Arming, S.H. Gelar Sosialisasi Perda RTRW Bersama Warga Jalan Rimba

Nunukan – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, Arming, S.H., melaksanakan kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2017–2037. (18/3/2026)

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Jl. Rimba RT 09 dan RT 08, Kelurahan Nunukan Tengah, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, serta dihadiri oleh masyarakat setempat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya tata ruang wilayah dalam mendukung pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

Dalam penyampaiannya, Arming menjelaskan bahwa RTRW menjadi pedoman utama dalam pemanfaatan ruang, baik untuk kepentingan pembangunan maupun aktivitas masyarakat sehari-hari.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keteraturan tata ruang agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Selain itu, masyarakat diharapkan dapat memahami aturan yang berlaku sehingga dapat mendukung program pembangunan pemerintah daerah.

Kegiatan ini juga diisi dengan sesi dialog dan tanya jawab antara masyarakat dan narasumber. Warga diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi serta berbagai permasalahan yang berkaitan dengan tata ruang di lingkungan mereka.

Melalui kegiatan Sosperda ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami isi peraturan daerah serta ikut berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kebijakan tata ruang di wilayah Kalimantan Utara, khususnya di Kabupaten Nunukan.

(Bensyam/admin-adv)

Gempa Magnitudo 2,7 Terjadi di Wilayah Nunukan Kaltara

NUNUKAN- Badan Meteorologi, klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya Gempabumi Tektonik yang di rasakan di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara pada Rabu (18/03).

Berdasarkan dari data resmi BMKG yang mencatat dimana hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi ini terjadi sekitar pukul 09:13:27 WIB dengan kekuatan magnitudo 2,7. Episenter Gempabumi terletak pada koordinat 4.02 LU. dan 117.66 BT atau tepatnya berlokasi didarat pada jarak 74 km Utara Tarakan Kalimantan Utara dengan kedalaman 10 km.

Menurut BMKG Gempabumi yang terjadi merupakan Gempabumi dangkal akibat dari aktivitas sesar aktif setempat.

Kemudian, berdasarkan laporan dari masyarakat mengatakan getaran dari Gempabumi ini dirasakan nyata dalam rumah, getaran serasa seakan-akan ada truk yang sedang berlalu. Sampai saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak Gempabumi tersebut. Dan hingga saat ini hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya Gempabumi susulan.

(*)

Target Penghimpunan Zakat BAZNAS Nunukan Naik 50% di 2026

NUNUKAN- Pusat Menargetkan Penghimpunan Zakat oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nunukan meningkat hingga 50%. Hal ini di ungkapkan oleh Ketua Baznas Nunukan Ustadz H. Zahri Fadli saat di temui awak media pada Selasa (17/03) Kantor Baznas Nunukan.

Ia mengatakan bahwa penetapan target didasarkan pada hasil evaluasi penilaian pusat terhadap kinerja dari tahun sebelumnya.

“Dalam satu tahun kita menyusun rencana kerja anggaran tahunan untuk di evaluasi yang kemudian pusat menetapkan target yang diberikan kepada kita didasarkan kinerja tahun sebelumnya”. Kata Ustadz Zahri

Sebelumnya target off balance sheet BAZNAS Nunukan sebesar Rp.10 Miliar, Kini dinaikkan dengan angka yang cukup tinggi hingga Rp.16 Miliar (50%).

Hal ini menurut Zahri merupakan
bentuk apresiasi dari pusat yang menyakini bahwa Nunukan mampu mencapai target tersebut. Sehingga untuk mencapai target tersebut BAZNAS Nunukan berupaya maksimalkan potensi-potensi yang di Kabupaten Nunukan.

” ini menjadi tantangan bagi kami untuk membuktikan kepercayaan tersebut. Oleh karena itu, upaya untuk menggali seluruh potensi yang ada harus dilakukan dengan maksimal. Potensi kita tidak hanya berasal dari ASN, tetapi juga dari perusahaan dan para karyawannya” Jelasnya

Dalam memaksimalkan potensi yang ada, Baznas Nunukan melakukan sosialisasi kebeberapa perusahaan khususnya yang berada di Seimenggaris. Hingga total capaian mencapai lebih dari 21 Miliar atau sekitar 200% dari target awal.

“Alhamdulillah, banyak perusahaan yang berkomitmen untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, baik zakat profesi maupun zakat fitrah. Hingga saat ini, total capaian kita sudah mencapai lebih dari 21 miliar, atau sekitar 200% dari target awal” Terang Ketua Baznas Nunukan

Dalam memperkuat penghimpunan zakat, BAZNAS juga membangun kanal melalui UPZ di setiap kecamatan. Sehingga saat ini hampir seluruh kecamatan sudah aktif termasuk Sebatik.

“Sebatik yang sebelumnya tidak sampai 20 juta, kini bisa mencapai lebih dari 100 juta dalam satu hari di bulan Ramadan” Lanjutnya

Kemudian disisi lain ia juga menanggapi terkait isu yang berkembang saat ini bahwa zakat dialihkan untuk pembiayaan MBG, ia menegaskan bahwa hal tersebut tidaklah benar.

” Secara hukum Islam, zakat tidak dapat digunakan untuk hal tersebut.BAZNAS berpegang pada tiga prinsip utama, yaitu aman syar’i, aman regulasi, dan aman NKRI” Tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam pendistribusian Baznas senantiasa melakukan survei terlebih dahulu agar bantuan dapat tepat sasaran. Dimana tingkat Kabupaten terdapat 11 titik layanan dan setiap Kecamatan dilakukan melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) termasuk layanan jemput Zakat.

Pengelolaan Zakat dalam penghimpunan maupun pendistribusian di tingkat UPZ diserahkan kepada masing-masing kecamatan, sementara di tingkat kabupaten difokuskan pada kelompok tertentu seperti marbut masjid, imam masjid, dan sahabat BAZNAS.

” Di wilayah Sebatik, bantuan telah disalurkan kepada lebih dari 600 marbut dan imam masjid. Sedangkan untuk wilayah lain seperti Sebuku, Sembakung, Lumbis, dan Semanggaris, bantuan disalurkan melalui transfer” Jelas Zahri

“Awalnya kami menargetkan sekitar 2000 penerima, namun setelah pendataan, jumlah tersebut meningkat hingga lebih dari 4000 penerima. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat masih sangat besar” Pungkasnya.

(*/Mr)

Bupati Nunukan Hadiri Safari Ramadhan Gubernur Kalimantan Utara

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE menghadiri Safari Ramadhan sekaligus Buka Puasa Bersama Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H Zainal A Paliwang SH M Hum, Kegiatan tersebut digelar di Masjid Al – Muttaqin, Selasa (17/03/2026)

Kegiatan yang bernuansa religi ini merupakan bagian dari agenda silaturahmi jajaran Pemerintah Provinsi Kaltara, dengan masyarakat di wilayah Kabupaten /Kota yang berada di Provinsi Kalimantan Utara selama bulan suci Ramadan, yang diisi ceramah keagamaan, doa bersama serta penyerahan bantuan kepada masyarakat, dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Dalam sambutannya, Gubernur Zainal menyampaikan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar agenda rutin pemerintah setiap tahun, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Zainal juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum fondasi dalam memperkuat kepedulian sosial dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

“Mari kita jadikan Ramadhan ini sebagai momentum memperkuat kepedulian terhadap sesama, menjaga kerukunan antar umat beragama, serta bersama – sama menciptakan suasana yang aman, damai dan harmonis,” jelasnya

Pada kesempatan tersebut, Zainal turut menyerahkan bantuan untuk masjid berupa sarung, Al-Qur’an, baju muslim, serta paket sembako bagi petugas kebersihan dan Pekerja Bongkar Muat (PBM).

Kegiatan Safari Ramadan ditutup dengan Buka Puasa Bersama dan Sholat Magrib berjemaah bersama jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, Forkopimda dan Masyarakat.

(PROKOMPIM)

Bertemu Kepala Otorita IKN, Wagub Usulkan Kemitraan Pembangunan

NUSANTARA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, S.E., M.Si., melakukan pertemuan dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono untuk membahas integrasi pembangunan Kaltara dengan pengembangan IKN, Selasa (17/3).

Pertemuan ini dihadiri kepala adat, tokoh adat Kenyah, Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kaltara, serta sejumlah kepala perangkat daerah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dan Kabupaten Bulungan.

Wagub Ingkong menyampaikan apresiasi atas kesediaan Kepala Otorita IKN menerima rombongan. Ia juga menyampaikan salam dari Gubernur Kaltara yang berhalangan hadir.

“Kami menyampaikan salam hormat dari Gubernur Kaltara yang belum bisa hadir karena agenda lain,” kata Ingkong.

Ia menegaskan pentingnya integrasi pembangunan Kaltara dengan IKN guna memperkuat posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi kawasan ibu kota baru.

“Integrasi ini sangat penting untuk mendorong posisi Kaltara sebagai wilayah hinterland yang menopang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan ibu kota negara baru atau IKN,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Pemprov Kaltara mengajukan sejumlah dukungan strategis, antara lain pengembangan sektor pariwisata, penguatan desa adat, pelestarian budaya, serta pengembangan wisata alam.

Selain itu, Kaltara juga mengusulkan pengembangan Taman Nasional Kayan Mentarang dalam konsep “Heart of Borneo” sebagai pusat studi biodiversitas dan kawasan konservasi.

Di sektor konektivitas, Pemprov Kaltara mendorong penguatan jalur penerbangan internasional seperti rute Tawau, Kota Kinabalu, Miri, hingga Brunei Darussalam ke Tarakan, Balikpapan.

“Sehingga rute ini menjadikan Bandara Juwata Tarakan sebagai pintu gerbang udara masuk ke wilayah NKRI di kawasan perbatasan,” jelas Ingkong.

Lebih jauh, Pemprov Kaltara juga meminta percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi dan konektivitas jalan lintas perbatasan, termasuk ruas Apau Kayan hingga terhubung ke kawasan IKN.

Ingkong mengusulkan pembangunan konektivitas jalan lintas kawasan perbatasan di Apau Kayan antara lain ruas PLBN Long Ampung , Long Nawang, Sungai Boh menuju Long Bagun, Tering, Sendawar, Blusuh, Gunung Bayan, Resak III hingga ke IKN.

“Kemudian, ruas PLBN Labang ke Mansalong hingga Malinau, rencana ruas PLBN Long Midang ke Binuang dan Malinau sebagai jalur distribusi barang dan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan, usulan lain yang juga disampaikan yakni dukungan diplomasi pembangunan Kaltara sebagai provinsi perbatasan dan pintu gerbang NKRI melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia masyarakat adat.

Menanggapi berbagai gagasan tersebut, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut positif dan bahkan mendorong agar kerja sama ini tidak berhenti di wacana.

Ia mengusulkan agar kolaborasi antara Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dituangkan dalam aturan resmi, sehingga memiliki dasar kuat dalam pelaksanaannya.

“Kita akan merumuskan kerjasama antara Otorita IKN dan Pemprov Kaltara dalam bentuk Peraturan Kepala Otorita IKN, sehingga Kaltara dapat menjadi mitra pembangunan IKN,” kata Basuki.

Pertemuan ini pun ditutup dengan kunjungan ke kawasan Istana Negara di IKN. Sebuah simbol bahwa masa depan ibu kota baru juga terbuka bagi daerah-daerah di sekitarnya, termasuk Kaltara yang kini bersiap mengambil peran lebih besar.

(dkisp)