Proyek Pengerjaan Bronjong di Kampung Nelayan Masih Dua Bulan Lagi

NUNUKAN – Proyek pengerjaan bronjong untuk mencegah terjadi abrasi di pesisir Kampung Nelayan, Mansapa, Nunukan Selatan, hingga kini terus dikebut oleh CV Buluk Jaya sebagai pemenang tander lelang. Pasalnya, sejak mulai pengerjaan pada 18 Juni lalu, hingga kini belum tampak apapun, hanya material pengerjaan yang tersimpan di pinggir pantai.

Kepala Bidang (Kabid) SDA, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruangan Perumahan dan Kawasan Permungkiman (DPU-RPKP) Kabupaten Nunukan, Yusuf mengatakan pengerjaan bronjong ini sebenarnya masih lama habis, sekitar dua bulan lagi atau sekitar 50 hari lagi. “Jadi bukan 15 hari lagi seperti yang viral di medsos. Kan, masa pengerjaan 180 hari. Nah, ini dimulai sejak 18 Juni lalu. Jadi nanti berakhir pada 14 Desember mendatang,” terangnya kepada berandankrinews.com saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (21/10/2019).

Meski begitu, dia mengaku sudah memberikan dua kali teguran kepada kontraktornya. “Tadi pagi, (Senin, 21/10/2019) kita sudah rapatkan bersama tim kejaksaan yakni pendamping TP4D. Kita juga mengundang kontraktornya dan mereka akan siap bekerja siang dan malam. Informasi alatnya sudah ada, dan mereka juga sudah mulai bekerja,” ujarnya.

Namun jika sampai batas akhir pengerjaan belum diselesaikan, maka pihaknya akan mengambil sikap tegas yakni pemutusan kontrak. Hanya saja, pihaknya mengatakan bisa saja memperjang kontrak namun dengan catatan sudah sesuai prosedur dan tentunya juga akan dikenakan denda bagi kontraktor. “Tapi terkait pembayaran kita akan tetap membayar sesuai dengan pekerjaan atau progress yang sudah ada. Nah, kalau pembayaran itu dalam aturan memang ada. Kita berikan perpanjangan 50 hari tergantung dari kita melihat sejauh mana keseriusannya,” tuturnya.

Hal yang sama juga ditegaskan oleh Kepala DPU-RPKP Kabupaten Nunukan, Muhammad Sufyang kepada beradankrinews.com. Kata dia, mengenai anggaran pengerjaan bronjong sama sekali belum dicairkan dari pemerintah. Sehingga, kata dia, pemerintah tidak ruginya. Bahkan sebaliknya, seharusnya DP 20 Persen yang diberikan untuk pengerjaan pun belum diberikan kepada kontraktor. “Sebenarnya, justru pemerintah yang berutang. Kalau melihat material di lapangan itu sudah mencapai 30 persen lebih. Nah, inilah sebenarnya utang kita karena mereka pengadaan sudah dalam hitungan kontrak,” tuturnya.

Reporter Nirwan

Danyon C Pelopor Kompak Dalam pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Bone Bersama Dandim 1407 /Bone Wakapolres Bone, Kasrem 141/ Toddopuli

BONE – Pelantikan pimpinan DPRD Kabupaten Bone tahun 2019-2024, dihadiri oleh Bupati Bone, Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Bone, Aktivis Lsm dan Media yang khusus diundang untuk liputan serta warga masyarakat keluarga anggota Dewan Terpilih, Senin(21/10/2019).

Pelantikan dimulai pada pukul 15.00 wita, berlangsung di gedung Paripurna DPRD Kabupaten Bone, kompleks Stadion lapatau Bone, Macanang Tanete Riattang Kabupaten Bone Sulawesi selatan.

Dalam pelatikan ini turut hadir juga Danyon C Pelopor Kompol Nurichsan.S.Sos , Wakapolres Kabupten Bone, Kompol Syamsuddin Palulu, Letkol Inf Mustamin Dandim 1407/Tanete Riattang, Letkol Inf Bobby Triyantho S A P ,Kasrem 141 Toddopuli.

Tampak kompak dalam acara pelantikan ini oleh Danyon C Pelopor Dalam pelantikan Pimpinan DPRD Kabupaten Bone Bersama Dandim 1407 /Bone Wakapolres Bone, Kasrem 141/ Toddopuli.

Optimisme Warga masyarakat Bone juga hadir dalam pelantikan ini,”semoga dengan pelantikan DPRD kabupaten Bone ini bisa membawa perubahan Signifikan kedepan terhadap Bone kedepannya jelas EKO Wahyudi 25 tahun salah satu Aktivis Bone saat dikonfirmasi langsung oleh awak media

Irwan N Raju
Ka biro Sulsel

Zikir Bersama Awali Hari Jadi Sulsel ke 350

SULAWESI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan menggelar berbagai kegiatan guna menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-350 Sulsel, yang diperingati setiap tanggal 19 Oktober.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan melaksanakan dzikir bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, pada Jumat 18 Oktober 2019. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel sebagai acara puncak, yang diselenggarakan pukul 9.30 WITA, Sabtu (19/10/2019).

 Kegiatan dzikir bersama di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Hal ini diungkapkan Ketua Panitia HUT Sulsel Tautoto Ranggina yang mengambil ide agar dalam siding paripurna tersebut semua undangan yang hadir diimbau untuk mengenakan pakaian adat. “Pesan Gubernur (acara sidang) dilaksanakan secara sederhana dan khidmat,” terang Tautoto,

Selain itu, sambung Tau Toto Pemprov Sulsel juga menggelar Pameran Pembangunan/Expo Sulawesi Selatan pada 30 Oktober 2019 mendatang dan 31 Oktober 2019 dilakukan Karnawal seluruh Kabupaten/kota.

“Sehari setelah acara pameran pembangunan itu akan dilaksanakan karnaval yang diikuti oleh Kabupaten-kota dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemprov Sulsel,” jelas Tautoto, yang juga Asisten III (Adminsitrasi) Sekretaris Daerah Sulsel.

Kegiatan lainnya adalah kegiatan sepeda santai pada Sabtu (2/11/2019). Sementara keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan kegiatan jalan santai. “Sepeda santai itu start dan finish di rumah jabatan Gubernur Sulsel. Begitu juga dengan jalan santai, finish di rumah jabatan Gubernur,” ujarnya.

Tak mau ketinggalan, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulsel juga turut berkontribusi. Contohnya, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel Liestiaty F. Nurdin yang melakukan silaturahmi dan anjangsana ke beberapa tempat serta terlibat dalam Pekan Perpustakaan. Ada pula Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel, Sri Resky Hayat yang melakukan kunjungan ke Purnabakti Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kontributor

(Irwan N Raju) (Agussalim)

Santri Indonesia Sebagai Laboratorium Perdamaian Dunia

BONE – Semenjak Hari Santri ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015, pada tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri.Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Kali ini, peringatan Hari Santri 2019 pun akan diperingati dengan hikmat,tak terkecuali di Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Kali ini mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia”. Isu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian.

Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemai ajaran Islam rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama, sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan multikultural.

Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontribusi merawat perdamaian dunia.

Nuansa semarak Hari Santri Nasional Tahun 2019 sangatlah terasa, ini terlihat dengan berbagai kegiatan dilakukan oleh lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bone, antara lain pertandingan olahraga dan lomba seni antar santri pondok pesantren tanggal 19-20 Oktober 2019, tabligh Akbar 21 Oktober 2019 dan Upacara Bendera 22 Oktober 2019 tepat dengan hari Santri Nasional.

Sementara untuk H.Nur Alamsyah,SE selaku ketua panitia mengatakan bahwa acara Hari Santri juga akan digelar di Kabupaten Bone dan salah satu acara akan diisi tabligh akbar yang dibawakan oleh Dr. Lukman Arake.

Sementara itu, acara lain yang akan digelar adalah upacara Hari Santri Nasional,dihadiri oleh Bupati dan beberapa instansi ditargetkan sekitar 4.000 massa dengan memakai sarung.

Kontributor

(Irwan N Raju) (Bahtiar Parenrengi)

Hari Jadi Sulsel, Gubernur Minta Dilakukan Kolaborasi dan Sinergi

SULAWESI – Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Selatan yang ke-350 dirayakan dengan penuh khidmat. Meski sederhana, perayaan hari jadi Sulsel tetap mengandung makna yang mendalam khususnya bagi orang Sulawesi Selatan yang terdiri dari berbagai etnis dan suku yang berbeda, Sabtu (19/10/2019).

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengatakan perayaan ini walaupun sederhana tapi mempunyai makna yang cukup luas bagi masyarakat di Sulawesi Selatan.

“Perayaan hari jadi Provinsi Sulawesi Selatan yang pelaksanaannya dibuat lebih sederhana dan khidmat tetapi mengandung makna yang cukup luas serta membanggakan bagi masyarakat khususnya Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan,” kata Nurdin dalam keterangan tertulis,

Selain itu, mantan bupati Bantaeng ini menghimbau seluruh pihak untuk melakukan kolaborasi dan sinergi. “Di HUT ke-350 ini, Kata kunci adalah kolaborasi, sinergi karena sesuatu yang selalu muncul dengan tidak transparan komunikasi kurang bagus itu sebenarnya pemicu masalah,” ungkap Nurdin Abdullah.

Menurutnya hubungan yang harmonis adalah kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif tentu kunci adalah membangun komunikasi yang baik, kolaborasi untuk hal yang lebih positif. Jadi saya kira kedepan tanggung jawab kita bersama untuk mendorong percepatan pembangunan Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Sementara menurutnya untuk APBD 2020 mendatang Pemerintah provinsi Sulawesi Selatan hanya akan diperuntukkanbagi program-program yang produktif. “Untuk APBD 2020 kita akan sentuh hal-hal yang lebih produktif tapi APBD kita itukan sangat terbatas makanya kita harus kolaborasi jadi sinergi pusat, provinsi dan kabupaten” jelasnya.

Dalam perayaan HUT Sulsel ke-350 ini seluruh undangan yang hadir dalam sidang paripurna itu menggunakan pakaian adat Sulawesi Selatan. Sidang dimulai pada pukul 10.00 WITA.

Hadir dalam puncak perayaan HUT Sulsel Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Sekertaris Daerah Pemprov Sulsel, Abdul Hayat Gani, Ketua TP – PKK Sulsel, Liestiaty F Nurdin, PJS. Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika, PJS. Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif, seluruh anggota DPRD Sulsel periode 2019-2024, Pangdam Hasanuddin, Wakapolda Sulsel, Kejaksaan, seluruh OPD Pemprov Sulsel dan seluruh hadirin dan undangan lainnya.

Kontributor

(Irwan N Raju) (Agussalim)