Wujudkan Kepedulian Sosial, PPWI DPC Magetan Beri Santuan Anak Yatim

Magetan – Bangsa Indonesia merupakan kesatuan masyarakat yang terbentuk dalam sebuah tujuan yang sama. Salah satunya yaitu menjadi bangsa yang masyarakatnya mendapatkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berkeadilan. “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia” merupakan bunyi sila kelima dalam Pancasila yang menjadi pandangan hidup berbangsa.

Substansi sila tersebut mengamanatkan agar pemerintah mampu memberikan kesejahteraan dan kemakmuran secara ekonomi bagi seluruh rakyat indonesia secara adil. Selain pemerintah, peran organisasi masyarakat (Ormas) juga sangat penting untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera dalam segala bidang.

Hal tersebut ditegaskan dalam UU No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, khususnya pasal 6, menyebutkan bahwa salah satu fungsi Ormas adalah pemberdayaan masyarakat dan pemenuhan pelayanan sosial.

Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Cabang Magetan, dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap masyarakat, menggelar do’a bersama dan santunan anak yatim di dusun Sumuran, Desa Pojoksari Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin, 12/8/2019.

Ketua PPWI DPC Magetan, Iswahyudi, mengatakan Do’a bersama dan santunan ini merupakan program DPC PPWI Magetan bidang sosial yang digelar setiap bulan dengan tempat berpindah pindah. “Ini program rutin pengurus dan anggota PPWI Cabang Magetan, tiap bulan kita lakukan dengan tempat berbeda-beda,” kata Iswahyudi yang kerap dipanggil Satria.

Lebih lanjut ia mengatakan do’a bersama dan santunan hari ini (red – Senin, 12/8) dilakukan bersama undangan penerima santunan 34 anak yatim di dusun Sumuran.

“Kami melaksanakan doa bersama 34 anak yatim penerima santunan di dusun Sumuran,” imbuh Iswahyudi.

Ia berharap, Do’a yang panjatkan bersama anak yatim ini ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia pada umumnya agar negeri ini selalu aman dan damai dan seluruh anggota PPWI se Nusantara, khususnya Cabang Magetan agar selalu dalam lindunganNYA, Sehat dan rejeki melimpah,” ujar Ketua PPWI Magetan.

Selanjutnya, dalam hal ini juga PPWI Cabang Magetan senantiasa terbuka dalam segala bentuk saran, kritik dan arahan yang bersifat membangun untuk eksistensi PPWI Cabang Magetan. “Kami para pengurus dan anggota PPWI Magetan sangat terbuka dengan pemikian kritis dan masukan dari semua pihak, dalam pemberdayaan masyarakat,” pungkas pemuda Magetan yang enerjik ini

Kucurkan Rp 1,8 M untuk Bangunan Laboratorium Keswan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara mengucurkan Rp 1,8 miliar untuk pembangunan Laboratorium Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) di Jalan Sabanar Lama, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, alokasi anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dimana, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara mendapatkan alokasi DAK untuk bidang pertanian dan peternakan sebesar Rp 6 miliar yang salah satu peruntukkannya adalah pembangunan Laboratorium Keswan. “Setelah laboratorium kesehatan hewan rampung dibangun, akan dilengkapi dengan peralatan laboratorium, yang sebagiannya dibiayai dari dana alokasi khusus tahun anggaran 2019,” kata Irianto usai melakukan peletakkan batu bata pertama Laboratorium Keswan dan Kesmavet, Senin (12/8).

Berkaitan dengan pembangunan fisiknya, instansi terkait juga telah membentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Laboratorium Keswan dan Kesmavet. Di mana pegawainya berasal aparatur sipil negara (ASN) Pemprov Kaltara. “Ini untuk mendorong DPKP Kaltara dalam meningkatkan peranannya guna mendukung pembangunan peternakan di wilayah provinsi termuda ini, serta meningkatkan daya saing produk peternakan di beranda depan daerah utara negara Indonesia,” ucap Irianto.

UPTD Laboratorium Keswan dan Kesmavet sendiri, kata Irianto, mempunyai peran yang sangat strategis. Utamanya, di dalam menunjang pembangunan peternakan di Provinsi Kalimantan Utara melalui kegiatan deteksi dini atas kemungkinan munculnya wabah dan monitoring status penyakit hewan menular di wilayah ini. “Apalagi, wilayah kita berbatasan langsung dengan Malaysia yakni Negara Bagian Sabah dan Sarawak, sehingga dengan terkendalinya penyakit hewan menular maka produktivitas ternak akan meningkat dan program pemuliaan ternak dapat tercapai,” jelas Gubernur.

Sedangkan, kegiatan dan program di bidang kesmavet juga penting untuk dilaksanakan demi mengamankan dan meningkatkan kualitas kesehatan dan keamanan pangan asal hewan. Kegiatan itu dapat dilakukan melalui pembinaan di pasar tradisional dan sentra produksi ternak, serta pengambilan sampel Kesmavet untuk diperiksa di laboratorium.

Selain itu, UPTD Laboratorium Keswan dan Kesmavet juga memiliki fungsi pengawasan, pengamatan, pemantauan penyakit hewan yang bersifat zoonosis dan non zoonosis serta kualitas pangan asal hewan di seluruh Kaltara. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara aktif dan pasif. “Artinya kegiatan secara aktif dilaksanakan dengan mengadakan surveilans dan monitoring ke lokasi untuk melakukan pengamatan, pengumpulan data dan pengambilan sampel/specimen.

Sedangkan kegiatan secara pasif dilaksanakan dengan melakukan pengamatan, pengumpulan data dan pengambilan sampel/specimen yang diterima dari masyarakat maupun organisasi pemerintah/non pemerintah,” papar Irianto. Selain meletakkan batu bata pertama, Gubernur juga melakukan penyerahan sapi qurban kepada masyarakat setempat.(humas)

Pasca alami Kebakaran,Ponpes Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Bulukumba Mulai di Renovasi

Bulukumba – Pasca mengalami kebakaran 31 Juli lalu yang mengakibatkan asrama santri Pondok Pesantren Tahfiz Abu Bakar Ash-Shiddiq Wahdah Islamiyah Bulukumba sebanyak 3 gedung tak bisa lagi digunakan.

Kebakaran ini mengakibatkan kerugian ratusan juta rupiah, berbagai organisasi dan masyarakat mulai memberikan bantuan untuk renovasi gedung asrama yang ada. “Alhamdulillah sampai saat ini, bantuan dari ormas, instansi pemerintah dan masyarakat terus berdatangan seperti Polres Bulukumba, Kodim 1411, LIDMI, Stikes, Akbid, IMM, dan HILMI,” ungkap Supriadi Nasir kepala sekolah tingkat SMP.

Bangunan asrama santri yang rusak kini mulai di renovasi mulai dari bagian atap, pengecatan dinding dan pemasangan lantai. “Sampai saat ini renovasi asrama yang kebakaran masih sekitar 20%,” lanjutnya.

Supriadi Nasir mengajak kepada seluruh masyarakat agar memberikan bantuan untuk renovasi asrama santri yang terbakar. “Kami mengajak kepada masyarakat Bulukumba secara khusus dan masyarakat Indonesia secara umum untuk membantu renovasi asrama santri yang terbakar untuk mempercepat pembangunan agar aktifitas santri dalam menghafal Al-Qur’an bisa berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya.

Lebih lanjut, Supriadi Nasir berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan bantuannya. “Terakhir kami ucapkan Syukron Jazakumullahu Khairon kepada para donatur yang telah membantu semoga Allah membalas kebaikan Anda dengan sesuatu yang jauh lebih baik,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Akbar

Komunitas Pengusaha Gaharu Orang Wajo di Probollinggo Mengundang Bupati Wajo

WAJO – Silaturrahim dengan Komunitas Pengusaha Gaharu Orang Wajo di Probolinggo yang dilaksanakan di rumah seorang tokoh gaharu dari Wajo yaitu Bapak H. Syamsu Alam yang merupakan juga ketua Asgarin Kota Probolinggo, Senin 12 Agustus 2019.

H. Syamsu Alam yang merupakan Pria Kelahiran Sulawesi ini dikenal sebagai Ketua Asgarin ( Asosiasi Gaharu Indonesia ) untuk wilayah Probolinggo yang menakhodai 5.023 pengusaha gaharu di Probolinggo.

Juga terkenal kemarin ketika terjadi gizi buruk di asmat papua dan dia mengirimkan ribuan ton beras kesana, sehingga beliau dikenal sebagai orang yang tinggi kepeduliannya. Dalam pernyataan dari komunitas pengusaha Gaharu yang juga diketuai oleh H. Syamsu Alam, menyampaikan kalau mereka siap membantu untuk mengawal 25 program Pemerintah di Kabupaten Wajo termasuk pembangunan Masjid Cantik di Wisata Padduppa.

Ketika kami konfirmasi via telepon ( WA ) H.Syamsu Alam menyampaikan bahwa dia sangat berterimakasih kepada Bupati Wajo beserta keluarga, atas kunjungannya di Kota Probolinggo Jawa Timur. “Kami merasa sangat terharu dan bangga, atas kedatangan Bupati Wajo, kami seperti seorang anak yang tinggal di perantauan yang sedang dikunjungi oleh Bapaknya,” ungkap H. Syamsu Alam.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dari 25 program Bupati Wajo, tentu membutuhkan banyak masukan untuk memperlancar terealisasi program tersebut 5 tahun kedepan.

“Kami sebagai masyarakat Wajo yang ada di perantauan juga mendoakan semoga Bapak Bupati diberikan kesehatan, kekuatan untuk bisa mewujudkan program program yang ada, demi tercapainya kesejahteraan masyarakat Wajo mulai dari pelayanan, ekonomi dan pendidikan,” ungkapnya diakhir percakapan. ( Humas Pemkab Wajo )

H +1 Lebaran Hari Raya Idul Adha 1440 H, Kapolres Sinjai Berbagi Daging Kurban Kepada Warga Kurang Mampu Di Pelosok Desa

Sinjai – Memasuki 11 Dzulhijjah lebaran hari raya Idul Adha 1440 H / 2019 M Kepolisian Resor Sinjai kembali menyembelih hewan kurban di mako polres sinjai. Dan untuk hari ini disembeli sebanyak dua ekor sapi yang akan dibagikan secara door to door kepada warga kurang mampu dipelosok desa wilayah kabupaten sinjai. Senin (12/8/2019).

Pembagian daging kurban di pelosok desa terpencil diwilayah kecamatan sinjai timur, tellulimpoe dan sinjai selatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Sinjai Ajun Komisaris Besar Polisi (Akbp) Sebpri Sesa, S.Ik bersama beberapa personil dan komunitas motor x-trail menyambangi satu persatu warga yang kurang mampu dengan menggunakan motor trail untuk diserahkan secara langsung daging kurban.

Seperti dikecamatan tellulimpoe tampak Kapolres Sinjai didampingi personil dan komunitas motor trail menyerahkan langsung daging kurban yang diterima oleh warga sebagai wujud kepedulian terhadap sesama dan berbagi kebahagiaan dalam moment hari raya idul adha.

“Kita sasar warga kurang mampu dan mungkin ada juga warga yang jarang makan daging sehingga kita berbagi kebahagian dihari raya idul adha ini, sehingga dia juga dapat merasakan yang sama dimoment lebaran ini. Ujar Kapolres Sinjai.

Selain untuk membagi-bagikan daging kurban kepada warga kurang mampu, kegiatan ini pula sebagai sarana untuk memantau situasi kamtibmas di daerah terpencil sekaligus bersilaturahmi dengan warga dan menyampaikan himbauan kamtibmas dengan mengajak warga untuk membantu pihak Kepolisian menjaga kamtibmas minimal dilingkungan masing-masing, tutup Kapolres. (Irwan N Raju)