Danramil Sebatik Pimpin Pelaksanaan Operasi Pendisiplinan Protokol Kesehatan dan PPKM Berbasis Mikro

Sebatik,Nunukan – Dalam rangka menggiatkan kembali kegiatan pendisiplinan protokol kesehatan dan penseterilan fasilitas umum pada masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) secara masif Komandan Koramil 0911- 02/Sbt Mayor Arm Mohammad Bakri pimpin langsung kegiatan Operasi Yustisi pendisiplinan protokol kesehatan pada hari Jum’at tanggal 12 Februari 2021 pukul 08:45 Wita bertempat di jalan Ahmad Yani RT 08 Dusun H Beddu Rahim 03 Desa Sei Pancang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan kaltara yang diselenggarakan oleh Personil gabungan Anggota Koramil 0911-02/Sbt, dan Satpol PP Sebatik Utara dengan melaksanakan aksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) dan pembagian Masker serta Hand Sanitizer.

Sementara berlangsung operasi Pendisiplinan protokol kesehatan di Desa Pancang untuk Babinsa Sebatik Timur yang dipimpin oleh Babinsa Sei Nyamuk Sertu Rudiansyah diperintahkan untuk melaksanakan penyemprotan cairan disinfektan dalam rangka pendisiplinan protokol kesehatan khusus PPKM berbasis mikro di Masjid Babul jannah

sekaligus pembersihan lantai Masjid babul setelah selesai dan sudah kering cairan disinfektan yang disemprotkan di laksanakan pembersihan ulang dengan air bersih yang dicampur Bayclin dan Molto agar baunya tidak menyengat saat

Penyemprotan cairan disinfektan pada kesempatan hari Jum’at ini dilaksanakan di Masjid Babul Jannah di Jalan Kartini RT 15 Dusun Mekar Desa Tanjung Aru Kecamatan Sebatik Timur kabupaten nunukan kaltara yang dihadiri oleh Babinsa Sebatik Timur, Polsek Sebatik Timur Briptu Richard, Satpol PP pa Sibawahi beserta 1 Anggota dan Warga Masyarakat jamaah Masjid Babul Jannah.

Kegiatan operasi Yustisi pendisiplinan protokol kesehatan oleh Anggota Babinsa Sebatik Utara dan Anggota Satpol PP Sebatik Utara yang dipimpin langsung oleh Komandan Koramil.0911-02/Sbt Mayor Arm Mohammad Bakri untuk memberikan himbauan agar menerapkan 5 M yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Menghindari Kerumunan serta Mengurangi Mobilitas yang tidak penting kepada para pengguna jalan yang lewat di jalan Ahmad Yani RT 08 Dusun H Beddu Rahim 03 Desa Sungai Pancang Kecamatan Sebatik Utara serta memyampaikan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ( PPKM ) berbasis mikro.

Seluruh kegiatan yang dilaksanakan mulai dari kegiatan penyemprotan, pendisiplinan protokol kesehatan dan memberikan himbauan pelaksanaan 5 M kepada masyarakat dilaksanakan harus dengan cara persuasif, dan humanis agar masyarakat yang dihimbau mau dengan ihklas melaksanakan apa yang disampaikan dan memahami kondisi yang sedang dihadapi sekarang ini serta mencari solusi bersama agar seluruh upaya yang dilaksanakan ini tidak sia-sia dan mendapatkan hasil yang maksimal dengan tidak ada lagi yang terpapar/terinfeksi Covid 19 sampai masa pandemi ini berakhir.

SAHABUDDIN

H. Saleh Resmi Gantikan Irwan Sabri Sebagai Wakil Ketua DPRD Nunukan

Nunukan – Saleh resmi dilantik sebagai Wakil Ketua DPRD Nunukan. Anggota DPRD Kabupaten Nunukan dari Partai Demokrat H. Saleh secara resmi dilantik menjadi Wakil Ketua 1 DPRD Kabupaten Nunukan menggantikan H. Irwan Sabri yang mengundurkan diri beberapa waktu lalu karena mengikuti Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2020.

Pengucapan sumpah janji sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Nunukan dipandu oleh Ketua Pengadilan Negeri Nunukan Rakhmad Dwinanto dalam sidang paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Nunukan, Burhanuddin, pada hari Rabu (10/02).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Nunukan Muhammad Amin yang mewakili Bupati Nunukan, unsur forkopimda beserta perwakilan pimpinan instansi – instansi vertikal, dan tokoh masyarakat turut menyaksikan prosesi pelantikan tersebut.

Seusai pelantikan, Burhanuddin menyampaikan bahwa H. Saleh akan menjabat sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Nunukan dengan sisa periode jabatan 2021 – 2024. Burhanuddin berharap pimpinan DPRD yang baru saja dilantik dapat mengemban tugas dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.

Tidak lupa dalam kesempatan itu, Burhanuddin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada H. Irwan Sabri atas jasa dan pengabdianya selama menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Nunukan.

“Semoga Allah SWT mencatat semua pengabdian tersebut sebagai amal kebaikan disisi-Nya,” kata Burhanuddin. (ADV*)

Gandeng Karang Taruna, Marthin Billa Gelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsan

Tanjung Selor – Generasi muda adalah penerus bangsa dan pewaris negara. Akan bagaimana bentuk dan warna Indonesia kedepan tergantung dari generasi mudanya saat ini.

Demikian ditegaskan Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR – RI), Marthin Billa didepan para pemuda Karang Taruna, Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), Sabtu (7/2).

Kepada para peserta sosialisiasi 4 Pilar Kebangsaan tersebut, Marthin Billa kembali mengingatkan bahwa salah satu karakteristik Indonesia sebagai negara-bangsa adalah kebesaran, keluasan dan kemajemukannya.

Di Indonesia saat ini, ungkap Marthin, terdapat 1.128 suku bangsa dan bahasa, ragam agama dan budaya.Untuk itu perlu konsepsi, kemauan dan kemampuan yang kuat dan memadai untuk menopang kebesaran, keluasan dan kemajemukan keIndonesiaan.

“Konsepsi tersebut disebut sebagai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara atau Empat Pilar Kebangsaan,” tuturnya.

Empat pilar tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia untuk berdiri kukuh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia sendiri.

Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa empat pilar tersebut adalah prinsip moral keIndonesiaan yang memandu tecapainya kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Apalagi, menurut Marthin, Kalimantan Utara adalah wilayah yang secara geografi berbatasan langsung dengan negara tetangga (Sabah, Malaysia). Dengan kondisi tersebut tentu membuat peran generasi muda dalam mengejawantahkan nasionalisme kedalam laku sehari – hari sangat dinantikan.

Selain secara geografi adalah wilayah Perbatasan, Marthin Billa mengungkapkan bahwa masyarakatnya Kaltara terdiri dari berbagai latar belakang. Untuk itu Kaltara dapat juga disebut sebagai miniatur Indonesia.

“Keberagaman masyarakat di Kaltara ini akan indah apabila dibingkai dalam semangat kebangsaan setiap warganya,” tandas Marthin

Keharmonisan dan kedamaian merupakan tujuan dari hidup bermasyarakat. Namun hal tersebut hanya dapat diwujudkan jika Pancasila benar -benar diamalkan, UUD 1945 dijadikan acuan, Bhineka Tunggal Ika dijadikan nafas sehari – hari dan merealisasikan kecintaan kepada NKRI melalui potensi positif yang dimiliki.

“Kenapa kita harus menjadikan Pancasila sebagai dasar laku hidup bersosial? Karena Pancapsila adalah sumber dari segala sumber hukum. Sifat Pancasila yuridis formal maka mengharuskan seluruh peraturan perundang-undangan berlandaskan pada Pancasila,” papar Marthin

Selain itu Pancasila juga merupakan falsafah negara dan pandangan atau cara hidup bagi bangsa Indonesia dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai cita-cita nasional.

“Karena itu Pancasila disepakati secara nasional, merupakan perjanjian luhur yang harus dijadikan pedoman bagi bangsa, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia,” tegas Martin.

Sementara UUD 1945 menurut Marthin adalah norma konstitusional yang acuan dalam pembangunan karakter bangsa.
Keluhuran nilai dalam Pembukaan UUD 1945 menunjukkan komitmen bangsa Indonesia untuk mengantar bangsa Indonesia ke depan pintu gerbang kesejahteraan dan kehidupan yang berkeadilan sosial.

Sedangkan Bhineka Tunggal Ika adalah tutunan untuk menghargai perbedaan. Keberagaman ini harus dipandang sebagai kekayaan khasanah sosio-kultural, bersifat kodrati dan alamiah.

Terlebih dalam situasi Pademi Covid – 19 saat ini, seharusnya silaturahim dapat lebih dipererat . Perbedan latar belakang bukan alasan untuk enggan bergotong royong, seiya sekata dalam menanggulangi dampak serta dalam memutus rantai penyebaranya.

“Jika para pendiri bangsa ini menjadikan semangat kebangsaan dalam meraih kemerdekan, seharusnya saat ini kita menjadikan semangat kebangsaan untuk memenangkan perang melawan Pademi Covid – 19,” pungkasnya.

( Edy / Red )

Mewujudkan Jagung Sebagai Salah Satu Penyangga Ekonomi Di Nunukan

Nunukan – Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara merupakan daerah yang berlimpah dalam sumber daya alam. Selain di sektor agraris berupa tanah pertanian dan perkebunan yang subur, sektor bahari atau kelautan pun menyediakan sumber kekayaan yang tidak sedikit.

Namun sampai saat ini pengelolan SDA terutama di sektor pertanian belum maksimal. Luasnya lahan – lahan yang telah dibuka oleh masyarakat banyak yang terbiarkan menjadi lahan tidur bahkan berubah menjadi ladang semak.

“Padahal apabila lahan – lahan tidur tersebut kita kelola dengan secara maksimal, pasti akan sangat bermanfaat untuk pemiliknya maupun masyarakat Nunukan pada umumnya,” ungkap Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Nunukan, Roby Nahak, Selasa (9/2).

Robby mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab Nunukan sedang merencanakan maksimalisasi lahan – lahan tidur tersebut sebagai lahan produktif dengan penanaman Jagung secara masal.

Roby menilai, setelah rumput laut mulai meningkat ditambah harga mulai stabil maka Nunukan harus punya alternatif sebagai penyanga ekonomi. Dan menurutnya, Jagung sangat prospek di kembangkan di daerah Nunukan dan memiliki potensi ekonomi yang baik bagi masyarakat.

Lebih jauh Roby menjelaskan, Indonesia masih kekurangan stok jagung hingga mencapai jutaan ton sehingga terpaksa hari mengimpor. Celah inilah yang perlu dijajaki Pemkab Nunukan dengan memprogramkan membuka lahan perkebunan jagung untuk pakan dan dikerja samakan dengan masyarakat.

Roby memaparkan bahwa Jagung memiliki peran yang cukup
penting dan strategis dalam pembangunan nasional dan regional, serta terhadap ketahanan pangan dan perbaikan perekonomian. Disamping itu jagung menjadi penarik bagi pertumbuhan industri hulu dan pendorong
industri hilir di dalam sistem dan usaha agribisnis.

“Dari segi penguatan ketahanan pangan, jagung merupakan makanan alternatif non beras. Bahkan bebarapa daerah seperti Temanggung, Magelang, Wonobo dan daerah lainya, menjadikan Nasi Jagung sebagai makanan favorit pengganti beras,” paparnya.

Dan yang tak kalah penting memurut Roby, budidaya Jagung merupakan potensi bisnis berbasis pertanian yang sangat menjanjikan. Tanaman jagung merupakan tanaman yang dapat di panen dalam kurun waktu yang relatif singkat yaitu kurang lebih 3 (tiga) bulan.

“Maka bukan mustahil apabila dibudidayakan secara benar, jagung akan menjadi salah satu penyanga ekononi di Perbatasan,” tandasnya.

Ketika disinggung pemasaran nantinya, Roby mengungkapkan bahwa saat ini banyak sektor usaha yang menjadikan jagung sebagai bahan bakunya. Dan salah satunya adalah peternakan pakan ternak.

“Saat ini kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Indonesia mencapai 10 juta ton per tahun. Dengan pesatnya industri peternakan ahir – ahir ini, tentu permintan jagung juga akan meningkat,” jelasnya.

Roby bahkan merinci analisnya terkait budiaya Jagung tersebut:

Asumsi : bibit ideal yang digunakanl, perkiraan dari panen hasil budidaya jagung ini akan mencapai minimal 15 sd 20 ton basah dan minimal 1000 kg ( 10 ton ) jagung dengan pipil kering.

Estimasi harga jual minimal ; Rp. 5.500,- (untuk jagung pipil kering) Maka pendapatan kotor/omset penjualan adalah ; 10000 kg x Rp 5.500 = Rp 55.000.000

Maka pendapatan dan keuntungan bersih yang di dapatkan per panen adalah : = Total Pendapatan – Total biaya tiap musim = Rp 55.000.000 – Rp15.820.000= Rp 39.100.000

Dan sebagai bentuk keseriusanya, Roby Nahak bahkan saat ini telah mulai menanam jagug di lahan miliknya. Ia menjelaskan bahwa lahan seluas 2 hektar lebih tersebut memang ia khsuskan untuk budidaya jagung.

“Sengaja saya tanam sebagai edukasi kepada masyarakat bahwa budidya jagung adalah hal sangat menguntungkan,” tegasnya.

( Edy / Red )

H.Taufig Agus,Reses di Salutgatta dan karossa Pantai

Mateng – Sulbar – Anggota DPRD Sulbar dari fraksi Golkar , H Taufiq Agus SH telah melakukan kegiatan reses di dua tempat yaitu Desa Salugatta kecamatan Budong Budong dan desa karossa kecamatan karossa pada tanggal 6 – 8 February 2021

pada kesempatan ini beliau menyampaikan perlunya protokol kesehatan yaitu , pakai masker , cuci tangan dan jaga jarak guna memutuskan mata rantai virus Corona dalam kesempatan ini beliau juga mendengarkan keluhan dan harapan masyarakat , yaitu kebijakan pemerintah terkait pemilihan kepala desa , pembangunan jaringan air bersih , infrastruktur jalan pertanian dan perkebunan, aksesibilitas jalan penghubung, dan pemberdayaan masyarakat pesisir pantai

pada kesempatan tersebut H Taufiq Agus menyimak serta mendengar keluhan warga dan beliau berjanji untuk memfasilitasi kepada pemerintah Kabupaten dan provinsi.

( Gazali Sulbar )