Atensi dan Perhatian Khusus Diberikan Kapolres Mengantisipasi Bahaya Kebakaran di Musim Kemarau

SELAYAR – Atensi dan perhatian khusus, diberikan Kapolres Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan, AKBP. Taovik lbnu Subarkah,S.IK, terhadap segala dampak yang dimungkinkan terjadi selama musim kemarau panjang.

Menghadapi musim kemarau panjang, Kapolres menghimbau masyarakat untuk berhati-hati pada saat melakukan aktivitas pembakaran sampah atau lahan dan memastikan, api benar-benar padam, sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.Sabtu(19/10/2019)

Himbauan ini disampaikan, AKBP. Taovik Ibnu Subarkah, S.IK, untuk mengantisipasi potensi polusi udara yang bersumber dari dampak kebakaran hutan, atau lahan perkebunan baru. Selama musim kemarau panjang, warga juga diminta untuk berhati-hati, saat membakar sampah, atau lahan perkebunan yang dimungkinkan merembes ke kawasan pemukiman warga, dan perkampungan padat penduduk di sekitarnya.

Hal senada disampaikan, kepada ibu-ibu rumah tangga untuk memastikan kompor, atau tungku, benar-benar mati, pada saat selesai melakukan aktivitas masak memasak di dapur. Anjuran ini, kita sampaikan kepada warga masyarakat, menyikapi sejumlah peristiwa kebakaran yang beberapa diantaranya, diduga kuat, dipicu oleh ledakan tabung gas elpiji.

Terkait antisipasi potensi kebakaran, warga diingatkan untuk senantiasa memeriksa saklar listrik, dan kabel yang berpotensi memicu terjadinya korsleting, latau hubungan arus pendek listrik yang pada akhirnya, bermuara pada terjadinya, peristiwa kebakaran rumah, dan dapat mengancam, serta membahayakan keselamatan tetangga atau warga di sekitarnya.

Lebih jauh, warga dihimbau berhati-hati menggunakan obat nyamuk, lampu teflok, dan pencahayaan lilin yang sangat rawan menjadi pemicu kebakaran di malam hari. Dalam konteks tersebut, warga dianjurkan untuk menjauhkan obat nyamuk, lampu teflok, atau lilin dari bahan yang mudah terbakar.

Secara khusus, Kapolres menghimbau para perokok, untuk tidak membuang puntung rokoknya di sembarang tempat, dan memastikan puntung rokok yang dibuangnya sudah betul-betul mati, imbuh Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Taovik Ibnu Subarkah, S.IK, dalam keterangan pers yang disampaikannya kepada wartawan via sambungan telefon.

Selain kepada wartawan, himbauan serupa, telah disampaikan kepada seluruh pengurus Masjid untuk diumumkan pada pelaksanaan shalat Jumat.

Reporter fadly syarif

Danyon C Pelopor Brimob Bone Pimpin Apel Gabungan TNI POLRI Dalam Patroli Skala Besar Menjelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI

Apel skala besar dalam rangkaian jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia sekitar pukul 08.40 wita bertempat di makodim 1407 Bone jalan Lapatau kelurhan Jeppe’e Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone, telah berlangsung Apel gabungan TNI POLRI dalam rangka Patroli skala besar menjelang pelantikan Presiden Republik Indonesia yang dipimpin oleh Danyon C Pelopor Kompol Nur Ichsan S.sos, Sabtu(19/10/2019).

Kegiatan Apel gabungan TNI POLRI dalam rangka Patroli skala besar menjelang pelantikan Presiden Republik Indonesia

Dalam kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakapolres Bone Kompol Samsuddin Palulu, SH, Kabag OPS Res Bone KOMPOL Syamsu Alam, Kabag sumda : Kompol H. Burhanuddin HW, Kapten inf. Junaedi, Wadanyon C Pelopor Akp Andi Muh. Syafei, S.Sos, M.H. ,Kasat lantas Polres Bone Akp Muh. Thamrin, SE , Kasat Sabhara Res Bone AKP Nadus S.Sos, Para danki / wadanki brimob yon c pelopor dan Perwira pores kodim dan Polres Bone.

Danyon C Pelopor  Kompol Nur Ichsan S.Sos.  menyampaikan bahwa Patroli ini dilaksanakan untuk kesiap siagaan kita dalam rangka pelantikan Presiden dan Wakil Presiden yang terpilih, yang akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2019 .

Kegiatan Patroli keliling oleh gabungan dari TNI POLRI dari jalur Star kodim 1407 dan finish jalan Petta penggawae.

Ia juga menambahakan bahwa kegiatan Patroli ini di Mulai sejak tanggal 15 sampai tanggal 23 Sesuai dengan surat perintah dari Polda Sulsel. Dalam kegitan ini peserta patroli memperlihatkan sinergitas antara TNI dan POLRI dengan berboncengan.

Danyon C Pelopor  Kompol Nur Ichsan S.Sos. menambahakan bahwa masyarakat bisa melihat kesiap siagaan kita dari aparat keamanan dalam rangka mengamankan pelantikan Presiden maupun wakil Presiden walau pelaksanaannya di Jakarta tapi tetap imbasnya akan sampai di daerah-daerah ungkapnya kepada awak media diakhir pertemuan.

Dalam kegiatan ini rote atau jalur Patroli dari Star kodim 1407 dan finish jalan Petta penggawae. Kegiatan ini berakhir sekitar pukul 10.00 wita dalam keadaan aman dan lancar, situasi kondusif ungkap KOMPOL Nur ichsan S. Sos Danyon C Pelopor Brimob dalam penjelasannya kepada media.

Irwan N Raju
Biro kab Bone

Regulasi Yang Membuat Masyarakat Bone Panik Karena Tidak Pro Rakyat

BONE – Banyaknya Regulasi dan Aturan yang tidak pro rakyat membuat masyarakat Bone panik
kemana mereka akan mengadu. Disatu sisi masyarakat harus tetap berjuang untuk penghidupan yang layak sesuai bunyi pasal 27 (ayat 2)UU dasar negara 1945 ” tiap tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”

Ngopi lepas yang digagas oleh lembaga Advokasi dan pendidikan desa (Lsm lepas) di Cafe Kusuka pada pukul 20, 00 wita sampai 23-00 wita, di jalan merdeka Watampone Tanete Riattang Kabupaten Bone provinsi Sulawesi Selatan. Jumat(18/10/2019)

Dalam kegitan inimenghadirkan beberapa narasumber dari Praktisi Hukum, Media, APDESI BONE , DPMD, Dinas PU PR, Dinas perindustrian,tenaga Ahli Pendamping DesaI.

“ini bukan hanya berdampak pada desa saja,tetapi berdampak juga di Kelurahan yang dimana tahun ini Juga ada dana Kelurahan yang nilainya tidak sedikit. Bahkan juga masyarakat umum yang akan mendapatkan dampaknya , bahkan pembangunan tempat ibadah pun kena imbasnya” ungkap Andi mappakaya Amier kepada awak media.

Harapan kami semoga ini bisa menjadi perhatian khusus dari pihak terkait, kami sangat sepakat apa yang pernah di katakan Presiden RI Joko widodo (jokowi) beliau mengatakan daerah jangan asal buat aturan, yang dimana aturan itu dapat menghambat daerah itu sendiri.

Sebenarnya kami sangat berharap kemarin ketika mendagri membatalkan beberapa Perda-perda. Kami berharap salah satu Perda yang di batalkan terkait regulasi RT/RW Perda 2013-2032 Kabupaten BONE. Dan juga kami sangat berharap ke depan dalam membuat Regulasi yang bersifat negatif yang dampaknya tidak berpihak dengan masyarakat umum atau pro rakyat,ungkpanya.

Marilah duduk bersama dan menyatukan persepsi jangan seperti kejadian semalam dimana ada salah satu narasumber dari instansi terkait mengatakan kalau waktu perencanaan RT/RW di Bone jalan sendiri-sendiri karena tidak melibatkan semua pihak terkait.

Andi mappakaya Amier Ketua APDESI Kabupaten Bone menegaskan bahwa apabila ada aturan yang tidak pro kepada rakyat akan menjadikan masyarakat itu semakin panik, ungkapnya diakhir pertemuan.

Irwan N Raju
Ka biro Sulsel

Sangat Ironis Tumpang Tindih Aturan dan Regulasi Penyebab Langkahnya Material di Lumbung Material

BONE – Ngopi LePAS_Desa Lawyers Club” yang diselenggarakan LSM LePAS dalam rangka mencari solusi atas permasalahan kelangkaan bahan material di desa yang dinilai menghambat pembangunan desa dan tentunya juga merugikan masyarakat sebagai pemanfaatan dana desa.

Kondisi Kelangkaan Material bagi desa merupakan hal yang sangat IRONIS karena Desa merupakan lumbung dari material Itu ungkap Zul Ketua Panitia dialog yang berlangsung alot dan mendapat apresiasi dari semua Narasumber yang hadir, Jumat (18/10/2019).

Berbagai tanggapan dan masukan dari peserta, setidaknya kita sudah menyimpulkan embrio titik terang arah penyelesaian masalah ini, dimana Pemerintah desa melalui asas rekognisi yang diamanahkan oleh Undang-undang Nomor 6 tentang desa, memberikan kuasa kepada Pemerintah desa untuk memanfaatkan sumber daya yang ada di desanya, sebagai mana yang disimpulkan dari beberapa paparan Narasumber.

Selanjutnya Ngopi LePAS juga telah menyimpulkan beberapa rekomendasi yang akan ditindak lanjuti oleh stakeholder salah satunya percepatan dan pengkajian konferensip terhadap Perda RTRW Tahun 2013-2032 yang sementara berproses jelas Anto Syambani Adam ketua umum Lsm LePAS kepada awak media.

Lanjut, Namun kami sesungguhnya sangat menyayangkan ketidak hadiran pihak Polres Bone yang tanpa konfirmasi, karena institusi ini sangat vital posisinya untuk memastikan dan memberikan kepastian hukum dalam penindakannya, ungkapnya.

Karena masyarakat desa sejauh ini sangat ketakutan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di desanya, karena mereka tidak memahami secara pasti SOP penindakan yang dilakukan Polres Bone selama ini pada kasus tambang ,urai Anjun’k Mappasinring/Sekjend Lepas dan sebagai keynotspeaker pada kegiatan ngopi lepas ini.

Dari beberapa masukan dalam ngopi lePAS oleh peserta semua menyayangkan ketidak Hadiran perwakilan dari DPRD, Pemda dan Polres Bone, namun itu bukan masalah karena ngopi lePas tetap berjalan secara interaktif mencari solusi terbaik untuk Indonesia umumnya dan Kabupaten Bone khususnya.

Ketua Apdesi Kabupaten Bone dihubungi melalui sambungan whatsap pribadinya, bahkan dana desa terhambat dimana dana itu untuk pembangunan infrastruktur, dan perlu digaris bawahi secara khusus kalau itu akan dinikmati oleh warga masyarakat Kabupaten Bone itu sendiri, ungkpnya.

Ia juga mengatakan jangan sampai ada lagi yang mengatakan “kalau pembangunan terlambat dan lainnya, ini akan menjadi pertanyaan besar” DAMAILAH INDONESIAKU jelasnya menutup pembicaraan

Turut hadir juga dalam ngopi lePAS ini sebagai narasumber yaitu Andi Asrijal mewakili kadis PU PR Bone,  Hariyanto, ST, Mewakili kadis perindustrian Bone Awaluddin mewakili DPMD Bone Andi mappakaya Amier, Ketua Apdesi Bone Fadli S. S.pdi, Tenaga Ahli pendamping Desa Ketua DPC KAI Kabupaten Bone Drs Bahtiar Parenrengi, Metro TV Bone mewakili Media Andi Asrul Advokat dan praktisi Hukum Sulsel, Para pendamping Desa, Para kepala desa Para Aktivis Lsm Bone, Paraaktivis Mahasiswa ,Aktivis perempuan PASKAS BONE Dan para jurnalis.

Irwan N Raju
Ka biro Sulsel

Pengurus Lembaga Adat Dayak Kabupaten Nunukan Periode 2019 – 2024 Dikukuhkan

Para pengurus Lembaga Adat Dayak Kabupaten Nunukan bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Serfianus dan beberapa tamu undangan sesaat setelah pelantikan. (Foto : Eddy Santry)

Nunukan – Bertempat di Ballroom Laura Hotel Nunukan, Sabtu 19 Oktober 2019 Lembaga Adat Dayak Kalimantan Utara (Kaltara) resmi melantik Kepengurusan Lembaga Adat Dayak Kabupaten Nunukan periode 2019 – 2024. Dalam kepengurusan kali ini, Heri Agung diamanahkan untuk menahkodai LAD Nunukan didampingi Elia Banansip sebagai Sekretaris.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid dalam sambutanya yang dibacakan Sekretaris Daerah Nunukan Serfianus mengapresiasi atas dikukuhkannya kepengurusan LAD tersebut. Menurut Laura, pelantikan pengurus LAD akan menjadi pewarna dalam kanvas sejarah peradaban Nunukan kedepan.

” Tak bisa kita pungkiri, masyarakat Dayak telah banyak berkiprah dalam sejarah pembangunan Kabupaten Nunukan. Kita harap, dengan dilantiknya kepenguruan LAD ini akan dapat semakin membangkitkan motivasi bersama dalam membangun Nunukan,” tulis Laura

Lebih lanjut Laura berharap, LAD Nunukan kedepan dapat berperan bersama Pemerintah dalam menghadirkan kebijakan – kebijakan yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat. Karena Laura mengakui, kendati saat ini Pemerintah Kabupaten Nunukan telah menjalankan program yang yang diharap dapat menghadirkan kesejahteraan, namun tanpa dukungan elemen masyarakat seperti LAD, sudah pasti program – program Pemerintah akan tersendat.

“Pemerintah memang telah menjalankan program dan kegiatan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun tanpa dukungan berbagai pihak, sudah pasti program – program tersebut tak dapat beejalan baik. Untuk itu peran LAD ini tentu sangat dibutuhkan,” kata Laura

Laura juga mengungkapkan bahwa masyarakat Dayak terutama di Nunukan sangat toleran, bersahabat dan arif. Sehingga dalam kehidupan bermasyarakat yang multi etnis dan terdiri dari beberapa latar belakang yang berbeda, Laura berharap LAD dapat terus menjadi motor penggerak keharmonisan ditengah kebhinekaan.

“Saya yakin bahwa kedewasaan, kearifan yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Dayak akan terus berjalan,” pungkas Laura.

Sementara Ketua LAD Kabupaten Nunukan Heri Agung mengungkapkan bahwa program organisasinya kedepan adalah menjadi mitra dari kebijakan Pemerintah yang bertujuan mensejahterakan maayarakat Nunukan tanpa kecuali. Heri menegaskan bahwa pihaknya akan mendukung Pemerintah selama kebijakanya berpihak kepada masyarakat namun juga tak akan segan memberi kritikan apabila ada kebijakan yang dinilai tak menyentuh kepentingan masyarakat.

Ketua Lembaga Adat Dayak Kabupaten Nunukan, Heri Agung

“Selama kebijakan Pemerintah berpihak pada masyarakat banyak, wajib bagi kami untuk mendukung. Begitupun sebaliknya, kami akan sampaikan kritikan dan masukan apabila ada kebijakan yang kurang menyentuh kepentingan rakyat banyak. Karena mitra yang sebenarnya adalah mendukung dalam kebenaran dan meluruskan apabila ada kesalahan,” tandas Heri

Dalam mempertahankan keharmonisan kehidupan sosial, Heri mengungkapkan pihaknya akan bergandengan tangan dengan elemen mayarakat lainya. Karena menurut Heri, saling asah, asih dan asuh serta saling menghormati apapaun latar belakangnya, adalah kunci dari terciptanya persatuan dan kesatuan nasional.

“Pelangi itu indah karena berbeda warna. Maka janganlah perbedaan menjadi media untuk berpecah belah namun mari kita jadikan perbedaan sebagai rahmat Tuhan untuk mengisi kehidupan bermasyarakat dan tentunya dalam bernegara,” pungkas Heri. (eddyS)