Polisi Tangkap Honorer Disdukcapil Nunukan Karena Melakukan Jambret

Nunukan-Jajaran Satreskrim polres Nunukan berhasil mengamankan pelaku Curas. Pelaku yang bernama Kasmadi (31) merupakan honorer di Disdukcapil Nunukan.

Warga kelurahan Selisun Kecamatan Nunukan Selatan berhasil di bekuk polisi di kediamannya, Jumat (23/8/19).

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro, SIK, MH melalui Kasubag Humas Polres Nunukan Iptu Muh Karyadi di Nunukan mengatakan, pelaku merupakan daftar pencarian orang (dpo) selama tiga bulan ini. Selama kurang lebih tiga bulan dilakukan penyelidikan.

“Pelaku diamankan di kediamannya di jalan Hasanuddin Kelurahan Selisun dan sementara sedang dalam pemeriksaan,” ungkap Karyadi.

Dikatakan Karyadi, pelaku ini melakukan tindak pidana penjambretan di jalan Persemaian Kelurahan Nunukan Tengah, pada 31 Mei 2019.

“Modus Pelaku melakukan pencurian kekerasan terhadap korban dengan cara menjambret tas milik korban ketika korban sedang berkendara mengunakan sepeda motor dari Jalan Sutanto menuju Persemaian,” ujar Karyadi.

Lanjut Karyadi, saat berada di posisi jalan gelap tanpa lampu penerangan tepat di turunan gereja GKII, tiba-tiba dari arah kanan, pelaku mengunakan sepeda motornya menarik paksa tas yang melingkar di tubuh korban sehigga putus dan anak korban pun terjatuh. Korban langsung menyelamatkan anaknya dan langsung mengejar pelaku, sehigga dapat mengenali ciri-ciri fisik tubuh pelaku, namun pelaku tidak dapat di jangkau korban.

“Setelah korban melapor, kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku bersama barang bukti dan saat ini diamankan di Polsek kota Nunukan,” terang Karyadi.

Dari tangan pelaku, polisi menyita 1 unit Sepeda motor Honda beat,
1 buah helm warna merah, 1 buah tas wanita, 1 buah dompet wanita, 1 lembar STNK, 3 lembar kartu Indonesia Sehat, 1 Lembar kartu ATM BNI, 1 Lembar kartu ATM Bank Kaltim, 1 unit handphone oppo warna merah bersama kitaknya. (Red)

Bupati Wajo Resmi Menutup Diklat Audit Kinerja Pemkab Wajo

WAJO – Bupati Wajo, H. Amran Mahmud, menutup secara resmi rangkaian kegiatan Diklat Audit Kinerja Pemerintah Daerah bagi pegawai di lingkungan Inspektorat Daerah Kabupaten Wajo, Jumat (23/8/2019) di Kantor BKPSDM Kabupaten Wajo.

Sebelumnya, Diklat Audit Kinerja bagi Pegawai di Lingkungan Inspektorat Kabupaten Wajo Tahun 2019 berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 21 Januari 2019 sampai dengan 25 Januari 2019 dan diikuti oleh 30 APIP.

Panitia penyelenggara diklat, Basri dalam laporannya menyampaikan bahwa tingkat kehadiran peserta selama penyelenggaraan diklat diatas 95% dengan didukung skor evaluasi rata-rata baik sehingga seluruh peserta berhak menerima sertifikat telah mengikuti diklat.

Adapun materi yang disajikan dalam Diklat Audit Kinerja tersebut, yaitu Konsep Dasar Audit Kinerja, Perencanaan Audit Kinerja – Penetapan Tujuan dan Lingkup Penugasan, Pemahaman Auditan – Tujuan dan Sasaran, Penilaian Kecukupan Indikator Kinerja, Perencanaan Audit Kinerja – Identifikasi dan penilaian risiko, Identifikasi dan Evaluasi Pengendalian, Penyusunan Program Kerja Audit, Pelaksanaan Audit Kinerja, serta Penyusunan Laporan Hasil Audit Kinerja.

Bupati Wajo, H. Amran Mahmud mengungkapkan diklat tersebut sangat penting untuk membekali dan memperbarui kompetensi para auditor agar mampu bekerja secara profesional dan mengawal pemerintahan kedepannya.

Ia menambahkan untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik, APIP sebagai tonggak utama pengawal pemerintahan harus memiliki kompetensi yang memadai untuk berperan aktif dalam setiap proses pemerintahan.

“Kita ingin menghadirkan pemerintahan yang bersih, pemerintahan yang kuat, pemerintahan yang terpercaya, pemerintahan yang terlegitimasi, semua itu bisa terwujud kalau APIP kita bisa berperan aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan, kontrol, hingga tindak lanjut dalam menyelesaikan berbagai problematika pemerintahan,” katanya.

Olehnya itu, Amran Mahmud berharap ilmu yang telah di dapat APIP selama berlangsungnya diklat bisa diimplementasikan dengan baik sehingga setiap permasalahan pemerintahan yang ada bisa terselesaikan dengan cepat.

“Visi misi kita yaitu Pemerintahan yang Amanah Menuju Wajo Maju dan Sejahtera, kalau kita mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang profesional, akuntabel, transparan, dalam penyelenggaraan pemerintahan saya yakin dalam waktu 5 tahun kita mampu wujudkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan hasil pretest dan posttest, peserta terbaik dalam Diklat Audit Kinerja Pemerintah Daerah bagi pegawai Lingkup Inspektorat Kabupaten Wajo diraih oleh Hartasni Setiawan sebagai rangking 1, Hafiuddin sebagai rangking 2, dan Hasmulyawan sebagai rangking 3. ( Humas Pemkab Wajo )

Bupati Wajo meninjau langsung kebakaran pasar tempe

WAJO – Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud turun langsung ke lokasi Kebakaran yang berlokasi di Pasar Tempe, pagi tadi jam 2.30 Wita, untuk meninjau langsung kebakaran yang menghanguskan hampir 95 pesen lokasi Pasar Tempe, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Sebagaimana di ketahui kebakaran hebat yang menghanguskan Pasar Tempe, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo belum mampu dipadamkan hingga jelang subuh, Sabtu (24/8/19).

Hingga pukul 04.30 WITA, kobaran api dan kepulan asap tebal masih terlihat di lokasi kejadian. Awak Damkar Wajo terus berjibaku untuk menjinakkan kobaran api.

Armada Damkar bolak balik melakukan pengisian air. Nampak sejumlah armada Damkar dari kabupaten tetangga turut didatangkan guna membantu pemadaman Informasi yang dihimpun, armada Damkar tersebut berasal dari Kabupaten Soppeng dan Sidrap.

Aparat keamanan dari TNI dan kepolisian berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian. Diberitakan sebelumnya, kebakaran di Pasar Tempe ini bermula sekitar pukul 01.30 WITA.

Hari ini Sabtu 24 Agustus 2019, jam 14.00 bertempat di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Wajo, akan diadakan rapat koordinasi dengan semua pihak terkait untuk memutuskan kegiatan darurat yang akan difasilitasi secara keseluruhan Pemerintah Kabupaten Wajo. ( Humas Pemkab Wajo / Inilah Celebes )

Pedagang Sayuran Kesal Atas Ulah Karantina Nunukan Menyita Sepihak

Nunukan-Pedagang Sayur asal Kota Tarakan mengalami kerugian puluhan juta akibat Karantina Nunukan menyita sepihak barangnya, seperti Sayuran, Wortel dan bawang putih yang dibeli di Sebatik.

Nota pembelian di Sebatik, .

Kejadian yang menimpa pedagang tersebut, terjadi di pelabuhan Sei Jepun di atas Kapal Ferry KM Mananta, tampak petugas karantina melakukan pemeriksaan daging Sapi kurban yang hendak dibawah ke kota Tarakan.

Sayangnya yang dilakukan pihak Karantina sangat tidak etis dengan langsung memeriksa barang tersebut lalu diturunkan, selayaknya seperti pencuri. Hal itu disesalkan para pedagang atas tindakan karantina yang tidak manusiawi.

Darmati (47) seorang pedagang mengatakan, pada tanggal 26 Juli 2019 beberapa barang miliknya berupa sayuran jenis Wortel dan Bawang yang disita oleh karantina dan diturunkan secara paksa.

Darmawati mengatakan, Sempat terjadi adu mulut antara Karantina dengan Pihak Sahbandar ” barang tersebut kalau mau disita buat berita acara (BAP) jangan main sita tanpa prosedural, ini barang resmi bukan barang curian dan barang selundupan, pemilik membeli di Sebatik disertai Nota pembelian dan kalau menangkap harus menunjukan Surat Perintah dan melibatkan intansi jangan sewenang-wenang mengambil barang milik orang lain. kenapa milik orang lain tidak ikut diambil ini hanya milik ibu Darmati jangan pilih kasi dalam menjalankan tugas”.

Pimpinan Karantina Nunukan Drh. Sapto Hudaya

Kata Darmawati lagi, kalau mau menyita barang dari Malaysia, itu dipelabuhan Lalesalo tempat bongkar muat barang. Barang saya ini sudah beredar dalam negeri apalagi sudah diatas kapal tujuan kota Tarakan.

“Kalau barang ini dianggap illegal kenapa bukan penjualnya di Sebatik tidak diamankan atau ditangkap, tanyakan penjualnya di sebatik ada kah sertifikat asal usul barang tersebut,” ungkapnya

Dia menyesalkan tindakan karantina melakukan penagkapan yang tidak diproses hukum, malah barang tersebut dibiarkan rusak begitu saja. Pihak Darmawati selaku korban melaporkan persoalan ini ke Polres Nunukan untuk proses hukum lebih lanjut.

“Sahbandar menyampaikan, menyita atau merampas harus ada berita acara,” Kata Darmawati meniruhkan ucapan petugas Sahbandar.

Meskipun Darmawati telah berupaya dengan menunjukan nota pembelian untuk membuktikan jika sayuran tersebut dibeli di Pulau Sebatik, Namun karantina bersikeras tetap menurunkan barang milik Darmawati dan mengatakan “akan diamankan dan dikembalikan kepada Pemiliknya”.

Sementara pemilik barang saat mendatangi karantina, pihak karantina menyampaikan harus menunggu keputusan dari pimpinan karantina Tarakan.

Tak terima dengan perlakukan karantina Nunukan, pemilik barang mendatangi karantina Tarakan, namun pimpinannya tidak berada ditempat.

“Stafnya mengatakan bahwa karantina Nunukan menyita itu tanggungjawab mereka, mau lepas atau ditahan karantina Nunukan punya hak, tidak ada hubunganya dengan karantina Tarakan,” Jelas Darmawati

Lanjut Dia, barang sitaan miliknya diduga karungnya dirobek oleh petugas karantina, Wortel dan barang lainnya mengalami kerusakan. “Saat mau dimuat oleh tukang Speed karantina tetap berkeras dan mengancam tukang spied jangan coba-coba mengambil barang tersebut”, ujar Darmawati.

Saat dikonfirmasi, Pimpinan Karantina Nunukan, Drh. Sapto Hudaya mengatakan, barang kami sita sekaligus diamankan karena barang diatas kapal itu tidak memililki sertifikat kesehatan.

“Kami jalankan tugas sesuai dengan UU No 16 Tahun 1992 Tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuh-tumbuhan,” jelasnya. (red)

HUT Kesatuan PKK ke – 47,Bupati Wajo Lantik Tim Penggerak PKK dan Pengurus Dekranasda

WAJO – Bupati Wajo, Dr. H. Amran Mahmud melantik pengurus Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo serta pengurus Dekranasda Kabupaten Wajo masa bhakti 2019-2024 pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 tahun 2019, Jumat (23/8) di Ruang Pola Kantor Bupati Wajo.

Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 tahun 2019 yang dirangkaikan dengan pelantikan dan pengukuhan pengurus TP PKK dan pengurus Dekranasda tersebut mengambil tema “Optimalisasi Gerakan PKK Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Melalui Peningkatan Kreativitas dan Kewirausahaan”.

Dalam kesempatan itu, Bupati Wajo, Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan bahwa momen tersebut harus menjadi momentum menyamakan pandangan visi dan misi serta meningkatkan fungsi kinerja gerakan PKK dengan bakti dan karya nyata dengan melakukan hal-hal yang positif.

Serta meningkatkan daya kreatifitas dan inovasi dalam pengembangan program-program PKK. Agar selaras dengan garis kebijakan program pemerintah yang semua itu harus di capai melalui inovasi, kreativitas, serta ketekunan. “Seperti yang terkandung dalam tema bahwa tim penggerak PKK ialah sebagai mitra kerja pemerintah yang secara konsisten wajib mengiringi, serta mendukung kebijakan program pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, ia berpesan agar TP PKK dan Dekranasda bekerjasama dalam upaya meningkatkan kreativitas dan kewirausahaan masyarakat dengan menggalakkan pelatihan keterampilan untuk menumbuhkan ekonomi kreatif.

Menurut Dr. H. Amran Mahmud, PKK harus terus berkontribusi dalam pembangunan daerah yang dimulai dari keluarga.  “PKK telah teruji keberadaannya, telah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat, untuk itu teruslah berkontribusi dalam pembangunan daerah yang dimulai dari keluarganya sendiri,” katanya.

Dr. H. Amran Mahmud ingin PKK dapat menjadi motor penggerak kegiatan sehingga tak hanya berhadapan dengan urusan-urusan wajib yang rutin. Ia juga berharap PKK dapat menjadi inovator dalam memberikan kesejahteraan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Lebih jauh, Dr. H. Amran Mahmud berharap, peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK tersebut tidak hanya sekedar kesenangan sesaat, akan tetapi lebih memberikan makna dan ungkapan rasa syukur untuk kiprah PKK dalam keluarga maupun masyarakat.

“47 tahun bukanlah perjalanan yang singkat untuk menoleh kiprah PKK di seluruh Indonesia sebagai mitra kerja pemerintah dalam pembinaan keluarga.

Sudah banyak yang telah dilakukan PKK dalam mendukung dan melaksanakan program kerja pemerintah,” jelasnya. Untuk itu ia menekankan agar semua pihak mendukung gerakan PKK. Terutama unsur penyelenggara gerakan PKK di semua tingkatan mulai dari kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan.

Sekedar diketahui, puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-47 tingkat Kabupaten Wajo tersebut juga dikemas dalam bentuk Festival Pangan Lokal Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) yang diinisiasi Tim Pengurus PKK bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Wajo. ( Humas Pemkab Wajo )