Kenal Pamit Kapolda Kaltara, Gubernur Harap Sinergitas Semakin Erat

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum didampingi Wakil Gubernur, Ingkong Ala, SE., M.Si menghadiri acara Kenal Pamit Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kaltara Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., kepada Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadny, S.I.K., berlangsung di Gedung Pesparawi, Rabu (27/8) malam.

Acara tersebut menjadi momentum perpisahan Irjen Pol Hary Sudwijanto, S.I.K., M.Si., yang memasuki masa purna tugas sekaligus penyambutan Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadny, S.I.K., sebagai Kapolda Kaltara yang baru.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Zainal menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada Irjen Pol Hary Sudwijanto yang telah menorehkan dedikasi serta pengabdian selama bertugas di Kaltara.

“Bapak Hary Sudwijanto adalah sosok pemimpin yang bijak dalam mengambil keputusan, menjadi teladan, dan selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. Atas nama pemerintah dan masyarakat Kaltara,” kata Gubernur Zainal

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga dalam memasuki masa purna tugas, beliau senantiasa diberi kesehatan dan kemudahan dalam menjalani kehidupan,” sambungnya.

Selanjutnya, Gubernur Zainal sekaligus mewakili jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara mengucapkan selamat atas dilantiknya Kapolda Kaltara yang baru, Brigjen Pol Djati Wiyoto Abadny, S.I.K.

“Diharapkan agar sinergi yang terjalin antara Pemprov Kaltara dan Kapolda Kaltara dapat semakin erat dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan di Bumi Benuanta,” ucap Gubernur Zainal.

Acara berlangsung dengan rangkaian penampilan seni budaya daerah, ramah tamah serta ditutup dengan penyampaian pesan dan kesan masyarakat dan jajaran Polda Kaltara melalui penayangan video pendek.

Turut hadir diantaranya Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Rudy Rachmat Nugraha, Pesuruhjaya Polis Sabah, Comissioner Of Polis, Datuk Jauteh Bin Dikun, Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali, A.Md., Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE, Forkopimda Kaltara, Pemkab Bulungan, FKUB Kaltara, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.

(dkisp)

Dorong Sinergi Program Entaskan Kemiskinan di Daerah

TANJUNG SELOR – Kemiskinan adalah persoalan fundamental pembangunan, meski angka kemiskinan di Kalimantan Utara (Kaltara) menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Hal ini di utarakan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala, S.E., M.Si ketika membuka Rapat Penguatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Provinsi Kalimantan Utara, digelar di Ruang Aula Lantai 1 Kantor Gubernur Kaltara, Kamis (28/8) pagi.

Mewakili Gubernur Kaltara, Wagub Ingkong menyebutkan Kaltara masih menghadapi tantangan serius, terutama terkait kemiskinan ekstrem, ketimpangan antar wilayah , dan keterbatasan akses layanan dasar di daerah pebnatasan, pedalamana dan pesisir.

“Keberadaan TKPKD sangat strategis sebagai wadah koordinasi lintas sektor dan lintas tingkatan pemerintahan, untuk memastikan bahwa setiap program penanggulangan kemiskinan berjalan terpadu, tepat sasaran dan berkelanjutan,” ucap Wagub Ingkong.

Penanggulangan kemiskinan adalah kebijakan dan program pemerintah yang dilakukan secara sistematis, terencana dan bersinergi dengan dunia usaha, serta para pihak untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Wagub Ingkong menambahkan, kemiskinan bukan saja menjadi prioritas pembangunan di daerah, tetapi prioritas nasional bahkan global yaitu pencapaian pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) / Sustainable Development Goals (SDGs) Tahun 2015-2030.

Ungkapnya, tahun 2025 Pemerintah telah menetapkan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 Tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, kemudian terbit juga Instruksi Presiden Nomor 8 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Esktrem.

“Inpres tersebut menegaskan bahwa program harus tepat sasaran dengan tiga strategi utama yaitu pertama pengurangan beban pengeluaran masyarakat, kedua peningkatan pendapatan masyarakat dan ketiga yaitu penurunan jumlah kantong – kantong kemiskinan,” jelasnya.

Wagub Ingkong berharap rapat penguatan TKPKD bukan hanya rutinitas formal, tetapi benar – benar menjadi momentum penting untuk merumuskan, menyelaraskan program sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengentaskan kemiskinan di Kaltara.

“Mari kita optimalkan seluruh potensi yang ada, agar pembangunan di Kaltara berjalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, demi terwujudnya Fondasi Transformasi Kalimantan Utara yang Kokoh, sebagai Beranda Depan NKRI yang Maju, Makmur dan Berkelanjutan,” pungkasnya.

Dalam Rapat TKPKD Provinsi Kaltara, turut hadir mendampingi Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius, S.Hut dan seluruh jajaran dan perwakilan organisasi perangkat daerah Pemprov Kaltara.

(dksip)

Optimalisasi Portal Satu Data, Pemprov Gelar Workshop Pengembangan Lanjutan e-Dataku

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (KISP) menggelar “Workshop Transfer Knowledge dan Penyusunan Agenda Pengembangan Lanjutan e-Dataku”, digelar di Gedung Gadis 2 Lantai 1, Kamis, (28/8)

Dalam sambutannya, Kepala DKISP Kaltara yang diwakili Plt. Sekretaris, Kiki Amelia, S.Sos menekankan pentingnya data sebagai landasan utama pengambilan keputusan yang akurat dan efektif dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Data memiliki peranan krusial sebagai dasar kebijakan. Dengan e-Dataku, pemerintah berharap data statistik sektoral dapat disebarluaskan dan dimanfaatkan secara lebih maksimal, baik oleh pemerintah maupun masyarakat,” ucap Kiki Amelia.

Workshop ini bertujuan memastikan keberlanjutan dan penguatan fungsi platform yang menjadi fondasi pengelolaan data di Kaltara sesuai amanat Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI).

Kiki menuturkan kegiatan workshop ini merupakan tindaklanjut setelah resmi di lucurkan pada 27 Mei 2025 lalu, dengan tujuan utama untuk memperkuat implementasi platform Satu Data (SDI) Kaltara (e-Dataku).

Ia menjabarkan terdapat beberapa fokus utama, yaitu pertama peningkatan kapasitas SDM; kedua, transfer pengetahuan dari tim pengembang kepada pengelola dan operator di setiap OPD agar pemanfaatan e-Dataku lebih optimal.

Tambahnya, selain itu berfokus pada penyusunan agenda pengembangan forum penyusunan agenda lanjutan yang selaras dengan Rencana Strategis Pemprov Kaltara 2025–2026.

“Dengan adanya workshop tindak lanjut ini, Pemprov Kaltara berharap e-Dataku semakin mantap menjadi pilar utama ekosistem data daerah yang mampu mendukung perencanaan pembangunan dan pelayanan publik berbasis data,” jelas Kiki Amelia.

Workshop tersebut diikuti sejumlah perangkat daerah Pemprov Kaltara diantaranya, Dinas Kesehatan Kaltara, DPUPR-Perkim Kaltara, Dinas Sosial Kaltara, Bappeda Litbang Kaltara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltara, dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara serta jaringan masyarakat sipil.

(dkisp)

Pemkab Nunukan Sampaikan Jawaban DPRD atas Rancangan Perubahan APBD 2025

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan resmi menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD terkait Nota Keuangan Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna, Kamis, (28/8). 

Jawaban Pemerintah Kabupaten Nunukan yang disampaikan oleh Wakil Bupati Hermanus menegaskan, alokasi anggaran daerah harus selaras dengan target pelayanan publik, mandatory spending, serta pencapaian standar pelayanan minimal sesuai prioritas pembangunan yang telah ditetapkan dalam RKPD.

“APBD Perubahan diarahkan agar lebih fokus, tepat sasaran, dan mampu menjawab kebutuhan mendesak masyarakat. Masukan dari DPRD menjadi bahan berharga demi tercapainya APBD yang aspiratif untuk kesejahteraan bersama,” ujarnya.

Dalam penjelasannya, Pemkab memberikan apresiasi atas pandangan dan masukan setiap fraksi, di antaranya:

Pendidikan dan Kesehatan

Pemkab mendukung pemerataan sarana prasarana pendidikan, distribusi tenaga pendidik, serta peningkatan layanan kesehatan. Pemenuhan dokter spesialis di RS Pratama terus didorong, sementara sejumlah rumah sakit di Krayan, Sebuku, dan Sebatik telah meraih akreditasi paripurna.

Infrastruktur dan Konektivitas:

Pembangunan jalan dan sarana transportasi menjadi prioritas untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemkab juga mendorong percepatan pengoperasian PLBN Sebatik dan pembangunan PLBN Long Midang sebagai pintu pertumbuhan ekonomi wilayah perbatasan.

Efisiensi dan Ketahanan Pangan:

Sejalan dengan kebijakan nasional, efisiensi anggaran diarahkan pada sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, sanitasi, serta pengendalian inflasi. Pemkab juga mengoptimalkan program Brigade Pangan di sejumlah kecamatan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan.

Kesejahteraan dan UMKM:

Pemerintah membuka kesempatan kerja melalui job fair, pelatihan tenaga kerja, dan kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk program beasiswa afirmasi pendidikan. UMKM terus didorong melalui pembinaan, pelatihan, dan fasilitasi akses permodalan.

Pengawasan Pembangunan:

Selain pengawasan internal APIP, Pemkab menegaskan keterlibatan BPK, DPRD, KPK melalui Monitoring Center for Prevention (MCP), serta partisipasi masyarakat dan media massa dalam mengawal jalannya pembangunan daerah.

Lebih lanjut Wakil Bupati Hermanus menambahkan, APBD Perubahan 2025 bukan sekadar penyesuaian angka, tetapi merupakan instrumen penting untuk menjaga stabilitas fiskal sekaligus mewujudkan 17 arah baru perubahan pembangunan Kabupaten Nunukan.

“Fokus kita adalah memastikan setiap rupiah anggaran yang dibelanjakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah perbatasan. Dengan sinergi eksekutif dan legislatif, kita optimistis target pembangunan dapat tercapai,” tegasnya.

(PROKOMPIM)

Lima Catatan Strategis Fraksi KKN Terhadap RAPBD Perubahan Nunukan T.A 2025

NUNUKAN– Pandangan Umum fraksi Karya Kebangkitan Nasional (KKN) terhadap Nota keuangan rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja Daerah Kabupaten Nunukan tahun anggaran 2025, yang disampaikan oleh juru bicara fraksi KKN Ryan Antoni dalam rapat paripurna DPRD Nunukan pada Rabu, 27/08/2025.

Dalam penyampaian Ryan Antoni fraksi KKN memberikan tanggapan dan saran strategis yang nantinya dapat menjadi rekomendasi kepada pemerintah daerah.

Pertama, Fraksi KKN mendukung langkah pemerintah daerah kabupaten Nunukan dalam melakukan berbagai kebijakan strategis dalam rangka efisiensi anggaran dengan melakukan evaluasi program baik saat ini sudah berjalan maupun yang belum terlaksana.

Kedua, fraksi KKN meminta pemerintah daerah kabupaten Nunukan untuk giat dalam meningkatkan PAD, misalnya dalam sektor pajak rumput laut, kelapa sawit, tempat lahan parkir serta sarang burung walet yang di anggap minim pendapatannya.

Ketiga, pemerintah daerah mempunyai peran strategis dalam mendorong percepatan dan efektifitas pembangunan ekonomi didaerah. Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha UMKM juga mempunyai peran strategis dalam mempercepat pembangunan ekonomi di daerah Kabupaten Nunukan.

Keempat, fraksi KKN berharap pemerintah daerah dapat melakukan langkah inovatif dalam mengoptimalkan program yang berkaitan dengan pengembangan kewirausahaan serta mempermudah dalam proses memberikan perizinan bagi pelaku usaha UMKM.

Ryan Antoni mengatakan bahwa pemerintah daerah perlu melakukan pembinaan, pelatihan maupun bantuan modal bagi pelaku UMKM, sehingga dapat memberikan semangat menstabilkan perekonomian di Kabupaten Nunukan.

Kelima, fraksi Karya Kebangkitan Nasional mendorong pemerintah daerah kabupaten Nunukan untuk memanfaatkan secara optimal atas semua pendapatan dan penerimaan untuk program-program prioritas yang vital bagi kepentingan langsung masyarakat.

Terakhir Antoni meyampaikan bahwa Fraksi partai KKN mendukung pemerintah daerah jika tetap mengedepankan skala prioritas pada setiap program kerjanya dan tidak melakukan rasionalisasi anggaran pada sektor krusial yaitu sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti kesehatan, pendidikan dan pelayanan publik.

Meri