Bupati Wajo Launching penggunaan alat transaksi online MPOS, ini tujuannya.

WAJO – Launching penggunaan alat transaksi online Mobile Payment Online Sistem ( MPOS ), Senin 2 Agustus 2019 di Glory Convention Center.

Kegiatan ini dimotori oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Wajo dan kerjasama dengan Bank Sulselbar Cabang Sengkang.

Pelaksana tugas Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Wajo Ir. Armayani, M.Si menyampaikan bahwa ada 11 jenis pajak yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Wajo Terdapat 4 jenis pajak yang dikelola secara online, jenis pajak tersebut yaitu Pajak Restoran, Pajak hotel, Pajak Hiburan dan Pajak Parkir.

Sebagaimana yang telah tertuang dalam MoU dan perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemerintah Daerah dengan PT, Bank Sulselbar yang difasilitasi oleh tim Korsupgah KPK Republik Indonesia tentang pembayaran dan pemungutan pajak Daerah dan Retribusi Daerah secara online.

Dalam upaya penerapan sistem online PT. Bank Sulselbar telah memberikan fasilitas berupa mobil payment online sistem yang terintegrasi melalui sistem monitoring bersama oleh Bapenda, PT Bank Sulselbar dan KPK RI.

Sebagai langkah awal Bapenda Kabupaten Wajo telah melakukan pemasangan sebanyak 21 alat MPOS, untuk pengelolaan pajak restoran dari target tahun 2019 sebanyak 50 alat yang akan dipasang.

Dalam proses pemasangan alat tentunya bukan merupakan hal yang mudah, berbagai kendala yang dihadapi di lapangan mulai dari keterbatasan pengetahuan, hingga kekhawatiran penurunan omset usaha yang diakibatkan adanya penggunaan alat, terkadang menjadi faktor kelambatan proses pemasangan dan penerapan sistem online ini.

Dalam sambutan berikutnya oleh pimpinan Bank Sulselbar cabang Sengkang Hj. Andi Darlina Fachruddin yang menyampaikan bahwa acara ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada para wajib pajak, yang mencakup kegiatan pengelolaan pembayaran sehingga pengelolaan keuangan menjadi efektif dan efisien untuk bertransaksi secara lebih mudah praktis dan transparan sehingga PAD lebih meningkat.

“Tindak lanjut penandatanganan MoU antara Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo dengan Direktur Utama PT. Bank Sulselbar, yang disaksikan langsung oleh tim Korsupgah Perwakilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia, dalam upaya optimalisasi penerimaan daerah serta dalam rangka meningkatkan pelayanan dan memberikan kemudahan kepada wajib pajak retribusi dalam melakukan transaksi pajak online system,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan kalau untuk mendorong peningkatan PAD adalah melalui koneksi host to host PBB dan BPHTB serta implementasi pajak online, dengan adanya sistem online setoran pajak tidak ada alasan pemilik Hotel dan warung tidak bayar pajak, karena dalam ketentuannya yang bayar pajak adalah dibebankan kepada konsumen sedangkan pemilik warung hanya mengumpul dan menyetor ke kas daerah.

Sementara itu sambutan dari Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa acara ini sangat penting karena kami hadir disini bersama dengan Bapak Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE.

“Alhamdulillah kita dapat melaunching alat transaksi online sebagai upaya dalam rangka optimalisasi pendapatan daerah yang merupakan salah satu dari 12 intervensi tim korsupgah KPK,” ungkap Bupati Wajo.

“Karena tiap detik dan tiap waktu kita selalu dipantau KPK utamanya pengelolaan pajak karena semua sudah sistem online apalagi kami bersama H. Amran, SE akan menjadikan Wajo menuju Smart City, dimana pengelolaan pajak kita Di Wajo sangat strategis terkait acara ini,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menambahkan.

Lebih jauh dijelaskan bahwa ini merupakan tindak lanjut Pemerintah Daerah pada tanggal 9 April 2019 yang yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan tim Korsupgah RI, dimana telah dilakukan penandatanganan MoU oleh seluruh Bupati kemudian pimpinan perbankan, kepala BPD, Bapak Gubernur termasuk KPK pada saat itu.

“Kami bertanda tangan ingin melakukan MoU dengan pimpinan wilayah Bank Sulselbar sekaligus tanda tangan perjanjian kerjasama antara Bapenda dan Bank Sulselbar cabang Sengkang, mengenai pembayaran dan pemungutan pajak dan Retribusi Daerah secara online,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Jadi kalau Daerah tidak mampu mengelola PAD nya, maka untuk bisa membuat program banyak kedepan, Yah tentu begitu begitu saja, tidak bisa bersaing dengan daerah lain, di mana sekarang ini Bali PAD nya sangat besar dan sebenarnya banyak yang bisa dilakukan untuk menggerakkan roda perekonomian di Wajo, jelas Bupati Wajo.

“Di Wajo jalanan kita yang hampir 1000 km harus diperbaiki, kalau tidak jangan harap roda ekonomi kita bisa maju tidak bisa berkembang usaha kalau jalannya jelek,” ungkap Bupati Wajo.

Dijelaskan juga kalau semuanya maju, Pariwisata maju, maka orang akan berbondong-bondong datang, kemudian produksi produksi pertanian berkembang cepat, bayangkan kalau dalam waktu kurung 5 tahun ke depan ini, perkembangannya dua kali lipat bayangkan ekonomi bisa berkembang.

“Makanya Kenapa kita memperbaiki sistem pengembangan PAD kita, supaya tidak ada bocor bocor, tidak ada saling mencurigakan, sehingga dengan hal ini ada saling kepercayaan, sehingga semua orang akan bekerja dengan baik dan bila semua roda perekonomia dapat bergerak, maka nilai beli masyarakat tinggi juga pasar-pasar akan menjadi ramai sehingga PAD kita sehat sehingga kita juga enak dalam membuat program,” jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

“Makanya kami jalan ke Jakarta ke Kementerian, karena kalau kita hanya berharap APBD kita yang sebegitu, kita tidak bisa berbuat banyak, makanya kita komitmen melakukan ini agar apa yang kita canangkan hari ini dapat menjadi berkah, tidak saling sembunyikan sehingga menjadi berkah dan rezeki mudah datang,” Bupati Wajo menambahkan

Dan disampaikan kalau Pajak yang dikenakan di sini adalah pada pengunjung dan bukan pada usahanya, yang dikenakan pajak adalah orang yang datang makan, kata Bupati Wajo diakhir sambutannya

( Humas Pemkab Wajo )

PLN Diduga Tidak Konsisten Dan Menelantarkan Meteran Digital langgar UU Konsumen

MAKASSAR – Berawal dari pengaduan suami inisial “NN” dengan nomor meteran 860 436 348 14 (Sabtu, 31 Agustus 2019, Pukul 23.00 Wita) yang melaporkan kerusakan pada tombol sirkuit kilometer digital yang tidak berfungsi dengan baik pada saat ingin melakukan pengisian pulsa token dimana salah satu tombol angka 5 di kilometer rusak atau tidak berfungsi dengan baik sehingga kasus tersebut pada saat itu juga disampaikan Ke Kantor Unit PLN Baddoka Jalan Batara Bira No.2 Kec. Biringkanaya Kota Makassar.

Salah seorang petugas Yantek inisial “R” yang menerima pelaporan kami menyuruh menunggu dirumah dan tak lama beselang kemudian datanglah petugas bagian emergency memeriksa meteran digital tersebut. Dimana dalam keterangan petugas bukan hanya kerusakan pada tombol meteran digital namun ia juga menyebutkan bahwa ada kesalahan tehnis dalam pemasangan kabel instalasi di meteran digital yang dibuatkan dalam bentuk berita acara gangguan APP. Sehingga menyebabkan setrum atau tegangan tinggi meskipun saklar lampu di matikan tetap aliran listrik berjalan sehingga diduga bisa berimplikasi pada pemborosan pulsa token yang jelas-jelas dapat merugikan konsumen.

Sehingga dia menganjurkan kepada konsumen untuk meminta konpensasi kepada petugas pemasangan meteran digital  karna pulsa token yang sudah dibeli tidak dapat lagi dipergunakan karna harus mengganti meteran digital yang baru.

Adapun implikasi atau gejalah yang ditimbulkan pada kesalahan pemasangan pada kabel instalasi di meteran digital yakni dimana salah satu bagian balon lampu di rumah jadi berkedip-berkedip atau timbul nyala (kecil).yang menunjukkan ada ketidak normalan dalam pemasangan instalasi jaringan listrik, yakni diduga adanya kerenggangan pada konektor dari kabel SR (PLN) dengan kabel yang masuk rumah. terlepas apakah ada unsur kesengajaan atau tidak pada petugas kepada konsumen.

Sehingga patut diduga oknum petugas dinilai tidak profesional dalam menjalankan fungsi dan tanggung  jawabnya sesuai SOP yang berlaku serta disinyalir melabrak UU Konsumen atau hak-hak konsumen.

Irwan N Raju /Andi Subhan
Kontributor Sulsel

HADIRKAN RACER NASIONAL BERUANG MADU SUKSES GELAR DRAG BIKE BUPATI CUP KEJURDA SERI II 2019

BONE – Bertempat Disirkuit Bumi Arung Palakka kawasan stadion lapatau kelurahan macanang kab Bone Sulawesi Selatan Sabtu- Minggu 31 Agustus- 01 September 2019

Beruang Madu salah satu club otomotif anggota IMI Sulsel yang menggelar event ini dengan mempelombakan 9 Kelas untuk memperbutkan Tropy dan dua unit motor untuk juara umum dan seri kejurda ini diikuti oleh 400 pembalap lokal Bone, lokal Sulsel, Sulawesi Utara, Gorontalo dan juga pembalap pembalap Nasional asal pulau jawa

Sekitar 150’an peserta luar Bone serta Pembalap dari Pulau Jawa Gorontalo,Manado dan Seluruh kabupaten yang ada di SulSel
Dan lokal Bone , Adapun Juara juaranya, lokal sulsel Pembalap” Bone : Iskar HU,Bocah,Maulana Ibrahim

Kegiatan ini Dihadiri oleh ; Dandim 1407 letkol infantri Mustamin ,kapolres Bone diwakili oleh Kapolsek kota Kadis Perhubungan Asiswa Karim ,Camat TR Barat Andi Bobby Dan andi Nusrsalam Anggota DPRD KAB.BONE Dan pada acara puncak dan penutupan dihadiri oleh : Andi Nursalam
(A lilo Ak) Anggota DPRD Kab.Bone Dan Ketua BRT Bone

Muh.Iqbal SH ketua panitia pelaksana kegiatan ini sangat mengharapkan Ke Depannya Kab Bone kembali dipercaya oleh IMI Sulsel serta Semoga Event berikutnya Kami bisa permantap lagi karena event Ini Panitia Hanya butuh waktu 2 Bulan dalam persiapan tapi Alhamdulillah Event ini terlaksana Dengan sukses dan mendapat Apresiasi pembalap luar Sulawesi Selatan panitia mampu menghadirkan pembalap nasional Asal Pulau Jawa dari semua event di Sulsel Selama 2019 baru kali ini perserta pulau jawa terbanyak yang datang hanya di Kab.Bone

kegiatan ini masuk kalender IMI Sulsel ; Ini Kejurda IMI Sulsel Seri II yang menunjuk kab.Bone Sebagai Pelaksana ungkap ketua panitia pelaksana melalui Riliisnya ke media dia ini Senin, 02-09-2019

Juara umum seeded open pada event ini Adit Coco no star 41 Asal Semarang Jawa Tengah dibawah bendera Team Experimen DM Group Dandi jagung Rebus 49

Dan juara umum lokal Sulsel pembalap atas nama DENI Apriawan No star 74 asal Makassar Team 16 management QP Lms Stavoll Fam Rezky Motor Falqi Am 38

Ucapan terima kasih kepada semua pihak sehingga kegiatan ini bisa sukses dan terlaksana, para sponsor, peserta, panitia dan semua elemen masyarakat yang hadir sehingga event ini sukses terlaksana jelas Muh iqbal SH ketua panitia pelaksana

Irwan N Raju
Kontributor berandankrinews.com

Wakil Bupati Wajo menerima kedatangan Jamaah Haji kloter 19 asal Kabupaten Wajo, ini harapannya

Makassar, Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE menerima kedatangan Jamaah Haji Kloter 19  asal Kabupaten Wajo di Aula Asrama Haji  Makassar, Minggu 1 September 2019

Jamaah Haji kloter 19 kabupaten Wajo Mendarat pukul 5.28 pagi ini dengan selamat dengan menggunakan pesawat Garuda GA.1219, dengan jumlah 455 Jamaah

Dalam sambutannya Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE menyampaikan dari 455 Jamaah Haji yang berangkat yang kembali 455 Jamaah juga, dan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian agama atas penyelenggaraannya dan juga kerjasamanya

Wakil Bupati Wajo mengajak Jamaah Haji yang baru tiba, supaya ikut mendoakan Kabupaten Wajo kedepan, sehingga dapat mewujudkan misinya menjadi Pemerintahan yang amanah menuju Wajo Maju dan Sejahtera.

Jamaah Haji yang melaksanakan Ibadah Selama 41 hari di tanah suci dan proses penerbangan ke tanah air selama 12 jam, dengan harapan mendapatkan haji yang mabrur.

“Haji mabrur dibuktikan setelah kembali ke tanah air, dibuktikan dengan yang bisa menjaga ibadahnya,” ungkap H. Amran, SE.

“Kami juga akan memastikan jamaah haji Wajo naik bus ke Wajo, dengan harapan tidak ada yang tertinggal,” Wakil Bupati Wajo menambahkan.

Dan selanjutnya Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menyerahkan kembali Jamaah Haji asal Wajo kepada Pemerintah Kabupaten Wajo

Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH ) Embarkasi/Debarkasi Makassar, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Kabupaten Wajo, Kepala Dinkes, Kabag Kesra dan Kabag Humas & Protokol Setda Kabupaten Wajo.

(Humas Pemkab Wajo)

Peserta Pawai Hijratul Rasul membajiri Lapangan Merdeka di moment Tahun Baru Islam 1441 H, ini harapan Bupati Wajo.

WAJO – Pawai Hijratul Rasul Semarak Tahun Baru Islam 1441 H tingkat Kabupaten Wajo dengan mengusung Tema ” Dengan Semarak Tahun Baru Islam 1441 H, kita wujudkan masyarakat Wajo yang religius, Maju dan Sejahtera.

Pawai Hijratul Rasul yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Sengkang dan diikuti 138 kontingen dari berbagai lini di Kabupaten Wajo dengan jumlah total peserta sekitar 14.024 peserta.

Ada yang berbeda dengan Pawai dari tahun tahun sebelumnya dimana kalau dulunya peserta yang terlibat hanya dari beberapa kalangan dan Sekolah, tapi kali ini melibatkan hampir dari semua unsur, mulai TK, SDN, SMPN dan juga SMAN, Organisasi dan Perangkat Daerah di Kabupaten Wajo serta organisasi lainnya.

Dan yang juga berbeda karna kali ini Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo Hj. Sitti Maryam, S.Sos., M.Si. ikut dalam pawai ini dengan mengomandoi barisan Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, selanjutnya dari Dharmawanita Kabupaten Wajo yang dipimpim langsung juga oleh Ketua Dharmawanita Kabupaten Wajo Hj. Kurnianana, S.Sos., M.Si. juga dengan barisan tersendiri.

Dari jumlah peserta juga pada tahun ini cukup membeludak, dibuktikan dengan jumah peserta yang menembus sampai 14.024 orang dimana ditahun tahun sebelumnya hanya berkisar 3.000 sampai 4.000 an. Dimana dimulai star jam 8.00 pagi sampai jam 11.30 siang baru bisa keluar semua dari lapangan merdeka yang penuh sesak hari ini.

Kondisi seperti ini memang harus diangkat dalam Pawai Hijratul Rasul, dimana ini merupakan Moment Tahun Baru Islam bagi Masyarakat Wajo yang memang mayoritas masyarakatnya Muslim, dan moment ini sangat tepat tentunya untuk berlanjut kedepannya.

Juga moment kali ini menampilkan hal yang berbeda dimana peserta dan tamu undangan memakai sarung khas Bugis berupa Lipa Sabbe Sengkang.

Dalam sambutan Ketua panitia pelaksana Drs. H. Andi Dharmawangsa, M.Si Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo menyampaikan bahwa selain kemarin melaksanakan Dzikir Akbar yang menghadirkan dua ribu orang masyarakat Wajo dan dilanjutkan tausiyah lintas generasi dengan 3 generasi yaitu generasi milenial, kolonial dan pertengahan termasuk budaya Wajo yang dikaji.

“Hijratul Rasul yang dilakukan hari ini merupakan gambaran Rasulullah ketika berhijrah dari kota Mekah ke Kota Madinah pada hari ini 1 Muharram 1441 Hijriah,” tutur Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo.

Adapun rute yang ditempuh star dari Lapangan Merdeka Sengkang, lanjut ke jalan lasangkuru, Jalan KHM. Asad, Jalan Sungai Walanae, Jalan Andi malingkaan, Jalan Bau Mahmud, Jalan Andi Pawellangi, Jalan Nusa Indah, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Jalan Jenderal Ahmad Yani dan finish Di depan Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo.

Juga pesertanya diikuti oleh TK, Paud, Kelompok Belajar, Organisasi Wanita, Majelis Taklim, SD sederajat, SMP sederajat, SMA sederajat, Perguruan Tinggi dan tahfidzul Qur’an Lembaga Pendidikan OKP, Ormas yang diperkirakan lebih dari 14.000 orang.

Dalam sambutan pelepasan dan sekaligus orasi yang dibawakan oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa seluruh jajaran OKP, OPD, Forkopimda seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, Sekretaris Daerah dan seluruh masyarakat yang hadir dia sampaikan apresiasinya dan terima kasih serta bersyukur karna 1 Muharram ini semuanya berkumpul dari semua generasi di Lapangan Merdeka Sengkang ini untuk menyambut sebuah momentum perubahan, momentum peradaban.

“Kita sambut dan menjadikannya komitmen kita, untuk melakukan sebuah perubahan atau berhijrah dari sebuah kebaikan menuju ke sesuatu yang lebih baik lagi,” ungkapnya.

“Pada kesempatan ini saya ingin mengajak, bahwa momentum 1 Muharram peringatan tahun baru Islam 1441 Hijriyah, jangan kita lewatkan dan seharusnya menjadikannya momentum penyemangat, Spirit dan motivasi buat kita untuk membangun daerah kita, utamanya membangun moralitas, membangun akhlakul karimah, membangun nilai-nilai dan membangun kearifan lokal yang menjadi kekayaan budaya kita,” Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si, menambahkan.

Juga disampaikan kalau dia mengajak kita semua untuk menjadikan momentum hijrah ini, menjadi momentum perubahan, momentum reformasi dalam segala aspek, baik aspek keagamaan, aspek religi agar semua tantangan kehidupan tetap dalam koridor-koridor keagamaan dan diniatkan agar semua energi yang dikeluarkan setiap detik perdetik, hari ke hari semua menjadi nilai ibadah di mata Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Untuk itu saya berharap agar kita berkomitmen hari ini, untuk bekerja keras, kerja cerdas dan diiringi kerja kerja ikhlas, agar Wajo menjadi maju dan sejahtera, tentu untuk mencapai kemajuan daerah kita, komitmen kita adalah bersama-sama membangun daerah kita,” jelasnya.

“Hari ini kita berkumpul, saya berterima kasih kepada Dekranasda dewan kerajinan nasional atau dewan kerajinan daerah yang telah hadirkan serta memperlihatkan kearifan lokal kita, dengan menampilkan Lipa sabbe yang sudah diakui oleh bangsa kita pada tahun 2016 dan menjadi warisan abdi negara dari 4 warisan tak benda yang kita miliki antara lain Lipa Sabe, Massure, Maccera arrajang dan ini harus kita bawa ke Islami, dan Gambus Bugis” Bupati Wajo menambahkan.

Juga dalam acara ini dia berharap bahwa setiap momentum momentum budaya untuk dibawa menjadi kegiatan Islami dan diberikan pemahaman ke masyarakat, memberikan semangat keagamaan, dan ke keempat hal yang disebutkan diatas tadi akan menjadi warisan tak benda yang harus dilestarikan dan dijadikan spirit dan semangat untuk membangun perekonomian masyarakat Wajo.

Juga menyampaikan kalau akan membangun 4 sisi daerah Kabupaten Wajo, yang pertama jadikan masyarakatnya menjadi masyarakat terdidik, masyarakat ilmuwan, masyarakat yang maju ilmunya yang kedua masyarakat yang maju ekonominya yang ketiga masyarakat yang cerdas dan pintar dan yang keempat masyarakat yang memiliki nilai-nilai keagamaan dan kearifan budaya yang dia miliki.

“Olehnya itu Mari kita berkolaborasi 4 Sulapa ini, untuk mendorong dan mengakselerasi serta mempercepat pembangunan kita, agar maju ekonominya, maju agamanya, maju pendidikannya dan maju kesehatannya sehingga masyarakat kita maju dan sejahtera,” harap Dr. H. Amran Mahmud diakhir orasinya.

( Humas Pemkab Wajo )