TANJUNG SELOR – Di tengah upaya mengejar ketertinggalan dan memaksimalkan potensi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus memperkuat
TANJUNG SELOR – Mewakili Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Kesatuan Bangsa, dan Pemerintahan Setda Provinsi Kaltara,
TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) menggelar kegiatan senam pagi yang dirangkaikan
Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Loyalitas atau kesetiaan kepada pimpinan, menjadi salah satu rahasia penting yang perlu dimiliki oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Negeri Sipil (PNS). Utamanya, yang diamanahkan jabatan di kalangan pemerintahan. Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie saat membuka Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (Diklat Pim) Tingkat IV Angkatan III Tahun 2019 di Lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Rabu (26/6) di ruang pertemuan Gedung Gabungan Dinas (Gadis) Pemprov Kaltara.
Disamping itu, ASN PNS
juga harus mematuhi dan melaksanakan setiap peraturan yang berlaku. “Saya yakin, jika ASN PNS di Kaltara melakukan hal
tersebut maka kesuksesan akan diraih juga karier pun membaik,” ucap Gubernur.
Setelah menunjukkan
loyalitas dan mematuhi peraturan yang berlaku, ASN PNS utamanya pejabat pemerintahan
dituntut mampu melaksanakan fungsi pelayanan publik sekaligus menjadi pelayan
publik secara optimal. “Pelayan publik
adalah profesi yang mulia. Jangan malah sebaliknya, ingin dilayani. Tak itu
saja, ASN PNS juga harus menjadi perekat pemersatu bangsa. Harus diketahui
juga, bahwa imej di masyarakat, fungsi pelayanan publik di wilayah kita, masih
kurang baik. Untuk itu, perlu terus ditingkatkan kualitasnya,” beber Irianto.
Tak kalah pentingnya, berbagi
pengalaman dan pengetahuan kepada rekan sejawat maupun bawahannya mengenai tanggung
jawab juga tugas yang dijalankan. Untuk diketahui, peserta Diklat PIM IV kali
ini disertai 34 ASN PNS dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di
lingkungan Pemprov Kaltara.(humas)
Berandankrinews.com-Nunukan, Pilkades serentak Se Kabupaten Nunukan yang akan digelar pada 23 Juli 2019 mendatang, tentu persiapan para calon kades pun telah disiapkan untuk di kompetisi menduduki kursi Kepala Desa.
Salah satu calon Kades Sungai Nyamuk, Zulkifli Bachtiar Bennu, S. I. Kom saat ditemui Berandankrinews.com, Kamis (27/6/19) mengatakan, Persoalan persiapan program kerja, visi misi, berkas dan administrasi saya kira sudah siap. Meskipun dalam dua minggu terakhir tidak optimal terjun langsung ke lapangan karena mendampingi orangtua yang sedang menjalani perawatan intensif di RSUD di Nunukan, tapi saya upayakan memantau kondisi sosial, permasalahan dan memperhatikan masukan dan saran dari masyarakat walaupun sedang berada di Nunukan.
Ketika ditanya tujuan untuk maju di Pilkades Sungai Nyamuk, Zulkifli Bachtiar mengatakan, hal pertama yang membuat saya melangkah maju dalam pencalonan kepala desa sungai nyamuk adalah ingin membuat desa kelahiran saya ini menjadi jauh lebih baik, lebih berwarna & lebih meriah. Bukan berarti sekarang desa Sungai Nyamuk ini tidak baik, tapi saya ingin lebih baik dengan di dasari keterbukaan & tentunya tidak bergeser dari perudang2an yg berlaku
Kedua, saya ingin membuat desa Sungai Nyamuk ini sebagai center point of Sebatik island, dengan cara mendorong kegiatan keagamaan, kesenian rakyat, kegiatan olahraga, dan kegiatan-kegiatan lainnya agar Masyarakat dari luar datang ke Desa kita dengan otomatis itu akan membantu perekonomian masyarakat desa.
Ketiga, banyaknya masyarakat yang kurang mampu tidak mendapat bantuan atau tidak tepat sasaran, maka dari itu saya berencana ingin mensurvei kembali, kalau bisa setiap tahun disurvei agar bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, provinsi dan daerah di terima oleh yang berhak menerima, intinya masih banyak lagi, ungkap Zulkifli
Pria Kelahiran Sungai Nyamuk 26 Agustus 1990 ini juga mengatakan jika terpilih sebagai Kepala Desa Sungai Nyamuk, dalam membangun Desa Sungai Nyamuk bila dikatakan mampu atau tidak, sangatlah angkuh rasanya jika saya mengatakan mampu merubah desa Sungai Nyamuk menjadi lebih baik. Karena sekarang sungai nyamuk sangatlah luar biasa dalam hal pembangunan dan itu tak luput oleh kerja keras para pengusaha dan tokoh masyarakat sungai nyamuk yang menanam investasi dalam hal membuka usaha dan membangun tempat usaha secara tidak langsung membangun desa sungai nyamuk.
“Namun diluar daripada itu saya akan berusaha merangkul RT, Dusun dan seluruh Masyarakat agar turut menciptakan desa ini menjadi desa yg lebih baik, karena sangat egoislah seorang Kepala Desa jika mengambil keputusan sendiri dan tidak melibatkan seluruh aparatur dan masyarakat desa. Jadi kesimpulannya jika masyarakat bersatu insya Allah saya sanggup merubah desa sungai nyamuk menjadi lebih baik, Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan, saya Zulkifli Bachtiar Bennu memohon Doa dan Restu dari bapak dan ibu saya serta saudara-saudari ku untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Sungai Nyamuk periode 2019-2025,” tuturnya
Salah satu pemuda Sungai Nyamuk Ibas yang sangat mendukung pemuda yang maju dipilkades Sungai Nyamuk menuturkan, Eksistensi kaum muda perlu diakui dengan memberikan kepercayaan dan kesempatan. Tentu saja dengan regenerasi tersebut bukan berarti tokoh pemimpin yang lebih senior atau yang tua akan kehilangan muka, namun terbuka kemungkinan menjadi mentor atau partner. Karena memiliki jam terbang pengalaman berbeda, Bukankah Bung Karno pernah berpesan, beri aku sepuluh pemuda, maka akan kuguncang dunia? Kembali lagi setiap orang punya kesempatan untuk maju selagi memenuhi persyaratan dan sesuai aturan yang berlaku.
“Sosok pemimpin dari anak muda tak bisa dipungkiri dalam kanca perpolitikan saat ini. Dan memang sangat diharapkan golongan dari anak muda bisa membawa terobosan-terobosan baru dalam hal pemerintahan dan bisa memberikan inovasi-inovasi yg produktif yang bisa memajukan kesejahteraan dan pembangunan desa khususnya,” ungkap Ibas. (Dhian)
Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengajak generasi milenial untuk menjadi penggiat dalam mengkampanyekan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di masyarakat. Hal ini dikarenakan generasi milenial, dalam kesehariannya selalu menggunakan teknologi. “Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi tersebut, generasi milenial akan sangat mudah untuk menyebarluaskan informasi mengenai upaya penanggulangan permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di masyarakat,” kata Gubernur saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2019 di Lapangan Agatish, Tanjung Selor, Rabu (26/6) pagi.
Dilibatkannya generasi
milenial dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika
tersebut, selaras dengan tema nasional HANI 2019, yaitu untuk mewujudkan
“Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”. “Saya juga berterima
kasih kepada pihak BNN dan Polda Kaltara, TNI, para penjaga perbatasan juga
masyarakat yang sudah membantu pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan
peredaran gelap narkotika, khususnya di wilayah Kaltara,” ucap Irianto.
Menilik pentingnya hal
ini, Gubernur mengharapkan agar peringatan HANI tahun ini dapat menjadi
momentum dalam memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran dan
penyalahgunaan narkotika di Kaltara. Ditambah lagi, Provinsi Kaltara merupakan
salah satu provinsi yang sangat rawan dalam peredaran dan penyalahgunaan
narkotika di Indonesia. “Dari itu, penting bagi seluruh elemen untuk
meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama dalam memerangi peredaran dan
penyalahgunaan narkotika,” ucap Gubernur.
Penindakan tegas
penting dan harus terus dilakukan terhadap para pengedar juga pelaku
penyalahgunaan narkotika. “Pemprov Kaltara menyatakan dukungan penuh terhadap
hal tersebut. Ini sebagai bentuk shock therapy bagi masyarakat, khususnya para
pelaku peredaran dan penyalahgunaan narkotika,” ulas Irianto.
Pada kesempatan ini,
juga dilakukan pemusnahan barang bukti tindak pidana narkotika dari 2 laporan
kasus narkotika. Adapun barang bukti yang dimusnahkan, yakni 3 bungkus
narkotika golongan I dalam bentuk bukan tanaman berupa Kristal Metamfetamina
(sabu) dengan berat bruto 3009,55 gram (untuk lab uji 3 gram, untuk pembuktian
1,5 gram, dan untuk dimusnahkan 3005,05 gram). Dan, 3 bungkus narkotika
golongan I dalam bentuk bukan tanaman berupa Kristal Metamfetamina (sabu) berat
bruto 2.031,41 gram (untuk lab uji 3 gram, untuk pembuktian 1,5 gram, dan untuk
dimusnahkan 2.026,91 gram). Pemusnahan dilakukan dengan cara dilarutkan dalam
air.(humas)
Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan merilis indeks aktivitas literasi membaca di 34 Provinsi di Indonesia. Dari buku yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudyaaan (Kemendikbud) tersebut, menunjukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menduduki urutan ke-4 dari indeks Dimensi Budaya Provinsi dan urutan ke-6 untuk Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca) dari 34 provinsi se-Indonesia.
“Untuk
Alibaca kita masuk di dalam kategori sedang. Sementara Indeks Dimensi Budaya
walaupun urutan ke-4, meski masih termasuk kategori rendah,” kata Hermawan,
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara yang ditemui di kantornya beberapa
waktu lalu.
Hermawan
menjelaskan, data yang digunakan untuk menghitung indeks literasi ini
didasarkan dari data yang berasal dari data mentah BPS (Badan Pusat Statistik),
Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan beberapa data lainnya.
Sebagai
provinsi baru, capaian ini dinilai cukup baik bagi Kaltara. Disebutkan, secara
keseluruhan, di Indonesia belum ada provinsi yang mencapai nilai indeks Alibaca
di atas 60.00. Tertinggi diduduki oleh Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan nilai
indeks alibaca sekitar 58.16.
Lebih
jauh Hermawan mengungkapkan, dalam beberapa tahun belakangan ini pihaknya terus
mendorong upaya peningkatan minat baca di Kaltara. Misalnya bekerjasama dengan
berbagai pihak yang dianggap dapat membantu meningkatkan minat baca di Kaltara,
seperti di antaranya bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI)
Kaltara, Bunda Baca Kaltara, TP PKK, dan komunitas penggiat Literasi yang ada
di Kaltara.
“Kami
juga telah bekerja sama dengan salah satu lembaga pendidikan tinggi di Kaltara
untuk meneliti faktor yang mempengaruhi minat baca masyarakat. Di mana hasilnya,
ialah tingkat pendidikan merupakan salah satu yang mempengaruhi minat baca
masyarakat,” kata Hermawan.
Ditambahkan,
ada empat tantangan dalam upaya meningkatkan minat baca di Kaltara. Di
antaranya sebut Hermawan, minimnya buku nonpembelajaran untuk kelas awal,
penguatan kapasitas guru dan pegiat literasi, penguatan jejaring kerja sama, serta
kampanye literasi yang berkelanjutan. “Perlahan akan kita upayakan untuk menuntaskan
permasalaahan yang ada,” tutupnya. (humas)
10
Provinsi dengan Indeks Dimensi Budaya Provinsi Tertinggi
Berandankrinews.com – TANJUNG SELOR – Respons Kaltara edisi ke-44 yang digelar di Kedai 99 Tanjung Selor, Selasa (25/06) membahas mengenai pengelolaan lingkungan yang ada di Kaltara. Salah satu topik pembahasan yang cukup menarik adalah membentuk perusahaan yang ramah lingkungan.
“Sejumlah
perusahaan yang beroperasi di Kaltara wajib ramah lingkungan,” kata Kabid
Pengendalian Pencemaran Kerusakan Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Kaltara, Obed Daniel, SHut.
Didampingi
dua narasumber lainnya, Obed mengungkapkan, pemerintah memiliki program
terhadap pembinaan industri yang di Kaltara termasuk kepada masyarakat.
Misalnya melalui program Adiwiyata. “Kita juga memberikan pemahaman kepada anak
sekolah, mengenai sikap dan perilaku ramah lingkungan,” kata Obed.
Mengenai
industri ramah lingkungan, pemerintah tidak hanya menyasar perusahaan besar.
Tetapi juga industri rumahan dan UKM yang telah beroperasi di Kaltara.
“Program
lainnya, adalah mengadakan instrument dengan Proper terhadap perusahaan yang
beroperasi di Kaltara. Dan itu perlu diminimalisir. DLH mengadakan instrument
dengan proper terhadap perusahaan yang beroperasi di Kaltara,” jelasnya.
Perlu
diketahui proper merupakan salah satu instrument yang memberikan pengawasan
kepada perusahaan juga memberikan reward dan punishment. Secara teknis, proper,
menjadi salah satu bentuk pengawasan dan pembinaan. DLH Kaltara membentuk tim,
dengan fokus melakukan pengawasan terhadap bidang, industri jasa kehutanan dan
perkebunan. “Penilaiannya sesuai dengan kaidah yang diberikan. Apabila
perusahaan sudah sesuai ketentuan yang baik, maka dapat dikatakan perusahaan
tersebut taat pengelolaan lingkungannya,” jelasnya. (humas)