BULOG Serap Hasil Panen Petani, Bupati Nunukan Pantau Langsung di Lapangan

NUNUKAN – Perum BULOG kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas pangan dengan menyerap hasil panen gabah petani di wilayah Mansapa, Nunukan Selatan. Rabu (25/3)

Kegiatan pembelian gabah tersebut turut dihadiri langsung oleh Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE sebagai bentuk dukungan Pemerintah Daerah terhadap kesejahteraan petani.

Dalam kegiatan yang berlangsung di area persawahan Mansapa, BULOG membeli gabah kering panen milik petani dengan harga yang sesuai ketentuan Pemerintah. Langkah ini diharapkan mampu menjaga harga tetap stabil di tingkat petani, terutama saat musim panen raya.

Bupati dalam kesempatan ini menyampaikan apresiasi atas langkah cepat BULOG dalam menyerap hasil panen. Ia menegaskan bahwa kehadiran Pemerintah bersama BULOG di tengah petani menjadi bukti nyata komitmen dalam melindungi petani dari anjloknya harga jual.

“Kami sangat mengapresiasi peran BULOG yang hadir langsung membeli hasil panen petani. Ini penting untuk menjaga keseimbangan harga dan memastikan petani mendapatkan keuntungan yang layak,” ujar Bupati.

Sementara itu, perwakilan BULOG menjelaskan bahwa kegiatan serap gabah ini merupakan bagian dari program Nasional untuk memperkuat cadangan beras Pemerintah. Selain itu, BULOG juga berkomitmen untuk terus meningkatkan penyerapan di berbagai daerah sentra produksi.

Para petani menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dengan adanya kepastian pembeli dan harga yang stabil, sehingga dapat meningkatkan semangat dalam bercocok tanam.

Dengan adanya sinergi antara BULOG dan Pemerintah Daerah, diharapkan ketahanan pangan dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

(PROKOMPIM)

Tradisi Mangrara Banua Toraja, Wabup Hermanus sebut Momentum Kekeluargaan

NUNUKAN – Mewakili Bupati Nunukan, Wakil Bupati Nunukan Hermanus S Sos hadir pada acara syukuran rumah Adat Toraja yang dibangun oleh keluarga besar Bapak Titus Takke di Jalan Pongtiku RT. 16, Rabu (25/03).

Mangrara Banua adalah upacara syukuran adat Toraja untuk meresmikan rumah adat Tongkonan yang baru dibangun atau direnovasi. Ritual ini masuk dalam rangkaian Rambu Tuka’ (sukacita), bertujuan mempererat kekeluargaan, mengucap syukur kepada Sang Pencipta, serta menaikkan status sosial keluarga. 

Prosesi ini melibatkan pemotongan babi dalam jumlah besar yang bisa mencapai ratusan ekor sebagai bentuk syukuran sehingga suasananya meriah.

Tradisi ini merupakan salah satu di antara banyaknya budaya masyarakat Toraja dimana adat syukuran Mangrara Banua menjadi pesta yang besar.

Dalam kesempatan itu, Wabup Hermanus mengatakan bahwa acara tersebut merupakan momentum kekeluargaan yang patut diwariskan dan dilestarikan oleh anak cucu.

Dengan slogan Toraja “Misa’ Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate”, yang berarti “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”, ia mengajak untuk terus bergotong-royong dengan kebersamaan dan kekeluargaan.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung acara budaya seperti ini yang merupakan suatu sarana yang terhubung untuk membangun bersama dengan Pemerintah Kabupaten Nunukan” ucapnya.

Di akhir sambutannya Wabup Hermanus mengajak masyarakat untuk bersama sama dengan pemerintah daerah untuk membangun Kabupaten Nunukan dengan menjaga persatuan serta menciptakan kebersamaan menuju Kabupaten Nunukan yang lebih baik.

(PROKOMPIM)

Residivis Ditangkap Polisi dalam Kasus Kekerasan Seksual Anak di Nunukan

NUNUKAN – Aparat Unit Reskrim Polsek Nunukan berhasil mengungkap kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Kasus ini mencuat setelah adanya laporan dari seorang ibu berinisial N terkait dugaan tindakan tidak pantas yang dialami anaknya, Bunga (13), seorang pelajar SMP.

Berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa tersebut diduga terjadi lebih dari satu kali, sejak Februari 2026 hingga terakhir pada 18 Maret 2026, di sekitar sebuah bangunan kosong di kawasan Nunukan.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menjelaskan bahwa terduga pelaku berinisial J (50), yang bekerja sebagai karyawan swasta, diduga melakukan perbuatannya dengan memanfaatkan kondisi korban.

“Korban merupakan anak di bawah umur. Peristiwa ini terjadi berulang kali di lokasi yang relatif sepi,” ujar Sunarwan dalam rilis resminya kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan, pelaku diduga menggunakan cara membujuk korban dengan iming-iming uang serta memberikan tekanan agar korban tidak menceritakan kejadian tersebut kepada orang lain.

“Modus yang digunakan adalah mendekati korban, kemudian mengajak ke tempat sepi, disertai bujukan dan ancaman agar korban tidak melapor,” jelasnya.

Kasus ini akhirnya terungkap setelah kejadian terakhir diketahui oleh seorang saksi yang berada di sekitar lokasi. Pelaku sempat melarikan diri, namun berhasil diamankan beberapa jam kemudian oleh warga bersama pihak kepolisian.

“Pelaku sudah berhasil diamankan dan saat ini tengah menjalani proses hukum lebih lanjut,” tambahnya.

Dari hasil penelusuran, pelaku diketahui merupakan residivis yang pernah terlibat dalam kasus tindak pidana sebelumnya.Pihak kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti untuk mendukung proses penyidikan.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal terkait perlindungan anak dan kekerasan seksual, dengan ancaman hukuman yang berat.
(*)

Cekcok Keluarga Berujung Kekerasan, Pria di Nunukan Diproses Hukum

NUNUKAN – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di wilayah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Seorang pria berinisial M (33) harus berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan penganiayaan terhadap kakak kandungnya sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 08.40 WITA, di sebuah rumah yang berlokasi di Jalan Pembangunan RT 10, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan. Korban diketahui berinisial N (48), yang merupakan kakak kandung pelaku.

Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Sunarwan, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari perselisihan antara pelaku dan korban yang tinggal dalam satu rumah.

“Peristiwa dipicu adanya cekcok antara korban dan pelaku. Pelaku merasa kesal melihat kondisi rumah yang dinilai tidak rapi, sehingga memicu pertengkaran,” jelasnya.

Situasi memanas ketika pelaku melempar batu ke arah pintu kamar korban. Tindakan tersebut memancing emosi korban hingga terjadi adu mulut. Tak lama kemudian, pelaku melakukan kekerasan fisik.

“Pelaku kemudian memukul korban menggunakan tangan kosong yang mengarah ke bagian kepala atau wajah,” ujar Sunarwan.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka robek di bagian kening sebelah kanan hingga mengeluarkan darah. Peristiwa tersebut juga disaksikan oleh anggota keluarga lainnya yang berada di sekitar lokasi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Aksi tersebut dilakukan dalam kondisi emosi yang dipicu konflik yang telah terjadi sebelumnya di dalam keluarga.

Pihak kepolisian sempat melakukan upaya mediasi mengingat hubungan antara pelaku dan korban adalah saudara kandung. Namun, upaya damai tersebut tidak membuahkan hasil.

“Korban bersama keluarga menolak penyelesaian secara kekeluargaan dan meminta agar perkara tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Selain itu, keputusan untuk melanjutkan proses hukum diambil karena adanya kekhawatiran kejadian serupa akan terulang kembali, serta untuk memberikan efek jera kepada pelaku.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. Ia dijerat dengan pasal terkait kekerasan dalam rumah tangga sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Polisi mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan konflik keluarga secara bijak dan tidak menggunakan kekerasan, serta segera melapor apabila terjadi tindak KDRT di lingkungan sekitar. (*)

Bupati Nunukan Hadiri Panen Padi Bersama Kelompok Brigade Pangan

NUNUKAN – Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, SE menghadiri kegiatan panen padi bersama Kelompok Brigade Pangan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan ketahanan pangan Daerah, Rabu (25/3).

Kegiatan ini berlangsung di area persawahan milik warga di daerah Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan dan diikuti oleh para petani serta sejumlah perangkat Daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada para petani yang terus berupaya menjaga produktivitas pertanian meskipun menghadapi berbagai tantangan, seperti perubahan cuaca dan keterbatasan sarana produksi. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Daerah akan terus memberikan dukungan melalui program-program pertanian yang berkelanjutan.

“Panen hari ini merupakan bukti kerja keras para petani dan sinergi yang baik antara Pemerintah dan kelompok tani, khususnya Brigade Pangan. Kami berharap hasil panen ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan bermanfaat bagi Masyarakat,” ujar Bupati.

Kelompok Brigade Pangan sendiri merupakan inisiatif yang berfokus pada penguatan sektor pertanian, mulai dari pengolahan lahan hingga distribusi hasil panen. Dengan adanya kelompok ini, diharapkan produktivitas pertanian semakin meningkat dan mampu menjaga ketersediaan pangan di daerah.

Salah satu perwakilan petani mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian Pemerintah. Menurutnya, kehadiran Bupati memberikan motivasi tersendiri bagi para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi.

Kegiatan panen ditutup dengan dialog antara Pemerintah Daerah dan Petani terkait berbagai kendala yang dihadapi di lapangan, serta harapan untuk pengembangan sektor pertanian ke depan.

(PROKOMPIM)