi Indonesia-Malaysia (Sosek Malindo) Tingkat Provinsi Kalimantan Utara/Peringkat Negeri Sabah, di Grand Inna Hotel Yogyakarta, pada Selasa-Kamis, (25-28/6) kemarin.

“Dalam pertemuan kali ini, pihak Sabah menyampaikan bahwa kajian pembangunan jalan antara Serudong dan Sei-Menggaris telah dibuat. Jadi kita melihat ada kemajuan atas usulan itu.” jelas Datu Iqro Ramadhan, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda – Litbang) Kaltara.

“Sehingga proyek tersebut akan mereka masukan dalam Rancangan Malaysia Ke-12 (RMK12) yang akan dimulai pada tahun 2021-2025,” lanjutnya.

Dalam pertemuan itu, kata Datu Iqro, dari pihak Provinsi Kaltara (Indonesia) dihadiri  oleh Datu Iqro Ramadhan, yang juga selaku Ketua Harian Sosek Malindo Kaltara, beserta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, baik dari provinsi maupun Kabupaten Nunukan. Sementara itu, dari Sabah dihadiri oleh YBHG.Tuan Mohd Hanafiah Bin Datuk Seri Panglima Hj.Mohd.Kassim beserta jajarannya.

Rapat yang berlangsung selama 3 hari sejak Selasa (25/6) hingga Kamis (27/6) kemarin, membahas berbagai hal yang terbagi dalam 3 KK (Kelompok Kerja).

“KK satu membahas antara lain Bidang Sosial Budaya, KK kedua membahas Bidang Ekonomi, Perdagangan dan Perhubungan; dan KK tiga membahas tentang Bidang Keselamatan/Keamanan dan pengurusan Perbatasan/Sempadan,” jelas Datu Iqro lagi.

Selanjutnya dalam bidang perdagangan, kedua belah negara sepakat mewujudkan kerjasama dalam bidang penjualan hasil pertanian Kaltara berupa hasil perkebunan/ladang. “Usulan ini disetujui dengan bersepakat tetap memperhatikan peraturan yang berlaku di kedua negara,” ujarnya.

Datu Iqro menambahkan, masih dalam bidang perdagangan, untuk usulan Kaltara mengenai pemanfaatan ruang laut dan pekerja rumput laut di Sempadan Nunukan juga telah diterima dengan catatan harus melalui SOP otoritas berwenang Sabah. (humas)

Pemkab Nunukan, Bakal Terapkan Tanda Tangan Elektronik

Berandankrinews.com – NUNUKAN – Warta Humas – Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Kominfo dan Statistik menggelar kegiatan sosialisasi kemanan informasi daerah pada hari Jumat pagi (28/6) di ruang pertemuan lantai 4 Kantor Bupati Nunukan yang menghadirkan nara sumber Fajar Dimar Habibi STr TP dari Seksi Pemenuhan Sistem Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Disampaikan Bupati Nunukan, yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin SH, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid SE MM menjelaskan sebagai daerah perbatasan Kabupaten Nunukan dalam melaksanakan roda pemerintahan mengemban dua amanah penting yaitu menjaga harga diri bangsa di beranda terdepan NKRI dengan terus menggelorakan semangat nasionalime dan kedua memberikan pelayanan publik yang prima sebagai daerah otonom demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat dengan terus menggerakkan roda pembangunan di berbagai sektor sesuai dengan karakteristik daerah dan aspirasi masyarakat di wilayah perbatasan

Ditambahkan Bupati Nunukan, Pemerintah saat ini dituntut untuk inovatif, perbaikan efisiensi administrasi dan peningkatan kualitas layanan publik

“Saya sangat mendukung atas terlesenggaranya kegiatan ini, karena kita dituntut untuk inovatif, perbaikan efisiensi administrasi dan peningkatan kualitas layanan publik, hal tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi yang mempercepat layanan kepada masyarakat, menghemat waktu dan biaya” jelas Laura

Terakhir Bupati berharap untuk peningkatan layanan publik Pemerintah Kabupaten Nunukan segera ada terobosan dalam penggunaan teknologi informasi

“Saya berharap, agar segera menerapkan tata naskah dinas elektronik atau e–office salah satu nya adalah penggunaan tanda tangan elektronik untuk pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan mengingat tanda tangan elektronik ini merupakan metode baru dalam pengesahan sebuah dokumen yang nantinya akan kita terapkan di Nunukan dengan memperhatikan keamanan nya dan sesuai ketentuan yang berlaku” harap Bupati

Sementara Kadis Kominfo dan Statistik Ir H Dian Kusumanto Msi dalam laporan nya menjelaskan tujuan dilaksanakan kegiatan sosialisasi keamanan informasi daerah
“Tujuan dilaksanakan sosialiasi ini untuk memberikan pemahaman kepada aparatur di Pemerintah agar lebih bijaksana dalam mengelola informasi baik yang bersifat umum, terbuka maupun terbatas atau rahasia” jelas yang akrab disapa H Dian

Lebih lanjut dijelaskan H Dian yang juga merupakan admin dan pendiri grup facebook Peduli Nunukan, kegiatan sosialisasi ini diharapkan memberikan pemahaman kepada penyelenggara persandian diharapkan mampu meminimalisir segala kemungkinan bocornya berita atau informasi berklasifikasi rahasia.
“Kita berharap melalui sosialisasi ini, bagi penyelenggara persandian diharapkan memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang keamanan informasi yang berklasifikasi rahasia yang dampaknya akan mengganggu jalan nya penyelenggaraan kegiatan yang sedang dan atau sudah dilaksanakan” harap H Dian

Dikesempatan yang sama Kepala Bidang Statistik dan Persandian Dinas Kominfo dan Statistik Rina Dwi Julianti SKom, menyampaikan kita sudah merencanakan untuk pelaksanaan surat elektronik atau e-Office salah satunya penggunaan tanda tangan elektronik

“Kami sudah merencanakan dan mengusulkan penggunaan surat elektronik atau e-Office salah satunya penggunaan tanda tangan elektronik dan semoga hal ini dapat segera kita laksanakan” tutur Rina

Sosialisasi ini mengusung tema fungsi dan peran persandian bagi penyelenggara Pemerintah Daerah, peserta terdiri dari utusan 30 SKPD dan 19 Kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan (hms)

Pengembangan Tengkayu I Dipercepat, Target Tahun Ini Tuntas

Berandankrinews.com – TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie meminta agar pengembangan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dipercepat penyelesaiannya. Ditargetkan tahun ini akan selesai pembangunannya. Terutama untuk sisi laut.  Melalui APBD 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengalokasikan anggaran Rp 20 miliar untuk pembangunan tahap IV. Kemudian guna menuntaskan pembangunannya, melalui APBD Perubahan tahun ini, diusulkan penambahan anggaran Rp 16 miliar.

Gubernur mengatakan, penyelesaian pengembangan Pelabuhan Tengkayu I Tarakan dinilai penting. Hal ini mengingat, aktivitas pelabuhan speedboat yang menjadi penghubungan ke seluruh kabupaten di Kaltara itu, semakin padat. “Bisa kita lihat, semakin semrawut. Kita menginginkan pelabuhan ini menjadi lebih nyaman dan aman. Karena ini menjadi salah satu pintu gerbang Kaltara,” kata Gubernur saat bertemu dengan para perwakilan buruh Pelabuhan Tengkayu I, Rabu (26/06).

Diungkapkan, dirinya menginginkan awal 2020 mendatang pengembangan pelabuhan tersebut sudah selesai dan bisa dinikmati masyarakat. Utamanya pada sisi laut. Di antaranya pada dermaga tambat, ruang tunggu maupun jalan masuk atau trestle yang dibuat dua jalur. “Memang belum bisa tuntas secara keseluruhannya. Ini karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemprov Kaltara. Sebagai provinsi baru, Kaltara memiliki APBD yang sangat kecil. Oleh karenanya, kita juga berupaya bisa mendapatkan dukungan anggaran juga dari APBN,” kata Irianto lagi.

Lebih jauh Irianto mengungkapkan, sesuai perencanaan awal Pelabuhan Tengkayu I akan dijadikan sebagai sebuah pelabuhan modern yang futuristik. Pelabuhan ini diproyeksikan menjadi salah satu ikon di Kaltara. “Yang utamanya adalah membuat masyarakat, baik itu warga Kaltara maupun masyarakat dari luar yang ke Tarakan akan merasa nyaman dan aman saat berada di pelabuhan ini,” lanjutnya. 

Sebagai gambaran, jika sudah selesai pengembangannya, pelayanan di pelabuhan ini, ke depan akan dibuat seperti di bandara-bandara kelas internasional. “Jadi ke depan, berbagai fasilitas pendukung lainnya. Seperti pertokoan, juga hotel. Tapi itu bertahap untuk jangka Panjang,” imbuhnya.

Sementara itu, kedatangan Gubernur ke Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, Rabu (26/06) sore lalu adalah secara khusus ingin bertemu dengan perwakilan para buruh di pelabuhan itu. Hal ini menyusul adanya keluhan dari buruh, yang khawatir aktivitas mereka terhenti akibat adanya kegiatan pembangunan di pelabuhan tersebut. “Saya sengaja datang langsung untuk mendengar aspirasi yang ingin mereka sampaikan,” kata Gubernur.

Diakuinya, sebagai konsekuensi karena pekerjaan dipercepat, maka harus ada yang dikorbankan untuk menghentikan aktivitasnya di pelabuhan itu. Sempat terpikir oleh pelaksana teknisnya, untuk meminta agar aktivitas bongkar muat di pelabuhan Tengkayu I dihentikan sementara.

Mendapatkan informasi itu, para buruh pun resah. Mereka berharap aktivitas pekerjaannya tidak dihentikan. “Makanya saya datang menemui mereka, untuk mengetahui apa yang para buruh inginkan. Di satu sisi, pembangunan memang harus dipercepat, dan memperkecil adanya resiko. Di sisi lain, para buruh ini juga harus bekerja. Ini perlu ada solusi yang terbaik, dan tidak ada yang dirugikan,” kata Irianto.

“Perlu ada pengaturan untuk para pekerja di Pelabuhan. Jadi kegiatan pembangunan berjalan lancar, masyarakat dan buruh tetap beraktivitas dengan baik. Yang terpenting jangan sampai ada resiko. Ini perlu dibicarakan secara teknis. Masukan dari para buruh diterima, begitu juga bagaimana pendapat dari pihak yang akan melaksanakan kegiatan pembangunan ini,” lanjutnya.

Sebelum memutuskan langkah yang diambil, Gubernur meminta agar masukan-masukan dari buruh, maupun dari pelaksana kegiatan, disimulasikan terlebih dahulu. “Saya minta Kepala Dinas Perhubungan, dan juga dibantu Pak Syamsul Bahri nanti membicarakan lagi lebih teknis dengan melibatkan buruh, maupun pihak yang akan melaksanakan kegiatan. Cari solusi yang baik, dan tidak beresiko. Itu yang dijalankan,” tegas Irianto.  Di samping iu, untuk menghindari persoalan di kemudian hari, Gubernur menyarankan ada kesepakatan, atau perjanjian antar pihak secara tertulis. “Yang jelas, dari pemerintah provinsi meminta dukungan semua pihak, utamanya masyarakat. Karena dengan pengembangan pelabuhan ini, tujuannya untuk masyarakat,” tandasnya.

Di tempat sama Kepala Dinas Perhubungan Kaltara Taupan Madjid mengakui, sebalumnya Dishub Kaltara memang telah mengeluarkan surat edaran yang meniadakan aktivitas bongkar muat dan antar-jemput penumpang di pelabuhan tersebut, untuk sementara waktu.

Kebijakan tersebut diambil Dishub Kaltara dengan mempertimbangkan permintaan pejabat pembuat komitmen (PPK), yang menginginkan agar pengerjaan proyek tidak terganggu dengan aktivitas kapal dan bongkar muat barang yang ramai. Mengingat waktu pekerjaan yang harus selesai tahun ini, atau hanya dalam waktu efektif 5 bulan.

Taupan menjelaskan, pada pelaksanaan pekerjaan nanti, pihak pelaksana kegiatan akan menurunkan crane untuk membantu pekerjaan pemancangan. Dengan kondisi itu, penting untuk mengutamakan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja), tidak hanya bagi pekerja, tapi juga buruh. “Supaya bisa efektif pekerjaannya, tentunya kita harus berbicara tentang aktivitas di sana. Kemudian pekerja nanti menggunakan crane, alat-alat berat semua di situ. Itu ‘kan membahayakan warga sekitar,” ungkapnya.

Terkait dengan keluhan para buruh, seperti yang disampaikan oleh Gubernur, Taupan mengatakan akan secepatnya membicarakan ini secara teknis. Pihaknya berharap para buruh untuk tetap tenang, dan mengabaikan edaran tersebut. “Kita akan carikan solusi. Yang pasti kita semua menginginkan, tidak ada yang dirugikan dalam kegiatan ini,” imbuh Taupan.

Seperti diketahui, pengembangan Pelabuhan Tengkayu I dimulai pada 2017 lalu. Pada tahap I, Pemprov Kaltara menganggarkan Rp 19 miliar untuk reklamasi. Berlanjut ke tahap II, melalui APBD-Perubahan 2017, dengan alokasi anggaran Rp 19 miliar untuk pengadaan tiang pancang.

Kemudian dilanjutkan pada 2018, dilakukan pengerjaan pemancangan dan pembuatan lantai trestle. Pada tahun itu, pengembangan masuk pada tahap III, yang mana Pemprov menganggarkan senilai Rp 35 miliar. “Ketiga tahapan tersebut realisasi pekerjaan sudah selesai semua. Bahkan saat lebaran lalu, dermaganya sudah difungsikan sementara,” katanya.(humas)